00:00Kalau kilas kembali ke kilas balik gitu, Mbak Nori gitu, Mbak Nori nggak pengen yang merasa Nori Trisutrisno?
00:10Tadi Mama nggak menyampaikan.
00:13Satu yang sampai hari ini saya syukuri, saya dilahirkan dari ibu dan bapak.
00:19Tapi dari kecil sudah dibilang, diingatkan selalu, mungkin tadi kalau disampaikan saudara-saudara,
00:26ya kita begini, ya memang begini, nggak perlu kayaknya kalau sekarang, malu Mbak malah.
00:33Malu kalau pakai Trisutrisno terus kita berbuat salah.
00:37Jadi bukan berarti maunya mau seenaknya dengan nggak pakai nama papa, bukan.
00:41Tapi justru itu papa selalu ngingetin.
00:44Kamu hidup itu gampang kok, simple.
00:47Kalau kamu nggak mau terlibat dengan masalah hukum, ya jangan melanggar.
00:53Kalau kamu nggak mau dimusin orang, ya jangan nyakitin orang.
00:56Jangan ngambil hak orang.
00:57Jadi kalau kamu sudah itu kamu lakukan, kamu jalankan, apa yang mesti kamu takut di dalam hidup?
01:04Jadi buat saya memakai nama Trisutrisno itu justru sesuatu yang beban moralnya luar biasa besar.
01:11Kalau saya bersikis.
01:12Harus pertanggung jawabkan.
01:14Padahal papa bilang boleh, Mbak.
01:16Harus pertanggung jawabkan.
01:18Harus pertanggung jawabkan.
01:19Padahal papa bilang boleh.
01:21Artinya itu hak kamu loh, kamu boleh pakai.
01:23Jadi kita tidak dilarang.
01:26Cuma kita nyakitin sendiri.
01:27Jadi tanpa embel-embel di belakang aja.
01:29Kan tadi sudah sampaikan, Mbak.
01:31Benar aja, jelas aja.
01:33Salah kok begitu gitu.
01:35Itu udah tanpa nama belakang tuh.
01:37Apalagi kalau kita taruh di belakang.
01:38Terus aku suka nyoba-nyoba sih, Mbak.
01:40Aku suka jahil ya.
01:42Sebagai perempuan gitu.
01:44Kan kalau di Indonesia itu, as a culture, perempuan Indonesia itu kan part of something.
01:51Dulu waktu saya kecil saya ngerasa, ini kok saya diajarin itu kayak contradictory gitu.
01:58Di rumah kita diajarin untuk berdikari, berdiri di kaki sendiri.
02:01Kamu punya identitas sendiri, kamu tuh siapa.
02:03Makanya kita bertuju tuh identitasnya memang beda-beda, karir beda-beda, semua minatnya beda-beda.
02:07Dan papa mama approach-nya juga ke kita beda-beda.
02:10Jadi emang very individually appreciated gitu ibaratnya gitu.
02:16Tapi sementara di lingkungan masyarakat, saya gitu dan kakak-kakak yang cewek,
02:22ini kita kalau bergaul sih petiga gitu.
02:23Kita tuh selalu yang dilihat duluan tuh anaknya siapa.
02:27Nanti yang istrinya siapa.
02:31Adiknya siapa.
02:32Kakak saya tuh gaul semua, Mbak.
02:33Jadi kalau saya keluar tuh, oh ketemu baru-baru sih lah.
02:37Ah, adiknya Firman gitu.
02:38Gitu kan, gitu kan gitu.
02:40Yo adiknya Cepi, adiknya ini gitu.
02:42Kapan sih gitu saya dilihat sama, sebagai saya sendiri gitu.
02:45Ada cowok naksir gitu.
02:47Wah ininya dulu, ininya dulu, ininya dulu gitu.
02:49Tapi belakangan ya, setelah saya gede, saya jadi tahu gitu bahwa orang tua saya itu nyiapin kita untuk jadi individu.
02:57Itu untuk supaya kita siap jadi bagian si masyarakat ini.
03:02Karena kalau kita ga siap sebagai individu, kita ga bisa jadi bagian masyarakat yang bisa kontribusi aktif.
03:09You cannot give what you don't have.
03:11Jadi kalau kita ga punya jati diri, kita tuh jadinya ngikut terus gitu.
03:16Bener kan gitu.
03:17Karena kan apa-apa nilainya adalah kamu harus kontribusi.
03:19Ya kalau kita jadi pengikut, you're along for the right aja gitu.
03:24Karena kenapa aku nanya ini?
03:26Karena kan pasti Mbak Cepi, Mbak Nori, Lia, kan masa tumbuhnya remaja, SMA, kuliah, itu kan Bapak bener-bener lagi
03:37in power kan.
03:40Itu kan kalau mau belagu kan enak banget ya.
03:43Ya itu yang tadi saya bilang, saya kadang-kadang nyoba, saya pengen tahu gitu ya.
03:47Sepowerful apa sih nama Trisno-Trisno gitu ya.
03:49Saya pernah nih ada trendy like restaurant whatever gitu.
03:52Di Jakarta gitu kan, saya nelpon minta reservasi atas nama Natalia tujuh orang gitu.
03:59Gak ada, gak bisa.
04:00Saya telpon berapa menit kemudian, saya telpon lagi dengan suara agak lebih softan gitu kan.
04:04Di Bibo Bawau, Bibo Bawau kan.
04:06Terus saya minta tolong, ECE-ECE-nya saya sekretarisnya.
04:11Ibu Lia Trisno-Trisno langsung dapet berapa orang, Bu.
04:14Ternyata emang laku gitu.
04:16Jadi saya suka bercanda gitu.
04:20Jadi Lia Trisno-Trisno itu kayak nama panggung gitu.
04:23Kalau saya bilang nama Natalia Dresari gak ada yang tahu gitu.
04:26Lia Trisno-Trisno tahu gitu.
04:27Nah makanya kenapa gak digunain aja?
04:29Gak usah, ngapain juga.
04:30Ada cerita, tadi mau kita cerita.
04:32Jadi moral ceritanya lu dalam sekali ya.
04:34Jadi boleh pakai Trisno-Trisno.
04:37Tapi yang paling penting dari menjadi anak Trisno-Trisno itu adalah bagaimana melakoni hidup.
04:44Itu sebenarnya pesan moralnya ya, Bu.
04:46Jadi jangan sekedar disandangkan di nama, tapi kemudian you're a loser.
04:52Cuman bisanya kronisnya.
04:55Ternyata.
04:56Ternyata.
04:57Ternyata.
04:58Ternyata.
Komentar