Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Serangan Amerika Serikat yang menghantam jembatan di Iran, menewaskan 13 orang dan 95 orang luka.

Warga sipil Iran yang menjadi korban mengutuk Amerika Serikat yang menyerang infrastruktur sipil.

Jembatan B-1 yang menghubungkan ibu kota Iran, Teheran dan Karaj hancur seketika usai menjadi sasaran dalam dua gelombang serangan rudal milik Amerika Serikat, Kamis (2/4/2026) waktu setempat.

Akibatnya 13 orang tewas, dan 95 orang luka. Sejumlah korban luka dirawat di Rumah Sakit Imam Ali di Kota Karaj.

Salah satunya, Muhammad Yasai ia mengutuk aksi militer AS yang menyerang infrastruktur sipil.

Yasai saat itu sedang menggendong anak perempuannya, dan tiba-tiba banyak batu besar berjatuhan yang kemudian menimpa kakinya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya mengakui serangan tersebut dan mengancam akan terus melancarakan serangan yang lebih besar jika tidak terjadi kesepakatan dengan Iran.

Sementara Menlu Iran, Abbas Araghchi menyebut serangan ke bangunan sipil tidak akan memaksa Iran untuk menyerah dan hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau.

Baca Juga Serangan Udara Hantam Teheran, Bandara dan Universitas Jadi Sasaran di https://www.kompas.tv/internasional/661000/serangan-udara-hantam-teheran-bandara-dan-universitas-jadi-sasaran

#iran #amerika #rudal

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661001/serangan-as-hancurkan-jembatan-di-iran-13-orang-tewas-dan-95-lainnya-terluka
Transkrip
00:00Serangan Amerika Serikat yang menghantam jembatan di Iran menewaskan 13 orang dan 95 orang luka.
00:06Warga sipil Iran yang menjadi korban mengutuk Amerika Serikat yang menyerang infrastruktur sipil.
00:21Jembatan Biwan yang menghubungkan ibu kota Iran, Teheran dan Karas,
00:24hancur seketika usai menjadi sasaran dalam dua gelombang serangan rudal milik Amerika Serikat,
00:29Kamis waktu setempat.
00:31Akibatnya 13 orang tewas dan 95 orang luka.
00:35Sejumlah korban luka dirawat di rumah sakit Imam Ali di kota Karas.
00:40Salah satunya Muhammad Yasai.
00:42Ia mengutuk aksi militer AS yang menyerang infrastruktur sipil.
00:47Yasai saat itu sedang menggendong anak perempuannya dan tiba-tiba banyak batu besar berjatuhan
00:52yang kemudian menimpa kakinya.
00:59Ini membuat syat yang terbaru dan kemudian menubah didanggung.
01:04Ini memberikan perempuan yang dipercaya, mungkin tidak menguntungi untuk bermanfaat dan membuat apa-apa kemudian tidak bisa.
01:14Ini memutuk dipercaya dari sikap diialisannya.
01:16Saya dikembangan pembanan dan perempuan.
01:28Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengakui serangan tersebut dan mengancam akan terus melancarkan serangan yang lebih besar jika tidak
01:37terjadi kesepakatan dengan Iran.
01:39Sementara Menlu Iran Abbas Arachi menyebut serangan kebangunan sipil tidak akan memaksa Iran untuk menyerah dan hanya menunjukkan kekalahan dan
01:48keruntuhan moral musuh yang sedang kacau.
Komentar

Dianjurkan