00:00Untuk mengetahui perkembangan kondisi 9 WNI dan ratusan aktivis global sumut flotila yang ditangkap Israel,
00:08kita bahas bersama perwakilan media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia, Samsul Ardian Shah.
00:15Selamat sore Mas Samsul, bisa dikabarkan kepada kami apakah pihak dari Anda sendiri sudah mendapatkan informasi terkini
00:26terkait kondisi aktivis WNI yang saat ini masih ditahan ataupun berada di dalam penguasaan Israel?
00:35Baik, terima kasih Mbak Sintia. Selamat sore, pemirsa semuanya. Alhamdulillah.
00:42Persiang hari ini memang kami sudah mendapatkan beberapa update.
00:46Salah satu update-nya adalah adanya informasi terkait dengan proses deportasi sesegera mungkin
00:52yang tadi barusan kami mendapatkan informasi bahwa kemungkinan dalam waktu sore, waktu setempat ya,
00:59atau kemungkinan beberapa jam yang akan datang akan ada proses deportasi ke seluruh beserta partisipan global sumut flotila
01:10menggunakan pesawat yang disiapkan oleh pemerintah Turki.
01:15Jadi itu informasi terakhir yang kami dapatkan.
01:18Namun memang informasi ini, dari yang kami terima, informasi ini masih to be expected ya.
01:25Jadi bahasa ini, RGSF members expected to be transported to Istanbul this afternoon.
01:31Itu informasi yang kami dapat dari tim pembela hukum adalah yang mendampingi
01:38teman-teman partisipan global sumut flotila yang saat ini ditahan di Israel.
01:46Oke, artinya sembilan orang WNI ini dikabarkan memang akan segera dideportasi sore ini waktu setempat.
01:53Seperti itu ya. Apakah akan langsung ke Indonesia atau transit terlebih dahulu?
01:57Ini yang memang kami, ya baik terkait dengan proses teknisnya Mbak Sintia,
02:02jadi proses deportasi ini akan diawali dengan adanya semacam interview ya.
02:06Jadi kayak semacam pemeriksaan ke semua partisipan gitu.
02:11Jadi yang dilakukan oleh pihak Israel yang kemudian setelah itu teman-teman
02:15dapat partisipan digeser ke bandara baru ditransport.
02:18Nah, memang kami masih belum membuat informasi apakah prosesnya akan langsung ke Istanbul
02:24sebagaimana yang sudah kami terima atau melalui jalur yang lain.
02:28Jadi kami sendiri masih memantau perkembangan ini secara langsung dari Sampusan, Mbak Sintia.
02:34Mas Hamzul, ini kan kita juga sudah menyaksikan bersama ada sejumlah aktivis yang ditangkap Israel.
02:41Ini seakan-akan mereka diperlakukan sebagai tahanan perang.
02:45Bahkan kalau dari videonya juga bisa dikatakan mendapatkan kekerasan.
02:51Apakah sudah dapat informasi bagaimana kondisi aktivis Indonesia di sana?
02:55Apakah ada yang terluka?
02:57Ya, baik. Terkait dengan kondisi aktivis Indonesia secara khusus memang kami belum mendapatkan informasinya, Mbak ya.
03:03Tapi apa yang tadi, apa yang video yang kita lihat sebenarnya itu juga video, apa, laporan yang juga disampaikan
03:09oleh tim bebelah hukum global sumut Flotila terkait dengan perlakuan pemerintah Israel terhadap para partisipan
03:16yang sebagian partisipan itu memang mengalami kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal gitu.
03:22Bahkan katanya juga ada beberapa partisipan yang mengalami abuse ya, fisikal dan seksual abuse gitu.
03:28Kita berharap sebenarnya itu tidak terjadi, tapi video yang beredar memang itu dibenarkan terjadi.
03:35Dan yang menarik justru adalah adanya perbedaan pendapat di kalangan pemerintah pejabat tinggi Israel sendiri menyikapi hal ini.
03:42Jadi itu, itu saya kira isu tersendiri yang kita perlu sama-sama analisis.
03:47Oke, Mas Samsul untuk teman-teman WNI di sana, apakah ada pihak yang mendampingi baik secara hukum internasional di sana
03:55yang untuk membantu pemulangannya?
03:56Dan apakah deportasi ini berlangsung artinya pembebasan tanpa syarat atau ada syarat-syarat tertentu yang diberlakukan pihak Israel?
04:08Keterangan secara teknis terkait dengan apakah ada syarat atau tidak ada syarat, kita masih belum mendapatkan informasinya ya Mbak ya.
04:15Tapi memang kalau kami melihat dari pemerintah Israel memang mereka berupaya sepertinya
04:23untuk menyegerakan pemulangan semua peserta.
04:28Terkait dengan pendampingan hukum, perlu kami sampaikan Mbak Sintia bahwa semua partisipan GSF itu
04:35itu telah mendapatkan pendampingan hukum dari lembaga pembelah hukum yang memang terregister di Israel.
04:44Jadi kita, ada satu lembaga namanya Adalah, ini yang memberikan update secara,
04:50mereka yang mendapatkan akses untuk mengunjungi semua teman-teman yang ditahan ya,
04:56tapi memang meskipun mereka dibatasi tidak boleh membawa peralatan-peralatan yang bisa mendokumentasikan kondisi yang dialami oleh teman-teman.
05:04Jadi pendampingan hukum dilakukan dan dari tim Adalah ini juga yang melakukan pendampingan selama partisipan GSF itu diinterview gitu Mbak.
05:13Estimasi untuk teman-teman kita tiba di Indonesia apakah sudah terinformasi, Mas Hamzol?
05:21Informasinya masih belum ya Mbak ya, jadi kalau prosedurnya kan gini,
05:25kalau teman-teman itu setelah dideportasi sebelum kemudian bisa kembali ke keluarga,
05:30kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan dulu untuk memastikan bahwa teman-teman memang berada dalam kondisi secara fisik,
05:37kondisi fisik yang sehat yang kemudian bisa kembali ke keluarga,
05:40dan juga untuk mengetahui apakah mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan kejahatan seperti kekerasan fisik dan seterusnya yang dialami oleh para
05:49partisipan.
05:50Jadi itu yang kami lakukan, jadi prosesnya kita sedang berdiri apa,
05:57itu ya jadi kemungkinan kalau misalnya dibawa ke, katakanlah Istanbul gitu,
06:02nanti di Istanbul akan ada pemeriksaan kesehatan dulu, dipastikan mereka dalam keadaan siap gitu,
06:06karena saya kira hampir semua kawan yang ditahan saat ini kan exhausted ya,
06:11jadi butuh kira-kira sementara kayak gitu.
06:13Baik, terima kasih perwakilan Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia,
06:18Mas Samsul Ardiansyah, tentu menjadi harapan kita bersama agar ke-9 WNI dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat
06:24welfare.
06:25Terima kasih Mas Samsul.
Komentar