Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Risiko dalam pekerjaan dapat terjadi kapan saja. Hal ini dialami keluarga Maanih yang kehilangan suami saat menjalankan tugas sebagai pengemudi truk sampah.

Namun, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi bentuk perlindungan bagi pekerja dan keluarganya.

Kepergian Abdul Kadir meninggalkan luka mendalam bagi istri dan dua anaknya. Selama ini, almarhum yang bekerja sebagai pegawai harian lepas di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan kepastian melalui manfaat jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi ahli waris.

Untuk memastikan bantuan diterima dengan baik, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, bersama Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar, meninjau langsung ke kediaman keluarga.

Baca Juga KPK Dalami Dugaan Pemerasan Bupati Tulungagung terhadap Kepala Sekolah hingga Camat di https://www.kompas.tv/nasional/663005/kpk-dalami-dugaan-pemerasan-bupati-tulungagung-terhadap-kepala-sekolah-hingga-camat

#bpjs #bpjamsostek #pekerja

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663024/bpjamsostek-hadir-lindungi-pekerja-santuni-keluarga-phl-yang-meninggal-saat-tugas
Transkrip
00:00Saudara, risiko dalam pekerjaan dapat terjadi kapan saja.
00:04Hal ini dialami keluarga Ma'anih yang kehilangan suami
00:07saat menjalankan tugas sebagai pengamuni truk sampah.
00:10Namun kehadiran BPJS Ketenaga Kerjaan
00:12menjadi bentuk perlindungan bagi pekerja dan keluarganya.
00:19Kepergian Abdul Qadir meninggalkan luka mendalam
00:22bagi istri dan dua anaknya.
00:24Selama ini, almarhum yang bekerja sebagai pegawai harian lepas
00:28di suku dinas lingkungan hidup Jakarta Selatan
00:31menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga.
00:34Di tengah kondisi tersebut, BPJS Ketenaga Kerjaan hadir
00:38memberikan kepastian melalui manfaat jaminan kecelakaan kerja
00:41dan jaminan kematian bagi ahli waris.
00:44Untuk memastikan bantuan diterima dengan baik,
00:47Direktur Utama BPJS Ketenaga Kerjaan, Saiful Hidayat,
00:50bersama Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar,
00:53meninjau langsung ke kediaman keluarga.
00:56Pertama, kehadiran saya ke rumah almarhum Pak Abdul Qadir ini adalah
01:02tentunya memastikan apakah benar manfaat yang diterima,
01:09itu benar-benar diterima oleh para ahli waris,
01:12yaitu manfaat untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
01:15Saya hadir untuk membuktikan juga bahwa BPJS Ketenaga Kerjaan ini
01:21bisa diakses lewat manapun, karena putra beliau, putra amahum,
01:26Mas Adam itu mengakses saya lewat DM Instagram.
01:29Hari ini kita saksikan,
01:31klaim benar-benar sudah diterima oleh alwi waris
01:35untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematiannya,
01:38dan total semuanya diterima tanpa ada biaya potongan apapun.
01:43Kami mencanangkan pelayanan klaim yang tidak perlu ada antrian
01:48dan tidak perlu ada kesulitan,
01:50termasuk bisa mengakses lewat jalur apapun,
01:53dan kita komitmenkan one stop service.
01:56Jadi silakan datang apakah lewat online,
01:58lewat ke kantor cabang kami,
02:00atau lewat aplikasi JMO.
02:02Bagi istri almarhum Abdul Qadir Ma'ani,
02:05santunan yang diterima menjadi penopang penting
02:08bagi kelangsungan hidup keluarga.
02:10Saya ucapkan juga banyak terima kasih kepada semua tim BPJS Ketenaga Kerjaan
02:15atas pelayanannya yang begitu cepat, ramah, dan transparan
02:21dalam sampai kepencairannya.
02:25Semoga uang tersebut bisa digunakan
02:29untuk kebutuhan saya selanjutnya sama anak-anak saya,
02:32terutama untuk anak saya yang sakit.
02:35Peristiwa ini diharap menjadi pengingat
02:37bahwa risiko kerja dapat terjadi kapan saja,
02:40sehingga perlindungan jaminan sosial ketenaga kerjaan pun
02:43menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap pekerja.
02:46Asri Gunawan, Bimu Wicaksana, Kompas TV, Jakarta.
Komentar

Dianjurkan