00:00Saya bilang lebih lemah lagi, tapi saya bilang sih, kalau fundamentannya kuat seperti ini, untuk membaliknya tidak terlalu rumit.
00:11Tapi untuk saya sih, ini bukan tanda pemburukan, apa dipiculet, pemburuknya ekonomi domestik dibanding negara lain kita masih kuat.
00:23Bahkan dibanding Malaysia, Thailand, lain-lain masih kuat.
00:26Cuma gerakan nilai tukarnya beda kan, Anda lihat Malaysia menguat, Thailand menguat harap dolar, relatif dari awal tahun sampai sekarang.
00:33Tapi kan akan begini-begini.
00:35Coba Anda tanya ke Bank Sentral, kenapa seperti itu.
00:40Mungkin saya bukan ahlinya di sini, tapi yang jelas adalah, fondasi ekonomi kita tidak berubah, bahkan akan semakin cepat.
00:49Karena kita akan semakin serius, perbaikin kendala-kendala di perekonomian.
01:09Terus, ini kan juga terjadikan noise yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterperukan dalam beberapa bulan ke depan.
01:18Mereka bilang kan 3 bulan waktu itu kan, berarti 2 bulan lagi, Juni, Juli.
01:22Tapi keadaannya tidak seperti itu.
01:24Noise dari pemerintah sudah kita rapikan nih, pajak sudah tidak ada lagi.
01:29Pajak orang kaya, pajak PPN untuk jalan tol, dan lain-lain itu tidak ada.
01:37Kalau mereka melihat rinsera, kalau saya bilang tidak ada.
01:41Kenapa? Lebih baik saya rapikan yang ada sekarang, dan kurangi kebocorannya semaksimal mungkin.
01:49Masih cukup besar bocornya, dan masih ada yang main-main.
01:53Saya sekarang lihat perilaku pegai-pegai pajak kita, salah kelihatan agak aneh, dari angka-angka ya.
02:05Rupiah itu dipengaruhi kondisi global dan ekspektasi.
02:09Noise yang disebutin di dalam negeri itu yang membentuk ekspektasi.
02:15Jadi kita mesti mengendalikan ekspektasinya sebetulnya, cuman itu bukan daerah saya, jadi saya tidak bisa masuk sekarang.
02:24Cuman ketika di luar negeri juga ada yang nanya, saya iseng.
02:29Kamu rupiahnya di lemahin sengaja ya?
02:36Dalam ilmu moneter, ilmu exchange rate, dunia exchange rate, itu ada yang disebut beggar tie neighbor policy untuk nilai tukar.
02:50Jadi satu negara sengaja memperlemah nilai tukarnya, supaya negara partner dagangnya susah berkompetisi dengan kita.
02:59Kalau Anda baca kan, Malaysia komplain kan, Singapura juga, Malaysia yang komplain.
03:03Kita sengaja, saya bisa baca di mana lah di TikTok.
03:06Kita sengaja memperlemah nilai tukar.
03:09Akibatnya barang-barang mereka kalah bersaing.
03:13Saya bilang nggak begitu, ini kita jalankan sesuai dengan fundamental yang ada, tapi dalam jangka pendek kan ada negatif sentimen
03:21ketika itu.
03:24Ekspektasi negatif terbentuk karena banyak yang bilang kita akan jatuh, rupiah akan menuju berapa.
03:32Level yang lebih lemah lagi.
03:33Tapi saya bilang sih, kalau penamentannya kuat seperti ini, untuk membaliknya tidak terlalu rumit.
03:42Nanti saya diadun agama B ini.
03:58Selamat menikmati.
04:12Melihat fakta secara utuh, menelusuri yang tak terlihat.
04:16Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mendalam.
04:19Saksikan di Poinvestigasi di Kompas TV, channel 11, di televisi anda.
04:32Saksikan di Poinvestigasi di Kompas TV, channel 11, di televisi anda.
Komentar