Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tertekannya nilai tukar rupiah saat ini bukan menjadi tanda memburuknya ekonomi domestik.

Dibandingkan Malaysia dan Thailand, ekonomi Indonesia masih kuat.

Baca Juga Rupiah Sempat Terjun ke 17.308 per Dolar AS, BI Perkuat Intervensi demi Jaga Stabilitas di https://www.kompas.tv/ekonomi/665060/rupiah-sempat-terjun-ke-17-308-per-dolar-as-bi-perkuat-intervensi-demi-jaga-stabilitas

#purbaya #menterikeuangan #rupiah

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665063/rupiah-masih-di-rp17-278-per-dolar-as-menkeu-purbaya-bukan-akibat-ekonomi-terpuruk
Transkrip
00:00Saudara Menteri Keuangan memastikan, tertekannya nilai tukar rupiah saat ini bukan menjadi tanda memburuknya ekonomi domestik.
00:06Dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand, ekonomi Indonesia masih kuat.
00:11Saya sih, ini bukan tanda pemburukan apa dipicolet.
00:19Memburuknya ekonomi domestik dibanding negara lain kita masih kuat.
00:23Bahkan dibanding Malaysia, Thailand lain masih kuat.
00:26Cuma gerakan nilai tukarnya beda kan.
00:27Anda lihat, Malaysia menguat, Thailand mengatakan dolar relatif dari awal tahun sampai sekarang.
00:33Tapi kan akan begini-begini.
00:35Ini kan juga terjadikan noise yang seolah-olah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterperukan dalam beberapa bulan ke depan.
00:44Mereka bilang kan 3 bulan waktu itu kan, berarti 2 bulan lagi, Juni, Juli.
00:48Tapi keadaannya nggak seperti itu.
00:50Noise dari pemerintah sudah kita rapikan nih, pajak udah nggak ada lagi.
Komentar

Dianjurkan