Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) telah melepas tiga anggota TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB dari Beirut, Lebanon menuju Indonesia.

Simak dialog KompasTV bersama kami Mita Septiana, kakak kandung Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, salah satu anggota TNI yang gugur dalam misi di Lebanon untuk membahas persiapan pemakaman.

Baca Juga Tiba di Tanah Air, 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dibawa ke Rumah Duka | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/660914/tiba-di-tanah-air-3-jenazah-prajurit-tni-gugur-di-lebanon-dibawa-ke-rumah-duka-berita-utama

#tni #lebanon #prajurit #unifil

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660923/terbaru-ungkap-sosok-prajurit-tni-gugur-di-lebanon-keluarga-cerita-persiapan-pemakaman
Transkrip
00:00Unifil telah melepas tiga anggota TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB dari Beirut, Lebanon menuju Indonesia.
00:08Sudah bersama kami, Mita Septiana, kakak kandung Kopda Anumerta Farizal Romadon.
00:14Selamat sore, Mbak Mita.
00:18Ya, selamat sore Mbak.
00:20Kami, keluarga besar Kompas TV, mengucapkan turut berduka sedalam-dalamnya
00:25atas berpulangnya Kopda Anumerta Farizal Romadon sebagai pahlawan, sebagai penjaga di garda perdamaian, Mbak.
00:34Ya, terima kasih.
00:35Terima kasih juga di tengah kondisi duka ini, Mbak Mita bersedia untuk kami wawancarai.
00:41Mbak Mita, kalau informasi terkini, rencana pemulangannya seperti apa?
00:49Ya, kami sudah menemukan informasi ya, Mbak.
00:52Informasi terkait dengan pemulangan adik saya, yang rencananya hari ini sudah mulai
00:58diangkat dari Tiret menuju Istanbul, kalau tidak salah, dan besok, besok sekitar setengah enam
01:07itu sudah sampai di Jakarta.
01:10Kemudian, sebetulnya sudah diinformasikan bahwa di Jakarta akan ada serah terima begitu.
01:17Kemudian nanti baru akan dikeluarkan ke Jogja, seperti itu, Mbak.
01:21Nah, kemungkinan nanti kalau sampai di Jogja itu Sabtu malam, untuk pemakamannya di hari Minggunya, Mbak.
01:28Oke, tiba di Indonesia tadi setengah enam pagi atau sore, Mbak?
01:33Sore, sore, Mbak. Setengah enam sore di Soekarno-Hatta.
01:38Oke, jadi pukul setengah enam sore, rencana besok, almarhum akan tiba di Soekarno-Hatta,
01:44lalu akan dibawa ke Jogja langsung ya, Mbak, ya?
01:46Iya, iya, Mbak, ke Jogja, di Kulonprogo.
01:49Di Kulonprogo, tepatnya.
01:52Kalau untuk rencana pemakaman, saya dapat informasi kemarin keluarga sedang berembuk ya, Mbak, ya?
01:58Untuk menentukan di mana makam dari Kopda Anumerta Farizal Romadon sudah ada keputusankah?
02:05Iya, sudah, Mbak. Insya Allah sudah ada keputusan dari keluarga yang akan dimakamkan di TMP,
02:11Kiri TNI, Kulonprogo.
02:13Ada pertimbangan khusus di TMP itu yang dipilih? Apakah karena memang menghargai jasa almarhum sebagai pahlawan?
02:24Iya, memang kemarin sudah diberitahu oleh komandan Rizal itu disampaikan bahwa diharapkan nanti,
02:32karena ini kan misi pergamaian internasional ya, Mbak.
02:35Jadi, sebagai bentuk menghargai jasa varial, dan juga nantinya karena masih ada anak,
02:43masih ada anak kecil, jadi ya, kita diputuskan untuk setuju untuk dimakamkan di TMP,
02:49makam pahlawan Kiri TNI, Kulonprogo. Seperti itu.
02:52Mbak Mita, izinkan kami bertanya soal sosok almarhum.
02:57Kopda Anumerta Farizal ini punya berapa anak, dan bagaimana kesehariannya?
03:04Ya, untuk Farizal ini memiliki satu anak ya, Mbak, yang usianya besok Mei itu dua tahun,
03:11kemudian kalau sosok sendiri, adik saya itu memang adalah pribadi yang sederhana, Mbak.
03:18Memang dari sekolah dulu, dari SMP itu memang dia sudah memiliki jiwa kedisiplinan, Mbak.
03:25Yang masih saya ingat sampai sekarang itu, yang sampai sekarang itu masih benar-benar pernya,
03:31itu ketika dulu memang sejak SMP itu sudah memiliki tekad ya, Mbak,
03:36tekad untuk mengadi, untuk menjadi seorang sentara nasional, sudah dipersiapkan,
03:42sudah tekadnya itu sudah mantap sekali ya, untuk olahraga.
03:46Nah, kemudian anaknya itu dulu ketika sekolah itu dia tidak mau, Mbak,
03:51namanya terlambat sekolah itu, dia itu adalah disipin, disipin sekali.
03:57Bahkan ketika sekolah itu pun tidak mau, Mbak, diantar orang tua itu.
04:02Dia memang mandiri, kemudian sekolahnya tinggi, Mbak.
04:05Tidak mau kalau sekolah itu berangkatnya telat, seperti itu.
04:09Nah, kemudian kalau dengan orang tua, dengan keluarga pun sangat sayang ya, Mbak,
04:19selalu ngadarin apapun, dimanapun, itu juga selalu menyempatkan untuk memberikan kabar,
04:26meskipun hanya ketentara melalui apa-apa, ataupun telepon, seperti itu, Mbak.
04:33Kalau anak beliau tadi, 2 tahun, laki-laki perempuan?
04:37Iya, perempuan, Mbak.
04:39Oh, perempuan.
04:40Saat ini kan pasti saya yakin Mbak Mita menghadapi hal yang sangat berat bersama dengan keluarga,
04:46begitu pula dengan istri dan anak dari almarhum.
04:50Bagaimana Mbak Mita, juga istri almarhum, juga anak, saling menguatkan dalam kondisi seperti ini,
04:57juga orang tua tentunya?
04:59Iya, pokoknya kami dari keluarga itu sudah ikhlas ya, Mbak,
05:03karena ini mungkin memang kedatakan dari awal, mungkin memang,
05:08apa ya, Mbak, memang adik saya itu ditakdirkan sampai usia 28 tahun,
05:14ya, seperti itulah, Mbak, ya, biar, biar, apa ya, kita itu bisa, ya lah, bisa leguh,
05:20karena memang ini sedangnya ditakdir dengan cara yang seperti ini.
05:25Kalau saat ini kondisi orang tua, juga kondisi istri almarhum seperti apa?
05:32Karena kemarin sangat terguncang saat mendengarkan kabar ini, Mbak.
05:38Iya, kalau untuk saat ini, Mbak, alhamdulillah,
05:41orang tua saya maupun adik-adik saya sudah bisa menerima, Mbak.
05:48Jadi sudah bisa diajak ngobrol, bisa diajak cerita, sudah bisa cerita, seperti itu.
05:54Jadi sudah, alhamdulillah, sudah, sudah, apa ya, Mbak, sudah ikhlas lah, Mbak.
05:59Jadi bisa tidak seperti kemarin yang sangat-sangat terpukul, sangat terburuk, seperti itu.
06:05Iya, memang ikhlas ini sulit, tapi coba saling menguatkan antar keluarga.
06:10Iya, betul.
06:12Almarhum ini anak keberapa dari berapa bersaudara, Mbak Mita?
06:16Anak kedua dari dua bersaudara.
06:18Saya kakak beradik.
06:19Oh, hanya kakak beradik saya, Mbak.
06:23Hanya kakak beradik ram saja ya?
06:25Jadi berarti Mbak Mita sangat dekat sekali dengan almarhum ya, Mbak?
06:29Iya, seperti itu, Mbak.
06:31Kalau terakhir, Mbak Mita berkomunikasi dengan almarhum kapan?
06:36Terakhir itu, ya, itu kan kemarin kan lebaran itu, Mbak, video call.
06:42Video call, minta maaf, dua kali video call.
06:46Yang pertama sendiri, yang kedua, dengan anak istrinya,
06:50disambungkan di bel call.
06:52Kemudian juga minta maaf, mengucapkan terima kasih, dan segala macam.
06:59Jadi sempat pada saat lebaran kemarin ya,
07:03untuk berkomunikasi dengan keluarga.
07:05Selama berdinas, berarti berangkat ke Lebanon itu April 2025, betul ya, Mbak Mita?
07:13Gimana?
07:14Berangkat ke Lebanon, almarhum itu awal pada April 2025, betul ya?
07:20Iya, betul Mbak, betul.
07:21Ini kan sudah setahun ya, Mbak, sudah mau pulang, Mbak.
07:25Jadi Mei itu, Mei, pertengahan Mei itu sudah pulang, tidak akan pulang.
07:29Bahkan, ibu saya sudah dikasih tahu,
07:31besok gelombang pertama pulangnya,
07:34setelah 23 Mei,
07:35jadi tinggal satu bulan lagi sebenarnya.
07:37Pada saat almarhum mau berangkat ke misi perdamaian di Unifil, di Lebanon,
07:44apa yang disampaikan oleh orang tua,
07:46apa yang disampaikan oleh istri,
07:48dan apa juga pesan dari Mbak Mita kepada almarhum pada saat itu?
07:53Iya, dulu ketika mau berangkat itu ya,
07:56kami menguntapkan ya, Mbak.
07:59Jadi kemudian halaman, terus yang intinya ya,
08:02pokoknya berhati-hati, hati-hati di sana,
08:05jaga diri bajai, jaga kesehatan, jaga kulatnya,
08:09seperti itu sih, Mbak.
08:11Dan keluarga sudah siap dan memberikan doa restu pada saat itu ya, Mbak Mita?
08:17Iya, iya, betul.
08:19Betul, memang itu kan sudah meritikkan adik saya, Mbak.
08:22Adik saya sudah ingin sekali berangkat ke sana,
08:25sudah memang niatnya mengabdi ke sana,
08:29sudah memang keinginannya sejak dulu, Mbak.
08:32Seperti itu.
08:33Iya, ini bagian dari cita-cita mengabdi untuk negara,
08:37dan ya memang takdir yang dari maha kuasa
08:41bahwa Kopda Anumerta Farizal Ramadan berpulang.
08:46Setelah beliau berpulang,
08:48apakah sudah ada yang mengunjungi keluarga dari pihak TNI
08:51dan siapa saja, Mbak, sejauh ini?
08:54Iya, kalau dari TNI itu setiap-setiap hari, Mbak,
08:57setiap hari berkundung.
08:59Komandannya dari Aceh sudah berkundung.
09:02Kemudian ada beberapa teman-temannya,
09:05ibu janji, ibu janyon, itu juga sudah datang ke sini, Mbak.
09:11Mohon maaf, saya juga bertanya,
09:14apakah kami mengonfirmasi bahwa betul ya,
09:17terhadap keluarga dari almarhum,
09:19negara memberikan seluruh haknya,
09:22sudah dikomunikasikan kepada pihak keluarga,
09:25termasuk juga jaminan pendidikan untuk anak almarhum ya, Mbak Mita ya?
09:30Iya, sudah, Mbak. Sudah disampaikan juga itu.
09:33Saat ini, yang dilakukan oleh keluarga,
09:37persiapan menuju kedatangan almarhum,
09:40seperti apa, Mbak, di rumah?
09:42Iya, Pak, di rumah,
09:44dengan dibantu para peserta tangga ya, Mbak,
09:46dengan persiapkan semuanya,
09:48mungkin untuk tempat parkir,
09:50kemudian juga saling-golong yang membersihkan jalan,
09:54seperti itu, Mbak.
09:55Anak kami kan di desa ya, Mbak,
09:56jadi kemarin persi-persi jalan sekitar,
10:01menyiapkan tempat parkir,
10:02tempat nanti wudu,
10:05untuk keluar dinazah, dan sebagainya, Mbak.
10:07Dan, kita berharap segala prosesnya nanti berlangsung dengan baik.
10:12Mbak Mita, apa yang ingin disampaikan,
10:14mewakili pihak keluarga?
10:16Mbak Mita, silahkan.
10:17Iya, iya, pokoknya,
10:19kami dari keluarga yang jelas,
10:21ingin segera adik saya,
10:24mari luar rumah,
10:25bersegera pulang ke rumah,
10:26dengan lancar,
10:28sesuai dengan jadwalnya,
10:31tidak mundur-mundur lagi,
10:32karena kamu sudah sangat merindukan,
10:34sangat menunggu ke pulangan,
10:36dengan segera, Mbak.
10:38Dan mohon doanya kepada semuanya,
10:39agar semuanya dilancarkan,
10:41hingga nanti sampai ke Indonesia,
10:44sampai ke Indonesia,
10:45hingga nanti pemakaman sudah lancar semuanya,
10:47tanpa perasaan atau apapun.
10:49Amin.
10:49Untukannya, semoga adik saya,
10:51meninggal dalam keadaan khusus,
10:53khusus, khusus, khusus.
10:54Amin.
10:55Amin, amin.
10:55Insya Allah.
10:56Amin, amin.
10:57Almarhum kembali ke tanah air,
10:59sebagai pahlawan.
11:01Terima kasih, Mbak Mita,
11:02sudah sangat tegar hari ini,
11:05sampaikan salam kami kepada seluruh keluarga,
11:08sampaikan bela sungkawa kami,
11:10mohon sampaikan bela sungkawa kami,
11:12untuk seluruh keluarga.
11:14Semoga segala prosesnya,
11:16sampai pemakaman nanti berjalan dengan baik.
11:18Terima kasih, Mbak Mita.
11:19Amin, amin.
11:20Ya, sama-sama, Mbak.
11:24Berikutnya, saudara.
Komentar

Dianjurkan