- 4 jam yang lalu
- #as
- #iran
- #china
- #donaldtrump
- #selathormuz
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan bakal membuka blokade secara permanen dan menyebut melakukannya untuk China dan dunia. Trump menyebut China sepakat untuk tak mengirim senjata ke Iran.
Simak pembahasan KompasTV bersama dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al Banna Choruzzad, dan pakar intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta.
Baca Juga Penampakan Permukiman Kiryat Shmona Israel Dihantam Roket Hizbullah Jelang Gencatan Senjata | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/663647/penampakan-permukiman-kiryat-shmona-israel-dihantam-roket-hizbullah-jelang-gencatan-senjata-berut
#as #iran #china #donaldtrump #selathormuz
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663651/terbaru-trump-janji-buka-blokade-hormuz-gara-gara-china-ini-kata-dosen-hi-ui-pakar-intelijen
Simak pembahasan KompasTV bersama dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al Banna Choruzzad, dan pakar intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta.
Baca Juga Penampakan Permukiman Kiryat Shmona Israel Dihantam Roket Hizbullah Jelang Gencatan Senjata | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/663647/penampakan-permukiman-kiryat-shmona-israel-dihantam-roket-hizbullah-jelang-gencatan-senjata-berut
#as #iran #china #donaldtrump #selathormuz
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663651/terbaru-trump-janji-buka-blokade-hormuz-gara-gara-china-ini-kata-dosen-hi-ui-pakar-intelijen
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Masuk ke topik pertama diskusi Sapa Indonesia Malam, Saudara.
00:03Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan bakal membuka blokade secara permanen terhadap Selat Hormuz
00:10dan menyebut melakukannya untuk Tiongkok dan dunia.
00:14Trump menyebut Tiongkok sepakat untuk tidak mengirim senjata ke Iran.
00:20Kami akan diskusikan ini bersama dengan para narasumber.
00:22Di Studio Kompas TV sudah bergabung pakar intelijen dan keamanan dari Universitas Indonesia Stanislaus Rianta.
00:28Pak Stanis, apa kabar Bapak?
00:29Baik, mas.
00:30Terima kasih sudah ada Tagus Studio Kompas TV.
00:32Sementara lewat sambungan dalam jaringan, bergabung bersama kami, dosen hubungan internasional.
00:37Satu almamater dengan Anda, pak, dari Universitas Indonesia, Sofwan Albana Khorruzat.
00:42Pak Sofwan, dengan Tifal di sini, pak, apa kabar?
00:45Alhamdulillah, baik.
00:47Terima kasih sudah bergabung bersama kami kali ini di Studio juga ada Pak Stanis di sini.
00:51Pak Stanis, saya mulai dengan Anda dulu.
00:54AS menambah pasukan untuk mengawal Selat Hormuz,
00:57tapi sekarang kita melihat lagi ada statement terbaru dari Trump bahwa akan dibuka untuk Tiongkok dan dunia.
01:05dengan berubah-ubahnya pernyataan Trump ini, kan muncul pertanyaan yang orang awam akan berpikir,
01:10ini manuver apa lagi, ini akrobatik apa lagi, ini analisis Anda buat apa ini?
01:15Trump memang labil.
01:17Menegaskan hal itu ya?
01:18Ya, labil. Pertama kan berubah-berubah strateginya.
01:20Ancaman-ancamanya juga nyaris tidak terbukti, kan.
01:24Tapi sebenarnya dibalik itu ini menunjukkan bahwa siapa aktor-aktor yang bermain di dalam perang ini.
01:29Saya berkali-kali menyampaikan, kalau mau menghentikan ini tidak cukup hanya berbicara dengan Iran,
01:33bicara juga dengan aktor-aktor kuat dibalik itu,
01:36seperti Cina, Rusia, dan termasuk aktor di belakang Amerika, Israel.
01:40Itu yang perlu diajak ngomong.
01:41Makanya Amerika memilih jalan untuk bernegosiasi dengan Cina.
01:47Dia mengatakan Cina tidak akan mengirim senjata lagi, membantu senjata lagi.
01:51Tapi pasti juga ada diriliran dari Cina, yang lebih dari itu, yang tidak disampaikan oleh Amerika.
01:58Entah misalnya, oke kami beli lewat, atau mungkin apa yang lainnya.
02:01Dan kalau misalnya Cina membantu senjata untuk Iran, kan juga tidak akan diumumkan ke Amerika.
02:06Mesti Pak Cwi lewat, ya itu undercover lah bisa dilakukan.
02:10Tapi ini menjadi menarik karena menjadi petanya semakin jelas kan, siapa pemain di balik Iran.
02:14Oke, melanjutkan diskusi Pak Stanis.
02:16Jadi kalau saya bahasakan ini caranya AS ngerayu dalam tanda kutip Tiongkok
02:21untuk bisa ikut meredam perang ini, tepat atau enggak tuh kira-kira?
02:25Selain merayu, sebenarnya kan dia dalam kondisi tekanan dan nyari teman dia.
02:29Nyari teman dalam konteks apa dulu nih?
02:31Ngurangi temannya musuh, jadi nyari teman untuk dia itu kan.
02:33Nah, jadi ini kan AS punya tekanan yang besar.
02:37Tekanan di dalam negeri secara politik punya tekanan yang besar, secara ekonomi juga pasti tertekan.
02:41Lalu kondisinya sudah, menurut saya ya kalau perang diterus-terusin dalam kondisi saat ini di Stratormus,
02:46yang rugi itu Amerika, bukan Iran.
02:49Yang paling banyak rugi.
02:52Secara ekonomi, secara finansial perang itu biayanya gede banget.
02:55Ini sudah satu bulan, kemudian jeda.
02:58Kalau diterus-terusin, ya daya tahan Iran itu luar biasa.
03:03Empat puluh tahun dia perang masih seperti ini loh.
03:05Dia masih bisa bertahan gitu loh.
03:06Kalau misalnya mau bertahan satu bulan, dua bulan, tiga bulan, masih sanggup mereka.
03:10Tapi Amerika belum tentu.
03:13Jadi, manuver-manuver ini sebenarnya untuk mengakhiri perang.
03:17Tetapi endingnya, tentu dia tidak akan dipermalukan.
03:20Dia tidak mau dipermalukan.
03:22Nanti endingnya bisa saja dia mengatakan bahwa kami telah mengakhiri perang, kami telah memenangkan,
03:26resim telah berganti, kemudian hilang.
03:28Lalu Iran juga akan mengatakan demikian, lupa.
03:30Kami telah memenangkan perang, Amerika telah kami usir, kemudian selesai.
03:34Selesai seperti itu, jadi kedua-duanya selesai, berhenti dan tidak ada yang kalah.
03:38Kayaknya jalan itu yang nanti akan dilakukan.
03:40Walaupun kemudian pernyataan Trump ini belum dapat respons secara resmi juga oleh Tiongkok.
03:44Ini masalah pembukaan Selat Hormuz dan sudah diterangin terang-terangan,
03:49dijelasin terang-terangan, ini tujuannya buat Tiongkok dan dunia begitu.
03:51Kan sudah lewat kapalnya kan?
03:53Itu kan sinyalnya berarti memang sudah terjadi,
03:56channel-channel diplomasinya sudah terjadi dan sudah lewat.
03:58Berarti kan sudah memang benar apa yang dikatakan Trump sebenarnya untuk China.
04:02Karena China sudah melewatin kapal itu.
04:04Oke, Pak Sofwan, kalau Anda membacanya ini serta-merta Iran merespon ini dengan santai
04:11atau gimana merespon Selat ini dibuka?
04:15Karena kan konteksnya Selat Hormuz ini saling diblokade satu sama lain nih.
04:20Ya, jadi respon Amerika Serikat dengan melakukan blokade militer terhadap Selat Hormuz,
04:28double blockade ini justru sebenarnya menunjukkan bahwa
04:31Amerika Serikat memiliki kesulitan untuk membongkar kartunya Iran,
04:37yaitu si denial yang kemudian mewujud dalam bentuk blokade atas Hormuz tersebut.
04:43awalnya kan dia mencoba membuka dengan melakukan pembohon terhadap peluncur-peluncur misil dan jatah-jatah yang bisa digunakan untuk menyerang
04:53kapal-kapal yang ada di wilayah sekitar Hormuz.
04:55Tapi ternyata tidak efektif karena Iran bisa secara fleksibel melakukan berbagai upaya lain untuk membuat blokadenya menjadi efektif
05:05dengan kapal-kapal kecil, dengan ranjau yang kemudian Amerika Serikat kesulitan.
05:09Karena Amerika kesulitan, dia kemudian saling mendorong adanya koalisi internasional.
05:14Koalisi internasional ternyata juga tidak ada yang mau ikut.
05:18Inggris, Perancis kemarin ada konferensi dengan 35 negara, tetapi mereka memberikan syarat.
05:25Mereka akan terlibat dalam pengamanan kalau hostilitiesnya itu sudah selesai, kalau perangnya sudah selesai.
05:32Kalau di dalam perang, mereka tidak mau ikut menjadi parti, apalagi serangan yang pertama yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan
05:39Israel itu berisiko memang melanggar hukum internasional.
05:43Jadi mereka tidak mau terlibat di dalam kejahatan tersebut.
05:47Nah karena itu opsi yang tersedia buat Amerika, ini relatif terbatas.
05:52Karena itu yang dilakukan Amerika Serikat, kemudian, wah kalau Iran memblokade kita, kita balik saja blokade.
05:58Awalnya Amerika Serikat bilang memblokade seluruh kapal, tapi kemudian akhirnya blokadenya untuk kapal yang hanya dari pelabuhan-pelabuhan Iran saja
06:10saja.
06:10Makanya Witch Terry itu kan boleh lepas selain karena dari Tiongkok, dia juga berangkatnya sebenarnya dari Uni Emirat Arab.
06:18Tapi sebenarnya setelah kita lihat beberapa hari, itu dicatat oleh tanker trackers, ini sebuah lembaga yang mencatat perjalanan kapal itu
06:27dari wilayah Ormus itu.
06:28Ada 9 juta barrel minyak yang berhasil dikeluarkan dari pelabuhan Iran pada masa blokadenya Amerika Serikat.
06:37Artinya apa? Artinya blokade yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat ini juga tidak terlalu efektif.
06:44Mengapa tidak terlalu efektif?
06:45Karena pertama, Iran sendiri itu sudah terlatih melakukan penyelentupan.
06:51Dia itu sudah di blokade dari tahun 2005 minimal.
06:55Dia itu sudah mastering the art of shadow fleet.
07:01Dia mastering the art of menyelentupkan minyak misalnya dicampur dengan macam-macam lewat jalurnya Iraq, lewat jalur berbagai negara lain.
07:09Kemudian Amerika Serikat juga menghadapi risiko.
07:13Kalau kemudian kapal itu menuju ke Cina, kapal itu menuju ke negara-negara yang secara kapasitas militer Amerika Serikat tidak
07:21mau berurusan, kan tentu repot.
07:23Jadi blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini terlihat tidak sepenuhnya efektif dan terlihat lebih merupakan posturing untuk meningkatkan leverage
07:33Amerika Serikat dalam negosiasi.
07:34Sorry, saya potong. Maka kalau konteksnya seperti ini, saat Iran masih pada posisinya, sementara AS kadung sudah bilang bahwa selat
07:44hormus ini dibuka untuk Tiongkok dan dunia,
07:47apakah publik secara umum, secara global, serta merta bisa bernafas lega?
07:51Atau harus antisipasi apalagi dengan tensi perang yang makin ke sini, makin tidak tentu nih arahnya bakal bagaimana eskalasinya, naik
08:01turunnya cukup dinamis seperti ini?
08:03Kita akan jawabnya itu nanti.
08:04Kita jeda dulu sebentar ya. Tetap di Kompas TV.
08:14Dengan AS sudah bilang selat hormus ini dibuka untuk Tiongkok dan dunia, Mas Ofwan, apakah serta merta kita bisa bernafas
08:22lega?
08:23Atau jangan-jangan ada manuver lain yang memungkinkan terjadi untuk selat hormus ini?
08:27Mengingat Iran masih tetap pada pendiriannya untuk memblokade itu menyekat itu?
08:31Ya, kalau versi Iran, Iran kan tidak melakukan blokade, tidak menutup hormus.
08:36Yang ditutup adalah hormus itu terhadap kapal-kapal yang hostile, kapal-kapal yang terlibat di dalam agresi terhadap Iran.
08:46Jadi yang kemudian disasar adalah kapal-kapal yang dianggap memiliki hubungan dengan AS dan Israel yang harus dibuktikan dengan kemudian
08:55ngasih tahu Iran dulu dan kemudian bernegosiasi dengan Iran.
08:58Kemudian ada gosip juga diminta bayaran untuk lewat dan seterusnya.
09:03Tapi artinya apa?
09:04Amerika Serikat deklar bahwa China boleh lewat?
09:07Ya, itu satu hal.
09:08Tetapi in the first place, kalp itu ini yang naruh duluan, yang kemudian memegang kontrol atas hormus siapa?
09:15Apakah Amerika Serikat?
09:16Bukan.
09:16Yang memegang kontrol atas hormus, yang memegang kontrol si denial atas hormus yang cuma 21 mil itu, itu adalah Iran.
09:26Dan karena itu kita masih akan menyaksikan bahwa kartu hormus ini akan menjadi kartu penting di dalam proses negosiasi ini
09:37atau kalau negosiasinya tidak ketemu deal, dia akan berlanjut panjang.
09:41Jadi kita masih akan menyaksikan setidaknya sampai beberapa hari ke depan ya hormus secara efektif sebenarnya masih ditutup, kecuali untuk
09:52kapal-kapal yang diizinkan oleh Iran untuk lewat.
09:54Bahwa Amerika Serikat mengizinkan China, ya Iran kan juga mengizinkan China dari awal gitu kan ya.
10:00Ada kemungkinan Iran melunak atau melonggar nggak kira-kira mas?
10:04Saya kira itu tergantung pada proses negosiasi.
10:07Jadi yang dilihat adalah penutupan hormus ini adalah senjata yang paling dahsyat yang dimiliki oleh Iran sekarang.
10:17Selain balistik dan drones yang dia kirimkan untuk menghabiskan interceptornya Amerika Serikat.
10:25Karena yang kemudian terbukti sekarang Amerika Serikat yang diributkan adalah bagaimana membuka hormus.
10:30Padahal urusan awalnya itu bukan cuma soal hormus.
10:33Nah ini menunjukkan betapa efektifnya senjata berupa kontrol atas hormus ini.
10:38Nah karena itu dia nggak akan lepas.
10:40Iran pasti tidak akan lepas sampai Amerika Serikat itu mau mengikuti poin-poin yang diminta oleh Iran atau setidaknya melakukan
10:49kompromi.
10:50Karena posisi Amerika Serikat dan Iran sekarang jauh di beberapa hal.
10:54Soal pengayaan uranium, lamanya, batas waktunya, kemudian soal balistiknya Iran, kemudian soal kontrol atas hormus.
11:03Nah ini kalau Amerika Serikat mau kompromi, Iran mau kompromi mungkin kemudian akan dilepaskan.
11:08Tapi kontrol tidak akan dilepas.
11:10Oke, kalau kemudian kita kaitkan Pak Stanis dengan rencana untuk adanya ronde kedua perundingan antara dua negara ini.
11:19Kalau kemudian bacaan Anda ini harapan agar Tiongkok juga ikut terlibat.
11:23Maka akan sejauh mana peran itu bakal ditunjukkan Tiongkok dalam konteks perundingan jilid dua ini.
11:29Seberapa mungkin itu akan terjadi dan sejauh mana respon dari Tiongkok atas ya dari pembukaan inilah awal mula menuju ke
11:37perundingan jilid dua itu.
11:39Ya kalau terlibatnya mungkin tidak secara langsung menjadi mediator seperti Pakistan tidak ya.
11:44Semakin banyak yang terlibat semakin berbahaya bagi Amerika.
11:47Karena kalau ada di dalam perundingan itu ternyata ada hal yang tidak menguntukkan bagi Amerika tentu Amerika malu seperti itu.
11:53Jadi mereka menghindari itu.
11:54Tentu nanti hanya mediatornya cukup Pakistan saja.
11:56Tapi di balik layar Cina bisa banyak melakukan banyak hal.
12:00Lagi-lagi di belakang panggung.
12:01Iya di belakang panggung.
12:03Tapi menariknya seperti ini.
12:04Tadi saya sepakat bahwa ini perangnya sudah bukan perang senjata.
12:07Kalau perang senjata-senjata saja Amerika lebih unggul.
12:09Tapi ternyata ini kan perang asimetris kan.
12:12Perang asimetris dan Iran itu punya senjata besar yang tidak bisa dikuasai oleh Amerika.
12:17Selat Hormus ini.
12:18Karena dampaknya bukan hanya ke Amerika tapi ke dunia.
12:21Sekutu-sekutu Amerika mengalami kerugian juga terhadap perang ini.
12:25Dan Amerika juga pasti mengalami hal ini juga.
12:27Kerugian ekonomi secara politik juga kerugian.
12:30Jadi kalau mau mengalahkan Trump jangan kalahkan dengan senjata.
12:32Kalahkan dengan hal lain yang dia memang tidak punya.
12:35Atau dia tergantung seperti itu.
12:37Politik misalnya dia mau pemilu.
12:39Salah nanti berbahaya ketika perang berlanjut kemudian biayanya cukup besar secara ekonomi.
12:45Banyak pengusaha Amerika yang investasi di Timur Tengah sudah teriak-teriak sekarang.
12:49Teriak-teriak karena rugi.
12:51Dan ini saya kira menjadi hal yang penting juga bagi Trump untuk mengakhiri ini.
12:55Dan dia pasti akan mencari jalan bagaimana caranya supaya perang ini berakhir.
13:00Kemudian tanpa malu.
13:02Analoginya seperti ini.
13:03Kalau kita main catur, kita mau kalah kan ada yang nakal kan?
13:05Mungkin diroboinnya semua yang catur kan?
13:07Supaya selesai caturnya jadi nggak ada yang kalah.
13:10Ya mirip seperti itu.
13:12Jadi kalau kita main catur, saya mau kalah ini, nakal saya kan?
13:15Udah diroboin aja.
13:16Jadi saya nggak jadi kalah.
13:17Dan nggak jadi menang juga.
13:19Ada kemungkinan Iran juga posisi yang bakal melunak nggak kira-kira dalam waktu dekat ini?
13:23Iran kan sebenarnya selama dia nggak diserang, dia akan selesaikan.
13:26Seperti itu aja dia.
13:27Selama nggak diserang, nggak diganggu, dia selesai.
13:28Tapi ketika dia diganggu, dia akan menggunakan senjata terberatnya itu, serat hormus.
13:33Jadi Iran posisinya, yaudah jemputnya nggak nyerang.
13:36Nggak menyerang dan nggak mengganggu dia.
13:40Kalau mengarah ke rencana ronde kedua dari perundingan antara AS dan Iran ini,
13:47Mas Sofwan, sejauh mana hubungannya, relasinya, ngeklik nggak tuh dengan upaya AS ini bakal membuka blokade itu untuk dunia bahkan?
13:58Ya, saya kira yang diinginkan Amerika segera adalah perang ini segera berakhir.
14:03Karena yang dilawan oleh Donald Trump ini waktu.
14:07Nah, dia November, nanti ada midterm election.
14:10Dan kalau perangnya berlanjut, harga-harga masih naik.
14:13Jadi popularitasnya turun, ada risiko republik akan kalah dan itu akan membahayakan posisi politik Amerika Serikat.
14:20Dan kosnya juga sudah sangat mahal.
14:23Jadi dia ingin keluar secepat-cepatnya.
14:25Jadi apakah kemudian akan kemudian ngeklik dengan rencana kesepakatan ini?
14:31Saya kira kalau kita lihat moodnya, Amerika Serikat mengirimkan sinyal akan segera keluar.
14:37Problemnya ini kan tinggal siapa yang kemudian lebih menyesuaikan dengan permintaan pihak yang lain.
14:44Dan kita harus ingat, ada spoiler, ada wild card di situ namanya Israel.
14:48Tapi ini kabar baik kemarin kan, tadi malam kita menyaksikan bahwa Israel dan Lebanon diumumkan oleh Donald Trump
14:56sudah menyepakati genjatan senjata sementara untuk kemudian bernegosiasi.
15:00Artinya apa? Ketika pengumuman Amerika Serikat dan Israel itu genjatan senjata,
15:05dan Amerika Serikat dan Iran itu genjatan senjata, Israel kan tidak menerima.
15:09Tadinya masih nyerang Lebanon kan?
15:11Kemudian Iran dan Pakistan insis bahwa Lebanon harus masuk di dalam kesepakatan ini.
15:17Bahwa kemudian Amerika Serikat itu meminta dan memaksa, to some extent,
15:22Lebanon dan Israel untuk bernegosiasi dengan ceasefire itu.
15:27Artinya Amerika Serikat ingin keluar, Amerika Serikat mengirimkan pesan kepada Iran,
15:32yuk ini gue sudah kasih kompromi nih sedikit nih, gue paksa sekutu gue si Israel ini untuk kemudian berhenti sebentar.
15:42Walaupun kemudian dari Tanyahu menyebut pasukannya tidak akan angkat kaki dari Lebanon?
15:47Betul, betul. Makanya ini sifatnya masih temporary.
15:50Ini kayak naruh kartu, tapi kartunya nggak semuanya dibuka gitu kan.
15:54Jadi ini akan sangat tergantung. Jadi semuanya itu sedang meletakkan kartu di meja
16:00untuk kemudian bernegosiasi di negosiasi di tahap 2.
16:06Semuanya membuatkan darwar, memberikan sinyal bahwa mereka siap konsesi tapi jangan dieksploitasi gitu ya.
16:13Nah ini masih akan sangat dinamis di dalam proyek negosiasi.
16:17Karena itu kedua belah pihak juga masih membuka opsi.
16:19Amerika Serikat asetnya belum ada yang ditarik dari Timur Tengah.
16:21Iran itu juga sudah siap untuk berperang.
16:24Dia tidak percaya bahwa Amerika Serikat akan berkomitmen.
16:27Israel juga masih naruh pasukan di Lebanon.
16:30Artinya ini kita berada di dalam sebuah persimpangan yang akan ditentukan oleh negosiasi dalam beberapa hari ke depan.
16:39Kalau kemudian winsetnya ketemu, titik komprominya ketemu, ini mungkin akan berakhir walaupun menurut saya ini mungkin juga akan sementara saja
16:49beberapa waktu gitu ya.
16:51Karena semuanya pasti masih memiliki kendala distrust ya.
16:56Mereka tidak mempercayai satu sama lain sehingga peluang konfliknya kemudian muncul lagi akan muncul.
17:04Tetapi setidaknya untuk fase ini, untuk episode ini ada keinginan dari Amerika Serikat yaitu aktor yang paling kuat secara militer
17:14untuk mengakhiri ini.
17:16Kita lihat perkembangan berikutnya.
17:19Oke, kalau menurut Anda Pak Stanis, Israel akan jadi ganjalan baru berikutnya ditambah lagi pernyataan tidak cuma memastikan pasukannya tetap
17:26berada di Lebanon tidak akan angkat kaki tapi malah mengancam akan memperluas serangan.
17:30Ya selama ini ganjalannya kan memang Israel kan.
17:32Dia akan terus menjadi ganjalan, jadi dia akan manuver-manuver terus.
17:35Jadi ini nampaknya perang mungkin akan jeda, tapi permusuhan akan terus terjadi.
17:42Tapi bukan berarti permusuhan harus dilakukan perang, perangnya jeda nanti.
17:46Perangnya jeda bisa jadi nanti muncul lagi, jeda lagi.
17:49Permusuhannya yang terus berlanjut, yaitu memang tabiatnya Israel dan Amerika.
17:53Anda juga sepakat Pak Sofan soal ini?
17:56Ya, saya kira karena problemnya struktural.
17:58Israel itu kan melihat bahwa keamanan ini tergantung pada dominasi militer.
18:03Selama Iran itu masih memiliki kapasitas untuk menjalinasi dominasi militer Israel, ya Israel pasti akan mencoba menyeret Amerika Serikat untuk
18:13berperan dengan Iran.
18:15Amerika Serikat sendiri juga kemudian punya kepentingan di kawasan yang kemudian membuat semua tantangan pada hegemonia di situ juga dianggap
18:26berbahaya.
18:27Jadi secara struktural ancamannya masih ada.
18:30Persepsi ancaman pasti masih bertahan.
18:32Apapun hasil dari negosiasi ini nanti.
18:35Baik, Pak Sofan terima kasih sudah bergabung lewat sambungan dalam jaringan.
18:39Pak Stanis terima kasih juga sudah datang ke studio kami.
18:41Saya selalu untuk Anda berdua. Selamat malam.
18:44Terima kasih, Pak Yan.
Komentar