Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
BATU, KOMPAS.TV - Kabar bahagia hadir dari Secret Zoo Kota Batu.



Satwa bekantan ke-8 lahir pada 30 Januari 2026 lalu.



Primata endemik Indonesia yang berasal dari Kalimantan dan dikenal dengan ciri khas hidung besarnya ini nampak mungil dan menggemaskan serta enggan lepas dari sang induk.



Kehadiran bekantan ini menjadi bentuk keberhasikan program konservasi satwa berkelanjutan.



"Proses kelahiran cukup lancar, meminimalisir intervensi pada satwa karena tingkat stress cukup sulit. Perawatan khusus karena bekantan ini termasuk satwa di pesisir habitat alami cenderung kebih panas, suhu lingkungan butuh yang cukup panas. Area diberikan tempat berjemur, kandang diberi pemanas" Kata Hana Mitsuki, dokter hewan JTP 2, Selasa (14/04/2026).



Pengunjung pun ikut senang dengan kelahiran bekantan ini. Widuri dan keluarga diantaranya.



"Mengagumkan hewan dilindungi begitu ada kelahiran kita merasa bangga. Ada hewan yang terancam punah masih bisa dilestarikan, adik juga senang" Ujarnya.



Diharap dengan kelahiran satwa bekantan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/662862/kelahiran-bekantan-ke-8-di-secret-zoo-kota-batu
Transkrip
00:00Kelahiran satwa Bekantan ini merupakan kedelapan kalinya di Batu Secret Zoo dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.
00:08Primata endemik Indonesia yang berasal dari Kalimantan dan dikenal dengan ciri khas hidung besarnya ini,
00:14lahir pada 30 Januari lalu.
00:17Kini, Bekantan ini sudah berkumpul bersama ke sembilan Bekantan lainnya.
00:22Ia nampak mungil, mengemaskan, dan enggan lepas dari sang induk.
00:27Sesekali, ia nampak bermain sendiri, melompat-lompat, dan memakan daun bakau.
00:34Hingga saat ini, belum diketahui Bekantan ini betina atau jantan karena masih melekat pada sang induk.
00:42Kehadiran Bekantan ini menjadi bentuk keberhasilan program konservasi satwa berkelanjutan.
00:48Dengan ekosistem tinggal yang dibuat serupa dengan hutan Kalimantan.
00:53Mulai pepohonan, perairan, hingga pemberian tempat berjemur serta pemanas di dalam kandang.
01:01Proses kekhirannya cukup lancar.
01:05Untuk perawatan khususnya, kami hanya memberikan suportif seperti vitamin dan pangkat tambahan
01:10dan meminimalisir intervensi langsung terhadap satwa karena tingkat stres satwa ini cukup tinggi.
01:18Terus, kita juga untuk perawatan satwanya ini perlu perawatan khusus.
01:25Nah, itu karena Bekantan ini termasuk satwa yang berada di pesisir ya, di alhamdulillah tanaminya.
01:32Jadi, cenderung lebih panas.
01:33Jadi, kita membutuhkan lingkungan, suhu lingkungan yang cukup panas ya.
01:37Jadi, di area kita memberikan tempat yang untuk berjemur.
01:46Kemudian, untuk kandang tidurnya, kami juga memberikan pemanas.
01:52Pengunjung pun ikut senang dengan kelahiran Bekantan ini.
01:57Widuri dan keluarga di antaranya.
02:00Kehadiran Bekantan ini disambut suka cita sekaligus sebagai edukasi pentingnya menyayangi satwa pada sang anak.
02:06Tadi, cuma lihat sebentar yang untuk Bekantannya itu ya.
02:11Sangat menegumkan.
02:12Sebenarnya, hewan dilindungi, begitu ada kelahiran, kita merasa bangga.
02:18Ada hewan yang masih terancam punah, itu masih kita bisa lestarikan.
02:26Macam-macam satwa gitu sih, kebetulan ini hewan apa, ini hewan apa, ini bisa berjain, mana hewan-hewan itu sih.
02:32Dan lebih bisa belajar untuk menyayangi kelestarian dan apa itu, turut menjaga kelestarian budaya dan juga satwa yang ada di
02:45Indonesia.
02:47Diharap dengan kelahiran satwa Bekantan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia.
02:56Hildan Nusantara, Kompas TV Batu, Jawa Timur
Komentar

Dianjurkan