00:00Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5 persen.
00:06Jadi saya gak suka kisaran 5 persen.
00:09Karena kata orang-orang, itulah ada ekonomi.
00:13Mungkin teman-teman yang padahal.
00:16Indonesia itu kalau pemimpinnya pintar bisa 6 persen.
00:19Kalau gak ngapa-ngapain tumbuhnya 5 persen aja.
00:23Jadi kalau 5 persen kelihatannya kita gak ngapa-ngapain.
00:26Jadi kita akan mengecepatkan tumbuhan yang lebih cepat.
00:32Inflasi masih terkendali.
00:34Devisi APBN dijaga dikuat 3 persen dari PDB.
00:38Artinya penda mental ekonomi kita masih kuat.
00:41Kita ngiritlah dengan 3 persen tumbuhnya bisa ke 5 persen.
00:45Dengan DPC 3 persen masih bisa tumbuh di atas 5 persen.
00:48Menuju 5,5 ke 6 persen.
00:51Dan seperti arahan presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran.
00:56Kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia.
01:00Tapi kapal lewat Selat Malaka gak kita charge.
01:04Nah tuh, itu apa salah?
01:06Sekarang Iran mengecharge kapal lewat Selat Hormuz.
01:10Kalau kita bagi 3, Indonesia, Malaysia, Singapur, lumayan kan?
01:15Punya kita jalurnya paling panjang.
01:17Singapur kecil, Malaysia, kita bagi 2 lah.
01:20Kalau bisa seperti itu.
01:22Tapi kan gak begitu.
01:27Jadi, dengan segala kekayaan kita,
01:31kita tidak boleh berpikir defensif.
01:33Kita harus main ofensif.
01:36Tapi tetap terukur.
01:38Jadi kita akan terhantem lebih cepat
01:40dengan tetap menjaga
01:44kredibilitas fiskal kita.
01:51Anda pasti bertanya.
01:53Kalau fiskalnya ngirit,
01:55karena bisa tumbuh lebih cepat.
01:57Karena kita akan pastikan real sektor tumbuh.
02:00Bagaimana caranya?
02:01Kita pastikan
02:02ada cukup likuiditas di sistem perekonomian kita.
02:09Sebenarnya ini tugas Bank Sentral,
02:10tugasnya BI Pak,
02:11Pak Damin.
02:13Ya, kita nyalain oh sedikit lah.
02:15Yang penting ekonominya tumbuh lebih cepat ke depan.
02:21Masalah kita bukan tidak tahu arah,
02:25tapi salah satu masalah yang kita hadapi adalah
02:28logistic cost.
02:29yang saat ini masih sekitar
02:31belasan persen dari PDB
02:33sudah turun sedikit,
02:35tapi masih lebih tinggi dari negara maju.
02:39Artinya,
02:40barang kita mahal,
02:41daya saing jadi turun.
02:44Kalau mungkin 10-15 tahun yang lalu
02:46kita saling ngomong tuh,
02:47akan merupakan biaya logistik.
02:49Tapi 10 tahun terakhir,
02:5010 tahun terakhir,
02:52kita tidak pernah bicara lagi itu.
02:54Saya pikir,
02:55sudah bagus.
02:56Rupanya belum.
02:57Rupanya ya,
02:58kita malas mikir itu aja,
02:59kita cari topik yang lain lebih seru.
03:01Tapi itu enggak akan kita lupakan.
03:03Kita akan perbaiki lagi.
03:05Utamanya kan logistik cost juga
03:06di pelabuhan-pelabuhan ya.
03:08Itu di bawah Kementerian Keuangan,
03:11Pak Ryo ya.
03:14Kita akan perbaiki.
03:21Kita sering dengar di luar,
03:23di TikTok lah,
03:24saya suka lihat TikTok tuh,
03:26bahwa ekonomi kita lagi merat-marit katanya,
03:29APBN-nya ambur aduh,
03:32hutangnya besar sekali.
03:34Tapi kalau kita lihat dari standar internasional,
03:37yang kita ambil,
03:38walaupun yang diambil pada Amin waktu itu kali ya,
03:40yang paling strik,
03:41diambilkan maastricht rule ya,
03:43maastricht treaty.
03:44Bahwa rasio utang KPD di bawah 3%
03:47dan hutangnya di bawah 60%.
03:52Depisi KPDB kita bisa kita pertahankan di bawah 3%
03:56dan hutang kita masih di 40%
03:59dan mudah-mudahan akan,
04:01bukan mudah-mudahan,
04:02akan kita tekan terus ke depan
04:03dengan cara memperbaiki
04:06tax collection kita.
04:07Jadi saya sudah organize pajak NB Cukai
04:13supaya lebih rapi lagi ketika mengembangkan pajak
04:17dan saya usahakan
04:20semaksimal mungkin
04:22mereka bermain di jalur yang benar.
04:26Sudah ada perbaikan,
04:29tax collection kita dibandingnya 2 bulan,
04:322 bulan pertama tahunnya dibanding 2 bulan pertama tahun lalu,
04:35tumbuhnya 30%.
04:37Maret agak turun sedikit 20%
04:40karena ngebaran dan kamadan kan panjang.
04:43Tapi itu indikasi awal bahwa
04:46kita bisa perbaiki.
04:48Saya akan pertahankan sampai akhir tahun
04:50untuk pertumbuhan kita tetap 30%.
04:56Jadi
05:02orang bilang kita gak punya fiscal space lagi.
05:06kalau saya bilang,
05:07saya masih punya fiscal space.
05:11Buktinya apa?
05:13BBM naik,
05:14saya gak berubah apa-apa kan?
05:16BBM bersubsidi,
05:17harga minyak dunia naik,
05:20BBM bersubsidi,
05:21tetap kita jamin,
05:22kita subsidi sampai akhir tahun.
05:24Mungkin sampai tahun-tahun berikutnya.
05:26Tapi karena anggaran saya setahun,
05:28ya saya bilang setahun.
05:31apakah pertumbuhan akan melambat?
05:33Tidak saya realokasi dana dari empat tempat yang biasanya,
05:38ya senang-senang lah,
05:40yang dampak kepertumbuhan ekonomi terbatas.
Komentar