Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Warga di Lampung dan Banten sempat dihebohkan oleh objek bercahaya terang yang melintasi langit, pada Sabtu (4/4) kemarin.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa benda angkasa yang melintasi langit Lampung dan Banten bukanlah meteor melainkan sampah antariksa bekas roket milik China.

"Terkonfirmasi bahwa itu adalah sampah antariksa dari bekas roket China. Nah, dari analisis orbitnya dapat dijelaskan bahwa obyek tersebut melintas dari arah India kemudian ke arah Samudra Hindia Dan ketinggiannya makin menurun ketika ketinggian di bawah 120 km," ujar Thomas, pada Minggu (5/4/2026).

Lebih lanjut, Thomas menjelaskan masyarakat tidak perlu risau dikarenakan benda angkasa tersebut kemungkinan kecil jatuh di kawasan pemukiman.

Baca Juga Banyak Fenomena Benda Langit Muncul di Indonesia pada 2025, Berikut Daftarnya! di https://www.kompas.tv/saintek/563987/banyak-fenomena-benda-langit-muncul-di-indonesia-pada-2025-berikut-daftarnya

#bendaangkasa #lampung #brin

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661053/peneliti-brin-ungkap-benda-angkasa-lintasi-langit-lampung-banten-yang-hebohkan-warga
Transkrip
00:07Dari gambarnya saya sudah menduga itu sampah antariksa ya.
00:12Jadi yang narasi yang ada di video yang tersebar itu ada yang menyebut itu meteor, ada yang menyebut komet,
00:22bahkan ada yang mengait-ngaitkan juga dengan rudal gitu ya.
00:25Itu sama sekali semuanya tidak tepat, yang benar itu adalah sampah antariksa.
00:33Tetapi semalam saya mau identifikasi objeknya, ini belum ada yang datanya itu cocok ya.
00:44Karena ada dua kandidat, satu adalah Starlink, satu lagi bekas roketnya Cina.
00:51Tapi titik jatuhnya dan waktunya yang di sekitar Sumatera itu ternyata tidak tepat.
01:00Baru tadi pagi ada informasi yang lebih akurat, bahwa objek yang jatuh itu betul jatuhnya di Samudera Hindia sebelah barat
01:12Sumatera.
01:13Dan itu adalah bekas roket Cina yang yaitu CZ-3B yang digunakan untuk meluncurkan satelit pada 2015 ya.
01:30Jadi itu terkonfirmasi bahwa itu adalah sampah antariksa dari bekas roket Cina.
01:40Nah dari analisis orbitnya dapat dijelaskan bahwa objek tersebut melintas dari arah India,
01:51kemudian ke arah Samudera Hindia dan ketinggiannya makin menurun ketika ketinggian di bawah 120 km
02:02itu berada di pantai barat Sumatera, itu mulai memasuki atmosfer padat.
02:11Dengan memasuki atmosfer padat, maka objek antariksa tersebut akan panas, terbakar, kemudian pecah.
02:19Itu yang kemudian dilihat masyarakat, ada yang melaporkan dari Sumatera Barat,
02:26kemudian ada dari Lampung, ada dari Bantan, itu semuanya adalah pecahan sampah antariksa
02:35yang mulai pecah di pantai barat Sumatera.
02:39Kemudian terus meluncur objek-objek yang berat, itu lebih dulu turun.
02:49Diduga ini di sekitar hutan di pantai barat Sumatera, kemudian sebagian lagi masih tampak di Lampung dan Banten,
03:03itu sebagian besar jatuhnya di hutan atau di laut, dan kemudian lanjut ke Samudera Hindia.
03:13Jadi tidak ada laporan bahwa ada objek yang jatuh di dekat pemukiman warga.
03:24Terima kasih telah menonton!
03:56Terima kasih telah menonton!
04:18Komitmen kami, satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:23Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan