00:00Pemerintah Indonesia berduka, sodara, atas gugurnya prajuri TNI anggota pasukan PBB penjaga perdamaian di Lebanon,
00:08Praka Riko Pramudia, dan memastikan kepulangan jenazah segera dilakukan.
00:15Kementerian Luar Negeri mengatakan Praka Riko gugur setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Beirut, Lebanon.
00:24Pemerintah mendesak PBB untuk bisa melakukan investigasi, menyeluruh, dan juga memastikan pertanggung jawaban atas insiden ini.
00:38Sodara sempat dirawat intensif Praka Riko Pramudia, prajuri TNI yang bertugas di Lebanon meninggal dunia.
00:46Keluarga menunggu kepulangan jenazah Praka Riko ke tanah air.
00:53Suasana duka menyelimuti kediaman orang tua Praka Riko Pramudia di desa Dolok Manampang, Serdang, Bedagai, Sumatera Utara.
01:04Praka Riko Pramudia mengalami luka berat akibat serangan proyektil yang menghantam pos unifil di Lebanon pada 29 Maret lalu, sodara.
01:13Sepat dirawat intensif Praka Riko dinyatakan meninggal dunia pada 24 April kemarin.
01:48Selamat menikmati.
01:49Praka Riko menderita luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Al-Qusir, Lebanon pada 29 Maret
01:59lalu.
02:00PBB menyampaikan buka cita atas gugurnya prajurit TNI Praka Riko Pramudia dan meminta kasus ini diusul.
02:08Serangan pada pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat dan dikategorikan sebagai kejahatan perang.
02:17He died earlier today.
02:20The Secretary General expresses his deepest condolences to the families, friends and colleagues of 31-year-old Corporal Rico Pramudia
02:27of Indonesia.
02:28We've requested that the relevant parties ensure these cases are investigated and were appropriate prosecuted by national authorities in order
02:36to bring the perpetrators to justice and ensure accountability.
02:40Attacks against UN peacekeepers may constitute war crimes under international law.
02:47Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mendesak PBB menginvestigasi menyeluruh dan memastikan pertanggung jawaban atas insiden ini.
02:58Indonesia kembali mengutuk serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia.
03:05Serangan terhadap pasukan perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
03:14Pemerintah Indonesia juga kembali mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan dan akuntabel.
03:26Sebelumnya, PBB telah merilis hasil penyelidikan awal insiden yang terjadi tanggal 29 dan 30 Maret tersebut.
03:34Menurut PBB, insiden pada 29 Maret disebabkan oleh tembakan tank Israel.
03:39Sementara insiden pada 30 Maret disebabkan alat peledak rakitan yang kemungkinan dipasang Hezbollah.
03:45Anggota Komisi 1 DPR RI fraksi PKB Syamsul Rizal mendesak PBB untuk meningkatkan standar pengamanan pada pasukan penjaga perdamaian di
03:54daerah konflik.
03:56PBB juga didesak membawa kasus penyerangan pada pasukan perdamaian ke Mahkamah Internasional di Den Haag.
04:02Memastikan bahwa mandat yang diberikan kepada Republik Indonesia ini diselesaikan sampai 31 Desember 2026.
04:10Di samping itu kita menuntut perlakuan yang berbeda.
04:13Peningkatan standar pengamanan untuk pasukan kita, bukan cuma dari Indonesia, tapi dari seluruh pasukan Unipil.
04:20Yang kedua yang kita minta adalah bahwa PBB ini mengambil inisiatif untuk segera melaporkan, termasuk Indonesia juga,
04:27untuk melaporkan kepada Majelis atau International Criminal Court di Den Haag.
04:33Bahkan kita juga minta untuk dilaporkan di International Court of Justice.
04:37Karena ini adalah sebuah pelanggaran berat dalam konteks hukum humanitas internasional.
04:42Prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian konflik di Lebanon bertambah menjadi empat orang.
04:48Sebelumnya, tiga prajurit yang lebih dulu gugur adalah Praka Farisa Romadon,
04:53sertu Muhammad Nur Ikhwan dan Kapten Infantri Zulmi Aditya Iskandar.
04:58Seluruhnya gugur saat meningkatnya konflik bersenjata antara Israel dan Hezbollah.
05:03Indonesia mendesak pentingnya perlindungan pasukan perdamaian PBB.
05:08Insiden serangan pada pasukan Unipil harus diusut tuntas.
05:12Tim Liputan, Kompas TV
05:19Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar