00:00Informasi lain seorang ibu rumah tangga di Cibitung, Pandeglang, Banten
00:03seorang diri membesarkan dua anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.
00:07Selama 10 tahun mereka bertahan di rumah yang nyaris roboh
00:10tanpa listrik dan fasilitas yang layak.
00:16Sebuah gubuk di tengah perkebunan di kampung Balengbeng, Cibitung, Pandeglang, Banten
00:20jadi tempat AAM meracut hari bersama dua buah hatinya.
00:26Kondisi ekonomi yang serba terbatas.
00:29Membuat AAM dan dua anaknya bernaung di bangunan yang jauh dari kata layak.
00:36Dinding bambu yang rapuh nyaris amruk dimakan usia.
00:40Bahkan saat hujan, air kerap masuk ke dalam rumah.
00:44Saat malam, AAM dan anaknya mengandalkan lampu minyak sebagai penerangan
00:49karena tak ada aliran listrik.
00:52Hidupan serba terbatas ini dijalani AAM selama 10 tahun.
00:56Ia tak punya pilihan lain karena penghasilannya tak menentu sebagai pekerja serabutan.
01:02Untuk makan sehari-hari, terkadang ia mengandalkan bantuan warga.
01:07Kalau kamar mandi tetap, misalkannya ada sumur atau jerbang tuh disini belum ada, nggak ada.
01:13Kalau mau mandi gitu, tetap kita ke selokan aja.
01:17Kalau tidak, kalau musim banjir, ngambil air aja ke sini.
01:20Jadi banjirnya di tempat ini aja.
01:22Satu bulan 500 juga susah, sulit sekarang.
01:25Jadi keuangan itu turun, Pak.
01:29Oh, keuangan sekarang ibu turun ya?
01:30Turun, ya.
01:31AAM hanya berharap ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan
01:36untuk membantu memperbaiki rumahnya
01:38agar keluarganya bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman.
01:43Yuda Dwi Taruna, Kompas TV, Pandeklang, Banten.
Komentar