Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di balik palu sidang yang mengetuk keadilan, hadir sosok perempuan yang memimpin dengan ketegasan dan kebijaksanaan. Semangat R.A. Kartini tak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga nyata dalam ruang-ruang peradilan hari ini.

Sejak 13 Juni 2025, tongkat kepemimpinan dipegang oleh Dr. Husnul Khotimah, perempuan yang menjadi salah satu pemimpin termuda, sekaligus ketua perempuan ketiga di pengadilan tersebut.

Sebagai Ketua Pengadilan Negeri, peran yang diemban bukan sekadar jabatan struktural. Ia adalah penjaga marwah lembaga peradilan, pengawal integritas, sekaligus penentu arah pelayanan hukum bagi masyarakat.

#kartini #pengadilan #perempuanindonesia

Baca Juga Pemerintah Pakistan Siapkan Perundingan Putaran Ke-2 Antara AS dan Iran | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/664236/pemerintah-pakistan-siapkan-perundingan-putaran-ke-2-antara-as-dan-iran-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/664237/semangat-kartini-dalam-kepemimpinan-perempuan-di-pengadilan-ma-news
Transkrip
00:06Intro
00:11Saudara di balik palu sidang yang mengetuk keadilan ada sosok perempuan yang memimpin dengan penuh ketegasan dan kebijaksanaan.
00:20Semangat R.A. Kartini tidak hanya tertulis di sejarah saudara namun juga terasa bahkan sampai di ruang peradilan.
00:28Dan sejak 13 Juni 2025 tongkat kepemimpinan PN Jakarta Pusat telah diban oleh Ibu Dr. Husnul Hotimah.
00:40Seorang perempuan yang menjadi salah satu pemimpin termuda dan juga merupakan ketua perempuan ketiga di pengadilan negeri Jakarta Pusat.
00:51Dan untuk memaknai hari Kartini saudara saya ingin langsung bertanya kepada Ibu Husnul Hotimah bagaimana beliau memaknai tugasnya sebagai ketua
01:03PN Pusat.
01:04Dan juga apa saja tantangannya khususnya sebagai perempuan di ruang persidangan.
01:11Langsung saja kita tanyakan Ibu perkenalkan saya Renata dari Kompas TV apa kabar Ibu?
01:16Baik, Alhamdulillah sehat.
01:18Alhamdulillah baik, sehat ya Ibu.
01:20Nah, Bu Husnul Hotimah langsung saja kita mulai di pertanyaan pertama Ibu terkait dengan peran Ibu sebagai ketua pengadilan.
01:28Khususnya sebagai perempuan bagaimana memaknai tugas Ibu?
01:31Baik, karena ini adalah suatu kepemimpinan yang ditanya.
01:35Tentu yang pertama adalah bagaimana kita bisa membangun kepercayaan dari pimpinan yang telah diberikan kepada saya.
01:43Dan tentunya kepercayaan itu harus kita jaga dengan baik.
01:48Selain kepercayaan dari pimpinan, tentunya ini juga tak lepas dari Tuhan Yang Maha Esa ya.
01:54Yang telah memberikan kepercayaan itu karena tidak mungkin sesuatu itu tanpa alasan.
01:59Ataupun apa yang diberikan kepercayaan itu tentunya harus kita jaga.
02:04Karena apabila satu kali kepercayaan itu dirusak, sudah tidak ada harkat martabatnya kembali.
02:10Jadi kepercayaan dari pimpinan serta kepercayaan kepada Allah SWT itulah yang harus saya tegaskan gitu ya.
02:19Atau saya kuatkan bahwa ini adalah kepercayaan yang tidak biasa dan harus saya pertanggung jawabkan baik dunia maupun akhirat.
02:27Baik, pertanggung jawaban itu yang menjadi poin penting yang Ibu lihat dari tugas Ibu sebagai ketua pengadilan negeri Jakarta Pusat.
02:35Ibu yang ingin saya tanyakan, sebagai perempuan mungkin ada tantangan tersendiri dalam pemimpin pengadilan Pusat?
02:41Baik, kalau tantangan menurut saya dalam pemimpin semuanya sama gitu ya.
02:47Jadi bagaimana memaknai sebuah satuan kerja itu dapat berjalan dengan baik, integritas dapat terjaga, pekerjaan juga dapat secara tertib dan
02:55bertanggung jawab dilakukan.
02:57Nah di mana pemimpinan itu hadir di sana?
02:59Nah tentunya kalau saya sebagai sumat muslim memaknai dari sifat-sifat kepemimpinan Rasulullah atau kalau di Indonesia kita juga punya
03:09kihajar Dewantara gitu ya.
03:11Di mana pemimpin itu berada?
03:13Misalnya pemimpin harus ada di belakang.
03:15Bagaimana saat di belakang apabila misalnya anaknya atau di bawah satuan kerjanya ada resa timbul tidak kepercayaan diri padahal dia
03:23mampu.
03:23Sehingga kita harus mendorong bagaimana pimpinan bisa membawa anak-anak kita yang akhirnya satuan kerja itu dapat berjalan baik dan
03:31berprestasi.
03:32Kemudian di tengah, bagaimana di tengah?
03:34Tentunya adalah merekatkan kekompakan, kebersamaan gitu ya.
03:38Untuk menjaga satuan kerja itu bisa terlaksana dengan baik.
03:43Misalnya ada gap sana-sini, tentunya kita di tengah harus bisa merekatkan persatuan dan kesatuan itu sendiri.
03:49Kemudian pada saat kapan kita berada di depan, tentunya itu adalah sebagai role model, sebagai contoh.
03:54Karena integritas itu pada prinsipnya adalah satu kata per satu per buat.
03:59Terima kasih banyak Ibu Husnul Khatimul untuk kesempatannya.
04:02Selamat Hari Kartini Ibu, tetap semangat.
04:04Sehat selalu ya.
04:05Terima kasih.
04:07Ya itu dia saudara.
04:08Jadi memang sebagai perempuan tentu tak luput dari berbagai tantangan yang ada.
04:14Baik itu sehari-hari maupun di ruang persidangan.
04:17Namun tentunya menjaga integritas dan menjadi contoh bagi rekan kerja serta melihat figur-figur yang sudah berhasil melakukan.
04:26Sebelum-sebelumnya tentu juga bisa menjadi inspirasi bagi Dr. Husnul Khatimah yang sekarang menjabat sebagai ketua pengadilan negeri Jakarta Pusat.
04:38Dan tentunya saudara hari Kartini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan perempuan belum juga selesai.
04:46Dan bahwa setiap langkah yang dilakukan oleh perempuan ini akan tentunya dicatat sebagai bagian dari sejarah.
04:55Renata Panggalo, Bimo Wicaksana Kompas TV, Jakarta.
Komentar

Dianjurkan