00:00Saya masih bersama istri Nadi Makarim, Franka Franklin Makarim.
00:04Franka, tadi sempat saya singgung dari seorang pengusaha yang sukses, brilian, banyak sekali menjadi idola.
00:12Dan kemudian diminta gabung ke pemerintahan.
00:17Rasanya seorang Nadi Makarim yang mempopularkan panggil saya, Mas Menteri, menjadi flamboyan di kabinet sebelumnya.
00:28NLN 180 derajat berbeda, sekarang duduk sebagai satu pesakitan.
00:34Saya ingin membuat ilustrasi, ini tidak tentang seorang Nadi Makarim, tetapi seorang putra dari pasangan tokoh yang luar biasa.
00:45Pak Nono, seorang pengacara besar, berintegritas, melahirkan banyak pengacara hebat.
00:53Lalu Ibu Atika, seorang perempuan, aktivis, dikenal luas sebagai pegiat anti korupsi.
01:04Menurut Franka, ini tragis gak sih pengalaman hidup yang harus dijalani seperti ini?
01:09Is it ironis dan tragis?
01:12Mas, saya kalau mengingat Ibu dan Bapak itu, saya sering sedih gitu.
01:24Mbak, karena mereka sudah berada di umur yang cukup tua ya sekarang.
01:32Pak Nono berapa sekarang?
01:34Pak Nono 87 tahun ini dan Ibu 81.
01:38Dan mereka hadir di persidangan dari awal jam 9 selalu apa, setengah 9 bahkan kadang-kadang.
01:48Sampai kadang jam 1 pagi mereka ada di situ, mereka tidak pernah absen dan mereka berdiri tegak untuk menemani anaknya.
01:56Dan itu membuat saya merasa kadang sedih untuk mereka.
02:02Apakah itu mempengaruhi reputasi orang tua yang dibangun selama ini berpuluh-puluh tahun?
02:08Saya rasa tidak ada pemikiran seperti itu sama sekali di keluarga, Mbak.
02:12Karena?
02:13Karena kami percaya bahwa Nadiem tidak bersalah.
02:17Kecuali dalam fakta persidangan membuktikan selama ini hal yang sebalik ya, Bu Atika akan tentu bisa punya pandangan yang berbeda
02:24meskipun itu anaknya sendiri?
02:26Betul.
02:26Yang mungkin banyak orang mungkin tidak bisa membayangkan ya bahwa memang Bapak dan Ibu duduk di sini untuk menguatkan anaknya.
02:38Tapi apabila kejadian ini adalah terbalik, artinya ada bukti dan memang dia bersalah, dia mungkin akan duduk di meja sebelah
02:49gitu.
02:50Biarpun seberat dan semenyakitan apapun kalau memang harus dipertanggungjawabkan karena ada kesalahan, mereka pasti akan menuntut yang sama.
02:58Tadi sebelum kita jeda Mbak Franka mengatakan bahwa satu dari refleksi, apa refleksi apalagi dari sekian lama masa persidangan?
03:18Satu yang mungkin juga selalu Nadiem itu sangat konsisten itu adalah rasa cintanya untuk Indonesia.
03:28Saya tahu banyak yang tanya, tapi jawaban dia memang tidak pernah berubah.
03:32Mau dia itu pulang dari sekolah di Amerika, setelah dia juga di tengah kesuksesannya di Gojek, dalam pemerintahan maupun dalam
03:44penjara, dia tetap memikirkan dan khawatir tentang Indonesia dan apa yang bisa dia lakukan.
03:51Dan salah satu yang sangat saya lihat adalah apapun yang terjadi dia akan selalu bersyukur dan bangga dia mengabdikan hidupnya
04:01kepada Indonesia.
04:05Tadi saya ingin masuk ke poin tadi, bedakan antara sesuatu yang dianggap dulu tidak pernah dianggap atau dinarasikan,
04:18dulu sebagai menteri tidak pernah ke kampus-kampus, tidak pernah cukup menyapa, stakeholders.
04:27Saya tahu ada banyak kecewaan, saya tahu ada banyak rasa marah atau tidak cukup yang dia lakukan, bagaimanapun juga dia
04:36adalah seorang manusia yang tidak sempurna.
04:38Tapi saya harap sistem hukum kita dan juga orang banyak dapat menyadari bahwa itu bukan alasan yang cukup untuk memencarakan
04:51suami saya.
04:53Bahwa apabila dia memang tidak ada kesalahan dan tidak ada yang dilakukan, kenapa dia harus ada di sana?
05:02Jadi bukan, Anda ingin mengatakan bahwa jangan karena tidak suka dengan suami saya, maka ia dipenjarakan.
05:10Betul.
05:13Franka juga ingin bertemu dengan DPR, Komisi Hukum.
05:17Komisi 3, apakah ini juga ingin menariknya ke masalah politik?
05:24Jadi, dari awal Mbak Rosy, kami mengambil dan menempuh semua jalur hukum yang tersedia.
05:34Jalur-jalur yang bisa secara hukum membantu membuka kebenaran yang ada.
05:40Jadi pada saat di awal gitu ya, mungkin namanya adalah pra-peradilan gitu,
05:47biarpun mungkin banyak yang bilang itu tidak mungkin ya, kita tetap coba bagaimana kita akhirnya Mas Nadiem harus menjalankan peradilan
05:58tadinya,
05:59mau dari rumah sakit, mau datang gitu semua, pokoknya dijalani.
06:02Intinya semua avenue hukum yang ada, kami akan selalu memperjuangkan agar kasus dan kebenaran ini keluar.
06:10Dan itu saja sebenarnya harapan saya pada saat itu.
06:13Apapun, untuk ruang dimana untuk bisa menjelaskan posisi suami Anda.
06:22Memeluarkan fakta.
06:23Tapi IBAM sudah difonis.
06:27IBAM adalah asistennya Mas Nadiem.
06:31Dia adalah konsultan teknologi pada saat itu.
06:37Franka sudah menyiapkan yang terburuk sekalipun.
06:45Kemungkinan bahwa suami saya bisa dijatuhi hukuman adalah satu bentuk kenyataan yang harus saya siapkan.
06:55Tapi sekali lagi ya, kita akan terus berjuang sampai akhir.
07:03Pertanyaan terakhir saya, Franka.
07:07Merasa nggak bahwa dari seluruh persidangan yang ada dan opini yang juga cukup terbelah antara ingin membela, mau membela,
07:17dan juga yang mengatakan, ya Mas Nadiem pantas dihukum seperti tuntutan Jaksa.
07:25Apakah Anda merasa masih ada ruang reputasi Nadiem Makarim dipulihkan?
07:38Yang saya doakan adalah agar kebenaran dan fakta yang ada betul-betul dapat dilihat
07:45dan dapat menjadi satu fondasi di mana keadilan itu masih bisa didapatkan oleh kita sebagai warga negara.
07:57Saya juga melihat betapa besarnya harapan itu, saya rasa bukan karena ini adalah Mas Nadiem,
08:05tapi karena ini adalah untuk bukti bagaimana sistem keadilan kita harus melihat fakta persidangan seperti apa adanya.
08:16Bahwa kalau memang tuduhan tidak terbuktikan, maka itu tidak cukup untuk membicarakan satu orang.
08:22Dan Mbak Rosi yang terakhir, saya betul-betul percaya bahwa kita semua itu adalah harapan dan terang dalam negara ini.
08:37Yang dipersatukan oleh rasa cinta untuk negara ini.
08:41Dan itu akan selalu lebih besar daripada siapapun yang mau memadamkannya.
08:48Franka, terima kasih banyak sudah memberikan penjelasan dan pertanyaan yang selama ini,
08:56menjawab pertanyaan yang selama ini banyak mengemuka soal big question dari kasus ini.
09:03Well, good luck.
09:04Terima kasih Mbak Rosi, terima kasih banyak.
09:06Wawancara ini bukan untuk mempengaruhi proses persidangan yang masih berlangsung.
09:13Namun, untuk mendengar suara seorang perempuan, seorang ibu, seorang istri yang juga bisa dialami oleh banyak perempuan lainnya.
09:27Para perempuan yang sedang mencari keadilan.
09:30Terima kasih sudah menyaksikan Rosi.
09:32Kita jumpa lagi Kamis depan.
09:34Selamat malam.
09:36Terima kasih sudah menonton!
Komentar