Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kembali menegaskan bahwa bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan meskipun terjadi konflik di Timur Tengah. Namun, harga tiket pesawat dipastikan akan mengalami kenaikan karena menggunakan bahan bakar avtur.

Airlangga menyampaikan bahwa harga tiket pesawat akan mengalami penyesuaian sebesar 9 hingga 13 persen.

Kebijakan ini diambil mengingat avtur merupakan bahan bakar non-subsidi, di mana kontribusinya mencapai sekitar 40 persen terhadap biaya operasional maskapai penerbangan.

Sementara itu, pemerintah menjamin tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga Desember tahun ini. Adapun untuk BBM non-subsidi, pemerintah masih melakukan pengkajian lebih lanjut terkait kemungkinan penyesuaian harga.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, turut memuji pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang hingga saat ini tidak menaikkan harga BBM, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan akibat konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Jokowi menyebut bahwa menjaga stabilitas harga BBM di tengah situasi global saat ini bukanlah hal yang mudah, mengingat banyak negara lain telah menaikkan harga BBM. Ia menilai langkah tersebut sebagai keputusan berani dari Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Jokowi berharap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap mampu menahan dampak kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus bergejolak.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Iran Rilis Video Serangan ke Pabrik Petrokimia, Israel Belum Beri Tanggapan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/661253/iran-rilis-video-serangan-ke-pabrik-petrokimia-israel-belum-beri-tanggapan-sapa-malam

#bbm #pesawat #perang #tiketpesawat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661255/harga-tiket-pesawat-diprediksi-naik-hingga-13-persen-imbas-perang-iran-kompas-petang
Transkrip
00:00Yang juga jadi sorotan di kompas petang sodara, Menko Perekonomian Erlangga Hartarto kembali menegaskan
00:05BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan imbas dari perang di Timur Tengah.
00:12Namun harga tiket pesawat yang bahan bakarnya menggunakan aftur akan mengalami kenaikan.
00:17Menko Perekonomian Erlangga Hartarto menyampaikan harga tiket pesawat akan mengalami penyesuaian 9 hingga 13 persen.
00:25Hal ini dilakukan mengingat aftur merupakan bahan bakar non-subsidi di mana harga aftur berkontribusi sebanyak 40 persen terhadap biaya
00:35operasional maskapai.
00:36Sementara itu pemerintah menjamin tidak akan menaikan harga BBM bersubsidi hingga Desember tahun ini.
00:44Namun terkait BBM non-subsidi, pemerintah masih melakukan pengkajian terkait hal ini.
00:52Kenaikan harga aftur ini tentu mempengaruhi struktur biaya operasional dari maskapai nasional
01:00di mana harga aftur itu berkontribusi terhadap 40 persen dari biaya operasional pesawat.
01:07Dan oleh karena itu pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat.
01:21Jadi pemerintah yang kita jaga adalah harga tiketnya.
01:24Maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 sampai 13 persen.
01:30Jadi harga tiket di kisaran 9 sampai 13 persen dengan langkah-langkah sebagai berikut.
01:37Yang pertama PPN ditanggung pemerintah itu 11 persen untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal di dalam negeri kelas ekonomi.
01:49Nah dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar 1,3 triliun rupiah.
02:02Sementara itu Saudara Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo memuji pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
02:09yang hingga saat ini tidak menaikkan harga BBM meski harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan akibat perang di Timur
02:18Tengah.
02:18Jokowi bilang tidak mudah mengendalikan harga BBM di tengah situasi seperti sekarang ini
02:23di mana negara-negara lain sudah menaikkan harga BBM.
02:27Ini keputusan berani yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto meski Jokowi sudah berharap
02:33meski Jokowi juga berharap Saudara
02:35APBN kita masih mampu menahan kenaikan laju harga minyak mentah dunia yang ada.
02:44Pemerintah kita di bawah pemimpinan Bapak Prabowo Subianto
02:50masih mampu mengendalikan dengan harga yang sama.
02:57Menurut saya sebuah keputusan yang berani,
03:01sebuah keputusan yang
03:06dihitung dengan kalkulasi yang detail, yang matang,
03:10sehingga keberanian itu menyebabkan
03:13BIO memutuskan tidak naik sampai hari ini.
03:19Meskipun dengan resiko APBN.
03:23Saudara, lalu apa saja kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah
03:27untuk menghadapi imbas konflik di Timur Tengah?
03:30Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV,
03:33Asri Gunawan dan juga juru kamera Iyan Faris
03:35di Kemenko Perekonomian.
03:38Selamat petang, Aci.
03:39Tadi sudah dikatakan bahwa BBM subsidi ini
03:41tidak akan naik begitu.
03:43Namun sebenarnya apa saja
03:44keputusan yang diambil oleh pemerintah
03:47terkait dengan antisipasi
03:49kenaikan harga minyak ke dunia?
03:55Iya, Yasir.
03:57Soal kebijakan utama
03:59atau salah satu kebijakan utama yang ditetapkan pemerintah
04:01adalah memang soal harga bahan bakar minyak.
04:04Terkait dengan harga bahan minyak non-subsidi
04:07ini dipastikan oleh pemerintah
04:08tidak akan mengalami kenaikan harga
04:11hingga akhir Desember 2026.
04:13Hal ini tapi dengan catatan, Yasir.
04:15Bahwa jika memang harga minyak dunia
04:18ini tidak melampaui 97 dolar AS per barrel-nya.
04:22Kemudian terkait dengan harga bahan bakar minyak non-subsidi,
04:26pemerintah bilang memang
04:28harga bahan bakar minyak non-subsidi
04:30ini masih dalam tahap kajian.
04:32Dan kalau melihat dengan kondisi sekarang
04:34tadi Menko Perekonomian Air Langga Hartarto
04:36mengatakan bahwa saat ini
04:38rata-rata harga minyak mentah dunia
04:40adalah sebesar 76 dolar AS per barrel
04:43maka kondisi ini masih sama
04:47ataupun juga masih terjaga
04:48dan tidak jauh dari asumsi APBN
04:49yang dianggap oleh pemerintah
04:51ini masih dalam kondisi aman
04:52atau masih bisa dijaga oleh pemerintah.
04:56Dan tadi juga dikuatkan lagi
04:58dengan statement Menteri Keuangan
05:00Purbaya Yudhisa Dewa yang mengatakan
05:02bahwa kemungkinannya kecil
05:04jika memang harga minyak dunia ini
05:07masih bertahan di level 100 dolar AS per barrel
05:11dalam jangka waktu yang panjang.
05:13Sehingga pemerintah juga optimis
05:14akan hal ini.
05:16Kemudian Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa
05:18juga mengatakan bahwa pemerintah punya
05:20anggaran cadangan atau anggaran bantalan
05:22sebesar 420 triliun rupiah
05:24yang bisa dimanfaatkan untuk subsidi
05:26dan juga untuk menjaga stabilitas
05:28perekonomian ataupun juga harga
05:30bahan bakar minyak di masyarakat.
05:32Itu soal harga bahan bakar minyak.
05:35Kemudian kebijakan terkait dengan
05:36transportasi udara.
05:38Pemerintah telah melakukan diskusi
05:40ataupun juga bertemu dengan pelaku industri
05:42dan juga dengan pihak terkait
05:44bahwa dengan adanya kenaikan harga
05:47after yang kondisinya saat ini
05:48sudah mencapai 70 persen begitu.
05:52Pemerintah menetapkan fuel surcharge
05:54sebesar 38 persen yang ditetapkan
05:58mulai dari hari ini.
06:00Angka ini memang lebih rendah
06:01dari yang diminta oleh pelaku industri
06:04atau airlines sebesar 50 persen.
06:06Namun pemerintah menilai 38 persen ini
06:08bisa tetap menjaga biaya operasional maskapai
06:11dan juga menjaga daya beli masyarakat.
06:14Selain menetapkan atau menaikkan
06:16fuel surcharge sebesar 38 persen,
06:18pemerintah juga menghapus biaya masuk
06:21suku cadang pesawat menjadi 0 persen.
06:24Dengan harapan kebijakan ini
06:26bisa menekan biaya operasional maskapai.
06:28Dan pemerintah juga memberikan subsidi
06:31berupa PPN 11 persen
06:33yang akan ditanggung oleh pemerintah
06:35untuk tiket pesawat kelas ekonomi
06:38dalam penerbangan dalam negeri.
06:40Ini akan berlaku mulai dari hari ini
06:43sampai dengan 2 bulan ke depan
06:45untuk sementara dan akan dievaluasi lagi.
06:47Pemerintah juga telah menyiapkan
06:49anggaran ataupun juga punya
06:51anggaran cadangan Rp420.000.000
06:53yang akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat
06:56juga nantinya untuk kepentingan masyarakat.
06:58Nah, dari kebijakan-kebijakan
07:00yang sudah ditetapkan
07:01dan diputuskan oleh pemerintah tadi,
07:04harapannya tiket pesawat ini
07:05kenaikannya tidak lebih dari 9 sampai dengan 13 persen.
07:09Terkait dengan pemberlakuan mekanismenya,
07:11ini akan diberlakukan mulai dari hari ini
07:13dan berlaku selama 2 bulan ke depan
07:16untuk harga tiket pesawat yang tadi saya sebutkan
07:18dan kalau untuk BBM ini berlaku
07:20sampai dengan Desember 2026
07:22dengan catatan tidak melampaui
07:2597 dolar Amerika Serikat per barrel
07:27untuk minyak mentah dunia.
07:29Sementara demikian, kembali ke Anda di studio.
07:31BBM subsidi tidak naik
07:32tapi bagi yang menggunakan pesawat
07:34harus mengantisipasi ya
07:35bagaimana potensi kenaikan harga tiket pesawat
07:389 hingga 13 persen.
07:40Terima kasih.
07:40Jurnalis Kompas TV, asir gunawan atas informasinya.
Komentar

Dianjurkan