00:00Anda kembali di berita utama bersama saya, Sri Gunawan.
00:03Setelah hampir 21 jam negosiasi, Amerika Serikat dan Iran harus pulang dengan tangan kosong tanpa membawa kesepakatan untuk mengakhiri perang.
00:13Perundingan yang alot di Pakistan 10 April kemarin disinyalir karena syarat masing-masing pihak yang sulit disepakati.
00:21Keduanya bahkan saling tuding menjadi penyebab gagalnya perdamaian.
00:26Kegagalan mediasi ini tentu menimbulkan tanda tanya, akankah situasi timur tegah kembali memanas.
00:38Amerika Serikat menuding kesepakatan tak tercapai karena Iran menolak persyaratan yang diajukan Washington.
00:46Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance bilang, Amerika Serikat belum melihat komitmen Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir dalam jaga
00:55panjang.
00:56Amerika Serikat mengklaim penolakan Iran atas syarat yang diajukan Amerika Serikat justru bisa merugikan pihak Iran.
01:07Terima kasih telah menonton!
01:46Sementara itu, Iran belas menuding bahwa buntutnya kesepakatan damai karena Amerika Serikat mengajukan syarat yang berlebihan.
01:54Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Ismail Bagayi menilai,
01:59keberhasilan diplomasi bergantung pada Amerika Serikat untuk tak menuntut hal-hal yang dianggap tak realistis,
02:06seperti selat horbos, program nuklir dan isu lainnya.
02:34Jangan lupa berhasil mencapai ke atas paket,
02:38Pakistan sebagai mediator meminta Amerika Serikat dan Iran bisa menahan diri di sisa masa gencatan senjata.
02:46Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaqdar mengatakan,
02:51negaranya akan mencoba memfasilitasi dialog baru antara kedua negara dalam beberapa hari mendatang.
02:58Kedua Sisi mengembangkan, dengan kerempuan positif untuk mencapai kepercayaan dan kepercayaan untuk mencapai kepercayaan di selanjutnya.
03:07Kedua Sisi mengembangkan, dengan kerempuan dan dianggap,
03:11kesehatan berhormat yang dianggap ke atas paketan.
03:13Pakistanda sudah, dan akan mencapai kepercayaan,
03:17untuk mencapai kepercayaan dan dialog antara Islam dan Amerika Serikat di Iran,
03:22dan Amerika Serikat di Amerika dalam masa yang akan datang.
03:26Di meja perundingan Amerika Serikat membawa sejumlah poin negosiasi
03:31Yang paling utama adalah pelucutan total program nuklir dan penyerahan seluruh cadangan uranium
03:37Lalu mengizinkan pemeriksaan IAEA atau Badan Tenaga Atom Internasional tanpa batas
03:44Pelucutan rudal balistik yang bisa menjangkau keluar perbatasan Iran
03:49Serta menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok milisi di Tibur Tegah
03:55Sementara delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Iran Muhammad Bager Galibaf
04:01Mengajukan syarat penghentian serangan secara permanen di kawasan
04:05Pencairan aset Iran yang dibekukan serta ganti rugi korban perang
04:11Dan yang krusial adalah pengaturan lalu lintas Selat Hormuz di bawah kendali Iran dan Oman
04:20Melalui anggota parlemennya, Iran bahkan menegaskan persoalan di Hormuz tidak dapat diselesaikan melalui negosiasi
04:28Iran mengklaim selat Hormuz diakui sebagai jalur perairan milik Republik Islam Iran
04:34Iran menegaskan jalur laut yang vital bagi pasokan minyak dunia tersebut akan terus dikendalikan militer Iran dan badan keamanan lainnya
04:49Terima kasih telah menerima kasih telah menerima kasih telah menerima
05:26Sebelum perundingan dengan Iran berlangsung, Donald Trump sempat menyebut
05:30Yakin selat Hormuz akan dibuka dengan atau tanpa kerja sama Iran
05:36Meski Trump belum memberikan secara rinci langkah yang akan ditebu untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut
05:42Namun dia optimis, selat Hormuz akan kembali dibuka dalam waktu yang tidak terlalu lama
06:16Terima kasih telah menerima
06:25Soal selat Hormuz, Donald Trump bahkan menyebut telah mengerahkan kapal perang angkatan laut untuk membersihkan ranjau laut
06:33Komando Pusat Amerika Senkom mengklaim dua kapal perang yang merupakan kapal perusak berpeluru kendali
06:40Telah memulai operasi pembersihan ranjau yang dipasang Iran
06:44Namun, Iran tegas menolak klaim Washington soal kapal-kapal perang Amerika Serikat yang memasuki selat Hormuz
07:21Terima kasih telah menerima kasih telah menerima
07:23Meski Amerika Serikat dan Iran sepakat gencatan senjata dan keduanya aktif mengupayakan perundingan damai
07:30Sekutu Amerika Serikat, Israel justru mengambil langkah agresif menyerang proksi Iran di Lebanon
07:36Angkatan bersenjata Israel merilis rekaman operasi darat dan udara yang menargetkan Hezbollah di Lebanon Selatan
07:44Dalam operasi tersebut, Israel mengklaim menemukan gudang senjata dan berhasil menewaskan puluhan anggota Hezbollah
07:59Hezbollah juga membalas serangan Israel dengan meluncurkan roket yang menghantam area parkir dan merusak beberapa kendaraan di Safed Israel Utara
08:08Jumat waktu setempat
08:28Di tengah situasi saling serang, mencuat wacana Israel dan Lebanon akan bertemu di Amerika Serikat untuk bernegosiasi
08:34Pertemuan akan membahas gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat
08:41Hal itu direspons negatif oleh warga Beirut
08:45Mereka turun ke jalan memprotes rencana negosiasi Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam dengan Israel
09:20Negosiasi Perdana Menteri Israel dan Israel
09:22Dan Lebanon rencananya digelar selasa waktu setempat
09:24Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengglaim Lebanon menghubungi Israel bulan lalu untuk membahas perdamaian
10:02dan kami ingin menghasilkan kesepakatan, kedua pihak, baik Amerika Serikat maupun Iran, masih membuka peluang untuk dialog lanjutan.
10:19Dunia kini bertumpu pada komitmen kedua negara untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan.
10:25Bagaimanapun, diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan ini.
10:31Karena pada akhirnya perang tidak pernah benar-benar menyelesaikan apapun dan perdamaian mesti menjadi satu-satunya kemenangan yang layak diperjuangkan.
Komentar