KOMPAS.TV - Usai Trump mengancam akan menyerang Iran lagi jika tidak tercapai kesepakatan beberapa hari ke depan, Garda Revolusi Iran balik mengancam akan memperluas perang hingga di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu di tengah kabar serangan ke Iran, militer Amerika Serikat melakukan uji tembak roket dalam latihan di kaki Gunung Fuji, Jepang.
Marinir Amerika Serikat melakukan uji tembak 12 roket dari peluncur bergerak di lapangan tembak kaki Gunung Fuji, Jepang, pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat.
Kita bahas bersama atase pertahanan RI di Iran 2009 hingga 2012, Mayjen Purnawirawan Budi Pramono dan dosen Hubungan Internasional FISIP UI, Agung Nurwijoyo.
Baca Juga Saling Ancam! Iran Siap Perluas Perang Lawan AS-Israel? Ini Analisis Pengamat Militer | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/670295/saling-ancam-iran-siap-perluas-perang-lawan-as-israel-ini-analisis-pengamat-militer-sapa-malam
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670307/full-athan-ri-tahun-2009-dan-dosen-ui-kupas-ancaman-iran-ke-as-perang-timur-tengah-bisa-meluas
Sementara itu di tengah kabar serangan ke Iran, militer Amerika Serikat melakukan uji tembak roket dalam latihan di kaki Gunung Fuji, Jepang.
Marinir Amerika Serikat melakukan uji tembak 12 roket dari peluncur bergerak di lapangan tembak kaki Gunung Fuji, Jepang, pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat.
Kita bahas bersama atase pertahanan RI di Iran 2009 hingga 2012, Mayjen Purnawirawan Budi Pramono dan dosen Hubungan Internasional FISIP UI, Agung Nurwijoyo.
Baca Juga Saling Ancam! Iran Siap Perluas Perang Lawan AS-Israel? Ini Analisis Pengamat Militer | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/670295/saling-ancam-iran-siap-perluas-perang-lawan-as-israel-ini-analisis-pengamat-militer-sapa-malam
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670307/full-athan-ri-tahun-2009-dan-dosen-ui-kupas-ancaman-iran-ke-as-perang-timur-tengah-bisa-meluas
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Usaha hitra mengancam akan menyerang Iran lagi jika tidak tercapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan.
00:06Garda revolusi Iran balik pengancam akan memperluas perang hingga di kawasan Timur Tengah.
00:11Kita akan membahasnya bersama Atasul Pertahanan Iran 2009-2012,
00:16Majen Purnawirawan TNI Budi Pramono dan dosen hubungan internasional visip UI Agung Nurwijoyo.
00:23Selamat petang Bapak-Bapak, semoga sehat selalu.
00:26Selamat petang Mas.
00:27Ya, saya ke Mas Agung terlebih dahulu.
00:31Mas Agung, untuk saat ini bahwa Trump telah memberikan ultimatum 2-3 hari ke depan,
00:36bila negosiasi dengan Iran tidak tercapai, dia akan melakukan operasi sledgehammer atau serangan besar-besaran kembali.
00:42Namun, di sisi lain, pihak Iran melalui IRGC juga menyatakan akan memberikan serangan balasan
00:48dan juga akan melakukan ancaman memperluas serangan bahkan keluar dari kawasan Timur Tengah.
00:54Bagaimana pandangan Anda?
00:55Ya, melihat dengan dinamika yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini,
01:00yang masih sebenarnya menunjukkan bahwa memang menunjukkan legitimasi bahwa mereka mampu untuk melakukan serangan
01:08bahkan perang yang sifat jangka panjang itu buat kedua belah pihak ini penting ya untuk kemudian dilakukan.
01:14Walaupun di saat yang bersamaan, sebenarnya proses negosiasi itu senantiasa tetap berjalan.
01:20Jadi, ada semacam strategik ambiguity yang sebenarnya coba ditunjukkan.
01:24Karena sesuatu hal yang memang cukup rumit dalam proses negosiasi yang sebenarnya sudah berlangsung sekitar dari bulan April kemarin.
01:31Ini adalah kedua belah pihak yang ingin menunjukkan sebagai pihak yang bisa keluar dalam sebuah peperangan dengan kepala yang tegak.
01:43Karena memang ini menjadi poin yang cukup rumit ketika bicara dalam sebuah peperangan menentukan pemenang dari perangnya itu sendiri.
01:50Tapi dalam hal ini sebenarnya kalau melihat dalam konteks strategi perang yang kemudian dilakukan,
01:55kemampuan Iran untuk melakukan perang yang sifat jangka panjang sebenarnya sinyalmennya sudah terlihat semenjak awal perang ya.
02:02Dalam konteks perang asimetris yang kemudian dilakukan, model perang yang memang perolong konflik yang sifat jangka panjang itu dilakukan oleh
02:12Iran seperti itu.
02:14Karena memang bagaimanapun juga ini yang membuat pihak Amerika Serikat sebenarnya akhirnya habis-habisan ketika dalam bicara perang ya.
02:23Walaupun sebenarnya kita tidak bisa pungkiri bahwa bicara mengenai perang yang terjadi setiap 70 hari ini semenjak 28 Februari lalu,
02:32kedua belah pihak sebenarnya juga sudah menjadi pihak yang terdampak sebenarnya dari perang.
02:37Bagaimana kemudian kita melihat ketika bicara masalah hormus, mereka menghadapi tekanan yang cukup signifikan gitu ya.
02:45Dan dari realitas ini sebenarnya menunjukkan bahwa sebenarnya dua belah pihak ini pihak yang juga terkena dampak dari perang ya.
02:53Bahkan kalau kemudian kita boleh melihat secara jujur, tensi peperangannya sebenarnya jauh lebih menurun semenjak pertengahan April ya.
03:02Bu, apa namanya, tembak-tembakan dan segala macam kiriman rudal dan segala macam intensitasnya jumlahnya jauh lebih menurun semenjak pertengahan
03:09April
03:10yang kemudian lebih banyak terfokus pada isu terkait dengan masalah selat formus itu sendiri yang menjadi epicentrum konflik hari ini.
03:18Seperti itu Mas.
03:19Ya Pak Budi, kita juga melihat bahwa Amerika Serikat juga telah mengambil ancang-ancang dan melakukan roket peluncur atau high
03:27march yang telah dilakukan di kaki gunung Fuji, Jepang.
03:30Untuk saat ini Anda melihatnya seperti apa dengan adanya pelatihan itu dan apakah juga ini salah satu bagian antisipasi Amerika
03:38Serikat dan juga akan melakukan serangan kembali ke Iran besar-besaran?
03:42Ya Mas, kita harus berangkat dulu seperti apa Iran saat sekarang ini.
03:49Iran saat sekarang ini ada kemungkinan untuk perluas peperangan.
03:54Nah, karena Amerika membaca itu makanya mulai dari Project Freedom, Project Freedom Plus, kemudian sekarang Slice Hamer yang diinfokan seperti
04:06itu.
04:06Saya pikir itu adalah logik saja kalau seadanya Amerika akan menyerang secara besar-besaran.
04:14Kenapa demikian? Karena memang lagi-lagi paket besarnya Amerika belum tercapai keinginan-keinginan yang baik itu rudal yang harus dihentikan,
04:23drone yang harus dihentikan, kemudian nuklir yang harus di-zero-kan, kemudian kekuatan proxy yang masih Iran dukung.
04:31Ini semua kan masih eksis. Dan kita sadar bahwa Iran ini katakanlah memang dia secara konvensional kalah.
04:38Tapi kalau eskalasi asimetris ini tetap escalated, jadi tetap naik. Kenapa demikian?
04:46Karena kalau kita lihat dari center of gravity-nya Iran, Iran ini kepimpinannya kan masih berjalan.
04:52Bahkan pimpinan atau VIP-VIP Iran tetap mengatakan bahwa one god, one leader, one nation, one path, satu arah perjuangan,
05:03dan lain sebagainya.
05:04Kemudian kepimpinan, selain kepimpinan politik, jaringan IRCC.
05:08Jangan IRCC ini kenapa kita lihat semakin lama semakin solid, kenapa kita melihat bagaimana kemarin latihan selama lima hari,
05:16dan kita tahu bahwa sebetulnya rahbar ini juga aluni dari IRCC.
05:21Dan kapasitas rudal meskipun mengalami decrease yang luar biasa, menurun bahkan 50 persen katakanlah.
05:29Tapi rudal-rudal jarak menengah, kemudian rudal-rudal jarak pendek, ini masih eksis.
05:36Katakanlah Kader, katakanlah Koramsar, katakanlah Kiberseken, katakanlah Fateh atau Fatah dalam hal ini.
05:43Masih juga eksis.
05:46Nah kemudian bagaimana dengan situasi proksi regional?
05:50Ya meskipun Lebanon dalam hal ini Hezbollah dihajar juga sama Israel,
05:56tapi dia juga punya Houthi yang ada di Yaman, yang ini tentunya sangat pakritis kalau apabila terjadi serangan ke Bab
06:05El-Mandeb,
06:06belum lagi milisi yang ada di Iraq maupun di Syria.
06:09Ini kan setinggal nunggu green light aja, sekali Iran mengatakan, yes attack, simul Stanley attack.
06:15Nah inilah yang jadi cause, imposition strateginya Iran semakin jadi-jadi.
06:21Dan wajar kalau seandainya Amerika ini dengan berbagai tahapan,
06:26dia memberikan mulai dari epic fury, economic fury, kemudian project of freedom, project freedom plus,
06:32kemudian sekarang sledgehammer, ini wajar saja.
06:35Kenapa? Karena kalau menurut Clausewitz, selama itu tujuan politik belum tercapai,
06:40maka negara itu tidak akan selesai.
06:44The war is not final yet.
06:46Jadi belum selesai peperangan itu.
06:48Menurut Amerika seperti itu, Mas.
06:49Jadi sekali lagi bahwa Iran senjatanya hanya satu,
06:54yaitu serangan asimetris, yang ini tentunya akan membingungkan kawan dan lawan.
07:00Oke, tapi dalam pandangan Anda,
07:02siapa negara sekutu Amerika Serikat yang pertama akan disasar oleh IRGC jika perang akan meluas?
07:08Namun jawabannya usia jeda hanya di Kompas Petang.
07:19Kembali di Kompas Petang,
07:20Saudara Trump mengancam akan menyerang kembali Iran,
07:23dan kemudian Garda Revolusi Iran juga balik mengancam akan memperluas perang hingga di luar kawasan Timur Tengah.
07:29Kita akan membahasnya bersama atasnya pertahanan Republik Indonesia di Iran 2009 hingga 2012,
07:34Majan Penawiran TNI, Budi Pramono, dan juga dosen hubungan internasional,
07:38FISPUI Agung Nurwijayo.
07:39Saya kembali ke Pak Budi.
07:40Pak Budi, tadi kita mengetahui bahwa Anda sampaikan,
07:43Iran masih memiliki balistik hipersonik FATA I dan II,
07:47juga ada MITRBM, Ahmad Gadar, Khabar, dan Qasim yang juga dimiliki oleh Iran.
07:53Bila ancaman dari Amerika Serikat ini terlaksana,
07:57yaitu serangan kembali ke wilayah Iran,
07:59apakah serangan yang akan dilakukan Iran ini akan menyasar negara seputu mana?
08:04Terutama wilayah di luar kawasan Timur Tengah.
08:08Ya Mas, kalau yang pertama yang diserang tentunya Israel.
08:13Di mana apa?
08:13Di mana ini adalah selalu dikatakan oleh Iran,
08:18bahwa big setan and little setan, setan besar dan setan kecil.
08:22Nah setan kecilnya dalam ini pastinya Israel yang akan dihajar duluan.
08:27Tapi ketika kita bicara negara-negara teluk,
08:30maka kita fokus ke center of gravity-nya di negara-negara teluk ini,
08:34di mana Amerika letakkan home base-home base-home base-nya.
08:37Home base Al-Qudet ini kan home base-nya AU Amerika,
08:4210.000 personil ada di sana.
08:44Nah kalau memang mau dihajar duluan,
08:46maka yang dihajar adalah home base-nya Amerika Air Force-nya.
08:50Dan yang tidak kalah pentingnya,
08:52di mana di sini kita melihat bagaimana naval strike yang selama ini dilaksanakan oleh AS,
08:57maka satu negara yang paling center of gravity dalam alini naval strike,
09:02NSA, naval strike activity of Bahrain,
09:05ini ya ada di Bahrain.
09:06Ini kekuatannya sekitar 3.000-an personil di sana.
09:10Nah itu ketika bicara kita pangkalan,
09:13maka ketika kita bicara energi,
09:15ya tentunya Iran akan menyesar beberapa negara yang sumber energi.
09:20Apakah itu UIA,
09:21di mana UIA ini di tengah adalah negara yang paling aktif
09:25dalam menyerang Iran dalam hal ini.
09:29dia yang selalu aktif ikut perang Amerika-Israel melawan Iran,
09:34apalagi konon kabarnya bahwa sudah dibantu dengan iron domenya Iran,
09:41dan datang untuk transfer of technology,
09:45transfer of apa itu,
09:47personil dan lain sebagainya.
09:49Nah kemudian juga ini Saudi Arabia tentunya,
09:54dan juga tentunya kuat dalam hal ini.
09:57Jadi negara-negara yang sumber energinya besar,
10:01di negara teluk tentunya itu akan disasar yang kedua.
10:04Tapi sekali lagi mas,
10:05sasaran-sasaran ini,
10:07Iran harus critical analysis.
10:10Jadi benar-benar harus berpikir secara kritis,
10:13otherwise kalau tidak,
10:14ya benar-benar mereka akan berkumpul dan menjadi teman semuanya.
10:19Kalau menjadi teman,
10:20karena memang Iran tidak presisi menyerangnya,
10:23atau benar-benar tidak hanya menghilangkan pangkalan-pangkalan Amerika yang ada di negara teluk,
10:29tapi justru merusak national interest-nya dari negara teluk,
10:33dari Saudi, kemudian Kuwait, Bahrain, Qatar, UEA, atau Oman sekalipun,
10:40maka yang terjadi akan counterproduktif.
10:44Mereka sendiri akan mempunyai legitimasi bahwa selama ini yang dibisikkan ke Amerika,
10:52selalu dibisikkan ke Amerika,
10:54itu Iran jangan hanya dihalangi nuklirnya,
10:59tapi juga halangi rudal dan dronnya,
11:02agar dia tidak ngisir negara-negara kita.
11:05Begitu katanya negara teluk.
11:07Dan negara teluk itu sendiri mas,
11:08sebetulnya dia tidak menghendaki adanya serangan itu,
11:12bagaimanapun juga, maupun presisi dan lain sebagainya,
11:15ini kan termasuk jualan di dalam negeri.
11:17Jualan di dalam negeri dimana apa?
11:19Dimana negara tidak mampu melindungi keamanan negara masing-masing,
11:23termasuk Amerika yang selama ini kredibilitasnya
11:27memayungi negara-negara teluk yang decrease his value,
11:31jadi menurun nilai Amerika di mata negara-negara teluk.
11:35Nah kalau seperti ini yang terjadi,
11:37kredibilitas Amerika ini sudah turun,
11:40maka itulah sebetulnya center of gravity-nya Iran
11:44dalam menghadapi Amerika secara politik,
11:47dimana Klaus Wis mengatakan bahwa apabila mampu kita
11:51menghambat politik,
11:54kelajutan politik negara atau musuh kita,
11:57maka itulah yang namanya perang yang sejati.
12:00Begitu mas, menurut saya.
12:01Ya saya ke mas Agung-mas Agung,
12:03kita mengatakan bahwa ini merupakan juga
12:04perang urat syaraf yang masih terjadi.
12:06Namun, sebenarnya berapa siapkah negara-negara
12:09sekutu Amerika Serikat, terutama di Timur Tengah?
12:12Karena pada dasarnya, seperti Arab Saudi juga menyatakan,
12:15mendukung upaya diplomasi yang saat ini
12:17tengah dilakukan oleh Trump.
12:19Namun, Anda melihatnya seperti apa?
12:21Bila serangan ini terjadi,
12:23dan juga serangan ini meluas,
12:24dan menyatakan seperti yang disampaikan oleh Pak Budi tadi,
12:27negara-negara, terutama sekutu Amerika Serikat,
12:29di negara teluk,
12:30itu juga terus diserang?
12:32Ya, kalau dalam konteks seperti ini ya, Mas,
12:34satu hal yang kemudian patut kita syukuri
12:37dalam setidaknya perang yang dimulai dari 28 Februari
12:41adalah kecenderungan negara-negara teluk
12:43untuk menahan diri sebenarnya.
12:46Dalam hal ini, yang kita lihat,
12:48memang dari awal kan kita serangan-serangan terhadap
12:51objek-objek, khususnya US Military Base,
12:53di kawasan Timur Tengah itu,
12:54ancaman itu bukan sekedar muncul hari ini,
12:56tapi di awal-awal perang pun sudah sampai benar-benar terjadi seperti itu.
13:01Tapi dalam realitas tersebut adalah
13:02yang dilakukan oleh negara-negara
13:04yang terkena dampaknya,
13:06kecenderungan mereka adalah
13:07senantiasa menahan diri untuk tidak langsung terjun
13:11dan melakukan aksi retaliasi terhadap
13:12apa yang dilakukan oleh Iran misalkan.
13:14Nah, tentu hal itu akhirnya berimbas
13:16terhadap konflik ini
13:19fokusnya kepada Iran dan Amerika Serikat saja,
13:22seperti dan plus Israel tentunya.
13:24Nah, kalau memang akhirnya Iran kembali melakukan serangan serupa
13:29dan kemudian aksi retaliasinya dilakukan
13:31dan sifatnya masif,
13:33saya pikir menjadi satu bentuk kekhawatiran adalah
13:35konflik ini, perang ini berdampak terhadap perang regional.
13:40Nah, tentu kalau sudah bicara masalah perang regional,
13:42seperti tadi sempat disinggung oleh Pak Budi ya,
13:44bagaimana Iran ini kalau tinggal mengaktifasi kekuatan-kekuatan proksinya,
13:49perang regionalnya akan lebih masif.
13:51Bahwa banyak perangnya bukan segedar
13:53panggung utamanya bisa jadi antara Amerika Serikat, Israel melawan Iran,
13:59tapi venue-nya akan banyak,
14:00panggung-panggung kecilnya akan banyak,
14:02multifrontnya itu akan terjadi.
14:03Dan tentu yang kemudian patut,
14:06sangat harus dikhawatirkan adalah dampaknya.
14:08Nah, perang yang kemudian sekarang terjadi saja,
14:11yang fokus utamanya bicara tentang
14:12isu masalah hormus misalkan,
14:15yang memberikan suplai terhadap 20% jalur energi global,
14:20dampaknya begitu masif terhadap perekonomian dunia hari ini.
14:24Bahkan kalau kemudian kita lihat,
14:26realitas ini kemudian mendorong global power line
14:29untuk kemudian juga memberikan upaya negosiasi juga
14:33sebenarnya dalam titik tertentu ya.
14:35Nah, tentu kalau kemudian akhirnya sampai kepada perang regional,
14:38yang memang harus dikhawatirkan adalah
14:41punya kekanan yang begitu besar terhadap perekonomian dunia.
14:45Dan ini sesuatu hal memang yang harus diantisipasi sebenarnya.
14:48Bahkan harus, bahkan kalau bisa ya dihindari ya
14:51dalam proses-proses yang terjadi selama ini seperti itu.
14:55Dan sebenarnya saya juga melihat mas,
14:57sebenarnya ada sinyal lemen bahwa kedua belah pihak
14:59di titik tertentu juga masih mendorong adanya negosiasi.
15:03Artinya kalau kemudian masih ada proses tukar menurut proposal,
15:07ada kecenderungan mereka untuk menghindari perang total.
15:10Meskipun tetap ada insiden,
15:12insiden sebagai bentuk diplomasi koersif ya,
15:14antara satu pihak dengan pihak yang lain.
15:16Tapi ada kecenderungan juga sebenarnya dalam diri tertentu,
15:19kecenderungan untuk menghindari perang total.
15:21Tapi tetap memberikan ancaman-ancaman serius
15:23bahwa mereka siap kalau misalkan perangnya-perangnya
15:26sifatnya lebih besar.
15:28Tapi ada sinyal tadi tuh,
15:29ada harapan-harapan kecil
15:30yang memang memunculkan sinyal lemen bahwa
15:33ruang-ruang negosiasi itu masih bisa
15:35apa namanya, didorong seperti itu ya
15:39lewat mediator-mediator yang mungkin.
15:40Baik, kita harapkan ada titik terang
15:42terutama pasca mediasi dengan Pakistan gagal
15:45dan tentunya kita juga menantikan upaya dari negara lain
15:48seperti Tiongkok ataupun juga bahkan
15:50PBB untuk melakukan negosiasi dan upaya perdamaian
15:53antara Amerika Serikat dengan Iran
15:56dan juga kita harapkan tidak ada serangan kembali
15:58yang kemudian menyebabkan perang regional
16:00seperti Anda sampaikan Mas Agung.
16:02Terima kasih sekali lagi Mas Agung Nurwi Joyo,
16:05dosen hubungan internasional, FISIP UI
16:07dan juga Bapak Budi Pramono,
16:10Majen TNI Purnawirawan
16:11atas pertahanan Republik Indonesia di Iran
16:14periode 2009-2012.
16:16Sehat selalu Bapak-Bapak.
16:17Terima kasih.
16:18Terima kasih.
16:18Terima kasih.
16:18Terima kasih.
Komentar