Skip to playerSkip to main content
K-OnLoc – IDenesian, Sabtu, 4 April 2026, Gubernur Sulawesi Selatan bersama Wali Kota Makassar, Bupati Gowa dan Bupati Maros resmi menandatangani perjanjian kerja sama untuk menjadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang menjadi Tempat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).
Lantas apa dampak langsung proyek tersebut bagi lingkungan serta bagi warga di sekitar lokasi TPA Antang, berikut kami hadirkan liputannya untuk Anda.

#keidenesia #keidenesiatv @KeidenesiaTV #K-onloc #WalhiSulsel #Lingkungan #IsuLingkungan #Makassar #BeritaSulsel

Category

🗞
News
Transcript
00:04In the nation, Sabtu 4 April 2026 lalu, Gubernur Sulawesi Selatan bersama dengan Wali Kota Makassar, Bupati Goa dan Bupati
00:12Maros,
00:13melaksanakan peranda tanganan kerjasama untuk menjadikan TPA Tamang Apatang menjadi pengelolaan sampah, menjadi energi atau pembangkit listrik tenaga sampah.
00:22Lantas, apa dampak besar dari proyek tersebut bagi lingkungan dan masyarakat yang bermukim dari sekitar TPA Antang?
00:30Berikut kami hadirkan, liputannya untuk Anda.
00:33Tempat pembuangan akhir Tamang Apatang yang selama ini menjadi titik akhir pembuangan sampah di Kota Daeng,
00:39akan disulap menjadi tempat pengelolaan sampah menjadi energi listrik alias PSEL.
00:45Produksi sampah di Kota Makassar saat ini yang mencapai sekitar 800 ton per hari,
00:50nantinya akan mendapat tambahan pasokan dari Kabupaten Goa sekitar 150 ton per hari,
00:56dan Kabupaten Maros sekitar 50 ton per hari.
01:00Fasilitas PSEL ini pun diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1000 ton sampah per hari,
01:06dan menghasilkan energi listrik sebesar 20 hingga 25 megawatt.
01:11Sementara itu, beberapa kalangan kini mulai mengkhawatirkan tentang adanya kemungkinan kawasan TPA Antang
01:16yang nantinya akan berubah menjadi kawasan industri yang mencemari lingkungan.
01:21Dan untuk menjawab kekhawatiran tersebut,
01:24serta untuk mengetahui lebih banyak tentang apa dampak langsung proyek tersebut,
01:28bagi lingkungan serta masyarakat sekitar lokasi TPA Antang,
01:32telah hadir bersama kami, Nurul Faddi Gafar,
01:35selaku Kepala Divisi dari Transisi Energi Walhislawesi Selatan.
01:38Bagaimana Anda melihat proyek PSEL di TPA Antang? Apakah hal ini efektif?
01:44Kami dari Walhissel sudah memberikan pandangan kami sejak dulu, sejak perencanaan.
01:50Kalau PLTSA atau PSL ini sebenarnya bukan solusi bijak untuk masalah sekarang.
01:54Apa dampak langsung proyek PSEL di TPA Antang ini nantinya,
01:58terutama bagi lingkungan serta bagi warga sekitar lokasi TPA?
02:02Jadi, dampak lingkungan dari PSL ini ada beberapa kategori kalau kami Walhissel memandang.
02:08Yang paling sering itu masalah pencapanan udara mengenai polutan PM 2,5,
02:14di mana itu berpotensi menyebabkan penyakit ispa.
02:18Dengan adanya proyek PSEL di Antang, apakah sudah bisa jadi solusi penanganan sampah khususnya di Kota Makassar?
02:24Penanganan sampah organik dan plastik itu berbeda.
02:27Jadi, apakah efektif atau tidak? Ya jelas tidak efektif,
02:30karena sampah di Makassar itu hanya 12% sampah plastik.
02:34Dan yang efektif dibakar itu adalah sampah kering, atau sampah plastik yang kering.
02:39Ketika itu bercampur sampah basah, tentu sangat tidak efektif dalam proses pembakaran.
02:44Tetap saksikan ke Denisa.TV untuk liputan key on lock lainnya.
02:47Saya, saya Kiki Gasali bersama dengan Kameramen Hardian Siaputra melaporkan.
02:51Sampai jumpa.
02:53Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended