00:06selamat menikmati
00:31selamat siang rekan-rekan semua
00:33hari ini tanggal 6 Mei
00:362026
00:38Indonesia Corruption Watch
00:39datang ke Komisi Berantasan Korupsi
00:41secara spesifik kami bersurat
00:44kepada Pejabat Pengelola Informasi
00:46dan Dokumentasi KPK
00:47adapun surat yang kami layangkan
00:50meminta informasi
00:52kepada KPK terkait
00:54dengan penjelasan
00:56mengapa
00:57ada 38
00:59anggota Kabinet Merah Putih
01:02termasuk Presiden Prabowo Subianto
01:04disini
01:05yang laporan harta kekayaan penyelenggaraan
01:08negaranya belum tercantum
01:10di situs
01:12ILHKPN milik KPK
01:13disitu biasanya di laman
01:16pengumuman atau e-announcement
01:17pasca tenggat waktu pelaporan
01:20yakni tanggal 31 Maret setiap tahunnya
01:22itu kita bisa mengakses
01:24laporan-laporan atau salinan-salinan dari
01:26para penyelenggaraan negara yang sudah melaporkan
01:29harta kekayaan mereka
01:30tapi berdasarkan pemantauan ICW
01:32setidaknya per 4 Mei kemarin
01:3438
01:36nama
01:37dari
01:38Kabinet Merah Putih
01:40belum ada
01:41termasuk
01:42laporan harta kekayaan penyelenggaraan negara
01:44Prabowo Subianto itu sendiri
01:45tentu
01:46banyak alasan
01:47yang bisa melatar belakangi
01:49kenapa
01:49nama-nama
01:50mereka belum ada
01:51di website KPK
01:53bisa itu berkenaan dengan
01:55sedang dilakukannya verifikasi
01:57atau perbaikan oleh KPK
01:59tapi juga
01:59ada kemungkinan
02:01memang
02:0139 nama tersebut
02:03belum melaporkan
02:04harta kekayaan mereka
02:05kalau teman-teman ingat
02:07memang pada tanggal 1 April
02:082026
02:10satu hari pasca tenggat waktu
02:12pelaporan ILHKPN
02:13periode 2025
02:14juri bicara KPK
02:16Budi Presetio
02:17sempat mengatakan bahwa
02:18Presiden dan Wakil Presiden
02:20melaporkan ILHKPN secara tepat waktu
02:22tentu kami ingin mempercayai KPK
02:24dan juga ingin percaya bahwa Presiden
02:26tepat waktu
02:27dalam melakukan kewajiban
02:29hukumnya
02:30untuk melaporkan ILHKPN
02:31tapi lagi-lagi
02:32sebagaimana
02:33ICW coba periksa
02:35dari website KPK itu sendiri
02:37di ILHKPN
02:38per 4 Mei kemarin
02:39yakni
02:40lebih dari 1 bulan
02:41dari tenggat waktu
02:42nama-nama
02:4338 anggota Kabinet Merah Putih
02:45belum ada
02:46jadi kami melayangkan
02:48permohonan informasi
02:48supaya KPK bisa memberikan
02:50klarifikasi yang jelas
02:51dan terang kepada publik
02:52apa alasan
02:5339 nama tersebut
02:55belum ada
02:56dan belum bisa diakses
02:57kepada masyarakat
02:58rasanya
02:59kurun waktu
03:001 bulan lebih
03:01sudah cukup
03:01lebih dari cukup bahkan
03:02untuk KPK melakukan verifikasi
03:04dan juga pemeriksaan
03:05terhadap laporan
03:06yang sudah di
03:07submit
03:07harapannya
03:08paling lambat
03:0931 Maret kemarin
03:10apalagi ini berkenaan
03:11dengan pejabat tinggi
03:12berkenaan dengan
03:14anggota Kabinet
03:14yang seharusnya menjadi prioritas
03:15untuk diperiksa
03:17perlu diingatkan
03:19instrumen LHKPN ini
03:20bukan sekedar
03:21perkara tertib formalitas
03:24administratif belaka
03:25tapi yang merupakan
03:25instrumen
03:26untuk menjadi
03:27alat pencegahan korupsi
03:30melalui pengawasan publik
03:31di situ
03:32kita bisa melihat
03:33apakah ada peningkatan
03:34kekayaan tidak wajar
03:35atau ada kekayaan
03:36yang memang
03:37tidak seperti dilaporkan
03:39nah ketika
03:40laporan tersebut
03:41tidak tercantum
03:43di website KPK
03:44apalagi sudah
03:44satu bulan lebih
03:45ini
03:45membatasi
03:47hak-hak publik
03:48untuk mengawasi
03:48aset-aset
03:49kekayaan penyelenggaran negara
03:50jadi itu
03:51tujuan kami hari ini
03:53untuk meminta
03:53klarifikasi kepada KPK
03:55harapannya
03:55supaya
03:56tidak ada
03:57dugaan di publik
03:58bahwa
03:5939
04:00anggota Kabinet
04:01Merah Putih
04:02termasuk Presiden sendiri
04:03telah melanggar
04:05ketentuan yang ada
04:06di sejumlah peraturan
04:08perundang-undangan kita
04:08salah satunya
04:09undang-undang tentang
04:11penyelenggaran negara
04:12yang bersih dan bebas
04:12dari KKN
04:13disitu kan tertuang
04:14kewajiban
04:14bagi seluruh penyelenggaran negara
04:16tidak terkecuali Presiden
04:17untuk melaporkan
04:18LHKPN mereka
04:19secara rutin
04:20setiap tahun
04:21dan juga ketika
04:22mereka baru menjabat
04:22maupun setelah
04:23selesai dari jabatannya
04:30secara komposisi
04:32nanti bisa saya bagikan
04:33tapi
04:33dari 38
04:35anggota Kabinet tersebut
04:36setidaknya
04:37kami melihat
04:37ada 16 menteri
04:3820 wakil menteri
04:39dan 2 kepala badan
04:41tentu dengan keterbatasan
04:43sumber daya manusia kami
04:45sangat mungkin
04:45akannya berlebih
04:46oleh karena itu
04:46penting bagi KPK
04:47untuk satu persatu
04:48mengklarifikasi begitu ya
04:49nama-nama di kabinet
04:51kenapa belum tercantum
04:52di website
04:54hal KPN
04:54tadi sudah menyampaikan surat
05:00memang tidak ketemu
05:01karena langsung melalui
05:02loket PPID
05:02jadi suratnya sudah kami
05:03sampaikan
05:04dan ini sudah ada
05:04tanda terimanya
05:29memang itu merupakan potret
05:32yang sayangnya
05:33menjadi gambaran umum
05:36begitu ya
05:36bagaimana
05:37kepala daerah
05:38di Indonesia
05:38baik bupati
05:39maupun gubernur
05:40seringkali
05:41justru jauh
05:42dari tali mandatnya
05:43dengan rakyat
05:43ini kan paling mudah
05:44terlihat di konteks
05:45Kalimantan kemarin
05:46mendapatkan demo
05:47besar-besaran
05:48akibat
05:49kebijakan anggaran
05:50yang tidak sesuai
05:51dengan kebutuhan
05:52dan juga bahkan
05:52pola kehidupan
05:53yang rasanya
05:54tidak selaras
05:55dengan kerja-kerja
05:56pelayanan publik
05:57ini
05:57kalau kami melihatnya
05:58selain ada masalah
06:00dari pengawasan internal
06:01di daerah itu sendiri
06:03melalui inspektorat
06:04ada isu
06:05soal bagaimana
06:06di 2024 kemarin
06:07di pilkada
06:08begitu ya
06:09para partai
06:10yang mengusung
06:10kepala daerah ini
06:11justru cenderung
06:13kami melihatnya
06:14mendorong
06:14pragmatisme politik
06:15jadi mencoba
06:16mencari kader-kader
06:17dengan cara yang instan
06:18yang berujung pada
06:20mereka
06:20ketika menjalankan
06:21kekuasaannya
06:22di kursi pemerintahan
06:23tidak merasa dekat
06:24dengan publik
06:25atau tidak merasa perlu
06:26untuk bertindak
06:27secara akuntabel
06:28ini yang terjadi di Kaltim
06:29hanya satu contoh
06:32bukti
06:32bukti kecilnya saja
06:34dari puncak gunung es
06:35bagaimana
06:36pemerintahan daerah kita
06:37sangat jauh
06:37sayangnya dari
06:38tali mandat
06:38dengan rakyat
06:39ini kan juga ada
06:41isu di nasi politik
06:42ya
06:42karena ternyata
06:43di wilayah Kaltim
06:44yang punya
06:45kekuasaan
06:45dan ternyata
06:46masih punya
06:47hubungan kekuasaan
06:48dengan
06:48di
06:49dupur Kaltim
06:50itu
06:50berdasarkan
06:53pemantauan kami
06:54di 2024 kemarin
06:55memang
06:56banyak daerah-daerah
06:58yang kaya
06:58akan sumber daya alam
06:59itu
07:01terindikasi
07:02kepala daerahnya
07:02memiliki
07:03relasi dinasti
07:04politik
07:04baik itu di
07:05DPRD
07:06baik itu di
07:06pemerintahan juga
07:07maupun
07:08di
07:09anggota keluarganya
07:10yang pernah menjabat
07:11di posisi yang sama
07:12tentu
07:13ini
07:14berawal
07:15dari
07:15tidak adanya
07:16hukum positif kita
07:17yang melarang
07:18begitu ya
07:18praktik-praktik
07:19semacam ini
07:20yang sebenarnya
07:20juga memanti
07:21konflik kepentingan
07:22tapi
07:24ini dibiarkan
07:25begitu saja
07:26oleh para partai
07:26dan juga
07:27pihak-pihak yang mengusung
07:29para kepala daerah ini
07:30yang jadinya
07:32mengaburkan
07:32begitu ya
07:33batas-batas
07:34mana yang urusan publik
07:35mana yang urusan keluarga
07:48sebenarnya
07:48ini sudah sejalan
07:50dengan aspirasi publik
07:51begitu ya
07:51tapi memang
07:53harus dicatat
07:54bahwa ini
07:54praktik yang langka
07:55sebetulnya
07:56ada respons yang cukup
07:59cepat
08:00dari
08:00institusi
08:01legislatif
08:02yang memang
08:03seharusnya berperan
08:03sebagai checks and balances
08:04dari eksekutif itu sendiri
08:24lagi-lagi
08:25ini kembali kepada
08:26memang hilangnya
08:27tali mandat
08:29antara kepala daerah
08:30dan rakyatnya
08:31begitu
08:32pola yang umum terjadi
08:33kalau misalkan
08:35kita melihat
08:36bagaimana kepala daerah ini
08:37diusung dengan cara-cara yang instan
08:38ketimbang berangkat
08:39dari keinginan publik
08:40untuk mencalonkan
08:41calon kepala daerah mereka
08:48tentu segala indikasi
08:50adanya penyelewengan
08:51penyalahgunan kekuasaan
08:52dan juga
08:53indikasi
08:53praktik korupsi
08:55bahkan memang
08:55harus selalu
08:56ditindaklanjuti oleh KPK
08:57supaya menjadi terang
08:58dan tidak menjadi spekulasi
08:59di masyarakat
09:01dengan tidak dilaporkan
09:02para pejabat
09:03dan seluruh
09:05kabinet ini
09:05jadi
09:07ingin meneruskan saja
09:08kami baru menemukan
09:09indikasi
09:10bahwa
09:11nama-nama
09:1138 anggota kabinet
09:13dan juga nama presiden
09:14belum ada
09:15di website
09:16LHKPN
09:17ini
09:17kemungkinan banyak
09:18tadi saya bilang
09:19bisa KPKnya
09:20belum melakukan verifikasi
09:21bisa juga memang
09:22belum melaporkan
09:22makanya kami
09:23tujuan kami
09:24melakukan permohonan informasi
09:26supaya KPK yang menjawab
09:27memberikan klarifikasi
09:27kepada publik
09:28apakah betul
09:29karena sedang melakukan
09:30verifikasi laporan
09:31atau jangan-jangan memang
09:32belum melapor
09:33tentu kalau misalkan
09:34ditemukan di kemudian hari
09:36jawabannya adalah
09:37belum melapor
09:38sudah menjadi kewajiban
09:39hukum KPK
09:40sebagaimana di peraturan
09:41KPK itu sendiri
09:42tentang pelaporan
09:43LHKPN
09:43dan juga Undang-Undang
09:44Penyelenggaran Negara
09:45yang bersih dan bebas
09:46dari KKN
09:46ada kewenangan
09:48yang dimiliki oleh KPK
09:49untuk memberikan sanksi administratif
09:50berupa rekomendasi
09:51ke lembaga yang bersangkutan
09:52supaya bisa dipertimbangkan
09:54diberikan sanksi
10:03menemani pagi Anda
10:04dengan informasi-informasi terbaru
10:06satu langkah lebih dekat
10:07satu langkah lebih mencerahkan
10:09saksikan Kompas Pagi
10:10hanya di Kompas TV
10:12channel 11
10:13di televisi Anda
10:14selamat menikmati
10:15selamat menikmati
10:17selamat menikmati
10:17selamat menikmati
Komentar