Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


BEKASI TIMUR, KOMPAS.TV - Visual terkini menunjukkan proses evakuasi korban kecelakaan kereta yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung hingga Selasa (28/04/2026) pagi.

Sebelumnya, sebuah kereta rel listrik (KRL) tujuan Bekasi ditabrak kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04/2026) malam.

Kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong paling belakang dari KRL Commuter Line. Gerbong khusus penumpang wanita paling belakang ringsek akibat tabrakan tersebut.

Akibat insiden ini, lima penumpang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 70 orang lainnya terluka.

Baca Juga Usut Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Diselidiki, Polisi Periksa Masinis dan Sopir Taksi di https://www.kompas.tv/regional/666067/usut-penyebab-kecelakaan-kereta-di-bekasi-diselidiki-polisi-periksa-masinis-dan-sopir-taksi

#tabrakankereta #krl #bekasi #bekasitimur #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666075/proses-evakuasi-3-korban-terjepit-krl-ka-argo-bromo-di-stasiun-bekasi-timur-gerbong-dipindah
Transkrip
00:01Dan informasi terkini dari TKP kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan kereta relistrik KRL kita terhubung dengan jurnalis Kompas
00:10TV Esra Ambarita di stasiun Bekasi Timur.
00:15Esra seperti apa update terbaru mengenai proses evakuasi di sana?
00:23Ya Renata dan juga saudara kalau tadi 16.35 pagi sempat dilakukan konferensi tersebut dari pihak Abah Karnas dan juga
00:30pihak Merkai bahwa ada tiga yang masih terperangkat.
00:34Tapi kalau kami pantau ini tadi ada ada sebanyak kurang lebih pemantauan kami ini empat genaga atau empat kantong genaga
00:44yang dibawa dari lantai satu atau tempat TKP terjadinya kecelakaan ini.
00:49Tapi sampai saat ini kami masih menunggu nanti pernyataan dari pihak Abah Karnas karena kalau perhitungannya tadi ada tiga korban
00:55yang akan masih terkintis kemudian masih jalan komunikasi.
00:58Tapi fakta lain kami temukan bahwa dua yang kemudian dibawa ke lantai dua atau yang selamat korban selamat kemudian juga
01:05ada empat kantong genaga yang kemudian dibawa keluar begitu ya.
01:10Jadi kita akan tunggu rengatan juga saudara untuk kepastian sebenarnya ada berapa banyak masih korban maupun yang tentunya masih dalam
01:19berkomunikasi yang ada di dalam komunikasi lain ini.
01:23Karena kalau melihat estimasi waktu maka akan kurang lebih pukul 8 nanti akan dilakukan kontrasi kembali untuk mengupdate berapa sebenarnya
01:33jenaga ataupun korban lainnya yang tentunya selamat yang kemudian berhasil dievakuasi.
01:38Karena sampai sejauh ini atau maksud kami sampai sejam ini masih dilakukan proses evakuasi dan tampaknya Renata dan juga saudara
01:47ini akan dilakukan proses pemindahan KRL komputer lain ke jalur yang berbeda.
01:53Tentunya ini untuk memastikan bahwa semua proses evakuasi mulai dari korban kemudian juga dari KL ini akan dilakukan proses evakuasi
02:02lebih lanjut.
02:03Nah tentunya asbet untuk yang meninggal ini masih sama dengan Renata yang sampaikan ada sebanyak 7 orang kemudian yang masih
02:10yang luka-luka maksud kami ini juga masih sama datanya ada sebenarnya 81 dan sudah dibawa ke rumah sakit.
02:19Di antaranya ini dibawa ke rumah sakit mentera keluarga kemudian juga rumah sakit RFUD Bekasi kemudian juga rumah sakit primaya
02:28untuk dilakukan perawatan intensif lebih lanjut.
02:31Tapi untuk informasi terkait data-datanya siapa saja korban-korban yang masih di rumah sakit atau masih dalam KRL ini
02:39kami masih menunggu sekali lagi data-data dari sihat KAI maupun dari sihat Kabasarnas.
02:44Nanti akan secara bersalah untuk diupdate.
02:47Nah sejauh ini selain melakukan proses evakuasi lebih lanjut tentunya penyelamatan korban menjadi fungsi atau menjadi hal yang difokuskan.
02:55Apalagi ini perlu kehasilan khusus kemudian juga untuk penanganan khusus dan tindakan juga dilakukan dengan penyelamatan korban yang ada di
03:05dalam.
03:05Karena kalau tadi Renata sampaikan betul bahwa kendala yang dihadapi dari Basarnas ini adalah tebalnya logam-logam dari gerbong ini
03:13sehingga harus dilakukan pemotongan.
03:16Kemudian juga satu sisi juga tetap berkomunikasi dengan korban yang ada di dalam.
03:20Jadi hal tersebut yang membuat bisa dikatakan berkutak begitu ya.
03:24Berkutak sampai 8 hingga 12 jam untuk proses penyelamatan korban dilakukan.
03:30Tapi dari pihak gerbong saya yang ditampaikan akan terus melakukan secara berkala.
03:35Dan untuk posto pengaduan juga dibuka di stasiun Bukasi Timur ini.
03:38Jadi apabila ada keluarga yang mendapatkan informasi bisa lebih lanjut untuk bisa datang ke posto pengaduan.
03:45Nah sejauh ini selain dilakukan proses ekopasi juga proses untuk memindahkan kembali KRL ke tempat yang agar memudahkan pengoperasian kereta
03:55kembali.
03:55Karena sejauh ini Renata dan juga saudara bahwa untuk dampaknya tentunya untuk dari sistem karelinya tidak beroperasi.
04:04Jadi untuk sementara waktu untuk yang mengarah ke Cik Tarang kemudian yang melintasi stasiun Bukasi Timur ini tidak beroperasi.
04:10Begitu juga dengan kereta jarak jauh ini juga tidak beroperasi.
04:14Sampai dengan waktu yang belum ditutupkan.
04:17Karena jika nanti posto evakuasi selesai tentunya posto pengaduan masih terus akan dilakukan.
04:21Jadi bagi para pengguna KRL kemudian juga mereka yang melakukan perjalanan yang jarak jauh.
04:26Bisa lihat aja dari arah siara congong ke gambir atau gambir ke arah congong kemudian juga gambir semarang kawang.
04:31Begitu juga dengan sebaliknya ini dilakukan penundaan.
04:34Tentunya komunikasi akan dilakukan dari pihak PT KAI secara langsung maupun nanti melalui sosial media dari pihak KAI terkait mengapa
04:42dilakukan terkait informasi penundaan dari jadwal keberangkatan ini.
04:46Nah dugaan sementara Renata dan juga saudara ini masih bersetan dengan adanya taksi yang masuk ke dalam TJL sehingga ada
04:55satu kereta yang terhenti.
04:56Kemudian ini mengakibatkan KRL komuter lain ini juga berhenti atau berhenti sementara waktu.
05:03Tapi di saat yang bersamaan datang sebuah kereta jarak jauh ini menabrak secara keras begitu ya kereta jarak jauh Argo
05:12Bomo Anggrek sehingga menghantam gerbong wanita-wanita yang disampaikan pihak KAI.
05:19Dan ada kurang lebih 81 orang luka-luka dan 7 orang meninggal dunia dan proses fakuas yang begitu ekstra masih
05:29terus diberlangsungkan.
05:31Nah jadi Renata dan juga saudara kita masuk nanti sebenarnya terkait data kemudian bagaimana hal yang dilakukan dari pihak Basak
05:39-Nas.
05:39Karena tadi 4.7 pagi ini Renata dan juga saudara kami sudah tidak diperbolehkan lagi untuk menangkap itu visual dari
05:47bawah.
05:48Jadi kami berarti bisa memantau hanya dari lantai dua atau dari atas untuk melihat seperti apa proses evakuasi yang dilakukan
05:54dari pihak Basak-Nas.
05:56Renata.
05:57Asra ada beberapa poin yang kami tangkap dari laporan Anda.
06:00Jadi memang kalau dari informasi terakhir yang disampaikan saat konferensi pers bersama PT KAI, bersama Basak-Nas dan juga Kementerian
06:08Perhubungan disampaikan masih ada tiga orang korban yang terperangkap di gerbong KRL komuter lain yang terdampak tabrakan kereta api jarak
06:20jauh Argo Bomo Anggrek.
06:22Namun dari pandangan mata Anda memang tadi Asra Anda juga sampaikan bahwa sudah ada terlihat kantong jenazah yang kemudian dibawa
06:30oleh petugas keluar dari gerbong.
06:33Tadi juga sempat disampaikan bahwa pemindahan gerbong kereta ini sepertinya harus ditunda dulu karena memang ini ya, membahayakan kondisi para
06:43korban apabila dipindahkan nantinya justru menghambat.
06:47Dan juga mempengaruhi kesehatan atau kondisi dari para korban.
06:54Yang menarik atau yang ingin saya tanyakan Esra dan juga saudara karena nampaknya tadi di gambar terkini memang kereta itu
07:02sudah nampak dipindahkan begitu.
07:05Ini berarti langkah selanjutnya apa Esra kalau dari pengabatan Anda di sana?
07:10Ya kalau selanjutnya informasi terakhir yang kami terima dari Mbak Sarnas apabila memang pemindahan ini sudah dilakukan maka ini memastikan
07:19kembali bahwa tidak ada korban di dalam kereta.
07:23Karena sekali lagi Mbak Sarnas dan juga saudara fokus utama adalah ini penyelamatan daripada korban, perlu kehati-hatian, memastikan kembali
07:31tidak ada dari korban di dalam.
07:34Karena sekali lagi ini Mbak Sarnas sebenarnya masih terus berjibat untuk memeriksa apasal masih ada di dalam korban.
07:40Kemudian jika ada maka proses asekuasi secara intensif masih terus akan dilakukan.
07:45Apalagi dengan kendala-kendala yang dialami dari pihak Mbak Sarnas.
07:50Jadi informasinya kita masih nanti Renata mengingat pantauan kami tadi, data-data ini sepertinya mengalami perubahan.
07:57Apalagi dengan pantauan kami, tidaknya tadi ada 4 jenaga atau 4 kantong jenaga yang dibawa dari konflensi persi terakhir adalah
08:07pukul 66.35.
08:08Jadi sebenarnya kalau ditanya apa selanjutnya ini sebenarnya masih fokus kepada para korban.
08:14Apakah masih ada korban? Jika tidak ada, Mas akan fokus pada pemindahan kereta ini untuk ke jalur yang berbeda.
08:23Selain itu nanti akan ditindaklanjuti.
08:26Karena proses investigasi juga ini akan masih terus dilangsung karena Renata dan juga Saudara mengingat sampai saat ini
08:31masih dugaan-dugaan ini masih terlihat, maksudkan itu masih disampaikan ini berkaitan dengan adanya insiden keselakaan.
08:42Tapi masih simpang siur betulkah karena adanya taksi yang masuk ke PJL.
08:47Mengingat memang seperti pertanyaan kami kepada pihak dari Kabasarnas maupun dari KAI,
08:52bagaimana sebenarnya pengaturan dari Lalu Lintas, apa yang menyebabkan taksi tersebut masuk,
08:56apakah memang ini dari KAI, komuter lain atau sebaliknya ini masih dalam investigasi
09:01dan kami nanti akan mengupdate terbaru informasinya tepat 18 pagi
09:04yang sebentar lagi sepertinya dari pihak Kabasarnas maupun pihak KAI akan mengupdate
09:09untuk informasi juga korban, kemudian penanganan lebih lanjut akan dilakukan dari pihak KAI
09:15maupun dari pihaknya.
09:17Renata, baik itu korban yang dianggungkan dan juga korban yang dianggungkan.
09:30Esra, dari visual terbaru yang kami terima, di sini nampak gerbong sudah dipindahkan.
09:38Bisa Anda sampaikan laporan terkini di sana, apa tujuan pemindahan ini,
09:44apakah untuk memastikan korban atau memang sudah ada langkah-langkah untuk investigasi lebih lanjut, Esra?
09:51Ya, Renata, saya berusaha melihat visual terkini bahwa sudah memang dilakukan pemindahan,
09:59tapi artinya kalau memang sudah dilakukan pemindahan,
10:02artinya sudah terjadi ataupun ini sudah ada clearance, tidak ada lagi korban di dalam,
10:08tapi sekali lagi, Renata.
10:09Ini tentunya saya harus mengonfirmasi kepada pihak Kabasarnas dan juga pihak KAI,
10:14betul atau semuanya sudah tidak ada lagi korban,
10:18karena kalau saya melihat sudah tidak ada lagi ini dari korban yang dianggungkan
10:24atau dibawa ke lantai dua, dan tampaknya ini Mbak Sarnas masih berusaha untuk melakukan pemindahan dari KL ini.
10:33Jadi, kita tunggu bersama, Renata, karena sampai saat ini untuk informasinya,
10:37lagi-lagi kita harus dapatkan dari pihak Kabasarnas terkait,
10:41betul kah sudah tidak ada korban di dalam?
10:43Hanya saja yang bisa saya tekankan,
10:45tadi Kabasarnas sampaikan apabila memang sudah tidak ada korban lagi,
10:48maka hal yang akan dilakukan adalah pemindahan dari komuter ini sendiri, Renata.
10:55Baik, sampai dengan saat ini,
10:57proses evakuasi masih terus dilakukan,
11:00ada sedikit pergerakan di sana,
11:03yang juga dilaporkan oleh Esra Ambarita,
11:05yang di mana memang akan ada langkah selanjutnya itu pemindahan gerbong,
11:10apabila memang untuk proses evakuasi para korban ini sudah tuntas dilakukan.
11:15Terima kasih banyak informasi lengkapnya jurnalis Kompas TV,
11:18Esra Ambarita, langsung dari stasiun Bekasi Timur.
11:23Dan saudara, kita masih terus memantau situasi terkini dari stasiun Bekasi Timur,
11:30yang di mana petugas gabungan ini masih berjibaku untuk melakukan evakuasi,
11:35tadi sempat disampaikan dalam laporan langsung,
11:38Esra Ambarita, jurnalis Kompas TV,
11:40yang melaporkan di stasiun Bekasi Timur,
11:42bahwa memang yang menjadi fokus utama saat ini adalah bagaimana kemudian memastikan korban sudah
11:50dievakuasi seluruhnya.
11:51Lalu langkah selanjutnya,
11:53nantinya apabila seluruh korban sudah dievakuasi,
11:56maka akan dilakukan pemindahan gerbong kereta api yang terdampak dari kecelakaan ini.
12:04Nah, nantinya dari Kementerian Perhubungan, Basarnas dan PT KAI akan terus mengupdate informasi setiap 2 jam.
12:10Kalau yang kita pantau, tadi sekitar pukul 6 lewat 35 menit,
12:15konferensi pers sudah dilakukan.
12:16Kita nantikan dalam kurun waktu kira-kira beberapa menit ke depan.
12:23Saudara, untuk informasi terkininya masih akan kita nantikan dari stasiun Bekasi Timur.
Komentar

Dianjurkan