Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
Transkrip
00:00Saat dinaikkan ke kapal, Kim Dan menemukan sebuah catatan di mulutnya.
00:05Kim Dan mengajak Jae-in untuk kembali dengan kapal tersebut.
00:09Tapi malah ia menolak pergi dari pulau itu.
00:12Mereka akhirnya melanjutkan untuk tinggal di Pulau Jamido.
00:21Lalu Kim Dan memberikan pesan yang tadi ditemukan,
00:25yang ternyata sebuah tulisan yang ada di Alkitab.
00:28Mereka mendatangi Panti Jompo yang 20 tahun lalu adalah gereja.
00:37Lalu menemukan sebuah rumah tempat ritual persembahan saat musim panen yang sudah terbakar.
00:43Setelah menempuh beberapa waktu lamanya, mereka tiba di Panti Jompo.
00:48Menurut Jae-in, ini bukan Panti Jompo biasa,
00:51karena ada banyak ditemukan CCTV di sekitar gedung.
00:58Mereka tak diperbolehkan masuk ke dalam Panti oleh pria bernama Dong-hee.
01:03Jae-in yang sangat teliti,
01:04ia menemukan keanehan saat Dong-hee berjalan.
01:07Pria ini yang dilihatnya semalam dalam rekaman CCTV.
01:11Setelah terpojok,
01:13Dong-hee mengaku bahwa semalam ia mendekati penginapan mereka.
01:16Ia juga tak bisa mengelak setelah dituduh bahwa pria itulah yang telah membunuh si nenek.
01:28Untuk sementara, Jae-in tak mau menangkapnya,
01:31hingga hasil otopsi keluar.
01:34Mereka tak dapat berkomunikasi dengan pusat untuk mengetahui hasil otopsi.
01:43Setelah mencari panel internetnya,
01:45ternyata kabelnya sengaja ada yang memutus.
01:48Tepat jam 4 subuh,
01:50waktu itu bertepatan dengan pembunuhan si nenek,
01:53dan pelakunya juga berada di penginapan yang sama dengan mereka.
01:57Dong-hee mengambil senapan untuk membunuh keduanya.
02:01Setelah berputar-putar,
02:02akhirnya mereka menemukan sekolah yang sudah terbengkalai.
02:10Kim-dan melihat hantu yang mirip dengan dirinya di masa kecil.
02:14Yang mengejutkan dirinya,
02:16ternyata sekolah itu tempat bermain di masa bocah bersama kedua temannya.
02:24Jae-in menemukan salib di sekolahnya,
02:28seperti yang pernah ia lihat di rumah Sang-go.
02:31Lalu Kim-dan menceritakan jika Sang-go dan Popeye tinggal di pulau ini.
02:41Berarti kedatangan mereka bukanlah kebetulan.
02:44Kim-dan kini yakin jika gadis kecil yang seperti mirip dirinya itulah bernama So-yi.
02:54Sesaat kemudian terdengar tembakan yang mengarah pada mereka.
03:01Yang ternyata ulah Dong-hee.
03:04Saat akan membalas tembakannya,
03:06mereka terkejut setelah melihat pistolnya ternyata tak berpeluru.
03:10Kini mereka terjebak di dalam sekolah.
03:18Sajang datang guna menolong mereka hingga Dong-hee ditangkap.
03:32Jai-in melihat warga sedang mengubur sesuatu di ladang.
03:37Jai-in mendapat kabar dari Do-hun jika kematian si nenek bukan karena tenggelam.
03:42Kini ia sedang mengurus sebuah truk mengalami kecelakaan
03:46dengan muatannya berisi uang berhamburan.
03:48Kim-dan memberitahukan jika nama Beo yang tertulis di tembok itu adalah dirinya.
03:54Kini Kim-dan harus menemukan di mana temannya bernama Popeye.
03:58Sesuai dengan pesan Sang-go.
04:02Jai-in kembali ke ladang guna membongkar apa yang tadi dikubur warga.
04:06Ia terkejut karena mendapat uang yang tersimpan dalam kardus.
04:13Lalu ia memberitahukan uang tersebut pada Kim-dan.
04:16Kini mereka menyadari jika kasus yang mereka hadapi adalah kasus besar.
04:25Lalu mereka mendatangi sumur warga.
04:27Menurutnya si nenek dibunuh di dekat sumur.
04:30Hari ketiga setelah tewasnya si nenek,
04:33mereka mengadakan upacara siapa sebenarnya orang yang telah membunuhnya.
04:37Dengan mengundang seorang Do-kun.
04:40Tapi karena tak meyakinkan warga,
04:42maka Kim-dan mengambil alih sebagai paranormal.
04:50Lalu tadi duga ia menuduh Sajang orang yang telah membunuh si nenek di dekat sumur.
04:56Awalnya ia membantah,
04:58tapi ia tak dapat mengetahui jika tubuhnya alergi karena air sumur.
05:03Malam itu Sajang menyuruh si nenek untuk mengikat rambutnya.
05:06Dan benar saja ia menenggelamkan muka si nenek ke dalam sumur.
05:18Lalu ia ngoceh-ngoceh membaca alkitab.
05:22Padahal si nenek sendiri belum tewas.
05:24Ia merobek alkitab dan memakannya.
05:27Untuk meyakinkan warga,
05:29Kim-dan berpura-pura berkomunikasi dengan arwah si nenek
05:32dan menghampiri di mana alkitab itu disimpan.
05:42Padahal malam sebelumnya mereka telah mendapat alkitab
05:46dengan selembar halaman robek untuk menjebak Sajang.
05:49Kim-dan juga memberitahukan jika anak si nenek yang sebenarnya adalah Dong-hee
05:54bukannya Sajang.
05:55Cerita ini membuat warga terdiam.
06:03Lalu mereka melanjutkan dengan penemuan uang yang ditanam di ladang.
06:07Uang itu senilai 1 miliar won.
06:18Sesaat kemudian lonceng di lengan Kim-dan berbunyi sendiri.
06:23Lalu si Kim-dan mendadak kesurupan.
06:26Ia marah karena petugas mengaku jika uang itu penjualan hasil laut di desa mereka.
06:31Tak hanya itu, Kim-dan juga menuduh Ah Juma yang telah membakar tempat ritual desa.
06:37Ulahnya ini membuat Jae-in terkejut karena Kim-dan benar-benar kerasukan ruh si nenek.
Komentar

Dianjurkan