00:02Apa kau cuma mau posisi manajer umum ini?
00:04Tentu saja enggak.
00:07Aku dengar dari Mira, kau udah nikah sama pria terkaya.
00:11Gimana kalau kau belikan adikmu beberapa villa, lalu beberapa mobil mewah?
00:17Betul, lebih baik bagi setengah harta suamimu ke adikmu juga.
00:22Bore banget, setengah itu baru berapa?
00:25Banyak kok, setengah aja cukup ibu.
00:30Setengah terlalu sedikit.
00:32Gimana kalau aku kasih semua harta keluarga Lukman untuk dia?
00:36Wah, itu ide bagus.
00:39Aku tahu, Siska itu anak yang paling berbakti.
00:45Kak, tenang aja.
00:47Setelah kau berikan semua hartamu, aku pasti akan merawatmu dan kakak Iper dengan baik.
00:52Ayah, ibu, kalian benar-benar enggak berubah sama sekali.
00:56Kukira kau akan jadi lebih baik.
00:58Ternyata semuanya percuma.
01:00Setelah sekolah bertahun-tahun.
01:03Siska, apa maksudmu?
01:04Kenapa kau marah adikmu begitu?
01:06Dengar ya, adikmu itu satu-satunya penerus keluarga kita.
01:10Beraninya kau memarahinya.
01:14Aku gak cuma marahin dia.
01:16Aku juga mau menamparnya.
01:18Nak!
01:24Tadi kau yang mulai duluan ya?
01:28Siska, beraninya kau membela orang luar.
01:32Kau...
01:33Ngapain kau?
01:35Dasar sialan.
01:36Kau berani melawan ya?
01:41Ayo!
01:43Hari ini, aku akan melawan kalian habis-habisan.
01:47Coba kalian pikir pakai hati nurani.
01:49Apa pengorbananku untuk keluarganya belum cukup?
01:52Demi membiaya sekolah Johnny di usia 15 tahun, kalian paksa aku.
01:56Berhenti sekolah untuk bekerja.
01:58Aku pernah menyapu jalan jadi pemulung.
02:22Aku udah merasakan segala jenis penderitaan.
02:26Itu kewajibanmu, kan?
02:28Baik.
02:30Biarpun semua ini kewajibanku.
02:32Lalu setelahnya...
02:35Setelahnya...
02:36Demi membiaya pernikahan Johnny,
02:39kalian menjualku pada duda tua di desa, Gary.
02:42Kalian tahu kalau dia pernah bunuh dua istrinya.
02:45Tapi kalian masih mendorong aku ke ujung maut.
02:47Apa cuma karena aku itu cewek?
02:56Itu suami pukul istri.
02:58Itu wajar.
02:59Dramatis banget sih kau.
03:00Ini...
03:01Apa maksudmu ujung maut?
03:03Kami lakukan ini semua demi kebaikanmu.
03:07Betul.
03:08Kalau nggak menderita, kau nggak akan sukses.
03:11Kesuksesanku ini karena kerja kransku.
03:15Aku beruntung karena bertemu Jihan dan ibu mertuaku.
03:25Aku udah nggak mau mengingat masa lalu lagi.
03:28Tapi hari ini, kalian pukul orang di sini.
03:31Ini harus mendapat konsekuensi hukum.
03:33Aku beritahu kalian.
03:34Aku udah telpon polisi.
03:36Sungguh nggak berperasaan.
03:38Berani kau telpon polisi.
03:39Percaya atau nggak, aku akan mengeksposmu di TikTok.
03:43Aku mau hancurkan reputasimu.
03:47Kak, perusahaan sebesar grup Sejo paling peduli dengan reputasi.
03:52Begitu ayah dan ibu mengeksposmu, saham grup Sejo akan jatuh.
03:57Keluarga Lukman pun akan segera mengusirmu.
04:02Siska akan selalu jadi istriku.
04:05Grup Sejo juga milik Siska.
04:13Nggak ada yang bisa usir dia.
04:15Karena seluruh grup Sejo ada di tangannya.
04:18Jadi, dia bisa memutuskan apapun.
04:21Dia?
04:22Ternyata Siska udah sama dia waktu itu.
04:25Ruangan ini dilengkapi CCTV.
04:27Semua tindakan kalian udah terekam.
04:28Kalau berani sebar perintah palsu,
04:31Pasti kaliannya akan kena dampaknya.
04:35Eh, eh.
04:36Eh, kalian mau ngapain?
04:38Mau apa kalian?
04:39Kalian mau apa?
04:40Ngapain kalian?
04:44Kok nggak apa-apa?
04:48Maaf ya.
04:49Bukan salahmu, Bu Siska.
04:51Anda udah melakukan hal yang terbaik.
04:54Anda luar biasa.
04:58Dulu kau banyak menderita.
05:00Mulai sekarang,
05:01Kehidupanmu hanya akan dipenuhi kebahagiaan.
05:22Siska.
05:24Bangun Siska.
05:25Siska!
05:28Dokter!
05:30Dokter!
05:38Ada apa?
05:40Ibu pulanglah dulu.
05:41Aku ada urusan.
05:42Cepat pulang ya.
05:44Beberapa hari ini ayahmu nggak senang sama kita.
05:46Jangan buat dia marah.
05:47Aku mengerti.
05:48Pulanglah.
05:57Kau nggak tahu istrimu hamil.
05:59Coba lihat.
06:00Hamil?
06:09Jangan-jangan,
06:10Siska hamil anak cowok ini.
06:12Kalau nggak,
06:13kenapa dia cemas banget?
06:15Dia juga bawa Siska ke rumah sakit.
06:19Eh, dokter.
06:21Apa hubungan cowok itu dengan pasien?
06:24Suaminya dong.
06:28Ternyata benar.
06:30Cewek itu lagi hamil ya?
06:37Cowok itu pasti suaminya.
06:39Kalau nggak,
06:39kenapa cemas banget?
06:44Aku awalnya berniat menyerah.
06:47Siska,
06:49ini kesempatan darimu sendiri untukku.
06:56Gaji Han,
06:57apa kau ada waktu untuk rumah sakit umum?
07:00Nggak ada.
07:01Siska selingkuh.
07:03Dan dia,
07:04hamil anak orang lain.
07:08Kau hamil?
07:11Benarkah?
07:17Hati-hati dong.
07:22Makasih, Kak Jajang.
07:24Kalau bukan karenamu,
07:26mungkin hari ini aku kenapa-kenapa.
07:49Pak Jajang,
07:50kita bertemu lagi.
07:53Biar aku yang jaga dia.
07:55Baik.
08:00Sayang,
08:01kau hamil.
08:03Iya,
08:04aku hamil.
08:05Kau akan jadi ayah.
08:06Aku akan jadi ayah.
08:08Udah tiga bulan.
08:13Oh iya,
08:15aku mau kasih tahu ibu.
08:17Dia pasti akan senang.
08:18Iya.
08:19Iya.
08:32Halo, ibu.
08:34Ibu,
08:35udah mau jadi nenek.
08:41Ibu,
08:42udah mau jadi nenek.
08:43Wah,
08:44selamat ya.
08:45Astaga,
08:46senang banget.
08:48Menantuku baru dikabarkan hamil.
08:51Tolong bungkus semua perhiasan kalian
08:54untuk aku kasih dia.
09:00Ayo pergi.
09:01Tunggu.
09:14Kak Jihan,
09:15Siska udah hianati kau.
09:17Kok kau belum menyerah?
09:19Kalau sakit berobatlah.
09:20Jangan gila di sini.
09:22Istriku gak boleh terlalu emosional.
09:24Aku lihat dengan mataku sendiri,
09:26cowok ini,
09:27yang bawa Siska ke rumah sakit.
09:29Lalu tadi,
09:31dia intip-intip di depan pintu.
09:34Kok ngomong apa sih?
09:37Kau berani bilang,
09:39kau gak kenal Siska?
09:41Aku kenal Siska kok.
09:43Tuh kan kajian,
09:45dia ngaku sendiri.
09:49Aku ngaku apa?
09:51Aku udah kenal Siska dari kecil.
09:56Terus aja kasih alasan.
09:58Kalau gitu,
09:59kenapa justru kau yang
10:00antar Siska rumah sakit?
10:01Itu karena Siska tiba-tiba
10:03pingsan di pinggir jalan.
10:04Kebetulan aku lihat,
10:05makanya aku hantarin.
10:06Dengar tuh,
10:07kebetulan banget.
10:09Kak Jihan,
10:10kau percaya kata-katanya?
10:13Aku percaya.
10:15Biarpun aku gak percaya,
10:18tapi aku harus percaya
10:19istriku sendiri, kan?
10:22Ibu selalu bilang,
10:24keluarga kita gak akan ketemu
10:26cinta sejati.
10:27Yang penting itu cocok.
10:29Tapi,
10:30kenapa mereka sering mencintai?
10:34Siska,
10:35aku belikan buah,
10:36makanlah sedikit.
10:37Kalau gak ada lagi,
10:38aku pamit.
10:40Baik,
10:40makasih Kak Jajang.
10:43Dadah!
10:49Kak Jajang tahu kau suka apa.
10:53Aku kupasin ya.
10:54Aku kupasin,
10:55aku buah naga juga ya.
10:56Iya,
10:56aku kupasin.
11:00Eh!
11:02Berhenti!
11:04Ada perlu apa?
11:08Ada perlu apa?
11:09Jelas-jelas kau suka Siska.
11:11Kenapa gak bantu aku tadi?
11:13Jangan asal bicara.
11:14Aku gak suka.
11:15Gak baik kalau didengar orang.
11:17Udahlah,
11:18kelihatan dari tentapan matamu
11:19ke mereka di depan pintu tadi.
11:22Eh,
11:23kau itu sama miskinnya sama Siska gak?
11:26Bukan urusanmu.
11:28Keluargaku sama kayaknya
11:30dengan keluarga Lukman.
11:31Gimana kalau
11:31kita coba pacaran?
11:35Iya deh,
11:36aku memang bohong.
11:38Keluargaku gak sekaya keluarga Lukman.
11:40Tapi setidaknya
11:41masih perusahaan besar.
11:43Gak rugi kok
11:43kalau pacaran sama aku.
11:45Kau beneran harus perobat.
11:48Hei!
11:58Sayang,
11:59air cuci kaki udah siap.
12:00Oke,
12:01ayo.
12:10Eh?
12:12Tunggu apa lagi?
12:14Udah habis.
12:15Udah tamat loh.
12:17Iya.
12:17Dadah.
12:18Dadah.
12:30Cek 것은
12:30Tunggu apa lagi?
12:32Tunggu apa lagi?
12:35Baga kisah untuk
12:59dikepaanku ambil
13:00Terima kasih.
Komentar