00:00Oh, ternyata dia bukan peneliti, dia peneliti gadungan.
00:05Mereka itu pendegak kebenaran.
00:07Pret!
00:29Setelah kalian dapatkan itu, baru kalian jujur.
00:33Oh, ternyata dia bukan peneliti.
00:36Dia peneliti gadungan.
00:38Pantasan Google Scholar-nya nggak ada.
00:41Tidak ada satupun tulisannya yang dirujuk oleh tulisan lain.
00:45Tidak ada satupun bukunya yang dirujuk oleh buku lain.
00:50Ya udah.
00:52Kalian tinggalkan.
00:53Ngapain kalian, kalau kalian tidak punya political agenda, political motive,
00:58ya ngapain kalian berada satu kolam dengan peneliti gadungan?
01:02Pak Rosuryo ini, yang setiap hari dia men-generate hoax, tetapi menuduh orang lain hoax.
01:12Apa yang saya bilang hoax?
01:14Dimanalah di dalam bukunya ini, buku Jokowi's White Paper, 49 halaman,
01:20ya tulisannya dia ini, yang menunjukkan ada angka 99,9 persen pasu.
01:30Apakah kalian tidak baca buku 49 halaman tulisannya Pak Rosuryo ini?
01:36Tidak ada satupun nilai atau angka, nilai error, nilai apapun itu yang merujuk ke 99,9 persen pasu.
01:47Dimana?
01:48Di situ ditulis.
01:49Saya sudah baca ini tuntas.
01:51Dan metode apa?
01:52Tidak ada.
01:54Itulah hoax yang terus diglorifikasi oleh dia sendiri,
01:59di setiap dari TV ke TV, ke TV, ke TV, mengatakan 99,9 persen pasu.
02:06Apa metodenya?
02:08Coba sebutkan.
02:10Dimana itu ditulis?
02:11Halaman berapa?
02:12Tidak ada.
02:16Apalagi si pengacara Raja Ponten itu.
02:21Selalu mengglorifikasi hoax-hoaxnya Rosuryo ini.
02:2799,9 persen pasu.
02:29Mana coba tunjukkan?
02:31Dimana itu?
02:32Ada.
02:34Apakah Anda tidak baca 49 halaman tulisan Rosuryo?
02:37Dan kalau tidak ada motif untuk memperpanjang kasus ini
02:43demi konten, demi political gain 2029,
02:47harusnya kau baca itu.
02:49Tulisan Rosuryo itu.
02:51Tetapi Rosuryo ini,
02:54terlepas dia terlibat atau tidak dalam motif politik ini,
02:59ya memang dipakai untuk ini,
03:03memperpanjang kasus ini,
03:04mengglorifikasi, merepetisi,
03:07mengartikulasi tiap hari.
03:09Hoax.
03:1099,9 persen palsu.
03:13Dimana?
03:14Coba.
03:14Buktikan.
03:15Mereka itu pendegak kebenaran.
03:18Pret.
03:19Ya, tifa.
03:21Sudah saya ceritakan di video sebelumnya.
03:25Tertutup pengelolaan anggaran
03:27buku Jokowi Swat Paper.
03:29Seribu buku saja versi premium,
03:32sudah 350 juta keuntungannya.
03:34Kalau 3 ribu, 1 miliar.
03:35Kalau 10 ribu, berapa itu?
03:373,5 miliar dapat dia.
03:41Padahal porsi tulisan saya 70 persen atau 486 halaman.
03:46Dia tidak peduli.
03:49Saya saja bisa ditipu dia, apalagi kalian.
03:56Kalau 5 ribu, berapa itu?
03:58Kali 350 ribu untungnya.
04:01Modal 150 ribu versi premium.
04:04Dijual 500 ribu.
04:06Untungan 350 ribu.
04:10Anggap saja untuk reseller 50 ribu.
04:12300 ribu per buku.
04:15Kalau 1 ribu, 300 juta.
04:175 ribu, 1 setengah miliar.
04:22Tidak peduli dia hak orang lain.
04:26Begitu kalian moralitas semacam itu,
04:28kalian bilang pendegak kebenaran.
04:32Cuma duit segitu saja dia gelapkan.
04:38Jadi jangan keluarkan glorifikasi mereka-mereka ini seperti dewa.
04:44Adalah satu peneliti gadungan.
04:47Rosuryo.
04:49Adalah satu memanfaatkan beda buku Jokowi.
04:52Jokowi was Jokowi's white paper.
04:55Untuk hubungan-hubungan spesial mereka.
04:59Adalah satu.
05:00Harusnya
05:01Buku JWP itu dikelola terbuka.
05:06Tetapi dibakan semua.
05:08Dikelola secara tertutup.
05:10Seolah-olah itu tulisannya.
05:15Kecepatan informasi dan akurasi adalah komitmen kami.
05:20Satu langkah lebih dekat,
05:22satu langkah lebih terpercaya.
05:25Saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
05:30Saksikan Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar