Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pekan ini Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri, Sugiono. Pertemuan antar dua kepala negara tersebut dijadwalkan untuk membahas minyak, termasuk berbagai isu regional dan global.

Di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Rusia membuka peluang untuk memasok minyak dan gas ke Indonesia.

Negeri Beruang Merah menjadi salah satu negara penjual minyak dan gas di tengah ketidakpastian energi global menyusul pembatasan akses Selat Hormuz.

Di tengah masa gencatan senjata, Selat Hormuz belum sepenuhnya terbuka. Pasokan energi dunia masih dikhawatirkan banyak negara. Di tengah ketegangan global ini, Presiden Prabowo Subianto akan bertolak ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin dan membahas soal energi.

Apakah Moskwa menjadi kunci untuk mendapat pasokan minyak di Tanah Air? Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Blak-blakan! PM Israel Netanyahu Ungkap Alasan Serang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/662492/blak-blakan-pm-israel-netanyahu-ungkap-alasan-serang-iran

#iran #as #minyakdunia #rusia #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662495/full-prof-hikmahanto-soal-iran-tutup-selat-hormuz-indonesia-beli-minyak-ke-rusia
Transkrip
00:06Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, seneng jalan-jalan ke luar negeri, ya kan?
00:11Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus kemana-mana.
00:20Presiden Prabowo Subianto kembali dijadwalkan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
00:25Kali ini, Prabowo akan berangkat ke Rusia, bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.
00:31Menjawab pertanyaan soal kunjungannya ke luar negeri, Prabowo bilang perjalanannya untuk kepentingan negara.
00:38Prabowo pun berujar, tidak mudah untuk berdiri sebagai seorang Presiden.
00:42Ia pun menegaskan perjalanan ke beberapa negara bertujuan untuk mengamankan minyak.
00:48Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus kemana-mana.
00:55Kita ke Jepang kemarin, ya.
00:58Kita ke Jepang, kita dapat.
01:01Ini saya berangkat lagi nih, aku mau berangkat lagi nih, ke sebuah negara.
01:09Pekan ini Presiden Prabowo dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
01:14Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono.
01:17Pertemuan antar dua kepala negara tersebut dijadwalkan untuk membahas minyak,
01:21termasuk berbagai isu regional dan global.
01:25Terangkatnya minggu ini?
01:26Dalam minggu ini?
01:27Itu terkait minyak itu, mas?
01:29Terkait minyak, mas?
01:30Terkait alternatif minyak itu, mas?
01:32Salah satu yang akan beliau bicarakan juga itu,
01:35karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya.
01:39Bagi bangsa Indonesia,
01:43beliau akan bertemu dengan Presiden Putin,
01:46dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia,
01:51dan juga yang pasti membahas tentang situasi energi.
01:55Saya kira itu saja.
01:56Di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran,
02:03Rusia membuka peluang untuk memasok minyak dan gas ke Indonesia.
02:06Negeri beruang merah menjadi salah satu negara penjual minyak dan gas
02:11di tengah ketidakpastian energi global menyusul pembatasan akses Selat Hormuz.
02:16Tim Liputan Kompas TV
02:23Saudara di tengah masa gencatan senjata,
02:26Selat Hormuz belum sepenuhnya terbuka.
02:29Pasokan energi dunia masih dikhawatirkan banyak negara.
02:32Di tengah ketegangan global ini,
02:34Presiden Prabowo Subianto akan bertolak ke Rusia
02:36untuk bertemu Presiden Vladimir Putin dan membahas soal energi.
02:41Apakah Moskwa menjadi kunci untuk mendapat pasokan minyak di tanah air?
02:46Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,
02:50Prof. Hikmah Anto Juwana.
02:51Selamat sore, Prof. Hikmah.
02:53Kalau memang dikabarkan dalam waktu dekat,
02:56Presiden Prabowo Subianto akan langsung bertolak ke Rusia.
03:00Bertemu langsung dengan Presiden Putin untuk membahas energi.
03:03Apakah ini artinya Rusia menjadi alternatif pasokan energi yang tepat bagi Indonesia, Prof?
03:10Ya, bisa jadi seperti itu.
03:13Hanya saja masalah.
03:21Prof. Hikmah, mohon maaf audionya sepertinya kurang jelas, Prof.
03:28Sekarang bagaimana? Halo, halo.
03:30Ya, silakan Prof.
03:32Ya, jadi yang ingin saya sampaikan barusan tadi adalah
03:37kalau sekarang ini sebenarnya kuncinya sebenarnya bukan di Rusia,
03:41tetapi di negara-negara Eropa.
03:42karena sejak lama dari pihak Rusia sudah mau menjual minyaknya ke Indonesia.
03:49Hanya saja negara-negara Eropa ini kan banyak yang mengembargo,
03:53termasuk dulu itu Amerika Serikat.
03:55Karena alasannya minyak Rusia itu dijual
04:00untuk di negara-negara Eropa dan di negara-negara Eropa dan di negara-negara Eropa.
04:06Ya, audionya kembali tidak jelas, Prof. Hikmah.
04:13Sekarang?
04:14Ya, silakan.
04:16Ya, jadi kalau kita ingat beberapa tahun yang lalu
04:19dari pihak Rusia itu kan sudah pernah menjual ke Pertamina.
04:24Tetapi kemudian kapal kita ini dicegat oleh kapal-kapal dari Eropa
04:29dengan alasan bahwa kita ini tidak bermoral
04:32karena kita membeli dari Rusia yang pada saat itu
04:36dan sekarang sampai sekarang itu Rusia menyerang Ukraina begitu.
04:41Nah, ini jadi permasalahannya itu sebenarnya bukan di Rusia.
04:44Kalau di Rusia, memang saat ini adalah waktu yang tepat
05:02untuk katakanlah dari pihak Indonesia membeli minyak dari Rusia.
05:09Seperti itu.
05:10Nah, saat ini kan hormus belum sepenuhnya terbuka.
05:13Bahkan dua tanker milik Pertamina juga masih tertahan.
05:16Sebenarnya seberapa kritis cadangan minyak nasional kita
05:18dan peluang Indonesia untuk mendapatkan pasokan dari Rusia ini
05:23memiliki arti seperti apa ketika Anda menyebutkan bahwa
05:26sebenarnya Rusia dari dulu juga sudah menawarkan dan tidak ada masalah?
05:41Prof. Fikmah, mohon maaf audionya tidak jelas Prof.
05:46Bagaimana kalau sekarang suara saya terdengar?
05:48Ya.
05:50Jadi kalau kita bicara minyak, minyak itu kita harus bedakan antara crude oil
05:54yang masih harus di-refine dengan yang sudah di-refine.
05:59Indonesia kita menghasilkan yang crude oil
06:02tetapi kita juga melakukan penyulingan minyak juga di Indonesia
06:06cuman kapasitasnya sangat terbatas.
06:08Nah, oleh karena itu yang sekarang kita butuhkan adalah
06:12selain crude oil itu yang biasanya dari negara teluk
06:15yang sekarang ditutup selanjutnya.
06:20Nah, kalau dari Rusia ini artinya
06:26apakah kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia ini
06:29benar-benar murni urusan energi?
06:31Kalau begitu Prof.
06:33atau sebenarnya Indonesia sedang bergeser poros nih?
06:37Nah, kalau saya melihat
06:38tadi Pak Menlu mengatakan bahwa selain masalah energi
06:42kita juga mungkin akan bicara mengenai masalah geopolitik.
06:45Jadi mungkin Presiden akan bertemu dengan Presiden Putin
06:49dan membicarakan tentang apa yang kita bisa lakukan
06:54untuk Selat Hormuz ini
06:57dan juga perang yang sekarang ini terjadi di Timur Tengah ya.
07:03karena Amerika menyerang kita.
07:05Jadi artinya pertemuan tidak hanya membahas soal
07:09bagaimana Rusia bisa menyediakan pasokan
07:12untuk Indonesia ya Prof ya
07:14tapi lebih secara global dan
07:17kedepannya perang di Timur Tengah.
07:19Seperti itu Prof.
07:21Betul sekali, betul sekali.
07:23Hanya saja tadi Pak Menlu kan tidak
07:24tidak membahasnya
07:26karena apa?
07:27Karena memang
07:28sekarang mungkin ini merupakan
07:31pembicaraan yang tertutup
07:33mungkin ada move-move yang akan dilakukan
07:37mengingat kita tahu bahwa
07:39saat sekarang ini
07:40negosiasi yang sedang dilakukan
07:43antara Amerika Serikat dan Iran
07:45belum mencapai hasil
07:47tapi masih ada waktu
07:49nah mudah-mudahan disitu juga akan
07:51Oke, Prof. Fikma
07:54ini kan kalau dilihat
07:55kondisi saat ini
07:56setelah gencatan senjata
07:57selama dua pekan
07:58Selat Hormuz yang ditutup Iran
08:02dua kapal tanker Indonesia
08:04milik Pertamina
08:05belum boleh
08:07dipersilakan untuk melintas
08:08mengapa seakan-akan
08:10diplomasi kita saat ini
08:11lebih ke Rusia
08:12dibandingkan
08:14lobi langsung ke Teheran
08:15untuk membebaskan
08:16ataupun mempersilahkan
08:17tanker kita?
08:20Kalau soal tanker ini
08:22sebenarnya kita sudah dapat
08:24lampu hijau dari
08:25pemerintah Iran ya
08:26tetapi dugaan saya
08:29ada masalah teknis
08:30yang belum bisa diselesaikan
08:31tadi Menteri
08:33sorry, Duta Besar Iran
08:35untuk Indonesia
08:35sudah juga menyampaikan
08:37bahwa
08:48ya Prof, suaranya kurang jelas
08:53mohon maaf
08:54mudah-mudahan sekarang jelas
08:56jadi masalah yang
08:58menjadi hambatan adalah
09:00protokol
09:01protokol yang harus diikuti
09:02oleh Indonesia
09:04berkaitan dengan
09:07bisa keluarnya
09:09kapal Indonesia
09:11dari Selat Hormuz
09:12tapi Indonesia sudah
09:13dapat lampu hijau
09:13dari pemerintah Iran
09:15bahkan pemerintah Iran
09:16mengatakan
09:17bahwa Indonesia
09:18adalah sahabat Iran
09:19yang tidak kemudian
09:21dihalangi
09:21untuk keluar dari
09:23Selat Hormuz
09:23seperti ini
09:24Menurut prediksi Anda
09:26apa sekiranya
09:27diplomasi yang akan
09:28disampaikan
09:29Presiden Prabowo Subianto
09:30kepada Presiden Trump
09:31mohon maaf
09:32Presiden Putin
09:37ya Prof
09:39di samping pembicaraan
09:39tentang
09:40ya ada tiga hal
09:41di samping pembicaraan
09:42tentang minyak
09:44tiga hal itu adalah
09:45pertama
09:46apa yang bisa dilakukan
09:47oleh Indonesia
09:48dan Rusia
09:49dalam konteks
09:51perang di Iran
09:52saya mengusulkan
09:53bahwa Presiden
09:54akan menyampaikan
09:56kita membangun
09:57aliansi penjamin
09:58karena kemarin
09:59Iran juga
10:00mengatakan bahwa
10:01ketika mereka
10:02bernegosiasi
10:03itu ada
10:03distrust
10:05ketidakpercayaan
10:06dari mereka
10:08bahwa Amerika Serikat
10:09tidak serius
10:10dan akan mengkhianati
10:11proses perdamaian ini
10:12baik
10:13terima kasih
Komentar

Dianjurkan