Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Suasana haru menyelimuti rumah duka Nuryati salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Menurut keterangan pihak keluarga, Nuryati menggunakan KRL tersebut untuk pergi ke Cikarang menengok anaknya.

Namun, saat kecelakaan terjadi kondisi di dalam gerbong seketika gelap gulita akibat saluran listrik yang terputus pasca-benturan.

Kepanikan luar biasa terjadi saat para penumpang berusaha menyelamatkan diri di tengah guncangan hebat.

Meski sempat di evakuasi, namun nyawa Nuryati tak terselamatkan.

"Mertua saya yang terakhir dievakuasi, mungkin ada guncangan, sesak napas karena kondisinya penumpang juga pada berhamburan. Pada saat itu, keluar kereta pingsan dan meninggal," ujar Andi menantu Nuryati di Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga LENGKAP! Kronologi Dua Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi: Taksi, KRL, hingga KA Argo Bromo Anggrek di https://www.kompas.tv/nasional/665901/lengkap-kronologi-dua-insiden-kecelakaan-kereta-di-bekasi-taksi-krl-hingga-ka-argo-bromo-anggrek

#nuryati #kecelakaan #krl

Video Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665904/niat-tengok-anak-nuryati-jadi-korban-meninggal-tragedi-laka-kereta-di-stasiun-bekasi-timur
Transkrip
00:00Jadi, mertua saya itu ada rencana ingin menengok anaknya yang ada di Cikarang.
00:39Baik, untuk rencananya mau ke Bekasi.
00:43Jadi, mertua saya itu ada rencana ingin menengok anaknya yang ada di Cikarang.
00:49Bersama, dibersamai sama cucunya dan anaknya, adik istri saya.
00:55Nah, kebetulan mertua saya ini adalah salah satu yang ada di gerbong kereta.
01:04Nah, dalam kejadiannya tersebut, kemungkinan pada saat kereta ini menabrak,
01:12jadi semua saluran listrik, AC, kipas itu kan semuanya mati, jadi gelap.
01:19Nah, terus penumpang panik.
01:22Nah, kebetulan kalau misalkan cucunya sama ada ipar saya, Alhamdulillah bisa melalui lewat jendela.
01:32Kebetulan untuk mertua saya, salah satunya beliau yang terakhir di Evakuasiwi.
01:38Nah, kemungkinan mungkin ada guncangan, sok, atau sesak napas ya,
01:44karena kondisinya kan menumpang juga kan pada berhamburan, seperti itu.
01:49Jadi, pada saat setelah itu, keluar dari kereta itu, pingsan dan meninggal, seperti itu.
01:57Menurut Bapak ini, menurut Bapak, suami korban ini,
02:00katanya sempat berupaya keluar, namun teresak-desak gitu sama pembang lain.
02:04Betul, betul. Jadi, mertua saya sebelumnya juga kan di Evakuasi juga, didampingi sama anaknya,
02:10sudah keluar dari gerbong itu, sempat berbicara sepatah dua kata,
02:17terus tiba-tiba pingsan, seperti itu.
02:20Berarti sempat jatuh keluar dari gerbong atau posisinya berada di dalam gerbong?
02:24Untuk jatuhnya itu di luar gerbong, di luar gerbong.
02:27Jadi, dari gerbong itu dia jatuh ke luar gitu?
02:31Posisinya tidak jatuh sih, kan dibersamai sama anaknya kan,
02:36cuma pada saat berjalan, itu langsung pingsan, seperti itu.
02:39Berarti posisi pingsannya di area stasiun?
02:42Di area stasiun, dekatan dengan gerbong, gerbong kereta.
02:45Jadi, pas proses evakuasi?
02:47Iya, proses evakuasi, betul sekali.
02:50Terus, untuk yang cucunya sama buku anaknya?
02:53Alhamdulillah, jadi pada saat kejadian itu,
02:57cucu dan adik istri saya itu yang pertama dievakuasi,
03:03salah satunya kan lewat jendela.
03:05Nah, kebetulan kan mungkin karena faktor usia,
03:07mertua saya, mungkin yang terakhir dievakuasi.
03:11Jadi, posisi ibu itu sama berapa orang misalnya?
03:14Nah, kalau misalkan untuk berapa orangnya saya belum...
03:17Cucunya itu satu, usianya sekitar 4-5 tahun,
03:21sedangkan adik istri saya usianya sekitar 30 tahun.
03:25Yang kembar itu?
03:26Yang kembar itu kebetulan yang salah satunya itu yang di Cekarang.
03:30Dan yang satu itu yang ngebersamai itu, kembar seperti itu.
03:35Berarti yang kembar itu hanya satu di dalam itu ya?
03:37Iya, betul.
03:38Posisinya ibu yang kembar satu sama yang keunakan yang satu.
03:41Betul.
03:45Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
03:50Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:54Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
04:00Saksikan Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan