Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Sedikitnya 53 balita menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta.

Diduga, penganiayaan fisik dan penelantaran oleh oknum pengasuh telah terjadi selama lebih dari satu tahun. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengungkap kasus laporan daycare bermasalah terjadi setiap tahunnya.

Banyak daycare diketahui belum memiliki izin operasional. Padahal, izin ini penting bagi orang tua yang ingin menitipkan anaknya di tempat pengasuhan untuk mengetahui sistem pengawasan yang diterapkan.

Salah satu penasihat yayasan daycare tersebut diketahui merupakan dosen aktif yang mengajar di Universitas Gadjah Mada. Informasi ini dibenarkan oleh pihak UGM melalui keterangan kepada Kompas TV. Namun, UGM menegaskan tidak memiliki relasi apa pun dengan yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta.

Polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare tersebut. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka maupun korban masih dapat bertambah.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menduga adanya unsur pembiaran dalam kasus ini, sehingga jumlah korban mencapai 53 anak dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Komisi VIII DPR RI dalam waktu dekat akan memanggil Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk mempertanyakan kasus ini, khususnya dari sisi pengawasan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Kasus 'Daycare', Menteri PPPA: Kekerasan Anak Pelanggaran Serius, Tak Dapat Ditoleransi di https://www.kompas.tv/regional/665577/kasus-daycare-menteri-pppa-kekerasan-anak-pelanggaran-serius-tak-dapat-ditoleransi

#kpai #dpr #daycare #kekerasananak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/665583/dpr-menduga-adanya-unsur-pembiaran-dalam-kasus-kekerasan-anak-di-daycare-yogyakarta
Transkrip
00:04Di daycare ini kami melihat masyarakat tahu, tetapi orang tua ini tidak diberikan akses untuk bertemu
00:12ataupun melihat secara langsung sarana-perasarana di dalam ataupun kegiatan daily activity anak-anak.
00:20Sedikitnya 53 balita jadi korban kekerasan di daycare Little Aresia, kota Giyokyakarta.
00:26Diduga penganiayaan fisik dan penelantaran oleh oknum pengasuh sudah terjadi lebih dari satu tahun.
00:33Komisioner KPAI Diakus Pitarini mengungkap kasus laporan daycare bermasalah selalu terjadi tiap tahunnya.
00:40Banyak daycare belum punya izin operasional, padahal izin ini penting bagi orang tua yang mau menitipkan anaknya
00:46di tempat pengasuhan anak untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan daycare.
00:51Di daycare yang sudah berdiri, berizinnya itu baru sekitar 10%.
00:57Nah, kenapa hal ini menjadi penting?
01:00Karena ini nanti akan berkaitan dengan satu, sistem pengawasan, kemudian yang kedua sertifikasi,
01:06yang ketiga juga keterlibatan masyarakat sekitar.
01:10Nah, di daycare ini kami melihat masyarakat tahu, tetapi orang tua ini tidak diberikan akses untuk bertemu
01:19ataupun melihat secara langsung sarana-perasarana di dalam ataupun kegiatan daily activity anak-anak.
01:27Salah satu penasihat yayasan daycare ternyata adalah seorang dosen aktif yang mengajar di Universitas Gajah Mada.
01:33Keterangan ini dibenarkan UGM melalui keterangan kepada Kompas TV.
01:38Namun, UGM mengatakan tidak memiliki relasi apapun dengan yayasan daycare Little Aresya Yogyakarta.
01:45Terkait dengan informasi yang menyebutkan bahwa penasihat yayasan daycare Little Aresya Yogyakarta
01:51merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi kami,
01:53dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif yang terlibat dalam pengelolaan daycare tersebut
02:01dalam kapasitas pribadi, ujar Jubir UGM Mada Andi.
02:07Kini polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresya Yogyakarta.
02:14Tak menutup kemungkinan, jumlah tersangka dan korban bisa bertambah.
02:18Tim Liputan, Kompas TV.
02:24Ketua Komisi 8 DPR RI, Marwan Dasopang, menduga ada unsur pembiaran dalam kasus dugaan kekerasan
02:31di tempat menitipan anak daycare Little Aresya Yogyakarta yang menyebabkan jumlah korban mencapai 53 anak
02:39dan terjadi bertahun-tahun.
02:41Komisi 8 dalam waktu dekat akan memanggil Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
02:46serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia mempertanyakan kasus dugaan kekerasan daycare Yogyakarta dari sisi pengawasan.
03:20Komisi Perlindungan Anak Indonesia
03:24Maka investigasinya harus menyeluruh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus bertanggung jawab.
Komentar

Dianjurkan