Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Usai mengancam akan membawa Iran kembali ke zaman batu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuktikan serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran dengan menghancurkan jembatan tertinggi di Timur Tengah.

Iran pun membalas dengan menyatakan bahwa serangan terhadap bangunan sipil menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau. Akankah serangan besar Amerika Serikat memperlebar masa perang?

Simak pembahasan KompasTV bersama pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, serta pakar intelijen Anton Ali Abbas.

Baca Juga TERBARU! Ungkap Sosok Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Keluarga Cerita Persiapan Pemakaman di https://www.kompas.tv/nasional/660923/terbaru-ungkap-sosok-prajurit-tni-gugur-di-lebanon-keluarga-cerita-persiapan-pemakaman

#iran #as #donaldtrump #iranvsas

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/660926/memanas-serangan-ancaman-as-israel-ke-iran-tak-ada-negosiasi-ini-kata-pakar-intelejen-pengamat
Transkrip
00:00Saudara Usai mengancam akan membawa Iran kembali ke zaman batu.
00:05Trump membuktikan serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran dengan menghancurkan jembatan tertinggi di Timur Tengah.
00:12Iran pun membalasnya dengan mengatakan menyerang bangunan sipil menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau.
00:21Akankah serangan besar Amerika Serikat ini memperlebar masa perang?
00:25Kita membahasnya bersama dengan sejumlah narasumber, ada pengamat politik dan juga militer Universitas Nasional,
00:31Pak Selamat Ginting dan juga pakar intelijen dari CIDE, Mas Anton Ali Abbas yang telah bergabung di Kompas Petang.
00:37Selamat petang semuanya.
00:39Selamat petang.
00:40Saya ke Mas Selamat Ginting dulu.
00:42Kalau kita lihat dengan dihancurkannya jembatan tertinggi di Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat,
00:48Apakah ini Anda membacanya ancaman Amerika Serikat untuk melumpuhkan Iran secara total ini betul-betul dilakukan?
00:58Ya tujuan perang yang dilakukan Amerika saat ini adalah tujuan perang yang maksimalis, bukan terbatas.
01:06Sejak awal memang operasi militer Amerika dan Israel ke Iran tidak hanya bertujuan menyerang Iran semata,
01:17tetapi juga mencakup penghancuran program nuklir, pelumpuhan, kemampuan militer,
01:24baik itu rudal maupun angkatan laut, bahkan indikasi mengubah rejim-rejim Cheng.
01:31Jadi tujuan yang luas seperti ini hampir pasti membuat perang akan lebih lama lagi,
01:39lebih intens dan sulit dihentikan di tengah jalan.
01:44Juga ada eskalasi dua arah di sini, Iran tidak memilih respon terbatas,
01:50tetapi strateginya adalah secara horizontal eskalasi memperluas konflik ke kawasan Israel,
02:00Teluk, Lot Merah, dan lain-lain.
02:01Sementara vertikal eskalasi itu dari target militer ke infrastruktur strategis dan juga sipil
02:11untuk menciptakan pola serangan balasan lebih keras dan ini akan menimbulkan eskalasi baru,
02:20apalagi Amerika menyerang fasilitas-fasilitas sipil.
02:25Jadi akan dibalas infrastruktur sipil juga akan menjadi target strategis.
02:32Dari Iran begitu ya?
02:34Iya, begitu.
02:35Kalau dari Mas Anton Adhabi sendiri melihatnya apa sebagai pakar intelijen?
02:38Karena dengan Amerika Serikat menyerang jembatan tertinggi di Timur Tengah ini,
02:43Trump menyatakan bahwa ini sebagai sinyal untuk mengajak Iran kembali ke meja perundingan.
02:49Ya, boleh-boleh saja untuk Trump mengatakan demikian.
02:53Karena memang kalau misalnya ketika kita bicara tentang ingin bernegosiasi, penyerang,
02:58penyerangan adalah bagian dari untuk juga kompel, untuk kekuatan untuk memaksa,
03:03untuk memaksa para pihak untuk meja perundingan sah-sah saja.
03:06Tapi saya melihat sepanjang ini masih perangnya jarak jauh,
03:10itu artinya masih keinginan dari sisi pihak dari Amerika Serikat ataupun Israel
03:16masih ingin cuma sekedar ingin menghancurkan atau melemahkan kemampuan dari militer Iran itu sendiri.
03:22Itu Mas.
03:23Jadi ini tentu akan berbeda ketika nanti misalnya Amerika berani gitu ya,
03:28berani untuk mengeksekusi operasi daratnya.
03:31Karena kalau sudah operasi darat tentu saja nanti akan terjadi perluasan ya,
03:36perluasan dari wajah perang itu sendiri.
03:40Karena tidak hanya untuk mendegradasi kemampuan lawan,
03:43tapi juga sedikit banyak yang sudah mulai untuk menduduki tempat-tempat strategis.
03:50Jadi kehadiran fisik dari Amerika Serikat di Iran tentu saja itu akan sedikit banyak mengubah wajah perangan itu sendiri.
03:58Tapi kalau misalnya sejauh ini, bagi saya ini masih dalam tujuan dalam bagaimana pihak dari Amerika Serikat
04:04melemahkan kemampuan Iran dalam hal ini untuk melakukan pembalasan maupun juga untuk dalam rangka ya tadi.
04:10Ini cipta kondisi ketika mereka ingin melakukan serangan daerah itu.
04:14Kalau Bang Selamat sendiri melihat bahwa ini jadi salah satu cara Amerika Serikat menekan Iran,
04:21respon dari Iran, nanti akan seperti apa?
04:22Apakah betul-betul Iran akan tertekan atau justru sebaliknya membalas dengan serangan yang lebih luar biasa lagi?
04:30Saya harus mengemukakan dulu mengapa infrastruktur sivil menjadi target strategis.
04:37Ada tiga alasan utama saya kira.
04:39Pertama, karena ada banyak fasilitas listrik, pelabuhan, energi, jembatan, dan lain-lain,
04:47itu dianggap mendukung militer sekaligus vital bagi ekonomi.
04:53Maka ini harus dihancurkan oleh Amerika.
04:57Jadi tekanan ekonomi dan psikologis yang dilakukan Amerika ini
05:02itu mengancam untuk menghancurkan infrastruktur energi Iran.
05:08Dan Iran tentu saja akan mengancam lagi fasilitas energi Amerika di kawasan teluk.
05:15Nah, sehingga tujuannya sama-sama memaksa lawan, menyerah gitu ya.
05:21Amerika mengancam ini agar memaksa...
05:28Mas Selamat.
05:31Baik, saya ke Mas Anton.
05:33Mas Anton, kalau kita lihat...
05:34...strategi keterbangkannya padat penduduk.
05:37Tidak, serangan di area padat penduduk ini akan meningkatkan risiko salah sasaran.
05:43Kan kemarin sudah ada sekitar 1400-an warga Iran, sifil Iran tewas termasuk perangan ke sekolah dan rumah sakit.
05:53Artinya memang sebagian itu dilakukan kesengajaan oleh Amerika
05:59sebagai bahwa perang sudah berubah menjadi konflik yang lebih berat.
06:05Apakah Iran mau kembali berunding?
06:08Jadi, saya kira justru serangan Amerika dan Israel pada tanggal 28 Februari itu pada saat masih terjadi perundingan.
06:19Karena itu Iran tidak akan lagi mau percaya begitu saja melakukan perundingan.
06:24Nanti justru akan diserang begitu.
06:26Sehingga menurut Anda sulit begitu ya, mengajak Iran untuk kembali ke meja perundingan
06:32ataupun berunding untuk menyelesaikan konflik ini?
06:36Ya, jadi memang ini semacam adu antara diplomasi dan militer ya.
06:45Tekanan di satu sisi Donald Trump juga sedang menghadapi tekanan yang begitu kencang di dalam negerinya.
06:54Tekanan politik domestik.
06:56Dan dia butuh kemenangan cepat.
06:58Kemenangan cepat yaitu supaya Iran segera menyerah.
07:03Karena dia terancam.
07:04Kalau Iran tidak menyerah, justru kemudian Donald Trump bisa segera di-impeachment di dalam negerinya.
07:12Jadi, kedua belah pihak ini punya kartu untuk memundurkan perang atau memajukan perang.
07:20Kira-kira begitu.
07:21Baik.
07:22Kalau Mas Anton sendiri melihatnya seperti apa?
07:25Strategi intelijen atau strategi perang seperti apa yang tengah dimainkan oleh Amerika Serikat?
07:29Kalau kita lihat sebelumnya fokus penyerangan ke pusat militer, pusat angkatan militer yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
07:37Namun sekarang sudah bergeser.
07:38Yang terbaru menyerang jembatan tertinggi timur tengah di Iran.
07:42Ya, mereka kan mencoba untuk bagaimana menekan Iran ya.
07:46Menekanin.
07:46Kalau misalnya Amerika Serikat kan jelas, Presiden Amerika Serikat kan ingin untuk pihak dari Iran itu menyerah tanpa syarat.
07:55Dan itu yang, makanya kemudian penyerangan kemudian agak melebar tidak hanya sekedar instalasi militer, kemudian instalasi publik.
08:02Walaupun mereka juga sudah mulai mengancam bahwa nanti akan menyerang power plant misalnya, instalasi listrik gitu.
08:09Yang belum pernah didengarkan bahwa mereka ingin menghancurkan instalasi minyak.
08:13Nah, itu yang belum pernah didengar.
08:14Jadi, ini adalah bagian dari kemudian pemaksa.
08:16Tapi apakah itu ternyata berhasil atau tidak berhasil?
08:19Saya melihatnya, kelihatannya itu tidak.
08:21Kenapa?
08:22Satu, Iran itu sudah kenyang dengan sanksi Amerika Serikat.
08:24Takkanlah Amerika Serikat.
08:26Itu satu.
08:27Kedua, bagi Iran, clear.
08:29Bahwa ini siapa perang yang memulai?
08:31Amerika Serikat.
08:31Bukan mereka.
08:32Apa yang mereka lakukan adalah tindakan bertahan.
08:34Dan itu sah, legitimate.
08:36Dan itu diakui oleh PBB gitu.
08:39Ketika ada sebuah negara berdaulat yang diserang, mereka sah untuk membela diri.
08:42Apakah ini kemudian mungkin berhasil?
08:44Bagi saya sih tidak.
08:45Kenapa?
08:45Karena publik di Iran sendiri, yang tadinya terbelah ada yang pro dan kontra terhadap rezim,
08:50hari ini, itu solid untuk menentang intervensi asing.
08:55Mereka bagi pihak-pihak oposisi, kelompok oposisi, masyarakat sipil di sana,
08:59yang tadinya tidak, apa, tidak suka dengan rezim.
09:02Tapi ketika, apa namanya, ada upaya untuk mengubah rezim melalui perang, mereka sendiri menolak gitu.
09:08Jadi bagi saya, apakah ini kemudian akan mengampu secara efektif untuk memaksa Iran entah itu untuk menyerah ataupun berunding?
09:16Bagi saya, ini sejauh ini masih kecil untuk kemungkinannya.
09:19Kecil kemungkinan untuk mengajak Iran ke meja negosiasi begitu, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
09:26Jadi pertanyaan selanjutnya, jadi menurut Anda, apa yang bisa dilakukan oleh kedua negara ini,
09:32sehingga betul-betul ada negosiasi dalam menyelesaikan konflik ini?
09:36Atau memang tidak bisa ada negosiasi, satu harus kalah terlebih dahulu, baru perang ini berakhir?
09:42Jangan dijawab dulu ya, kami akan membahasnya usia jeda, tetaplah bersama kami di Kompas Petang.
09:56Pertanyaan gantung saya tadi ke Mas Anton Ali Abbas, jika kalau seandainya negosiasi juga mentok dilakukan,
10:02pertanyaannya kepentingan apa yang akhirnya memaksa ketiga negara, Iran, Amerika Serikat, dan Israel,
10:09akhirnya bisa berunding untuk menyelesaikan konflik ini?
10:13Bagi saya, sejauh ini masih di bawah 50%, kalau kita membuat kolokasi masih di bawah 50%,
10:22bahwa para pihak untuk mau dengan sadar, duduk di meja perundingan menyelesaikan ini.
10:27Kenapa? Karena masing-masing masih mencoba berlomba-lomba untuk melumpuhkan ataupun melemahkan kekuatan.
10:33Jadi dalam konsep resolusi konflik, ini belum masuk namanya fase hurting stalemate.
10:38Jadi mereka masih belum terkunci fase saling menyakiti satu sama lain.
10:41Jadi masih dalam konteks saling menyakiti, tapi belum terkunci.
10:45Jadi masih belum memuncak.
10:47Jadi kalau tanya apakah ada kepentingan, sejauh ini belum.
10:50Jadi kalau Iran sih simpel.
10:51Anda kan dalam 5 tuntutan Iran ketika dia merespon 15 tuntutannya dari Trump,
10:56dia bilang yang pertama adalah berhenti dulu, yang kedua dijamin tidak lagi ada serangan di masa depan.
11:03Jadi itu kan kondisional bagi Iran untuk duduk di meja perundingan.
11:06Dan itu Trump minta-nya kan, ini penyerahan, menyerah tanpa syarat.
11:11Ini yang tidak ada diketemu.
11:12Jadi bagi saya, kemudian apakah memungkinkan mereka untuk kemudian duduk,
11:16ini intervensi dari pihak ketiga, pihak eksternal dari yang tidak terlibat.
11:22Menjadi penting, ada beberapa pihak yang mengupayakan.
11:24Yang satu ada Oman, yang memang sebelumnya tadi Bang Selamat Ginting,
11:28ketika Februari itu kan masih ada perundingan yang difasilisi Oman.
11:31Lalu kemudian ada Pakistan, yang dimana ada ketelebatan Turki dan Arab Saudi.
11:35Lalu juga ada Cina, sebenarnya juga ikut bermain.
11:37Lalu ada Rusia, ikut bermain.
11:40Jadi sepanjang mereka ikut serius melakukan intervensi,
11:43terutama juga Inggris misalnya,
11:45dia akan melakukan pertemuan dengan 35 negara Uni Eropa dan juga pemimpin negara Teluk misalnya.
11:52Sejauh ada banyak, semakin banyak ada pihak eksternal yang mengupayakan untuk duduk itu.
11:56Jadi bagi Iran sih, ada jaminan.
11:58Siapa yang ingin menjamin bahwa Amerika tidak melakukan serangan lagi?
12:02Dan itu yang diharapkan adalah entah itu melalui China atau melalui Rusia
12:06yang bisa memastikan bahwa Amerika dan Serikat tidak akan melakukan itu.
12:08Berarti ada kemungkinan jika ada jaminan tersebut.
12:11Karena kalau kita lihat, kemarin kan sempat dilontarkan negosiasi 15 poin melalui Pakistan,
12:17namun ditolak mentah-mentah karena tidak ada jaminan menurut Iran.
12:20Jadi menurut Anda jika ada pihak eksternal yang menjamin bahwa negosiasi tersebut betul-betul akan dilaksanakan oleh kedua belah pihak,
12:27ini akan selesai.
12:29Bagi Iran itu simpel.
12:31Kalau saya ingin memulai negosiasi, selesaikan dulu dua dari lima itu.
12:34Jadi tidak lagi serangan. Serangannya berhenti dulu.
12:37Yang kedua ada jaminan untuk tidak.
12:38Tidak lagi serangan itu tidak ada di masa depan.
12:41Jadi ini yang Amerika yang harus mungkin kalau misalnya pakai kita berandai.
12:46Misalnya ada Cina atau Rusia, jadi Amerika bisa memiliki jaminan itu kepada pihak yang itu.
12:51Karena bagaimanapun juga kan Rusia dan Cina itu kan ikut membalantu Iran di masa-masa sulit.
12:57Jadi sepanjang ada assurance itu, itu mungkin Iran mau duduk di meja negosiasi.
13:03Walaupun kalau kita lihat ya model negosiasi selama ini antara Amerika Serikat dengan Iran misalnya,
13:09itu kan tidak secara langsung yang kita bayangkan duduk kita hadap-hadapan.
13:12Jadi ketika Februari lalu itu kan juga tidak langsung gitu.
13:16Yang hanya difasilitasi oleh Oman gitu.
13:19Jadi bagi saya keterlibatan dan intervensi dari eksternal ini menjadi kunci.
13:25Itu Mas Yasir.
13:26Kalau dari Pak Selamat sendiri melihatnya seperti apa?
13:28Amerika Serikat sebenarnya mau tidak sih menghentikan serangan ke Iran sebagai bagian dari negosiasi.
13:36Kalau dari kekuatan militernya sendiri Anda melihatnya bagaimana?
13:38Kan begini, ini posisi menjelang 6 April.
13:43Ada deadline dari Donald Trump yang meminta pembukaan Slat Hormuz.
13:49Kan begitu ya.
13:51Jadi ada tekanan untuk tanggal 6 April.
13:54Di sini menurut saya negosiasi bisa saja berjalan, tapi Iran pasti akan menyangkal tunduk pada Amerika walaupun tetap ada ancaman
14:08eskalasi yang tinggi.
14:09Jadi situasinya adalah negosiasi di bawah bayang-bayang perang.
14:15Nah kalau kita lihat ada 3 skenario realisis di dalam hal ini.
14:22Pertama, eskalasi lanjutan dan ini paling mungkin.
14:26Indikatornya, Trump masih mengancam akan menyerang dengan lebih keras dan tidak ada kesepakatan konkret sampai saat ini.
14:37Jadi targetnya akan terus meluas.
14:39Kita akan lihat nih, 3 hari lagi jatuh tempo 6 April itu.
14:45Jadi kemungkinan serangan ke pembangkit listrik Iran juga akan disasar terus.
14:55Karena itu Iran akan tetap membalas menutup Slat Hormuz gitu loh.
15:02Walaupun dikasih deadline dia akan keras gitu ya.
15:06Karena kemungkinan menutup Slat Hormuz lebih lama itu juga sekaligus mengimbangi bagaimana akan menyerang.
15:22Jadi Anda membacanya Pak Selamat, Anda membacanya ini kan Trump sempat menyampaikan bahwa 2-3 minggu ini akan selesai melakukan
15:30penyerangan.
15:31Ini Anda membacanya akan selesai dalam negosiasi atau selesai dengan terus menyerang hingga Iran betul-betul dinyatakan lumpuh.
15:41Nah, apakah ini cuma gertak sambal atau tidak?
15:46Apakah Amerika akan menerjunkan pasukan ke darat?
15:51Baik itu ranger, sils, lintas udara maupun pasir khusus angkatan udara mau masuk.
15:58Saya kira kan menunggu juga.
16:00Orang tidak percaya lagi dengan ucapan Trump karena lebih banyak gertak sambal.
16:07Sehingga publik akan melihat atau publik Iran juga akan melihat ini eskalasi terbatas.
16:16Jadi Iran tetap aja akan tidak akan membuka sepenuhnya.
16:22Mungkin membuka sebagian akses bagi siapa?
16:27Bagi negara-negara yang punya hubungan baik dengan Iran.
16:33Termasuk beberapa negara Eropa Barat.
16:36Ini dijadikan kunci, belum lagi di Laut Merah melalui proksi Iran, Hoti.
16:43Jadi Iran sekarang ini sebenarnya menang banyak di dalam peperangan ini karena
16:52gencatan senjata pun nanti kalau terjadi hanya gencatan senjata de facto dan bukan damai.
17:01Jadi ciri-ciri serangannya ya seperti itu.
17:05Jadi semacam full war versi panas.
17:10Brandingin versi panas.
17:11Kira-kira begitu.
17:12Baik yang jelas kita bertiga ini berharap ya mereka bisa kembali ke meja perundingan sehingga perang ini bisa selesai.
17:18Karena dampaknya tidak hanya di Timur Tengah tapi dampaknya juga sudah mendunia begitu.
17:22Terima kasih Pak Selamat Genting pengamat politik dan juga militer dari UNAS dan juga Mas Anton Ali Abbas.
17:27Pakar Intelijen telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
17:30Salam sehat semuanya.
17:31Pakar Intelijen telah berbagi perspektifnya.
Komentar

Dianjurkan