Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Franka Franklin Makarim menyebut satu tahun terakhir menjadi masa yang berat bagi keluarga sekaligus momen refleksi besar bagi suaminya, Nadiem Makarim.

Menurut Franka, mengelola institusi besar membutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk birokrasi dan tokoh-tokoh di pemerintahan.

Saat ditanya apakah permintaan maaf Nadiem berkaitan dengan anggapan dirinya sulit bekerja sama dengan birokrat, Franka menyebut ada kemungkinan beberapa pihak merasa tersingkir atau sakit hati.

Namun Franka menegaskan permintaan maaf itu tidak boleh disamakan dengan pengakuan bersalah.

Sebelumnya Nadiem Makarim mengungkapkan refleksi mendalam terkait gaya kepemimpinannya selama menjabat menteri.

Nadiem menyebut pendekatannya di lingkungan birokrasi yang dinilai mungkin menimbulkan gesekan.

Nadiem kini menyadari bahwa peran menteri tidak hanya soal bekerja secara profesional, tetapi juga memahami fungsi politik dalam pemerintahan.

Dalam refleksinya, Nadiem pun menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang mungkin merasa tidak nyaman dengan sikap maupun ucapannya selama menjabat.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rsUqbkMCeog



#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670350/nadiem-makarim-minta-maaf-franka-kerja-saja-tidak-cukup-rosi
Transkrip
00:00Dan saya ingin mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi.
00:09Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan.
00:17Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya, saya kurang menghormati dan kurang soan kepada tokoh-tokoh,
00:25baik masyarakat maupun politik. Dan menurut saya itulah satu hal yang salah saya adalah tidak memahami bahwa peran saya itu
00:36tidak bisa kerja-kerja saja profesional.
00:38Tetapi juga harus mengerti bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik saya.
00:46Saya ingin sekali mohon maaf, saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat
00:55menjadi Menteri yang tidak berkenan.
01:01Anda masih di program ROSI bersama saya, Rosya Nasilalahi.
01:06Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim pernah diposisikan sebagai simbol reformasi pendidikan Indonesia dengan sistem digitalisasi sekolah.
01:16Tapi kini dia duduk sebagai seorang terdakwa.
01:19Saya masih bersama istri Nadiem Makarim, Franka Franklin Makarim.
01:23Saya kaget ketika melihat cuplikan visual dan statement Mas Nadiem.
01:31Minta maaf.
01:33Apa yang sebenarnya ingin minta maaf kenapa?
01:39Mengapa menurut saya cukup dadakan gitu?
01:47Tiba-tiba minta maaf.
01:53Satu tahun ini Mbak Rosy adalah perjalanan yang sangat berat.
01:59Betul-betul tidak mudah dan memberikan banyak waktu mungkin untuk Mas Nadiem juga berefleksi gitu ya.
02:07Tentang semua yang sudah dia lakukan ataupun kurang lakukan.
02:12Sehingga pada saat di hari itu dia juga, dia bilang sama saya setelahnya karena kami ketemu di bawah gitu kan.
02:21Dia bilang saya habis mengucapkan ini semua dan saya nontonnya setelahnya, saya tahu itu datang dari mana.
02:29Saya tahu bahwa budaya kerja dia itu tadi yang mungkin hanya kerja-kerja-kerja ataupun mungkin dengan pikirannya dari situ.
02:42Dari luar.
02:43Bukan hanya itu tapi mungkin lebih kepada apabila saya memiliki integritas yang baik dan saya hanya berpikir untuk melakukan pekerjaan
02:52sebaik mungkin,
02:53ternyata di hari ini kita sadar bahwa itu tidak cukup.
02:58Karena bagaimanapun juga menggerakkan sesuatu yang segitu besarnya membutuhkan kolaborasi dengan begitu banyak pihak.
03:07Dan itu membutuhkan cara yang lebih mungkin cocok dan lebih saling mengerti.
03:20Mungkin gini jadi pertanyaan saya adalah apakah Mas Nadiem mengucapkan atau minta maaf.
03:28Karena juga mendengar ada suara-suara Mas Nadiem ini diginiin karena dulu enggak bisa kerjasama dengan birokrat.
03:39Tidak memanusiakan para teknokrat yang sudah bekerja lama di birokrasi.
03:46Sehingga ini menjadi salah satu cikal bakal ia diperlakukan seperti ini.
03:53Saya percaya bahwa suami saya dalam refleksi tersebut mengakui bahwa mungkin ada orang-orang yang merasa tersingkir atau merasa sakit
04:07hati.
04:08Dan untuk itulah dia meminta maaf dari dalam hatinya dengan segala kerendahan hati.
04:14Tapi saya harap itu tidak disamakan dengan mengakui kesalahan.
04:19Karena ya itu tadi ada perbedaan besar antara rasa dan fakta.
04:26Salah satu yang juga cukup membuat saya terkesima adalah bahwa peran menteri bukan hanya kerja profesional tetapi juga memiliki fungsi
04:34politik.
04:35Apakah seorang Nadiemah Karim ingin memberikan message bahwa ia berada di persidangan ini juga karena ada urusan politik yang tidak
04:47dikerjakan dulu sebelumnya?
04:50Saya rasa maksud dia betul-betul hanya tugas seorang menteri dengan semua posisinya bukan hanya mengeluarkan kebijakan tapi harus memastikan
05:03kebijakan tersebut bisa dilaksanakan bersama-sama semua pemangkuk kepentingan.
05:09Nah jadi menjangkut tadi ya permintaan maaf ada tutur kata saya mungkin cara kerja saya yang tidak berkenan saya minta
05:19maaf.
05:22SD di Indonesia di Jakarta setelah itu SMP SMA kuliah lulusan Harvard di luar negeri.
05:31Kita mungkin sering membuat lelucon orang-orang seperti Mas Nadiem ini mimpi aja pakai bahasa Indonesia, mimpi aja pakai bahasa
05:41Inggris.
05:45Seperti tadi pertanyaan saya awalnya, apakah memang sesungguhnya ini tidak melulu karena soal mau melakukan hal yang benar tapi juga
05:53karena ada semacam attitude yang tidak dapat diterima bukan karena soal sopan atau tidak sopan.
06:00Tetapi memang ia dibesarkan dalam kultur yang jauh berbeda dengan cara kerja di birokrasi itu satu.
06:08Terus kedua juga kurang mau mendengar masukan dari para birokrat yang sudah lama sebetulnya mengabdi di kementerian itu.
06:19Kenapa saya tanya ini supaya menjadi lesson learn?
06:21Ya, saya mengerti.
06:25Saya rasa perbedaan cara berpikir dan cara kerja itu adalah satu hal yang memang harus diakui dari Mas Nadiem gitu.
06:35Bahkan pada saat kami aja berkomunikasi dan berdebat sebagai suami istri itu pun ada.
06:44Itu pun muncul gitu Mbak Rosy.
06:45Tapi untuk poin menerima umpan balik atau feedback atau dikritik, saya tahu Mas Nadiem sangat terbuka.
06:57Justru dia sangat membutuhkan.
07:00Dan itulah salah satu bentuk perbedaan budaya yang pada saat dia masuk dia ubah Mbak.
07:06Bahwa justru penting untuk kita membuka diri terhadap masukan dari orang-orang yang jauh lebih tahu.
07:14Itulah sebabnya yang berada di dalam kementerian Mas Nadiem adalah gabungan orang-orang yang sudah berpengalaman banyak dan panjang di
07:24dalam kementerian.
07:25Dan profesional-profesional muda yang mempunyai kompetensi yang bisa mendukung kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan.
07:33Hanya saja kan tangkapannya adalah Mas Menteri pada waktu itu jauh lebih percaya pada tim yang dibawa dari luar dibandingkan
07:42juga memberikan ruang bagi para birokrat untuk juga menjadi bagian dari proses decision making.
07:49Tapi anyway apakah itu tadi yang saya katakan apakah memang permohonan maaf ini juga supaya orang yang selama ini mengatakan
07:59kamu sombong sih dulu gak punya investasi sosial sehingga inilah yang terjadi padamu.
08:05Apa yang bisa kamu bantah dari soal yang satu ini bahwa karena dulu Mas Nadiem lebih mementingkan tim anak-anak
08:14mudanya, tidak percaya pada birokrat, tidak pernah keliling kampus, tidak pernah meeting dengan para birokrat sehingga inilah ganjaran yang ia
08:24dapatkan.
08:25Apa yang bisa kamu bantah atau jelaskan soal asumsi ini?
08:28Untuk saya sekali lagi ketidaksempurnaan suami saya sebagai seorang pemimpin adalah sesuatu yang dia harus jalani dan harus perbaiki.
08:43Tapi sekali lagi semua yang dibicarakan dan kritik yang dibangun itu apa hubungannya mbak dengan markup krombok atau kasus ini
08:55juga gitu.
08:58Soal antara perilaku yang mungkin tidak pas itu lain soal dengan kasus korupsinya.
09:07Jadi minta maaf bukan karena mengakui kesalahan tetapi jika ada yang tersinggung di masa ia menjadi menteri, ia minta itu
09:16dibukakan pintu maafnya.
09:17Dan inilah refleksi terbesar seorang Nadiem Makarim.
09:21Salah satu refleksi terbesar.
Komentar

Dianjurkan