Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Amerika Serikat telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Pihak Iran menyatakan pengumuman sepihak itu tidak berarti bagi mereka.

Iran menegaskan siap mengerahkan kekuatan militernya, yang diklaim mampu menandingi kekuatan AS dan Israel.

Bagaimana reaksi pemerintah dan masyarakat Iran saat ini dan apakah perang terbuka tidak bisa dihindari?

Kami akan membahasnya bersama Dosen International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi dan Pakar Strategi Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara, sekaligus alumni US Air War Collage, Marsma TNI Purnawirawan, Agung Sasongkojati.

Baca Juga Dubes Iran untuk PBB Tuntut AS Cabut Blokade di Selat Hormuz sebelum Negosiasi di https://www.kompas.tv/internasional/664560/dubes-iran-untuk-pbb-tuntut-as-cabut-blokade-di-selat-hormuz-sebelum-negosiasi

#iran #amerika #gencatansenjata

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664611/full-trump-klaim-gencatan-senjata-diperpanjang-iran-pamer-rudal-balistik-perang-berlanjut

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Assalamualaikum, selamat siang waktu Iran, Mas Kasim dan juga selamat sore Pak Agung.
00:05Saya ke Mas Kasim terlebih dahulu.
00:07Mas Kasim, untuk saat ini kita mengatakan bahwa gencatan sejata perpanjangannya hanya sepihak diklaim oleh Presiden Donald Trump.
00:15Namun kita juga memiliki gambar bahwa di Teheran IRGC menampilkan sebuah rudal balistik dan juga konvai yang menyatakan siap berperang
00:25ataupun siap untuk berkonfrontasi dengan Amerika Serikat bila diperlukan.
00:29Untuk saat ini sebenarnya seperti apa? Keinginan ataupun kandak dari masyarakat Iran terkait dengan perang atau perdamaian?
00:38Bismillahirrahmanirrahim.
00:39Ya, sebagaimana yang kita sudah melihatkan dari pihak yang lain, mereka nampaknya tidak serius dalam perunding atau dalam gencatan-senjataan
00:51itu.
00:53Pihak atau tahap pertamanya perang itu sudah perlihatkan mereka bahwa Iran itu sangat serius dalam perjuangannya dan tidak hadir dan
01:05tidak sedia untuk biarkan mereka untung-untung dari perang mereka.
01:13Dan sampai sekarang beberapa kali pihak Iran itu sudah umumkan bahwa kami ini tidak akan ke Pakistan atau ke perundingan
01:23kecuali dipastikan gencatan-senjataan itu atau dipastikan untungannya Iran juga dari perundingan itu.
01:32Dan sampai sekarang tindakan-tindakan yang sekarang ini kita dapatkan dari pihak yang lain itu tidak begitu tidak sesuai dengan
01:43penerimaan haknya Iran itu.
01:47Oleh karena itu, ya Iran sudah siapkan di sisi masyarakat ataupun di sisi pemerintah atau angkatan militernya sudah siap untuk
01:55memperpanjang atau melanjutkan perjuangannya.
01:59Oke, saya ke Pak Agung. Pak Agung, kita mengatakan bahwa ada masalah isu kepercayaan terhadap Iran, tentu ada negosiasi yang
02:08telah berjalan sejak Juni lalu, kemudian Februari lalu, kemudian terakhir April ini, kemudian ada terjadinya serangan ataupun blokade terhadap Selat
02:18Hormuz yang juga tidak dikendaki oleh pihak Iran.
02:20Untuk saat ini kejahatan sejata hanya diklaim sepihak oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
02:25Menurut pandangan Anda sejauh mana kejahatan sejata ini akan terjadi dan juga apakah serangan terbuka akan terjadi dalam beberapa waktu
02:34dekat ini?
02:37Dari apa yang ditampilkan, bahwa Trump itu menambah kejahatan sejata, artinya mereka yang perlu kejahatan sejata, dan mereka kayaknya sudah
02:47menemukan taktik baru nih, strategi baru.
02:49Karena begini, dengan Iran memegang Selat Hormuz, praktis Amerika tidak punya daya tawar lagi.
02:56Jadi, ya, nge-bom-nge-bom juga tidak ada efeknya, karena tetap hasilnya begitu-begitu saja, Iran tetap memegang Selat
03:03Hormuz.
03:04Lampir itu mereka menggunakan cara lain, yaitu dengan bales memblokade.
03:08Ternyata, blokade di luar, apa, di Laut Arab, di luar Kelu Oman itu juga tidak terlalu efektif.
03:14Maka sekarang mereka melambah lagi dengan mencari-cari kapal Iran yang berada di daerah lain, di Samudera India, dan di
03:22tempat lain.
03:23Yang mana? Itu adalah menunjukkan mereka menggunakan global influence-nya.
03:28Maka, Iran menggunakan regional influence-nya.
03:31Namun, masalahnya adalah, ini adalah soal berguruh dengan waktu.
03:34Iran memiliki banyak waktu yang bisa dibutuhkan, jangkan Amerika sendiri waktunya terbatas.
03:41Yaitu, apakah sanggup, berapa sanggup rakyat Amerika untuk menahan harga minyak tetap naik,
03:46dan makin hari makin naik, dengan makin lama ada kemungkinan bahwa bunga banknya juga akan naik,
03:52dan sehingga mereka akan kesulitan atau itu.
03:54Jadi, yang berpacu dengan waktu itu Amerika.
03:57Sedangkan Iran sendiri, ya betul dia diganggu.
03:59Tapi, masalahnya begitu kapal-kapal Iran di Samudera lepas,
04:03itu tentu masalahnya tidak hanya menyangkut soal Iran saja,
04:06karena itu adalah mungkin produk-produk ataupun barang-barang yang berasal dari negara-negara besar lain.
04:11Nah, ini sudah akan mulai mengganggu Cina dan mengganggu negara lain yang membawa produk-produk itu.
04:17Bukankah tadinya janjinya, bila ada kejataan-kejata, maka tidak ada gangguan.
04:22Makanya Iran membuka Teluk Persia, Selat Hormuz, dibuka untuk ini.
04:29Tapi pada saat dibuka itu, malah Samudera ditutup dengan alasan hanya untuk Iran akan diblokade.
04:36Tapi yang lain tidak.
04:38Akhirnya sama Iran dibalas juga untuk ditutup juga yang lain, nggak bisa.
04:42Jadi, perjanjian untuk kejataan-kejata itu sudah jelas.
04:45Selama kejataan-kejata, silahkan masuk dan keluar barang.
04:49Tidak boleh diganggu pesawat, tidak boleh diganggu.
04:52Kemudian kapal tidak boleh diganggu.
04:54Itu sudah sepakatan.
04:55Tapi diingkari oleh Amerika, sehingga akhirnya jadi seperti sekarang.
04:59Oke, saya ke Mas Kasim.
05:01Mas Kasim, kita ketemu bahwa Anda berada di kom untuk saat ini.
05:04Lalu, seperti apa sebenarnya gambaran dan situasi terkini di Iran
05:06terkait dengan pemimpin tertinggi Iran untuk kepastian
05:10dan juga bagaimana terkait dengan proses pengambilan keputusan di Iran.
05:13Karena ada klaim dari pihak Donald Trump,
05:16ada terjadi keretakan ataupun keterpecahan di pemimpin Iran.
05:26Ya, kalau di Iran itu, sebagaimana yang saya tadi jelaskan,
05:31kalau di Iran, Alhamdulillah, mungkin saya tidak bisa bilang bahwa kita bisa temukan
05:36waktu di mana pemerintah sama masyarakat begitu dekat dan dipersatukan.
05:43Luar biasa persatuan Iran sekarang itu.
05:46Karena itu nampaknya hakikatnya perang macam itu ya.
05:50Kalau ada serangan yang serius macam perang yang mengancam satu negara,
05:56satu masyarakat, mereka pasti reaksi mungkin pertamanya adalah
06:02mereka akan mempersatu sama pemerintah, sama semua anggota masyarakat itu
06:09masing-masing mereka mempertatukan diri mereka dengan yang lain.
06:14Dan Alhamdulillah, luar biasa kalau suasana Iran itu mengenai masalah perjuangan
06:19yang sekarang menjalankan di Iran itu, tidak bisa kita temukan di sejarah yang minimalnya
06:25dan itu masyarakat sudah umumkan, bahwa mereka tidak mau lagi ancaman itu.
06:35Kenapa? Karena beberapa kali Iran sudah coba ya.
06:39Kalau perundingan, negosiasi sama Amerika Serikat, beberapa kali sudah dicoba dan tidak berhasil.
06:47Kenapa? Karena dari pihak yang lain, tuntutan berlebihan mereka tidak akan berhenti.
06:54Jadi ini mereka yang mau menerima tuntutan mereka dan tidak mau menerima hak pihak lain.
07:01Dan kalau tidak ada perjuangan, tapi Alhamdulillah kalau Iran itu karena Alhamdulillah kuat
07:07dan bisa melawan mereka, pasti mereka tidak macam yang terjadi untuk Venezuela
07:15atau negara-negara lain. Oleh karena itu, sekarang mereka juga bingung apa yang mereka mau lakukan.
07:20Pasti mereka tidak mau perangkat, karena mereka tahu bahwa biaya yang mereka harus bayar sangat sekali
07:26bukan hanya masalah biaya ekonomi, tapi biaya strategisnya luar biasa.
07:32Sekarang Iran menguasai Salat Hormuz itu.
07:35Sebelum itu, Iran walaupun mempunyai Salat Hormuz itu, tapi tidak menggunakan itu.
07:40Sekarang itu di semua jalan-jalan Iran itu mereka berteriak bahwa kita tidak akan lepas tangan
07:48dari Salat Hormuz itu. Karena kita sekarang tahu harganya Salat Hormuz itu berapa.
07:56Dan ini saya harus jelaskan untuk pemeriksa yang terhormat bahwa kalau Salat Hormuz mungkin bagi
08:03satu negara atau yang lain, itu masalah naik turunnya, harga minyak, atau sebagian komoditas.
08:11Tapi bagi orang Iran itu, itu masalah keamanan nasionalnya Iran.
08:15Itu masalah eksistensial ya. Oleh karena itu, pasti Iran tidak akan lepas tangan dari Salat Hormuz
08:21dan harus dipastikan bahwa Salat Hormuz itu akan dijamin keamanannya Iran.
08:27Ya, ini tentu Pak Agung, kita melihat bahwa proposal yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat
08:33adalah penangguhan pengayaan uranium dari 20 tahun terhadap Iran dan juga pembukaan Salat Hormuz
08:39dan juga mengurangi kendali Iran terhadap Salat Hormuz.
08:43Untuk saat ini, Presiden Donald Trump mengajak untuk adanya gejatan sejata diperpanjang satu hari.
08:48Dan apakah ini merupakan taktik dari Donald Trump untuk melakukan serangan mendadak ke Iran?
08:52Namun jawabannya usai jeda hanya di Kompas Petang.
09:07Kembali di Kompas Petang, Saudara Iran menegahkan siap mengerahkan kekuatan militernya
09:11yang diklaim mampu menandingi kekuatan Amerika Serikat dan Israel.
09:15Lalu bagaimana reaksi dan pemerintah maupun masyarakat Iran kita akan membahasnya lagi
09:20bersama dengan Kashi Muhammadi dan juga Pak Agung Sasongkojati.
09:25Kembali ke Pak Agung tadi sebelum jeda.
09:27Pak Agung, kita melihat bahwa proses gejatan sejata yang tadi Bapak bilang
09:30bahwa gejatan sejata ini tidak ada batas waktu dari Donald Trump
09:33dan informasinya ini hanya sepihak di mana Islamabad Accord atau putaran keduanya tidak berhasil
09:40maupun pihak Amerika Serikat dan juga Iran tidak mendatangi Islamabad.
09:44Untuk saat ini apakah merupakan strategi dari Donald Trump untuk mengulur waktu
09:48dan juga akan melakukan penyerangan secara mendadak?
09:53Jadi strategi Amerika adalah, mereka setelahnya tidak punya strategi ya.
09:58Strateginya hanya lancam-lancam.
10:00Jadi dia masih berpandangan pada posisi dia kuat, Iran lemah.
10:04Sekarang saya kasih ini kamu setuju dengan persahatan saya,
10:08kalau tidak kita taruh menawat.
10:09Sudah ya begitu, tapi Iran kan begitu.
10:12Iran punya upper hand, dia punya di atas angin.
10:16Dan dia megang saat hormus.
10:17Dan saat hormus itu makin lama, makin dipegang, makin lama Amerika kesulitan ekonominya.
10:23Kalaupun Amerika mau tantang-tantangan pakai serangan-serangan,
10:26di bawah serangan juga punya akibat fatal juga bagi negara teluk
10:29bila desalinasinya bagi selanjutnya dihancurkan oleh Iran.
10:33Jadi pilihan untuk berperang itu bukan pilihan sebenarnya.
10:36Perangnya sekarang adalah Amerika.
10:38Karena tahu bahwa dia tidak punya leverage.
10:39Maka dia blokade itu meskipun sekarang gejata-sejata,
10:43tapi dia mengingkari bahwa gejata-sejata ini
10:45boleh keluar masuk, membawa barang untuk masuk dan keluar.
10:51Nah, itu kan diterjemahkan memakai pesawat, memakai kapal itu sama saya.
10:55Tapi ternyata dihengkari.
10:56Kalau pesawat mungkin nggak apa-apa ya.
10:57Nah, nyatanya dari pesawat itu ribuan ton barang-barang
11:02masuk ke pangkalan Amerika, masuk ke Israel, masuk ke Jordania.
11:05Tapi pada saat Iran, pesawat mungkin nggak apa-apa.
11:08Tapi masuk membawa kapal itu di blokade,
11:11dilarang masuk ke dalam ini.
11:13Nah, itu kan jadi masalah.
11:14Bahkan diperluas menjadi ke Indo-Pasifik,
11:17ke mana ke Samudera India, mungkin ke Malacca
11:20untuk nyerjatin kapal-kapal Iran.
11:22Nah, masalahnya kalau dia memperluas area perangnya,
11:25battle areanya besar,
11:28maka itu bisa,
11:29Iran juga bisa memperbesar.
11:31Proksinya bisa memperbesar.
11:32Dia bisa menyerang kepentingan-kepentingan AS.
11:34Amerika bukan hanya di teluk saja.
11:36Itu yang mungkin nggak dipikirkan, satu.
11:38Yang kedua adalah,
11:41ini kan menjadi repot sekali.
11:42Kalau sampai di luar,
11:44itu kan jadi mempengaruhi nanti juga
11:46hubungan dengan bisnis dengan China dan Rusia
11:50yang terganggu.
11:52Karena apapun yang dikirim,
11:54kan sudah dikirim,
11:54sudah lewat waktunya,
11:55berapa kan sekarang dikejar.
11:57Nah, itu kan benar-benar masalah.
11:58Namun yang tetap menjadi ini adalah
12:03kejatan-kejatan tanpa batas waktu.
12:05Nah, ini agak pinter nih sedikit.
12:06Kenapa?
12:07Kalau pakai batas waktu,
12:08bolak-balik dua hari,
12:10satu minggu,
12:11sepuluh hari,
12:12itu kan pada akhirnya yang merpanjang Amerika juga.
12:14Artinya dia yang butuh kejatan-kejatan.
12:16Artinya dia butuh untuk mengancam,
12:19tapi nggak bisa melaksanakan.
12:21Lebih bagus dia buat kejatan-kejatan tanpa batas waktu,
12:23sehingga dia tidak perlu mengancam-kejatan lagi.
12:26Kalau nanti selesai saya bom kamu ya,
12:27sekarang dia bisa lebih relax lah.
12:30Tetapi, tetap dia pakai blokade.
12:32Ya, Iran tinggal bilang,
12:33saya nggak mau buat kejatan-kejatan,
12:35kalau nggak ada,
12:37bukan gini,
12:38saya nggak mau berunding,
12:39kalau nggak ada blokade yang nggak dibuka.
12:40Nanti tinggal gitu aja.
12:42Dan juga ada masalah yaitu
12:45soal 10 tahun.
12:46Artinya benar kan,
12:47seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya,
12:48dari 20 tahun,
12:49ini 5 tahun,
12:50ini jadi 10 tahun.
12:51Tapi kan itu negatifasi,
12:52itu baru bisa dilaksanakan,
12:53kalau Iran sudah datang,
12:55karena blokade dibuka.
12:56Nah, blokade nggak dibuka,
12:57karena Amerika takut blokade ini
12:59membawa kapal-kapal berisi peralatan,
13:01senjata, segala macam.
13:03Tapi mungkin Amerika lupa atau tidak ingat,
13:05atau mungkin beranggapan,
13:06karena sebetulnya Iran ini bisa masukkan barang
13:07dari Laut Kaskia di utara.
13:10Danau Kaskia,
13:10tapi karena besar kayak laut ya.
13:12Itu kan langsung berbatasan dengan Tajikistan,
13:14Uzbekistan,
13:15Rusia,
13:15dan ini.
13:16Jadi barang-barang bisa masuk lewat situ juga.
13:18Mungkin agak lama sedikit,
13:19tapi kan masuk juga.
13:21Jadi sebetulnya efektivitas daripada blokade,
13:24tapi kan secara simbol lagi,
13:26sebenarnya simbol kedaulatan.
13:28Ya, Iran tidak mau.
13:29Ya harus blokade buka,
13:31baru saya mau ini.
13:32Dan Iran juga membalas.
13:34Diserang beberapa kapal yang ada kaitan itu diserang juga,
13:37dan akhirnya ya sekarang posisinya ya saling mengancam
13:42dan saling menunjukkan kekuatan.
13:43Baik.
13:44Saya kan Mas Kasim,
13:45kita mengetahui bahwa ada kapal Iran yang juga disita Amerika Serikat
13:49dan menegaskan bahwa ini sebuah pelanggaran hukum internasional.
13:53Untuk saat ini seperti apa sikap dari pemerintahan Iran sendiri terhadap Selatuh Hormus
13:56dan juga adanya dugaan pelanggaran hukum internasional
14:00yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Selatuh Hormus?
14:05Ya, pasti itu dianggap sebagai langgaran genjata-senjata itu
14:10dan bukan hanya itu adalah war crime.
14:13Bukan hanya masalah genjata-senjata itu ancam ataupun langgar,
14:21tapi itu dianggap sebagai war crime ya.
14:24Tapi Iran sebagaimana yang informasi yang saya baru-baru ini dapat,
14:31semenjak pagi hari-pagi ini ada tiga kapal yang dihentikan oleh Iran
14:41yang itu mau lewat Selatuh Hormus dihentikan dan bahkan ditembakkan
14:45karena tidak dengar, tidak mau memperhatikan.
14:50Oleh karena itu, Iran pun tidak akan diam saja.
14:55Pasti itu akan balas dan sampai sekarang beberapa balasan sudah dijadikan oleh pihak Iran.
15:02Dan juga itu bukan hanya masalah Iran, mereka sekarang ini melawan mitra-mitra Iran itu,
15:09khususnya China.
15:12Contohnya kalau baru-baru ini ada satu tanker lagi atau kapal kargo mungkin itu,
15:20itu disita oleh Amerika Serikat.
15:24Itu nampaknya milik China dan oleh karena itu biasanya mereka tidak mau melawan China ya
15:31kalau Amerika Serikat itu.
15:32Dan Iran itu kalau mengenai masalah ekspor-impornya juga tidak begitu susah untuk Iran
15:39karena Iran itu kalau perbatasannya Iran, 8.500 kilometer perbatasannya Iran itu
15:46dan sangat luas perbatasannya kalau untuk impor komoditas-komoditas yang diperlukan di Iran,
15:53Iran bisa masukkan dari banyak negara lain yang Iran berbatasan samanya
15:58oleh karena itu dan juga minyaknya bisa dia menjual kepada negara-negara yang lain
16:04lewat tanker minyak negara-negara lain macam China atau negara-negara lain.
16:11Oleh karena itu, ya pasti itu akan membuat problem untuk Iran melakukan itu.
16:15Tapi saya kira mungkin dalam masa yang panjang pasti negara-negara yang akan terugi
16:23untuk belok tadi itu bukan Iran, itu negara-negara yang lain.
16:28Oke, ke Pak Agung.
16:30Pak Agung, ini kita mengetahui bahwa Iran melalui IRGC juga telah memamerkan
16:35sejumlah alutsista dan juga rudal balistiknya.
16:39Lalu dalam pengamatan Anda juga ada kapal induk besar dari Amerika Serikat,
16:43USS Abraham Lincoln di area Selatan Rumus dan juga tiga kapal induk lainnya.
16:48Untuk saat ini sebenarnya seperti apa ancaman perang yang akan terbuka
16:52dalam waktu dekat dan seperti apa gambaran Anda terkait dengan kemungkinan itu?
16:58Jadi posisi kapal induk USS Abraham Lincoln dan tiga kapal induk marinir yang lebih kecil
17:06yaitu USS Bataan, USS Boxer dan USS Tripoli itu, itu tidak di dekat-dekat Iran.
17:11Dia bahkan tidak juga di Teluk Oman.
17:13Ingat ya, ada namanya Teluk Persia, ada Selat Rumus, ada Teluk Oman, setelah itu Laut Arab.
17:19Jadi mereka berada di Laut Arab, bahkan dekat Samudera India.
17:22Ya, jaraknya sekitar lebih dari 300 km karena mereka menghindari rudal kantik kapal
17:27yang dipasang di pantai Iran.
17:29Dan itu juga, jadi mereka mencegat kapal-kapal itu di jalur pelayaran di Laut Bebas,
17:36jadi bukan di laut yang di dekat-dekat Samudera.
17:38Jadi kalau ada yang mengklaim memblokade pelabuhan, ya pelabuhan Iran,
17:43tetapi 400 km dari pelabuhan Iran, dari Bandar Abbas, jadi jauh sekali.
17:47Jadi sebetulnya ya mereka seperti pirasi ya, seperti bajak laut yang nangkapin kapal-kapal di Laut Bebas.
17:54Pokoknya ini Iran, ayo berhenti, diambil. Jadi seperti itu.
17:58Tapi memang, kan Amerika nggak punya cara lain yang lebih nyata yang buat Iran sakit,
18:04atau merasa sakit, kecuali cara-cara seperti itu.
18:07Karena pada akhirnya, kalau mereka ngebom sekarang kan target sudah habis.
18:11Berarti targetnya nyari-nyari target sekolahan, atau universitas, atau apa.
18:15Itu kan sebetulnya, apa namanya, kejahatan perang itu.
18:20Mengebom, apa namanya, sipil, meskipun alasannya itu ada kaitan sama tentara.
18:25Tapi kan nggak bisa begitu juga, karena pada akhirnya yang diinginkan kan simpati rakyat Iran.
18:31Gimana mau simpati rakyat Iran kalau dibuat susah karena ini.
18:34Baik, perang sudah terjadi satu setengah bulan, dan juga terdata ada 3.300 warga sipil yang meninggal,
18:41dan juga menyasar sejumlah sekolah, infrastruktur, dan juga jembatan, termasuk juga aset militer.
18:46Untuk saat ini kita lihat bagaimana dinamika yang masih terlalu cair,
18:51dan juga memanas pasca genjatan senjata sepihak diklaim oleh pihak Amerika Serikat,
18:57dan tidak terjadinya kesepakatan putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran di Islamabad.
19:03Sekali lagi terima kasih dosen International Institute for Islamic Studies,
19:07Mas Qasim Mohamadi, semoga aman selalu di Iran,
19:10dan juga Bapak Marsmateni, Purnawiran Agung San Sokujati,
19:14pakar PPU dan juga alumni US Air World College,
19:17telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Petang.
19:19Sehat selalu, Bapak-Bapak.
Komentar

Dianjurkan