- 9 menit yang lalu
- #iran
- #nuklir
- #amerika
- #selathormuz
KOMPAS.TV - Lagi-lagi pembahasan soal nuklir menjadi titik kebuntuan antara Amerika dan Iran.
Iran bahkan mengancam siap melanjutkan perang jika blokade di Selat Hormuz tak juga dibuka AS.
Tak hanya itu, militer Iran mengaku sudah menambah daftar target serangan mereka jika perang berlanjut.
Lalu apa yang membuat Iran minta penundaan soal membahasa nuklir?
Kita bahas bersama Praktisi dan Pengajar HI dari Synergy Policies Dinna Prapto Raharja dan mantan atase pertahanan RI di Iran, Mayjen purnawirawan Budi Pramono.
Baca Juga Tegang! Detik-Detik Tentara AS Cegat dan Geledah Kapal Kargo Menuju Iran di https://www.kompas.tv/internasional/666056/tegang-detik-detik-tentara-as-cegat-dan-geledah-kapal-kargo-menuju-iran
#iran #nuklir #amerika #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666087/iran-ancam-lanjut-perang-dan-deadlock-nuklir-dengan-as-sejauh-mana-perang-akan-meluas
Iran bahkan mengancam siap melanjutkan perang jika blokade di Selat Hormuz tak juga dibuka AS.
Tak hanya itu, militer Iran mengaku sudah menambah daftar target serangan mereka jika perang berlanjut.
Lalu apa yang membuat Iran minta penundaan soal membahasa nuklir?
Kita bahas bersama Praktisi dan Pengajar HI dari Synergy Policies Dinna Prapto Raharja dan mantan atase pertahanan RI di Iran, Mayjen purnawirawan Budi Pramono.
Baca Juga Tegang! Detik-Detik Tentara AS Cegat dan Geledah Kapal Kargo Menuju Iran di https://www.kompas.tv/internasional/666056/tegang-detik-detik-tentara-as-cegat-dan-geledah-kapal-kargo-menuju-iran
#iran #nuklir #amerika #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666087/iran-ancam-lanjut-perang-dan-deadlock-nuklir-dengan-as-sejauh-mana-perang-akan-meluas
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Lagi-lagi pembahasan soal nuklir menjadi titik kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran.
00:06Iran bahkan mengancam siap melanjutkan perang jika blokade di Selat Hormuz tidak juga dibuka Amerika.
00:12Tak hanya itu, militer Iran mengaku sudah menambah daftar target serangan mereka jika perang berlanjut.
00:19Lalu apa yang membuat Iran minta penundaan soal membahas nuklir?
00:24Kami akan diskusikan ini bersama dengan para narasumber.
00:26Bergabung di studio untuk saat ini, mantan atas sepertahanan Republik Indonesia di Iran, Mayjen Purnawirawan Budi Pramono.
00:31Pak Budi selamat datang Bapak, apa kabar?
00:33Baik Mas, apa kabar?
00:34Kabar baik, terima kasih semua sudah bergabung.
00:36Dan di sambungan dalam jaringan, bergabung juga bersama kami praktisi sekaligus pengajar hubungan internasional dari Synergy Polisis Dina Prapto Raharja.
00:44Mbak Dina, apa kabar Mbak?
00:46Kabar baik, selamat sore Mas Tifal, Pak Budi.
00:48Terima kasih sudah bergabung bersama kami kali ini.
00:50Mbak Dina, selama kita menyimak perang ini, Iran mengaku tidak ada ngutik-ngutik soal nuklir.
00:57Tapi giliran untuk pembahasan soal nuklir dalam perundingan berikutnya, Iran ogah-ogahan.
01:02Ini menghindar demi apa sebetulnya, Mbak Dina?
01:05Nuklir itu satu hal yang Iran yakin betul merupakan satu informasi framing yang selama ini selalu menyudutkan Iran.
01:13Kita sebenarnya ingat ya, satu orang di Amerika Serikat, pejabat tinggi Amerika Serikat, Tusi Gabbard, pernah bilang bahwa Iran sebenarnya
01:23masih jauh itu dari punya senjata nuklir.
01:26Dan dari pihak Iran sendiri selama perang ini mengatakan, kalaupun kami punya kemampuan membuat senjata nuklir, harusnya dari kemarin sudah
01:34kami pakai gitu loh.
01:35Kenapa nggak kita pakai atau paling nggak ketemulah ditemukan oleh Amerika Serikat.
01:40Jadi satu yang mereka ingin pertahankan adalah kedaulatan negara mereka untuk menggunakan nuklir maupun uranium yang diperkaya untuk urusan damai,
01:51itu boleh dinegosiasikan.
01:54Dan satu hal yang saya kira menjadi poin keberatan dari Iran adalah kalau program nuklir ini, terutama uranium yang diperkaya
02:03ini, harus diambil oleh Amerika Serikat.
02:06Jadi keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA itulah yang menjadi satu hal yang memberatkan untuk Iran setuju bicara hanya berdua dengan
02:16Amerika Serikat.
02:18Karena tentu saja untuk satu hal yang sangat strategik ya di tingkat global, sebenarnya memang sebagai orang independen juga saya
02:28melihatnya,
02:28nggak mungkin juga lah diserahkan hanya pada Amerika Serikat.
02:31Karena itu satu hal yang sangat berbahaya tentunya jika satu negara keluar dari perjanjian multilateral,
02:38kemudian mau mengambil alih senjata nuklir dari, atau potensi membangun senjata nuklir dari negara lain,
02:44dengan alasan itu mengambil uranium dari Iran.
02:48Jadi memang itu satu hal yang nggak bisa dibilateralkan antara Amerika Serikat dengan Iran.
02:56Makanya kemudian ia balik ke isu Hormuz dulu, karena Hormuz itulah yang selama ini berhasil membuat Amerika Serikat
03:03belum masuk atau gagal untuk mempenetrasi Iran sampai ke dalam.
03:09Oke, karena pengalaman Anda Pak Budi pernah bertugas di Iran, membaca Iran konteksnya tidak mau membahas soal nuklir itu sebetulnya
03:16apa Pak?
03:17Apa yang sebetulnya dihindari dari Iran kalau membahas soal nuklir?
03:20Ya, kembali ke trisulanya Iran Mas.
03:22Trisulanya Iran itu nuklir, the power projection of CIA, sama energy security, minyak dalam hal ini.
03:31Jadi kalau menurut saya, nuklir ini adalah salah satu dari core of the core, dari apa yang namanya the best
03:37leverage dari Iran.
03:38Iran tidak akan duduk di atas meja, kemudian dia tahu benar bahwa apabila dia membahas nuklir, ini adalah titik kematian
03:46dia.
03:47Nah, ini orang sunsu banget.
03:48Jadi jangan sampai kita melepaskan keunggulan kita sebelum kita yakin, seyakin-yakinnya bahwa menang.
03:56Nah, itu sunsu banget.
03:57Nah, kemudian ketika Mas nanya nuklir, saya jadi teringat bagaimana Rahbar saat itu menyatakan ini adalah dosa-dosa Amerika yang
04:06telah membunuh bapak saya, anak saya, istri saya.
04:09Dan di situ dia mention bahwa dan juga telah membunuh ahli-ahli nuklir, orang-orang ahli membuat persenjataan.
04:16Itu kan disebutkan oleh Mustafa bahwa ini adalah dosa-dosa Amerika.
04:20Kemudian, dia kalau seandainya Amerika masih juga stubborn seperti itu atau katakanlah tidak nurut sama kita, itu kan disampaikan sama
04:28dia bahwa saya akan mengundang Rusia dan China untuk tinggal di tempat saya, untuk membangun home base di tempat saya.
04:37Dan kalau toh itu memang masih seperti itu Amerika, saya juga punya nuklir.
04:42Nah, apa artinya? Kembali lagi, ini adalah core of the core.
04:46Nah, kalau misalnya Mas menanyakan kenapa sih kok sepertinya nuklir, ini kan hanya urutan dari konsesi aja Mas.
04:53Sebetulnya berbanding terbalik dan semuanya punya nilai strategis.
04:57Kalau Amerika ingin paket besar, ini paket besar ini maunya Iran, kita selesaikan satu persatulah.
05:04Sebetulnya dipretilin satu persatu, diselesaikan dulu blokadenya, diselesaikan hormusnya, baru talk about nuklir.
05:11Tapi kalau di sisi lainnya pak, pernyataan dari juru bicara militer Iran sampai bilang juga, perang belum berakhir, bahkan ada
05:18kemungkinan untuk meluas tambah daftar targetnya mereka itu.
05:22Kalau Anda menangkap ini, daftar targetnya mau menyasar siapa lagi Iran ini?
05:25Mas, that's what you call it, psychological warfare.
05:27Nah, apapun yang dikatakan oleh kedua baik pihak musuh atau pihak lawan dan dua-duanya, militern ini, itu haknya dia.
05:36Nah, inilah psychological warfare dalam artian, apabila ini memang berlanjut, ya dia maunya, mau tidak mau akan menyasar di mana
05:43letaknya humbisnya Amerika yang ada di negara teluk.
05:46Nah, ini kan sudah done, already done sama Iran, kan sudah dilakukan.
05:50Dan ini kalau misalnya mas tanyakan mananya akan diserang dan memang, memang ini targetnya Iran.
05:56Dan Iran pun siap dengan multi front dan proksinya dia, baik Hezbollah yang diletakkan di Lebanon maupun ini Houthi yang
06:05ada di Yaman dan milisi Irak yang ada di Irak dalam hal ini.
06:09Nah, satu hal lagi mbak, saat nuklir juga coba untuk jangan diungkit-ungkit dalam perundingan berikutnya.
06:15Soal selat Hormuz, ini juga menarik untuk dicermati karena dari Menlu AS sempat bilang juga bahwa Hormuz itu dibiaratkan sebagai
06:23senjata nuklir ekonomi buat Iran.
06:25Nah, selama momen saling blokade menutup akses ini, efek ekonomi apa yang terasa buat Iran sampai akhirnya mereka tetap melancarkan
06:33hal semacam itu.
06:34Tapi jawabnya nanti kita jeda dulu ya, tetap dikopasi.
06:40Mbak Dina melanjutkan pertanyaan saya sebelumnya.
06:43Nah, Menlu AS sampai bilang selat Hormuz yang lagi dimainin dalam tanda kutip sama Iran ini seperti senjata nuklir ekonominya
06:51buat Iran.
06:52Emang selama masa blokade saling tutup menutup jalur Hormuz ini, efek ekonominya sedalam apa buat Iran mbak?
06:59Sebenarnya gini, istilah bom lah ya yang di selat Hormuz ini.
07:06Ini kan menarik ya, ini satu frame yang terus dipakai dan karena memang laku gitu ya, sangat sticky gitu, sangat
07:13lengket pada Iran.
07:15Satu perjuangan Iran yang menurut saya paling berat dalam isu perang antara Amerika Serikat dengan Iran ini adalah bahwa Iran
07:22itu di frame sebagai negara yang jahat,
07:25negara yang selalu punya niat buruk mengembangkan terorisme, negara yang mendanai hal-hal yang dilarang, ilegal, dan seterusnya.
07:34Karena 40 tahun dia kan sebenarnya di blokade untuk tidak melakukan aktivitas apapun.
07:39Dan Indonesia dengan Iran pun, nanti Bapak bisa cerita ya, kita punya hubungan diplomatik dengan Iran juga sebenarnya dengan berbagai
07:47macam cara.
07:48Kita tetap berusaha untuk meningkatkan hubungan bilateral, mengembangkan ekonomi, walaupun kita tahu secara internasional Iran itu diisolasi.
07:57Nah bahasa yang selalu dipakai oleh Amerika Serikat adalah bahwa Iran itu membahayakan dengan program nuklirnya.
08:03Nah sekarang karena nggak ada nuklir yang berhasil ditemukan atau berhasil bahkan dihabisi oleh Amerika Serikat, dia pakai istilah baru
08:09lagi nih sekarang.
08:10Menurut saya ini bahasa baru lagi nih oleh tadi bahwa yang dilakukan di Hormuz itu adalah semacam bom nuklir ekonomi
08:19itu.
08:20Jadi ini kan cara mempengaruhi masa ya, cara mempengaruhi negara-negara lain.
08:25Karena pada saat yang sama kemarin itu kan ada pertemuan di negara-negara teluk.
08:29Yang intinya kemudian hasilnya saya pikir tadinya ya karena Uni Emirat Arab sudah mengancam pada Amerika Serikat.
08:36Kita sudah butuh di bail out lah intinya, kalau nggak kita akan pakai UN gitu kan untuk transaksi mereka.
08:43Dan intinya itu mereka minta cash dalam bentuk dolar sebagai cadangan karena mereka juga butuh untuk kegiatan mereka ekspor-impor
08:53dan seterusnya gitu kan.
08:55Artinya ekonomi mereka sudah sangat buruk sebenarnya negara-negara teluk ini.
08:58Tapi ternyata ketika diundang datang ke Jeddah, hasil dari diskusinya adalah mengecam Iran.
09:06Nah tentu itu satu hal yang juga harus kita baca, ada yang tersirat, ada yang tersurat ya.
09:11Mungkin yang tersurat itu ya begitu, tapi di belakangnya mungkin ada perbicaraan yang lain.
09:17Apalagi karena Uni Emirat Arab memutuskan untuk keluar dari OPEC ya, di organisasi produsen minyak.
09:23Jadi secara ke depan berarti sebenarnya ada perpecahan juga di antara negara-negara yang menjadi penentu stabilitas harga minyak ke
09:31depannya.
09:32Oke.
09:32Jadi kalau kembali ke pertanyaan tadi, seberapa dalam sebenarnya efek ini?
09:37Yang paling rugi ya sebenarnya negara-negara yang sangat bergantung pada energi.
09:41Dan negara-negara teluk juga sangat-sangat rugi karena mereka yang bergantung pada jasa,
09:47kemudian bergantung pada turisme, kemudian juga bergantung pada penjualan minyak,
09:53itu sangat terganggu karena sekarang pasar udah gak percaya lagi dengan omongan-omongan perang masih ya akan segera berakhir gitu
10:00kan.
10:00Itu udah gak laku lagi sekarang di pasar gitu.
10:03Jadi menurut saya memang keinginan Amerika Serikat untuk terus eskalasi ini ya.
10:09Bahasa-bahasa yang digunakan masih eskalasi.
10:11Itu justru sebenarnya merugikan semua pihak.
10:14Dan kita belum, anu ya.
10:16Oke, saya tahan dulu di situ.
10:18Karena kalau menerjemahkan pernyataan dari Menlo AS itu Pak,
10:22dalam Anda memaknai bahwa disebut sebagai hormus ini senjata nuklir ekonomi yang dipakai sama Iran?
10:28Iya Mas, kita pertama kan sadar bahwa awalnya epic fury, present epic fury.
10:35Dan seiring dengan berjalannya waktu bergerak ke economic fury.
10:40Nah ini menunjukkan bahwa memang eskalasi ini memang semakin terukur ke depan.
10:46Jadi menurut saya kalau misalnya ini terus-terusan seperti ini,
10:50mau tidak mau ya Rusia sama Cina harus involve.
10:54Mau tidak mau kita harus lesson learn dari GCPOE.
10:58Yang tadinya juga kan Iran good boy untuk menyerahkan nuklirnya ke Rusia dalam hal ini.
11:04Nah ini apakah bisa diulangi lagi agar terjadi sukses dan tidak mencapai deadlock terus-terusan.
11:10Nah kalau tadi Mas menanyakan bahwa tentang ekonomi,
11:16ya jelas ini menuju ke arah ekonomi.
11:19Karena apa?
11:19Karena yang saya sampaikan inilah core of the core dari leverage-nya, national interest-nya Iran.
11:24Dignity-nya Iran.
11:26Yang mau tidak mau dignity-nya dia militarily, economically,
11:29itu selalu dia uphold, dia selalu angkat tinggi-tinggi.
11:32Dan ini ya directly or indirectly ini akan berdampak ke ekonomi.
11:37Oke, kalau melihat pertemuan terbarunya Iran, Menlu Arakci ini sudah bertemu dengan Rusia,
11:42bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.
11:44Apakah ini kode-kode bahwa jangan-jangan nih,
11:46Rusia nanti akan berperan di depan panggung dengan efek perang yang sudah sedemikian masif ya Pak?
11:50Ada kemungkinan ke arah situ nggak?
11:52Saya pikir apapun possible ya Mas, everything just possible.
11:56Coba ini ada sesuatu yang menurut saya,
11:59saya have been in Iran, Iraq, Azerbaijan, and Turkmenistan.
12:02Nah, Iran, negara-negara observasi dan akreditasi saya,
12:07ini Iran, kemudian Azerbaijan, Turkmenistan, di atasnya itu ada Cina,
12:12sebetulnya kan ada namanya danau terbesar sebenarnya.
12:16Danau terbesar di dunia sebetulnya Laut Kaspia yang saat sekarang ini.
12:20Nah, di Laut Kaspia ini ya below the surface,
12:24bagaimana hubungan Rusia dengan Iran in term of military support dan lain sebagainya.
12:30Ini nggak semua orang banyak tahu tentang hal ini.
12:33Itu yang pertama.
12:34Kemudian yang kedua, rudalnya Iran.
12:37Rudalnya Iran ini bukan hanya konsumsi untuk Iran.
12:40Ini sudah resiprokal dan sudah ada jualan ke Rusia.
12:45Bagaimana dengan perang Ukraine sama Rusia dalam hal ini.
12:48Apa artinya?
12:49Artinya Rusia ini means a lot in term of military,
12:53in term of diplomatically side, ini means a lot.
12:56Nah, kalau Mas menanyakan apakah nanti kemungkinan ada tampil ke depan,
13:00saya pikir mungkin saja.
13:01Kenapa?
13:02Karena ini si Moulston dibarengi dengan bagaimana negara-negara teluk sekarang yang mulai hedging.
13:08Melihat bagaimana Cina,
13:09Cina bagaimana dengan BRI-nya yang sudah lewat di Iran bagian timur,
13:15dan memang merambah ke dunia negara-negara teluk.
13:19Ini kan sesuatu yang sangat saling compliment each other,
13:22agar apa? Agar memang mau tidak mau, Rusia dan Cina harus info.
13:26Oke.
13:27Nah, Mbak, seandainya kita berandai,
13:29andai kalau perundingan poin-poin krusial itu deadlock lagi dari dua belah pihak ini,
13:36siapa untung, siapa buntung, Mbak?
13:38Gini, kalau posisi Amerika Serikat masih keras,
13:42intinya kemungkinan besar adalah pasti akan ada dialog yang buntu lagi.
13:48Karena Iran sudah berusaha untuk memecah poin negosiasi antara Hormuz dengan nuklir.
13:56Program nuklir, program apapun yang dikembangkan oleh Iran,
14:00itu pesan dari almarhum Ali Khomeini adalah bahwa kalau sampai Iran itu diserang,
14:06apalagi kedaulatannya,
14:07maka seluruh kawasan harus menanggung akibatnya.
14:11Dan itu yang dipegang.
14:12Karena solusi di kawasan timur tengah itu,
14:15karena tadi ya, dia dikepung, dia di framing,
14:18maka satu yang akan dia pegang adalah
14:20untuk menjaga supaya dia tetap punya nilai takwar.
14:24Nah, tadi menyinggung sedikit soal Rusia dengan Cina,
14:26kalau saya punya pandangan bahwa
14:27mengajak Rusia dan Cina itu sebenarnya
14:30dengan perhitungan khusus juga si Iran.
14:32Karena kalau si Rusia itu sebenarnya punya agenda yang terpisah juga sama si Iran.
14:37Dan Iran hati-hati juga.
14:39Makanya dia dalam statementnya juga bilang,
14:41kita sebenarnya ada jarak,
14:42tapi mudah-mudahan dengan kita ketemu begini,
14:45kita lebih saling memahami.
14:46Jadi, di situ sebenarnya karena ada kepentingan yang berbeda
14:50dan Rusia itu bisa,
14:51sekarang sudah kelihatan ya,
14:53dia mulai menaikkan harga minyak,
14:55harganya premium gitu kan,
14:56sampai India tercekek gitu kan.
14:59Benar-benar anjlok gitu ekonominya.
15:01India negara terbesar di dunia itu sampai anjlok gitu.
15:04Jadi, Cina juga kepentingannya menurut saya beda.
15:07Karena Cina itu sudah punya konektivitas yang begitu besar,
15:10berbeda sekali dengan Iran.
15:12Jadi, kalau kita melihat faktor Rusia dengan Cina,
15:18ini sebenarnya levelnya itu supaya tiga ini mempertimbangkan dengan si Amerika ya maksudnya.
15:24Sebagai negara-negara major powers,
15:26mereka tuh punya kepentingan masing-masing yang justru akan saling bentrok.
15:31Kalau dia tidak bisa menyelesaikan masalah Iran, gitu kira-kira.
15:35Oke, singkat saja Pak.
15:36Kalau melihat peta kekuatan dari dua belah pihak,
15:39AS dan Iran,
15:39kalau kemudian ini panjang durasinya,
15:42dan kalau perandai-andai anda Rusia kemungkinan akan maju di depan panggung,
15:45posisi kekuatan sama-sama imbang atau enggak?
15:47Singkat saja Pak.
15:48Tidak imbang.
15:50Siapa yang mencolok?
15:50Tidak imbang kalau kita bicara konvensional warfare.
15:54Karena bagaimanapun juga,
15:55Iran yang sudah diembargo 40 tahun,
15:57dia tidak akan bisa menyamai konvensional.
15:59Tetapi kita harus tahu dan sadar bahwa yang namanya Iran,
16:03dia tidak menginginkan kemenangan konvensional warfare.
16:07Dia hanya menginginkan bahwa dia diperhitungkan.
16:10Dia hanya menginginkan bahwa dengan suombutnya dia,
16:13dengan takavarannya dia,
16:14dengan no headnya dia,
16:16dengan hormusnya dia,
16:18punya leverage.
16:19Itu saja.
16:19Dia tidak akan ingin memenangkan konvensional.
16:22Tapi dia hanya mampu dan bisa dan akan,
16:25dia capai apa?
16:27Membuat kosli.
16:29Bahwa perang yang dilakukan oleh musuhnya dia,
16:32itu akan membuat sangat mengeluarkan biaya yang luar biasa.
16:35Dan itu sangat melumpuhkan musuhnya.
16:37Baik.
16:38Pak Budi, terima kasih sudah datang ke studio.
16:40Mbak Dina, terima kasih juga sudah bergabung dalam diskusi kami kali ini.
16:42Sehat selalu untuk Anda berdua.
16:43Selamat sore.
16:44Sampai,دccabox.
16:45Terima kasih sudah
Komentar