00:06Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, seneng jalan-jalan ke luar negeri, ya kan?
00:11Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus kemana-mana.
00:20Presiden Prabowo Subianto kembali dijadwalkan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
00:25Kali ini, Prabowo akan berangkat ke Rusia, bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.
00:31Menjawab pertanyaan soal kunjungannya ke luar negeri, Prabowo bilang perjalanannya untuk kepentingan negara.
00:38Prabowo pun berujar, tidak mudah untuk berdiri sebagai seorang Presiden.
00:42Ia pun menegaskan perjalanan ke beberapa negara bertujuan untuk mengamankan minyak.
00:48Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus kemana-mana.
00:55Kita ke Jepang kemarin, ya.
00:58Kita ke Jepang, kita dapat.
01:01Ini saya berangkat lagi nih, aku mau berangkat lagi nih, ke sebuah negara.
01:09Pekan ini Presiden Prabowo dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
01:14Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono.
01:17Pertemuan antar dua kepala negara tersebut dijadwalkan untuk membahas minyak,
01:21termasuk berbagai isu regional dan global.
01:25Terangkatnya minggu ini?
01:26Dalam minggu ini?
01:27Itu terkait minyak itu, mas?
01:29Terkait minyak, mas?
01:30Terkait alternatif minyak itu, mas?
01:32Salah satu yang akan beliau bicarakan juga itu,
01:35karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya.
01:39Bagi bangsa Indonesia,
01:43beliau akan bertemu dengan Presiden Putin,
01:46dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia,
01:51dan juga yang pasti membahas tentang situasi energi.
01:55Saya kira itu saja.
01:56Di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran,
02:03Rusia membuka peluang untuk memasok minyak dan gas ke Indonesia.
02:06Negeri beruang merah menjadi salah satu negara penjual minyak dan gas
02:11di tengah ketidakpastian energi global menyusul pembatasan akses Selat Hormuz.
02:16Tim Liputan Kompas TV
02:23Saudara di tengah masa gencatan senjata,
02:26Selat Hormuz belum sepenuhnya terbuka.
02:29Pasokan energi dunia masih dikhawatirkan banyak negara.
02:32Di tengah ketegangan global ini,
02:34Presiden Prabowo Subianto akan bertolak ke Rusia
02:36untuk bertemu Presiden Vladimir Putin dan membahas soal energi.
02:41Apakah Moskwa menjadi kunci untuk mendapat pasokan minyak di tanah air?
02:46Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,
02:50Prof. Hikmah Anto Juwana.
02:51Selamat sore, Prof. Hikmah.
02:53Kalau memang dikabarkan dalam waktu dekat,
02:56Presiden Prabowo Subianto akan langsung bertolak ke Rusia.
03:00Bertemu langsung dengan Presiden Putin untuk membahas energi.
03:03Apakah ini artinya Rusia menjadi alternatif pasokan energi yang tepat bagi Indonesia, Prof?
03:10Ya, bisa jadi seperti itu.
03:13Hanya saja masalah.
03:21Prof. Hikmah, mohon maaf audionya sepertinya kurang jelas, Prof.
03:28Sekarang bagaimana? Halo, halo.
03:30Ya, silakan Prof.
03:32Ya, jadi yang ingin saya sampaikan barusan tadi adalah
03:37kalau sekarang ini sebenarnya kuncinya sebenarnya bukan di Rusia,
03:41tetapi di negara-negara Eropa.
03:42karena sejak lama dari pihak Rusia sudah mau menjual minyaknya ke Indonesia.
03:49Hanya saja negara-negara Eropa ini kan banyak yang mengembargo,
03:53termasuk dulu itu Amerika Serikat.
03:55Karena alasannya minyak Rusia itu dijual
04:00untuk di negara-negara Eropa dan di negara-negara Eropa dan di negara-negara Eropa.
04:06Ya, audionya kembali tidak jelas, Prof. Hikmah.
04:13Sekarang?
04:14Ya, silakan.
04:16Ya, jadi kalau kita ingat beberapa tahun yang lalu
04:19dari pihak Rusia itu kan sudah pernah menjual ke Pertamina.
04:24Tetapi kemudian kapal kita ini dicegat oleh kapal-kapal dari Eropa
04:29dengan alasan bahwa kita ini tidak bermoral
04:32karena kita membeli dari Rusia yang pada saat itu
04:36dan sekarang sampai sekarang itu Rusia menyerang Ukraina begitu.
04:41Nah, ini jadi permasalahannya itu sebenarnya bukan di Rusia.
04:44Kalau di Rusia, memang saat ini adalah waktu yang tepat
05:02untuk katakanlah dari pihak Indonesia membeli minyak dari Rusia.
05:09Seperti itu.
05:10Nah, saat ini kan hormus belum sepenuhnya terbuka.
05:13Bahkan dua tanker milik Pertamina juga masih tertahan.
05:16Sebenarnya seberapa kritis cadangan minyak nasional kita
05:18dan peluang Indonesia untuk mendapatkan pasokan dari Rusia ini
05:23memiliki arti seperti apa ketika Anda menyebutkan bahwa
05:26sebenarnya Rusia dari dulu juga sudah menawarkan dan tidak ada masalah?
05:41Prof. Fikmah, mohon maaf audionya tidak jelas Prof.
05:46Bagaimana kalau sekarang suara saya terdengar?
05:48Ya.
05:50Jadi kalau kita bicara minyak, minyak itu kita harus bedakan antara crude oil
05:54yang masih harus di-refine dengan yang sudah di-refine.
05:59Indonesia kita menghasilkan yang crude oil
06:02tetapi kita juga melakukan penyulingan minyak juga di Indonesia
06:06cuman kapasitasnya sangat terbatas.
06:08Nah, oleh karena itu yang sekarang kita butuhkan adalah
06:12selain crude oil itu yang biasanya dari negara teluk
06:15yang sekarang ditutup selanjutnya.
06:20Nah, kalau dari Rusia ini artinya
06:26apakah kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia ini
06:29benar-benar murni urusan energi?
06:31Kalau begitu Prof.
06:33atau sebenarnya Indonesia sedang bergeser poros nih?
06:37Nah, kalau saya melihat
06:38tadi Pak Menlu mengatakan bahwa selain masalah energi
06:42kita juga mungkin akan bicara mengenai masalah geopolitik.
06:45Jadi mungkin Presiden akan bertemu dengan Presiden Putin
06:49dan membicarakan tentang apa yang kita bisa lakukan
06:54untuk Selat Hormuz ini
06:57dan juga perang yang sekarang ini terjadi di Timur Tengah ya.
07:03karena Amerika menyerang kita.
07:05Jadi artinya pertemuan tidak hanya membahas soal
07:09bagaimana Rusia bisa menyediakan pasokan
07:12untuk Indonesia ya Prof ya
07:14tapi lebih secara global dan
07:17kedepannya perang di Timur Tengah.
07:19Seperti itu Prof.
07:21Betul sekali, betul sekali.
07:23Hanya saja tadi Pak Menlu kan tidak
07:24tidak membahasnya
07:26karena apa?
07:27Karena memang
07:28sekarang mungkin ini merupakan
07:31pembicaraan yang tertutup
07:33mungkin ada move-move yang akan dilakukan
07:37mengingat kita tahu bahwa
07:39saat sekarang ini
07:40negosiasi yang sedang dilakukan
07:43antara Amerika Serikat dan Iran
07:45belum mencapai hasil
07:47tapi masih ada waktu
07:49nah mudah-mudahan disitu juga akan
07:51Oke, Prof. Fikma
07:54ini kan kalau dilihat
07:55kondisi saat ini
07:56setelah gencatan senjata
07:57selama dua pekan
07:58Selat Hormuz yang ditutup Iran
08:02dua kapal tanker Indonesia
08:04milik Pertamina
08:05belum boleh
08:07dipersilakan untuk melintas
08:08mengapa seakan-akan
08:10diplomasi kita saat ini
08:11lebih ke Rusia
08:12dibandingkan
08:14lobi langsung ke Teheran
08:15untuk membebaskan
08:16ataupun mempersilahkan
08:17tanker kita?
08:20Kalau soal tanker ini
08:22sebenarnya kita sudah dapat
08:24lampu hijau dari
08:25pemerintah Iran ya
08:26tetapi dugaan saya
08:29ada masalah teknis
08:30yang belum bisa diselesaikan
08:31tadi Menteri
08:33sorry, Duta Besar Iran
08:35untuk Indonesia
08:35sudah juga menyampaikan
08:37bahwa
08:48ya Prof, suaranya kurang jelas
08:53mohon maaf
08:54mudah-mudahan sekarang jelas
08:56jadi masalah yang
08:58menjadi hambatan adalah
09:00protokol
09:01protokol yang harus diikuti
09:02oleh Indonesia
09:04berkaitan dengan
09:07bisa keluarnya
09:09kapal Indonesia
09:11dari Selat Hormuz
09:12tapi Indonesia sudah
09:13dapat lampu hijau
09:13dari pemerintah Iran
09:15bahkan pemerintah Iran
09:16mengatakan
09:17bahwa Indonesia
09:18adalah sahabat Iran
09:19yang tidak kemudian
09:21dihalangi
09:21untuk keluar dari
09:23Selat Hormuz
09:23seperti ini
09:24Menurut prediksi Anda
09:26apa sekiranya
09:27diplomasi yang akan
09:28disampaikan
09:29Presiden Prabowo Subianto
09:30kepada Presiden Trump
09:31mohon maaf
09:32Presiden Putin
09:37ya Prof
09:39di samping pembicaraan
09:39tentang
09:40ya ada tiga hal
09:41di samping pembicaraan
09:42tentang minyak
09:44tiga hal itu adalah
09:45pertama
09:46apa yang bisa dilakukan
09:47oleh Indonesia
09:48dan Rusia
09:49dalam konteks
09:51perang di Iran
09:52saya mengusulkan
09:53bahwa Presiden
09:54akan menyampaikan
09:56kita membangun
09:57aliansi penjamin
09:58karena kemarin
09:59Iran juga
10:00mengatakan bahwa
10:01ketika mereka
10:02bernegosiasi
10:03itu ada
10:03distrust
10:05ketidakpercayaan
10:06dari mereka
10:08bahwa Amerika Serikat
10:09tidak serius
10:10dan akan mengkhianati
10:11proses perdamaian ini
10:12baik
10:13terima kasih
Komentar