- 6 jam yang lalu
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis rekaman yang menunjukkan pesawat jet tempur ditembak jatuh oleh militer Iran. Iran mengklaim pesawat itu milik Ameri
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Anda menyaksikan Breaking News Kompos TV Saudara bersama saya, Niputu Trisnanda.
00:05Kita akan perbarui informasi Anda terkait dengan eskalasi konflik di Timur Tengah.
00:10Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan gelombang serangan ke-92 pada pekan ke-6 perang.
00:16Berbagai aset militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah jadi sasaran.
00:33Pada Jumat waktu setempat, Iran meluncurkan serangan, menargetkan sistem radar strategis dan peralatan Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Teluk.
00:43Iran mengklaim telah menghancurkan tempat berkumpulnya kapal pendarat amfibi milik Amerika Serikat di pelabuhan Al-Swaid dengan menggunakan rudal balistik.
00:53Iran juga mengklaim telah menembak jatuh pesawat tempur F-35 ke-2 dari skuadron Lakenhead di atas wilayah udara Iran
01:02tengah dalam kurun waktu 12 jam terakhir.
01:22Pada Sabtu dini hari, rudal-rudal Iran melintasi langit Tel Aviv saat pertahanan militer Iran mencegat serangan tersebut.
01:29Media Israel melaporkan serangan Iran yang menargetkan Tel Aviv hingga wilayah Negev di Israel Selatan merusak infrastruktur dan juga kebakaran.
01:53Rudal-rudal Israel juga menyerang wilayah Bene Brak di sebelah timur Tel Aviv Sabtu waktu setempat.
02:00Serangan tersebut membuat warga berhamburan ke jalan di tengah pecahan rudal yang menghantam bangunan dan kendaraan di dalam kota.
02:24Sementara itu saudara, Iran mengultimatum Amerika Serikat dan negara Teluk yang memiliki penggalan militer Amerika Serikat untuk mengusir pasukan Amerika
02:34Serikat.
02:34Lalu akankah serangan ini jadi tanda bahwa Iran masih memiliki kekuatan penuh sementara Amerika Serikat terus mengklaim kemenangan atas Iran?
02:44Menurut pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Rianta yang disampaikan dalam program Sampai Indonesia Pagi,
02:53strategi Iran yang menggunakan strategi sederhana sangat cerdik sehingga membuat pukulan serius bagi Amerika Serikat.
03:02Dan berikut cuplikan bersama pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Rianta.
03:10Saya ke Mas Stanis terlebih dahulu. Mas Stanis, dengan ditembaknya pesawat jet tempur Amerika Serikat F-15 yang sebelumnya dibilangnya
03:18ini F-35,
03:19ini apakah menjadi pukulan signifikan bagi Amerika Serikat?
03:24Ya tentu ini menjadi masalah serius bagi Amerika Serikat yang terkenal mempunyai halus sista canggih,
03:30apalagi dia nomor satu di global air power.
03:32Jadi, dan Iran nomor 16, nomor 15, Israel nomor 15.
03:37Ini tentu menjadi pukulan yang sangat serius dan hebatnya lagi,
03:40Iran mampu mengkapitalisasi isu ini, dia dengan mengerahkan masyarakat memberikan hadiah yang cukup besar bagi yang menemukan plot tersebut.
03:48Jadi, dalam hal ini, Iran tidak hanya menang secara teknis mampu mengalahkan atau menembak jatuh pesawat F-15,
03:56tetapi juga mampu melakukan perang urasa propaganda, jadi pushprop namanya.
04:00Jadi, dia mempropaganda masyarakatnya, mempobilisasi masyarakatnya untuk mencari itu.
04:06Dan itu nampak membangkitkan semacam kekuatan emosional masyarakat Iran.
04:10Dan ini saya kira menjadi pukulan serius bagi Amerika yang telah mengklaim memenangkan perang ini.
04:16Kemudian, kalau kita lihat strategi yang digunakan oleh Iran dengan menggunakan sensor inframerah pasif,
04:23sehingga ini tidak bisa dideteksi oleh radar Amerika Serikat.
04:26Ini bentuk seperti apa?
04:28Mas Tanis, apakah kemudian ini bisa dibilang Iran cerdik menggunakan strategi yang mungkin menggunakan teknologi sederhana
04:35untuk mengalahkan dalam tanda kutip teknologi yang lebih tinggi dari Amerika Serikat?
04:39Ya, beberapa kali Iran melakukan ini termasuk menggunakan drone yang murah,
04:43kemudian untuk melakukan serangan-serangan yang tidak terdeteksi, termasuk menggunakan teknologi inframerah.
04:48Dan Iran itu adalah salah satu negara yang sulit sekali dipotret kekuatan militernya dan kekuatan intelijennya.
04:55Jadi, ini yang menyulitkan lawan dari Iran untuk memprediksi.
04:58Karena di dalam disiplin intelijen itu, kita bisa memenangkan perang ketika kita mengetahui kekuatan lawan.
05:06Nah, justru kekuatan lawan inilah yang tidak bisa diketahui ketika lawannya adalah Iran.
05:10Oke, kemudian tadi terkait dengan satu kru yang dilaporkan masih hilang dari pesawat F-15 Amerika Serikat ini,
05:19untuk dalam tanda kutip lagi nih, balapan mungkin antara Iran dan juga Amerika Serikat,
05:23untuk siapa yang paling lebih dulu untuk menemukan kru tersebut?
05:26Kira-kira, Mas Tanis, kemungkinan yang akan muncul seperti apa ketika Iran misalnya menemukan duluan atau Amerika Serikat yang menemukan
05:34duluan?
05:36Ya, tentu dalam situasi perang seperti ini ketidakpastiannya sangat tinggi.
05:40Tetapi Iran itu menguasai wilayah, karena ini ada wilayah Iran.
05:43Jadi, di atas kertas harusnya Iran lebih bisa menguasai situasi ini.
05:48Tetapi, Amerika juga mempunyai teknologi yang cukup kuat untuk mencari itu.
05:53Kita tidak tahu seperti apa, karena ketidakpastian yang tinggi.
05:55Tetapi, yang jelas, Iran menguasai wilayah, kemudian Amerika menguasai teknologi.
06:09Korps Garda Revosi Islam, IRGC, merilis rekaman menunjukkan pesawat jet tempur ditembak jatuh oleh militer Iran.
06:16Iran mengklaim, pesawat itu milik Amerika Serikat.
06:19Iran menguasai jat tempur ditembak jatuh di antara Pulau Hengam dan Pulau Kessim sebelum tenggelam.
06:25Berdasarkan laporan Reuters, kejabat Amerika Serikat mengonfirmasi kejadian tersebut.
06:30Pesawat jet tempur jatuh tersebut teridentifikasi jenis F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat.
06:36Bermakarra, kemudian berterah kemudian berkabung, tersebut kejabat kejabat kejabat kejabat kejabat kejabat kejabat kejabat kejabat kejabat.
07:02Pasca Iran menembak jatuh pesawat tempur Amerika Serikat, helikopter Black Hawk dan Hercules 130 terlihat melintas di langit Iran.
07:09Kedua pesawat tersebut diduga dikirim untuk membebaskan pilot jet tempur yang ditembak jatuh Iran.
07:15Sementara itu, media tasnip Iran melaporkan operasi pencarian menggunakan helikopter Black Hawk dan Hercules 130 dilakukan
07:21untuk membebaskan pilot jet tempur yang ditembak jatuh oleh Angkatan Bersenjata Iran.
07:26Namun upaya tersebut diklaim gagal.
07:29Media yang mengutip seorang pejabat Amerika Serikat melaporkan, klaim satu pilot telah diselamatkan hidup-hidup.
07:35Presiden Donald Trump menyampaikan pesan pasca yang optimis kepada bangsa Amerika
07:39di tengah laporan dua pesawat tempur Amerika yang ditembak jatuh di atas wilayah Iran.
07:44Dalam pidatonya, Trump menyebut, pada akhirnya kejahatan dan keburukan tidak akan menang.
07:50Menurut laporan media, pasukan khusus Amerika menyelamatkan salah satu dari dua anggota milita tersebut.
07:55Sementara, video berada di media sosial menunjukkan pesawat Amerika Serikat terbang di atas Iran sebagai bagian dari misi pencarian.
08:03Terima kasih telah menunggu di atas wilayah di atas wilayah di atas wilayah di atas wilayah di atas wilayah di
08:11atas wilayah.
08:32Saling serah terus dilakukan baik Iran maupun Amerika Serikat.
08:35Iran pun juga mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan negara-negara teluk yang menjadi tuan rumah pangkala militer Amerika
08:41Serikat
08:42untuk mengusir pasukan Amerika Serikat.
08:44Jika tidak, Iran akan memberikan serangan yang menghancurkan.
08:56Kurang dari 48 jam setelah Donald Trump menyatakan militer Amerika Serikat telah mengalahkan dan menghancurkan Iran sepenuhnya.
09:04Sebuah jet tempur Amerika Serikat justru ditembak jatuh di wilayah Iran.
09:08Iran mengultimatum Amerika Serikat dan negara teluk yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat untuk mengusir pasukan Amerika Serikat.
09:18Lalu akankah serangan ini jadi tanda bahwa Iran masih memiliki kekuatan penuh ketika Amerika Serikat terus mengklaim kemenangan atas Iran?
09:27Dan akankah jatuhnya pesawat Amerika jadi pemicu?
09:31Amerika benar-benar akan mengerahkan pasukannya untuk menyerang Iran khususnya lewat perang darat.
09:37Kita bahas bersama guru besar politik dan keamanan Universitas Panjajaran Bandung, Prof. Muradi.
09:43Sudah bergabung bersama Breaking News Kompas TV.
09:45Prof, kalau kita lihat eskalasinya saat ini.
09:48Ada pesawat yang milik Amerika Serikat yang ditembak jatuh,
09:51tapi di satu sisi Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat terus mengklaim kemenangannya atas Iran.
09:57Anda sepakat dengan yang mana?
10:00Dua-duanya masih klaim ya.
10:02Jadi saya menganggap bahwa keduanya juga belum bisa dijadikan pijakan.
10:07Tadi sebenarnya sudah ditegaskan dari pengamat intelijen bahwa memang siapa yang menguasai,
10:12yaitu memiliki validasi terkait dengan data, informasi, kekuatan, dan sebagainya itu akan menang.
10:18Sampai hari ini saya kira kita akan berada dalam posisi sentimental subjektif ya.
10:24Yang kemudian akan mengarah pada misalnya dukungan secara personal maupun secara psikologis.
10:31Jadi kalau pun kelim itu bisa dijadikan pijakan,
10:35ya kita lihat sebenarnya kalau dalam perspektif pertahanan militer kan memang
10:42yang disampaikan Iran itu adalah lebih kepada warning ya,
10:47warning atau psikologi praten atau membuat negara-negara itu kekhawatiran dan ketakutan.
10:54Dan dalam bahasa tertentu itu kan belum bisa dijadikan menunjukkan apapun.
10:58Tapi kalau saya menganggap bahwa dua ini kita anggap sebagai satu situasi yang sama-sama
11:04belum bisa dijadikan pijakan yang utama.
11:06Paling tidak misalnya dalam konteks keamanan,
11:09dalam pendidik apa, akademik apa, dalam konsep saya misalnya,
11:13itu melihat bahwa keduanya masih dianggap sebagai bagian dari subjektif.
11:17Belum bisa kita urunjuk sebagai yang mana yang paling cocok dan paling pas
11:21buat kita yakinnya gitu, Mbak.
11:24Tapi Prof, Anda melihat ini eskalasinya akan semakin intens
11:28antara Amerika Serikat dan juga Iran dan Israel
11:31atau justru tonenya akan turun?
11:34Melihat kalau kita kutip begitu pernyataan dari Donald Trump beberapa kali,
11:39ini sudah main hitungan minggu, hari, kemudian sekarang sudah pakai hitungan jam.
11:43Anda melihatnya eskalasinya jadi makin intens atau justru malah tone down?
11:48Ya kalau misalnya targetnya adalah operasi perang darat,
11:53sampai hari ini kan saya belum melihat indikasi ke arah sana.
11:57Paling tidak misalnya gerakan ataupun pergerakan personil itu masih dianggap
12:01di bawah 100 ribu.
12:02Itu sesuatu yang kemudian rumit untuk bisa dijadikan pijakan bahwa mereka
12:06akan melakukan operasi perang.
12:07Tapi ya tetapinya, kalau kemudian ternyata misalnya itu dilakukan untuk kemudian
12:12menyisir misalnya melakukan cyber dan sebagainya, memungkinkan saja.
12:16Tapi sekali lagi bahwa hegemonik perang itu hegemonik penguasaan wilayah.
12:22Jadi kalau kemudian sampai hari ini itu sebatas kemudian ngebom,
12:26kemudian melinim rudal dan sebagainya,
12:29itu lebih pada upaya untuk menghancurkan infrastruktur.
12:33Nah harusnya Mbak, harusnya pasca itu adalah ada upaya serangan darat.
12:38Nah itu yang saya tanggap dua-duanya belum bisa kemudian dilakukan.
12:44Tapi mungkin Iran dengan proksinya ya,
12:46di sebulah di perkenaan perbatasan nasional Israel,
12:49mereka melakukan upaya perang darat.
12:51Dan saya kira itu menjadi salah satu yang kemudian menyibukan
12:54Israel untuk kemudian menangkis ataupun melawan atau mengkontra
12:59apa yang dilakukan oleh Iran kewilaih-wilaih di Israel.
13:01Nah yang kedua, ini juga penting misalnya sampai hari ini
13:05ada beberapa mungkin belasan jenderal yang kemudian juga berpikir
13:09untuk kemudian ada di wilayah aktif di Amerika Serikat ya.
13:16Beberapa jenderal di Patlagun kemudian juga memilih mundur
13:18dan memilih kemampasib dan seterusnya.
13:19Saya kira itu situasi yang dalam bahasa psikologis militer
13:25itu tidak pas untuk mereka akan melakukan operasi yang sifatnya lebih besar.
13:29Jadi kalaupun kemudian dilakukan maka ini lebih banyak klaim.
13:32Nah kalau tanya apa yang kelihatan lebih kelihatan ya,
13:36saya kira secara psikologis militer,
13:40Iran jauh lebih punya, ada di atas yang diklaim oleh Pak Donald Trump.
13:45Pak jenderal misalnya begini, mampu misalnya menggerakkan publik
13:49dengan iming-iming imbalan.
13:51Yang itu kemudian batal dilakukan oleh Pak Trump ketika mereka menangkap
13:56Presiden Venezuela.
13:57Itu ada iming-iming uang yang lumayan besar 50 ribu US dollar
14:02dan kemudian dianggap punya 50 juta US dollar
14:06yang kemudian punya implikasi bahwa itu adalah bagian dari propaganda semata.
14:10Jadi saya kira kalau dikalkulasi mana yang kelihatan paling rasional
14:15dan paling ada di depan,
14:16ya segera sampai hari ini misalnya yang mampu menggerakkan sentimen itu adalah
14:20hari ini adalah Iran.
14:22Tadi Anda singgung bahwa untuk Perang Darat ini belum terlihat sinyalnya
14:27karena pasukan yang dikirimkan juga jumlahnya belum banyak.
14:29Indikasinya berapa banyak pasukan?
14:32Sampai itu bisa dibaca bahwa Amerika Serikat memang akan mengambil jalur Perang Darat?
14:38Ada tiga indikasi.
14:40Yang pertama, ada upaya untuk mengkonsolidasikan personil di wilayah dekat Iran.
14:49Apakah kemudian Timur Tengah, kemudian di perbatasan Iran dan seterusnya.
14:54Yang kedua, ada konsolidasi di internal militer Amerika Serikat
15:00yang sampai hari ini justru antara Menhan, kemudian pelastat gabungan dan seterusnya
15:07juga tidak dalam posisi yang sama suaranya.
15:09Nah yang ketiga, ini menarik kok.
15:11Yang ketiga adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh US itu lebih banyak kemudian mendorong proses upaya
15:19memecah konsentrasi Iran dengan menyerang beberapa basis-basis yang ada di Iran.
15:24Artinya begini, dari tiga ini saja bakal kemudian akumulasi personil itu tidak dilakukan.
15:31Karena begini, dalam penyerangan normatif saja, kita butuh minimal.
15:35Kalau saya menganalogikan misalnya, kalau berbanding dengan Irak 2023,
15:41maka Amerika Serikat dan Israel butuh minimal 500 ribuan personil.
15:45Dengan wilayah yang jauh lebih besar dibanding Irak.
15:48Artinya kalau itu jauh lebih besar mungkin.
15:49Tapi poin kedua adalah 500 ribu itu tidak bisa ditanggung hanya oleh Iran, oleh Israel, dan juga oleh Amerika Serikat.
15:55Dulu ada koalisi militer yang kemudian mendorong mereka bersama-sama mengirimkan pasukannya.
16:03Yang kedua, kosnya.
16:05Kosnya sampai hari ini tidak ada yang kemudian secara indikatif ya,
16:10baik secara terbuka maupun secara tertutup,
16:13itu akan membiayai perang yang ada di perang melawan Iran.
16:17Situasi ini kemudian diperkuat dengan misalnya ekonomi di Amerika Serikat,
16:27itu kemudian pelambatan melambat.
16:29Artinya beberapa hal yang kemudian mendorong bahwa situasi untuk melanjutkan perang
16:34itu adalah situasi yang tidak menguntungkan secara politik bagi Donald Trump.
16:38Artinya memang kalau sekarang bisa diklaim,
16:40ya nanti dalam hitungan hari maka sebenarnya akan ada pelambatan.
16:44Nah pelambatan antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.
16:51Iran lebih banyak kemudian merespon apa yang dilakukan oleh Israel dan juga Amerika Serikat.
16:55Sementara kalau misalnya ada pelambatan ini,
16:58saya kira Iran juga melakukan yang sama.
17:00Nah itu yang kemudian saya kira situasi yang tidak saya dapatkan
17:04ketika misalnya kesiapan satu negara untuk melakukan peperangan darat.
17:10Karena begini, begitu mereka melakukan perusahaan infrastruktur,
17:13maka dalam hitungan jam, itu harus ada penerjun pasukan, ribuan pasukan untuk menemukan wilayah.
17:20Nah itu yang sampai hari ini kita belum bisa, belum lihat dan belum mendengar.
17:25Katakanlah misalnya apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel itu melakukan upaya itu.
17:29Justru yang terjadi adalah Israel kemudian repot dengan serangan-serangan disibulah
17:34yang ada di perbatasan Libanon begitu.
17:36Oke, kalau kita lihat sekarang, sebelum kita bahas sisi politiknya ya mas.
17:42Kalau kita lihat sekarang misalnya proksi-proksi Iran ini kan sudah ada yang bergerak begitu ya.
17:46Dengan porsinya masing-masing.
17:48Hezbollah dengan peperangan ya di darat, begitu di Libanon.
17:52Ada juga rudal yang dilancarkan.
17:55Di satu sisi ada Houthi juga di Yaman yang kemudian mulai melancarkan serangan.
18:00Bahkan memberikan ancaman untuk menutup selat Al-Madeb begitu.
18:04Anda melihat ini juga kemudian bisa membangkitkan dukungan lain dalam tanda kutip.
18:11Seperti misalnya Hamas di jalur Gaza atau di Palestina.
18:15Walaupun mereka sebetulnya kan secara Islam, secara Muslim ini berbeda.
18:21Tapi dengan adanya konflik ini apakah ini juga membuat Hamas kemudian bisa ikut akhirnya Israel berada di tengah-tengah?
18:30Nah ini yang saya kira menarik ya.
18:32Mungkin Iran belum secara eksplisit mengajak atau menggunakan sentimen Palestina.
18:40Kalau itu dilakukan saya kira menarik.
18:42Misalnya katakanlah misalnya dalam perundingan yang sama hari ini belum clear betul ya.
18:48Beberapa cara misalnya mencantumkan Palestina untuk merdeka dalam perdekatan two-way.
18:54Two-state system misalnya.
18:56Ada setiap solution yang memang selama ini ditolak oleh Israel, oleh Nantan Yahu.
19:01Kalau itu dimunculkan mungkin akan berbeda Mbak.
19:03Saya kira sampai hari ini saya menugas sebenarnya kalau nanti misalnya solitas negara-negara Islam atau OKI itu kemudian muncul.
19:11Muncul maka isu itu yang akan dimunculkan.
19:13Dan hari ini bola yang kemudian dimunculkan oleh Iran adalah soal jalur pasok energi yang melalui Selat Ormus ya.
19:25Yang memang saya kira itu menjadi penting.
19:26Makanya kemudian ada kemarin 35 negara, kumpul dan sebagainya.
19:29Jadi buat saya ini menarik kenapa?
19:31Karena salah satu kartu trup yang memang akan membangun, mengembangkan sentimen solitas negara-negara Islam itu belum dimunculkan.
19:40Hamas itu untuk perang model Hezbollah itu saya kira tidak cukup punya kemampuan halus sisa ya.
19:48Artinya kalau memang memungkinkan misalnya dia hanya akan mengganggu upaya-upaya yang menggunakan oleh Israel di wilayah pendudukan.
19:55Kalau itu dilakukan saya kira menarik juga.
19:56Satu sisi ada Hezbollah, sisi kemudian ada Huti dan yang berikutnya adalah Hamas.
20:02Tapi Hamas ini juga pasca meninggal gugurnya memimpin Hamas di Tahiran waktu itu.
20:09Maka kemudian mereka tidak cukup bisa terkonsolasi dengan baik.
20:12Makanya perlu langkah upaya untuk dari Iran sendiri untuk mengambil sentimen itu untuk menggalang kekuatan atau menggalang minimal dukungan dari
20:20negara-negara Islam tadi gitu.
20:22Sampai dengan saat ini belum terlihat tapi potensinya berarti ada ya mas.
20:25Tadi itu kita dari sisi Iran, dari sisi Amerika Serikat sendiri.
20:30Tadi Anda sampaikan bahwa tidak bisa kemudian prajurit 500 ribu lebih itu dikeluarkan oleh Amerika Serikat sendiri ataupun juga dari
20:40Israel.
20:40Apakah ini celah bahwa nanti BOP akan digunakan untuk mengumpulkan pasukan?
20:44Ditahan dulu jawabannya Prof karena kita akan kembali.
20:46Usai Jeddah
Komentar