Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Empat anggota Badan Intelijen Strategis yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Andrie Yunus resmi diungkap. Mereka terdiri dari tiga perwira dan satu bintara yang kini berstatus terdakwa dalam kasus penyiraman air keras yang terjadi pada Maret 2026.

Persidangan kasus ini digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta dengan menghadirkan para terdakwa serta sejumlah saksi. Proses hukum dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap dan dilimpahkan oleh Oditurat Militer untuk diadili secara terbuka.

Penyidik militer masih mendalami motif penyerangan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan aparat intelijen aktif dan korban merupakan warga sipil, dengan proses hukum yang terus berjalan

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/04/21/173212/terkuak-ini-tampang-4-anggota-bais-penyerang-andrie-yunus-3-perwira-dan-1-bintara

Creative/Video Editor: Susi/Leo
#AndrieYunus #TNI #Perwira

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Empat anggota Badan Intelijen Strategis TNI yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aktivis Andri Yunus
00:07akhirnya terungkap identitasnya.
00:09Mereka adalah Kapten Nandala Dwi Prastia, Letu Budi Haryanto Widi, Letu Samilaka, dan Serda Edy Sudarko.
00:17Keempatnya merupakan prajurit aktif yang kini berstatus terdakwa,
00:21terdiri dari tiga perwira dan satu bintara dalam kasus penyiraman air keras terhadap korban.
00:26Kasus ini terjadi pada Maret 2026 dan kini tengah diproses di Pengadilan Militer 208 Jakarta.
00:33Proses hukum dilakukan setelah berkes perkara dinyatakan lengkap dan dilimpahkan oleh auditorat militer.
00:39Persidangan dijadwalkan digelar secara terbuka dengan menghadirkan para terdakwa serta sejumlah saksi
00:44untuk mengungkapkan kronologi dan peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tersebut.
00:49Penyidik militer menyatakan bahwa keempat anggota BAIS tersebut berasal dari dua matra
00:55yakni Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
00:59Hingga saat ini motif penyerangan masih terlalu sedidalami,
01:02termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
01:05Kasus ini menjadi serotan publik karena melibatkan aparat intelijen
01:08dan korban merupakan warga sipil,
01:11sehingga proses peradilannya diawasi untuk memastikan transparansi
01:16dan juga penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan.
01:19Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan