00:02Sementara itu, Saudara Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg University, Rusia,
00:07Kony Rahakundini Bakri bilang,
00:10penutupan dan blokade selat hormus oleh Iran dan Amerika Serikat
00:13tidak hanya berdapat pada permasalahan energi saja,
00:16industri pupuk dunia juga ikut terguncang.
00:19Kony menambahkan jika Amerika Serikat tetap menyerang dan menghancurkan ekonomi Iran,
00:24maka perekonomian di dunia juga akan ikut hancur.
00:27Sementara dosen internasional Institute for Islamic Studies, Qasim Muhammadiyah, mengatakan
00:33mengenai blokade ekonomi, Iran sudah belajar bagaimana menghadapi blokade ekonomi.
00:38Dan berikut cuplikan dialog bersama Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg University, Rusia,
00:45Kony Rahakundini Bakri dan dosen internasional Institute for Islamic Studies, Qasim Muhammadiyah,
00:51dalam program Kompas Petan.
00:54Blokade masih terjadi, ketegangan terus terjadi.
00:57Aktivitas militer seperti yang disampaikan barusan, itu sangat meluas.
01:01Negosiasi walaupun kita mesti apresiat ya,
01:03apa namanya, jaret malam ini sudah terbang kalau nggak salah tadi pagi,
01:07tapi ini mengerikan kalau yang dianggap tekanannya kepada Iran,
01:10bukan cuma Iran yang tertekan, mesti dilihat ya.
01:11Kita kan selama ini bahasnya energi, energi, energi.
01:142 ribu kapal sedang tertahan, 20 ribu kru kalau nggak salah tertahan.
01:17Tapi kita mesti lihat ya, forum trafik kapal itu sangat turun ya,
01:21terutama untuk masalah juga pupuk.
01:25Sekitar minus 25% dari pupuk dunia sudah terguncang gara-gara ini.
01:29Kemudian petrokemia dan industri sudah terdampak,
01:32gangguan dari napta, metanol, semua sudah terjadi.
01:35Dan juga bagaimana kita sekarang sudah melihat industri-industri sudah
01:38sudah masalah karena kenaikan biaya logistik,
01:42kenaikan biaya bahan baku impor.
01:44Jadi yang kita mesti sadari sekarang ini kalau memang Amerika mau menyerang Iran,
01:47ya kan, semata, menghancurkan ekonomi Iran,
01:50dia mesti ingat seluruh dunia bisa hancur gitu loh.
01:52Apalagi kalau kita bicara tentang ranjau.
01:55Ranjau-ranjau tadi saya baru baca berita ya,
01:57ternyata ranjau-ranjau yang ditinggalkan gitu kan,
01:59itu kalaupun sekarang perang berhenti hari ini untuk membersihkan ranjau di laut itu,
02:03itu membersihkan setiap 6 bulan.
02:04Jadi kalaupun hari ini perang itu berhenti,
02:066 bulan kapal-kapal nggak bisa selancar atau senormal seperti biasanya.
02:10Jadi memang Amerika juga kayaknya udah waktunya didorong
02:13untuk apa ya, untuk oleh seluruh dunia nih maksud saya,
02:16untuk sebenarnya meyakini diri bahwa Iran itu nggak bisa ditekan.
02:20Dia nggak akan bisa ditekan karena dia sudah mengambil sikap yang sudah jelas dari awal.
02:24Kalau mengenai masalah contohnya, masalah ekonomi atau belokade itu,
02:28pasti Iran sudah siapkan itu selama 47 tahun yang lalu itu,
02:34Iran sudah belajar pelajarannya bagaimana mengakali belokade atau embargo-embargo itu.
02:42Sudah kami ini tahu bagaimana kita bisa mengatasi itu.
02:47Itu satu.
02:48Kedua, kalau masalah ekspor-impornya Iran itu bukan hanya dari Salat Hormuz atau Teluk Persia,
02:55tapi Iran itu luas sekali perbatasannya, banyak sekali 8.015 kilometer perbatasannya Iran
03:04dan lebih daripada 10 negara adalah tetengahnya Iran termasuk Rusia, Turkmenistan, Azerbaijan, Iraq
03:13dan contohnya kalau ekspornya Iran, yang maksimal ekspornya Iran itu ke Iraq.
03:21Dan Iraq itu, Iran ada perbatasan darah dari sama Iraq.
03:27Oleh karena itu, ya pasti itu akan membuat problem untuk kami ini,
03:33tapi tidak problem yang begitu susah untuk diatasi.
03:37Dan bahkan sampai sekarang berdasarkan laporan yang dicatat di jurnal-jurnal Amerika Serikat sendiri,
03:48Iran sampai sekarang hampir 40 kapal sudah lewat dari Salat Hormuz itu walaupun beradaan yang belokade itu.
03:57Oleh karena itu, itu nampaknya tidak merugikan Iran begitu belokade itu atau ancaman-ancaman macam itu.
04:04Tapi sebaliknya, itu merugikan pihak yang lain yaitu Amerika Serikat dan sekutunya.
Komentar