00:00Sementara itu, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence atau ISI Fauzia Cempaka menilai
00:06Amerika Serikat hanya memiliki sedikit opsi usai gagalnya negosiasi dengan Iran yang dimediasi Pakistan.
00:12Tekanan internasional dan dalam negeri membuat Presiden Trump memilih opsi blokade Selat Hormuz.
00:18Berikut cuplikan dialog di Kompas siang.
00:21Tentu kalau kita lihat memang ini akan semakin meluas ketika ceasefire ini gagal.
00:26Karena apa? Pertama tentu saja ancaman dari Donald Trump terkait dengan memblokade Selat Hormuz secara total.
00:35Sehingga nantinya tentu saja kita lihat bagaimana sejak 28 Februari salah satu negara yang tentu tidak terdampak cadangan minyaknya
00:44atau pergerakan minyaknya adalah Tiongkok.
00:46Dan ketika Hormuz ini diancam atau benar-benar dilakukan blokade secara total oleh Amerika Serikat
00:52maka tentu saja cadangan yang dimiliki Tiongkok atau penerimaan yang diterima oleh Tiongkok ini akan berkurang.
00:59Dan ini sudah ditanggapi juga oleh salah satu speaker atau salah satu perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok
01:08yang menanggapi statement dari Donald Trump yang menyatakan akan menutup total Selat Hormuz.
01:15Dan tentu kita lihat bagaimana aktivasi terhadap proksi-proksi atau resistansi yang ada selama ini dekat dengan Iran
01:26tentu juga akan semakin kuat.
01:29Terutama kita lihat beberapa di Hezbollah lalu setelah itu juga Huti yang memiliki kontrol terhadap Bab El-Mandeb.
01:37Nah ini tentu akan juga kembali aktif begitu ya mas ya.
01:40Dan juga kita lihat bagaimana asumsinya tentu saja tidak hanya terjadi seperti yang kita tahui
01:47memberikan dampak pada negara Iran, Israel dan Amerika Serikat atau negara Teluk
01:51tapi juga akan lebih luas dibanding sebelumnya mas.
01:56Kalau saya lihat mas kita mungkin beberapa pekan yang lalu sangat banyak diskusi terkait dengan invasi darat
02:01dan saat ini menurut saya memang bagi Trump salah satu cara untuk menunjukkan otot tadi
02:07tentu tidak dapat melakukan invasi darat.
02:10Yang dipilih adalah blokade laut misalnya.
02:12Nah ini tentu saja mempertimbangkan satu tentang anggaran.
02:15Begitu ya mas ya anggaran sampai saat ini tentu saja Kongres masih belum menyetujui dana tambahan
02:20yang diminta oleh Pat Hexed yaitu sekitar 200 bilion USD itu pertama.
02:25Yang kedua juga bagaimana dukungan atau approval masyarakat di Amerika Serikat sendiri
02:30terhadap Donald Trump maupun kebijakannya untuk menyerang Iran ini sudah sangat rendah begitu mas.
02:36Bahkan kita bisa lihat satu dari empat orang di Amerika Serikat tidak setuju
02:41satu dari empat orang ini hanya sedikit gitu ya yang menyetujui.
02:46Nah yang ketiga juga bagaimana anggaran yang sudah dihabiskan tanpa dukungan tambahan dari Kongres
02:53ini tentu menekan bagi Amerika Serikat begitu ya.
02:57Dan juga harga kita lihat kemarin sempat turun sejak adanya ceasefire turun di bawah 100 saat ini
03:03sudah perlahan-lahan naik kembali.
03:05Jadi ini tentu berbagai dari berbagai front ini tertekan begitu ya menekan Amerika Serikat
03:12dan kita lihat juga bagaimana statement yang disampaikan oleh Amerika Serikat
03:17adalah memang untuk sebenarnya membuka cara lain atau format lain dalam konteks negosiasi dengan Iran gitu ya.
03:26Dan kita lihat bagaimana sebenarnya saat ini pada akhirnya negara yang antara Iran maupun Amerika Serikat ini
03:33negara mana yang pertama kali akan menggagalkan atau menghentikan gencatan senjata dengan sebuah serangan
03:41ini yang akan tentu akan mengeskalasi konfliknya.
03:46Kabar usai jeda di Sapa Indonesia siang saudara sepasang suami istri Lansia akhirnya naik haji setelah 14.00.
Komentar