Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Said Aqil Siradj menyoroti pentingnya kewaspadaan semua pihak menyusul kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan maupun operator transportasi agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi perlintasan sebidang.

"Semua harus mengambil pelajaran. Baik pengemudi kendaraan maupun masinis, semuanya harus lebih waspada," ujar Said Aqil.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu, kereta tidak memungkinkan untuk berhenti secara mendadak, terlebih jika terdapat kendaraan yang tiba-tiba berada atau berhenti di atas rel.

"Tidak mungkin kereta ngerem yang salah taksi yang menyebrang," katanya.

Said Aqil juga menyinggung dugaan adanya kendaraan yang melintas dan kemudian berhenti di perlintasan sebelum terjadinya kecelakaan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti insiden masih akan ditelusuri melalui proses investigasi lebih lanjut.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Galih

Baca Juga Pemprov Jabar akan Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi di https://www.kompas.tv/regional/665852/pemprov-jabar-akan-tanggung-biaya-perawatan-dan-beri-santunan-korban-kecelakaan-kereta-di-bekasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665860/komut-kai-said-aqil-tidak-mungkin-kereta-ngerem-yang-salah-taksi
Transkrip
00:00Hanya saja yang gak mungkin kereta ngeram, gak mungkin kereta ngeram, yang salah taksi, yang menyeberang.
00:08Saya sebagai komut hanya bisa mengucapkan,
00:12Inna lillah wa inna irju'un wa la hawla wa la quatala billah.
00:17Semuanya menjadi pelajaran yang berharga, baik kita semua,
00:21baik bagi supri-supri mobil, pengendara mobil,
00:24mobil, maupun mesinnya semuanya harus mengambil pelajaran yang sangat berharga ini.
00:30Karena tidak akan terjadi kalau kita hati-hati atau betul-betul waspada.
00:37Kalau sudah jelas kereta dekat, mobil itu melintas pasti mati mesinnya, apalagi mobil listrik.
00:42Mobil mesinnya mati, pasti.
00:44Karena ada ketaran dari mesin lokomotif.
00:48Mudah-mudahan tidak terulang lagi.
00:51Tadi mungkin kunjungan di dalam bertemu dengan siapa?
00:54Beberapa pasien, beberapa pasien ya.
00:56Saya diantara oleh Direktur DH, SDM.
01:03Alhamdulillah, yang saya lihat ada yang sedikit patah.
01:09Sebelah kanan, ada kaki kanan, ada yang perutnya kena.
01:13Semuanya insya Allah menjadi baik.
01:16Yang saya lihat menjadi baik insya Allah.
01:18Ada mungkin cerita-cerita tertentu atau pesan dari korban nih Pak?
01:23Semuanya mengagetkan.
01:24Semuanya enggak ada yang mengira.
01:25Yang saya tanya tadi, 8 orang tadi ya.
01:28Enggak ada yang mengira.
01:29Tahu-tahu berak.
01:31Tapi memang ada tanda-tanda.
01:35Alham ada sih.
01:36Gaknya saja ya.
01:37Enggak mungkin kereta ngerem.
01:39Enggak mungkin kereta ngerem.
01:40Yang salah taksi menyeberang.
01:43Dan sistem persinyalan itu ya Pak yang mungkin harus diapalukan.
01:47Enggak, karena ada taksi itu, kemudian yang berhenti, maka sensor pun rusak.
01:55Error.
01:56Error rusak.
01:58Pak kalau kondisi supir taksinya sendiri itu seperti apa sih Pak?
02:01Iya, iya. Saya enggak ngerti.
02:02Saya enggak ngerti, tapi itulah kira-kira.
02:05Kalau kondisi supir taksinya itu Pak?
02:09Selamat.
02:10Itu kan belum sampai ketabrak kan.
02:12Ada paling senggol dikit lah.
02:13Berarti keluar dari mobil Pak ya?
02:15Iya, selamat.
02:16Kalau taksi selamat.
02:17Didorong.
02:18Akan ada pengusutan?
02:20Nantilah, nanti.
02:21Nanti itu ada.
02:23Kondisi terbini korban gitu kan?
02:25Mudah-mudahan semuanya menjadi baik.
02:27Yang meninggal di dunia mudah-mudahan syahid diterima dari sya Allah.
02:31Mungkin Bapak mendorong ada evaluasi seperti apa sih Pak dengan...
02:35Nanti kita akan evaluasi, tapi yang jelas, yang jelas sih.
02:40Palang pintu santos sebidang itu bukan kewajiban KAI.
02:45Ini banyak orang yang enggak tahu.
02:48Jadi membagikan palang pintu bukan kewajiban KAI, bukan.
02:52Kewajiban apa Pak?
02:53Pemerintah daerah.
02:54Pemerintah tempat.
02:55Ya, berarti Dinas Kemenhub,
02:59keurusan dengan kepala daerah,
03:02kemudian daerah juga.
03:03Itu bukan kewajiban KAI.
03:04Itu kewajiban KAI,
03:05kewajiban jalan kereta hampi,
03:07menarik tiket itu aja.
03:08Ya, oke.
03:10Jadi banyak orang enggak paham.
03:12Saya sendiri sebelum jadi komun enggak paham.
03:15Yang kira palang itu kewajiban KAI, bukan.
03:19Seperti ke depannya akan mendorong seperti apa Pak?
03:21Ya, kita sudah sering sekali menghimpul pada malam waktu Jawa Timur,
03:25semua kumpul bupati-bupati yang ada seberang tanah sebidang itu.
03:31Waktu itu oke.
03:33Kolaborasi.
03:34Kolaborasi ya, tapi belum.
03:36Ya, mudah pelaksanaannya.
03:38Terima kasih Pak.
03:40Bikin palang itu yang bagus itu,
03:423 miliar itu satu.
03:44Bukan barang murah.
03:46Kalau tadi melihat Presiden kan sudah datang,
03:48kemudian juga sudah akan melakukan evaluasi.
03:50Nah itu ke depannya akan seperti apa mungkin Pak langkahnya?
03:54Pasti kita akan,
03:55besok ada rapat, besok ada.
03:57Jumlah, jam simpan ya.
03:58Evaluasi.
03:59Iya, iya.
04:00Alhamdulillah Presiden sudah cepat sekali menanggap ke sini.
04:04Untuk perwarna ada kompensasinya enggak Pak?
04:06Ada, semua di tahun KAI ini.
04:08Di tahun KAI semua ini.
04:08ke pengobatan ini.
04:09Ada, semua di tahun KAI semua ke pengobatan ini.
04:12Syaang.
04:13Terima kasih.
04:14Terima kasih Pak.
04:15Terima kasih Pak.
04:25Terima kasih Pak.
04:48Terima kasih telah menonton
05:27Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan