Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Keamanan Nasional Israel menuai teguran tajam dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tindakan yang memicu kecaman global usai dia merilis video tindakannya pada aktivis kemanusiaan global Sumud Flotilla yang ditangkap Angkatan Laut Israel.

Menteri Keamanan Israel, Ben Gvir merilis video 430 aktivis Sumud Flotilla yang ditangkap militer Israel.

Video menunjukkan aktivis dengan tangan diikat di belakang punggung. Mereka diminta berlutut sejak di kapal hingga saat berada di area penahanan darurat di Pelabuhan Ashdod, Palestina.

Ben Gvir mengibarkan bendera besar Israel dan mengatakan kepada aktivis, "Selamat datang di Israel, kami adalah tuan tanah."

Sikap kasar juga dilakukan pada aktivis yang meneriakkan "Bebaskan Palestina" saat Ben Gvir melewati para aktivis.

Untuk mengetahui perkembangan kondisi 9 WNI dan ratusan aktivis global Sumud Flotilla yang ditangkap Israel, kita bahas bersama perwakilan Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia, Syamsul Ardiansyah.

Baca Juga UPDATE! 9 WNI Aktivis Global Sumud Flotilla Dideportasi Israel Melalui Turki | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/670269/update-9-wni-aktivis-global-sumud-flotilla-dideportasi-israel-melalui-turki-sapa-malam

#wni #sumudflotilla #israel

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670277/full-gpci-ungkap-9-wni-aktivis-global-sumud-flotilla-akan-dideportasi-israel
Transkrip
00:00Untuk mengetahui perkembangan kondisi 9 WNI dan ratusan aktivis global sumut flotila yang ditangkap Israel,
00:08kita bahas bersama perwakilan media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia, Samsul Ardian Shah.
00:15Selamat sore Mas Samsul, bisa dikabarkan kepada kami apakah pihak dari Anda sendiri sudah mendapatkan informasi terkini
00:26terkait kondisi aktivis WNI yang saat ini masih ditahan ataupun berada di dalam penguasaan Israel?
00:35Baik, terima kasih Mbak Sintia. Selamat sore, pemirsa semuanya. Alhamdulillah.
00:42Persiang hari ini memang kami sudah mendapatkan beberapa update.
00:46Salah satu update-nya adalah adanya informasi terkait dengan proses deportasi sesegera mungkin
00:52yang tadi barusan kami mendapatkan informasi bahwa kemungkinan dalam waktu sore, waktu setempat ya,
00:59atau kemungkinan beberapa jam yang akan datang akan ada proses deportasi ke seluruh beserta partisipan global sumut flotila
01:10menggunakan pesawat yang disiapkan oleh pemerintah Turki.
01:15Jadi itu informasi terakhir yang kami dapatkan.
01:18Namun memang informasi ini, dari yang kami terima, informasi ini masih to be expected ya.
01:25Jadi bahasa ini, RGSF members expected to be transported to Istanbul this afternoon.
01:31Itu informasi yang kami dapat dari tim pembela hukum adalah yang mendampingi
01:38teman-teman partisipan global sumut flotila yang saat ini ditahan di Israel.
01:46Oke, artinya sembilan orang WNI ini dikabarkan memang akan segera dideportasi sore ini waktu setempat.
01:53Seperti itu ya. Apakah akan langsung ke Indonesia atau transit terlebih dahulu?
01:57Ini yang memang kami, ya baik terkait dengan proses teknisnya Mbak Sintia,
02:02jadi proses deportasi ini akan diawali dengan adanya semacam interview ya.
02:06Jadi kayak semacam pemeriksaan ke semua partisipan gitu.
02:11Jadi yang dilakukan oleh pihak Israel yang kemudian setelah itu teman-teman
02:15dapat partisipan digeser ke bandara baru ditransport.
02:18Nah, memang kami masih belum membuat informasi apakah prosesnya akan langsung ke Istanbul
02:24sebagaimana yang sudah kami terima atau melalui jalur yang lain.
02:28Jadi kami sendiri masih memantau perkembangan ini secara langsung dari Sampusan, Mbak Sintia.
02:34Mas Hamzul, ini kan kita juga sudah menyaksikan bersama ada sejumlah aktivis yang ditangkap Israel.
02:41Ini seakan-akan mereka diperlakukan sebagai tahanan perang.
02:45Bahkan kalau dari videonya juga bisa dikatakan mendapatkan kekerasan.
02:51Apakah sudah dapat informasi bagaimana kondisi aktivis Indonesia di sana?
02:55Apakah ada yang terluka?
02:57Ya, baik. Terkait dengan kondisi aktivis Indonesia secara khusus memang kami belum mendapatkan informasinya, Mbak ya.
03:03Tapi apa yang tadi, apa yang video yang kita lihat sebenarnya itu juga video, apa, laporan yang juga disampaikan
03:09oleh tim bebelah hukum global sumut Flotila terkait dengan perlakuan pemerintah Israel terhadap para partisipan
03:16yang sebagian partisipan itu memang mengalami kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal gitu.
03:22Bahkan katanya juga ada beberapa partisipan yang mengalami abuse ya, fisikal dan seksual abuse gitu.
03:28Kita berharap sebenarnya itu tidak terjadi, tapi video yang beredar memang itu dibenarkan terjadi.
03:35Dan yang menarik justru adalah adanya perbedaan pendapat di kalangan pemerintah pejabat tinggi Israel sendiri menyikapi hal ini.
03:42Jadi itu, itu saya kira isu tersendiri yang kita perlu sama-sama analisis.
03:47Oke, Mas Samsul untuk teman-teman WNI di sana, apakah ada pihak yang mendampingi baik secara hukum internasional di sana
03:55yang untuk membantu pemulangannya?
03:56Dan apakah deportasi ini berlangsung artinya pembebasan tanpa syarat atau ada syarat-syarat tertentu yang diberlakukan pihak Israel?
04:08Keterangan secara teknis terkait dengan apakah ada syarat atau tidak ada syarat, kita masih belum mendapatkan informasinya ya Mbak ya.
04:15Tapi memang kalau kami melihat dari pemerintah Israel memang mereka berupaya sepertinya
04:23untuk menyegerakan pemulangan semua peserta.
04:28Terkait dengan pendampingan hukum, perlu kami sampaikan Mbak Sintia bahwa semua partisipan GSF itu
04:35itu telah mendapatkan pendampingan hukum dari lembaga pembelah hukum yang memang terregister di Israel.
04:44Jadi kita, ada satu lembaga namanya Adalah, ini yang memberikan update secara,
04:50mereka yang mendapatkan akses untuk mengunjungi semua teman-teman yang ditahan ya,
04:56tapi memang meskipun mereka dibatasi tidak boleh membawa peralatan-peralatan yang bisa mendokumentasikan kondisi yang dialami oleh teman-teman.
05:04Jadi pendampingan hukum dilakukan dan dari tim Adalah ini juga yang melakukan pendampingan selama partisipan GSF itu diinterview gitu Mbak.
05:13Estimasi untuk teman-teman kita tiba di Indonesia apakah sudah terinformasi, Mas Hamzol?
05:21Informasinya masih belum ya Mbak ya, jadi kalau prosedurnya kan gini,
05:25kalau teman-teman itu setelah dideportasi sebelum kemudian bisa kembali ke keluarga,
05:30kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan dulu untuk memastikan bahwa teman-teman memang berada dalam kondisi secara fisik,
05:37kondisi fisik yang sehat yang kemudian bisa kembali ke keluarga,
05:40dan juga untuk mengetahui apakah mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan kejahatan seperti kekerasan fisik dan seterusnya yang dialami oleh para
05:49partisipan.
05:50Jadi itu yang kami lakukan, jadi prosesnya kita sedang berdiri apa,
05:57itu ya jadi kemungkinan kalau misalnya dibawa ke, katakanlah Istanbul gitu,
06:02nanti di Istanbul akan ada pemeriksaan kesehatan dulu, dipastikan mereka dalam keadaan siap gitu,
06:06karena saya kira hampir semua kawan yang ditahan saat ini kan exhausted ya,
06:11jadi butuh kira-kira sementara kayak gitu.
06:13Baik, terima kasih perwakilan Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia,
06:18Mas Samsul Ardiansyah, tentu menjadi harapan kita bersama agar ke-9 WNI dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat
06:24welfare.
06:25Terima kasih Mas Samsul.
Komentar

Dianjurkan