JAKARTA, KOMPASTV - Rusia menyatakan kesiapan untuk turun tangan dalam meredakan konflik di Timur Tengah.
Namun, menurut mantan Duta Besar RI untuk Rusia periode 20082011, Hamid Awaluddin, langkah tersebut tidak lepas dari kepentingan ekonomi.
Ia menjelaskan, perang yang berlangsung saat ini justru merugikan Rusia.
Karena itu, Hamid menilai Rusia memiliki kepentingan untuk segera menstabilkan situasi.
"Dia memiliki motif untuk menawarkan diri bagaimana dia terlibat menghentikan ini perang. Jadi perspektif itu yang saya lihat bahwa Rusia punya kepentingan untuk menstabilkan kawasan tersebut. Sebab mengalami kerugian ekonomi," ujar Hamid di Sapa Indonesia Pagi, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Hamid, hanya dua pihak yang memiliki kendali untuk menghentikan konflik, yakni Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Yang bisa menghentikan perang ini kan hanya dua orang, Netanyahu dengan Trump," ujarnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
#perang #rusia #putin
Baca Juga Kodim Magelang Siapkan Pemakaman Militer Serka Ichwan, TNI yang Gugur di Lebanon di https://www.kompas.tv/nasional/660873/kodim-magelang-siapkan-pemakaman-militer-serka-ichwan-tni-yang-gugur-di-lebanon
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660884/full-hamid-awaluddin-respons-rusia-siap-turun-tangan-tangani-konflik-iran
Namun, menurut mantan Duta Besar RI untuk Rusia periode 20082011, Hamid Awaluddin, langkah tersebut tidak lepas dari kepentingan ekonomi.
Ia menjelaskan, perang yang berlangsung saat ini justru merugikan Rusia.
Karena itu, Hamid menilai Rusia memiliki kepentingan untuk segera menstabilkan situasi.
"Dia memiliki motif untuk menawarkan diri bagaimana dia terlibat menghentikan ini perang. Jadi perspektif itu yang saya lihat bahwa Rusia punya kepentingan untuk menstabilkan kawasan tersebut. Sebab mengalami kerugian ekonomi," ujar Hamid di Sapa Indonesia Pagi, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Hamid, hanya dua pihak yang memiliki kendali untuk menghentikan konflik, yakni Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Yang bisa menghentikan perang ini kan hanya dua orang, Netanyahu dengan Trump," ujarnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
#perang #rusia #putin
Baca Juga Kodim Magelang Siapkan Pemakaman Militer Serka Ichwan, TNI yang Gugur di Lebanon di https://www.kompas.tv/nasional/660873/kodim-magelang-siapkan-pemakaman-militer-serka-ichwan-tni-yang-gugur-di-lebanon
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660884/full-hamid-awaluddin-respons-rusia-siap-turun-tangan-tangani-konflik-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih dan masih bersama kami dalam Sampai Indonesia Pagi, Saudara Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kesiapan negaranya untuk turun
00:07tangan dalam menstabilkan situasi di Timur Tengah.
00:10Dalam pertemuannya dengan Mesir, Putin bilang gejolak ini jadi perhatian bersama bagi Rusia maupun Mesir.
00:18Lalu, akankah Rusia turun tangan dapat memberhentikan perang ini?
00:22Kita bahas bersama dengan Duta Besar RI untuk Rusia di tahun 2008 hingga 2011 melalui sambungan daring.
00:29Sudah ada Pak Hamid Awaludin.
00:31Selamat pagi, Assalamualaikum Pak Hamid.
00:34Pagi, Waalaikumsalam.
00:36Ya, Pak Hamid ini kalau kita lihat kan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan akan turun tangan.
00:43Lalu kemudian pertanyaannya begini, ketika seorang Putin akan turun tangan, Rusia akan turun tangan, akankah bisa meredahkan konflik?
00:52Pak Hamid.
00:53Yang pertama ya, kita lihat dulu apa motifnya Putin melakukan itu.
00:58Motif dulu karena motif itu menentukan actionnya.
01:04Jadi gini, perang ini membuat Rusia sendiri mengalami persoalan ekonomi.
01:12Kenapa?
01:14Memang dengan perang ini harga minyak naik.
01:17Mestinya Rusia kan gembira ya, karena harga minyak naik.
01:21Diuntungkan.
01:22Ya, tetapi jangan lupa dengan perang ini ekspor Iran ke negara Timur Tengah dalam bentuk makanan logistik, gandum, biji-bijian,
01:36kemudian alat-alat perang, dan sebagainya dan seterusnya.
01:41Contoh nih, tahun 2025, volume perdagangan antara Rusia dan Saudi Arabia saja itu 15 miliar dolar Amerika.
01:56Perang ini tentu transaksi itu tidak terjadi lagi kan?
02:02Rusia juga mengekspor banyak bahan makanan ke Mesir, ke Syria, Al-Jasair, Turki.
02:12Semua ini terhambat gara-gara perang.
02:15Karena itu, dia memiliki motif untuk menawarkan diri bagaimana dia terlibat menghentikan ini perang.
02:26Jadi perspektif itu yang saya lihat.
02:29Bahwa Rusia punya kepentingan untuk menstabilkan kawasan tersebut.
02:36Sebab itu sendiri mengalami kerugian ekonomi bila perang ini berkelanjutan.
02:43Itu maksudnya sebenarnya.
02:45Oke, jadi memang walaupun harga minyak saat ini sedang naik dan diuntungkan Rusia,
02:51tapi kemudian ada motif lain yang kemudian menjadi salah satu dasar, dugaan dasar.
02:56Kemudian mengapa Presiden Putin ini bisa atau mau berinisiatif untuk turun tangan untuk bisa meredakan konflik.
03:05Karena salah satunya ada tadi Anda katakan, ada motif perdagangan juga.
03:09Jalur perdagangan yang terhambat begitu ya akibat konflik di Timur Tengah ini.
03:13Nah, yang kemudian jadi pertanyaan ketika seorang Putin akan turun tangan untuk meredakan konflik.
03:20Apakah ini bisa benar-benar dilakukan atau kemudian butuh peran lain begitu ya, negara-negara lain?
03:28Salah satunya adalah Mesir.
03:30Ya, oh bisa saja, bisa saja.
03:33Namun melihat gelagat Trump itu ada gengsi melibatkan Rusia dalam konteks ini.
03:44Ada gengsi, kan?
03:47Sehingga butuh upaya serius dari Rusia untuk diterima menjadi faktor penentu menghentikan perang ini.
04:01Amerika pasti memiliki pride, harga diri melibatkan Rusia di sini.
04:09Dan saya kira juga ya, Putin membaca psikologi Trump bahwa sebenarnya Amerika ini sudah tidak mampu melanjutkan perang.
04:23Tengah dia menawarkan diri.
04:25Siapa tahu Trump tertarik.
04:27Tapi, mengetahui psikologi Trump terlampau tinggi harga dirinya untuk melibatkan Rusia.
04:41Kalau saya Putin cerdas, Putin cerdas dalam konteks ini.
04:46Dia mengetahui Amerika tidak mampu lagi melanjutkan perang ini.
04:49Oke, walaupun memang seorang Putin sudah menyadari kalau seorang Trump ini sudah tidak mampu lagi untuk bisa melanjutkan perang ini
04:56dalam skala panjang begitu ya.
04:58Tapi kemudian ada harga diri seorang Trump, Presiden Amerika Serikat untuk kemudian bisa menerima.
05:05Menerima kalau memang Amerika Serikat dalam hal ini Trump ini sudah sanggup lagi begitu.
05:14Apalagi Trump kan melihat sekutu Amerika di Eropa kan tidak ada yang mau membantu.
05:21Itu dia paham betul psikologi sekutunya itu.
05:25Sehingga dia berpikir mungkin tiba saatnya saya terjun dan menawarkan diri bagaimana perang ini tidak berkelanjutan.
05:35Oke, kalau kemudian sosok Trump, karakteristik seorang Trump ini punya pride begitu ya, punya gengsi dalam tanda kutip yang cukup
05:43tinggi.
05:43Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kemudian Rusia, Presiden Putin begitu ya, untuk bisa masuk atau diterima oleh Trump ketika
05:54Putin ini menawarkan diri untuk menjadi turun tangan lah.
06:00Untuk meredakan konflik dibantu oleh negara Mesir dengan cara seperti apa, negosiasi seperti apa, diplomasi seperti apa kalau menurut Anda?
06:09Yang pertama, saya kira Rusia harus meyakinkan Amerika apakah melalui pihak ketiga seperti Mesir atau negara-negara lain agar Amerika
06:23bisa menghentikan perang.
06:25Sebab yang bisa menghentikan perang ini kan hanya dua orang, Netanyahu dengan Trump, tidak ada yang lain.
06:34Namun sekarang, sekali lagi Putin melihat kondisi Amerika babab lur di medan perang, kemudian kondisi domestik Amerika yang sangat keras
06:46menantang perang ini.
06:48Nah, dalam konteks inilah Putin yang membuka diri, wahai Amerika, wahai Trump, kamu ini sudah terkepun dengan persoalan di medan
07:00perang, persoalan domestik, apakah tidak sebaiknya kita membicarakan hal ini.
07:06Tetapi celah untuk itu dengan melihat karakter Trump, saya kira masih susah, masih susah.
07:13Karena Trump ingin menghentikan perang, ya, dengan dirinya sendiri, supaya tidak kehilangan muka kan.
07:22Dia mengatakan, dan itu sudah lama saya katakan sejak awal perang, bahwa yang bisa menghentikan ini adalah Trump.
07:31Dengan cara dia sendiri yang mendeklarasikan, kami menghentikan perang, arena mission is accomplished.
07:39Jadi, dia membangun alibi bahwa misinya telah terselesaikan, sehingga kami sudah tidak perlu melanjutkan perang.
07:47Itu yang ada di kepala perang Trump sekarang.
07:52Tapi kemudian kalau kita lihat kan, Rusia dan Amerika Serikat punya hubungan yang tidak terlalu baik begitu.
07:59Apakah ini akan justru beresiko bagi Rusia untuk bisa masuk ke dalam, lebih dalam antara Amerika Serikat dan juga Israel,
08:10kalau menurut Anda skenario-nya?
08:12Ya, itulah yang saya katakan, bahwa celah keterlibatan Rusia untuk menghentikan perang ini dalam bentuk negosiasi dan diplomasi agak-agak
08:23susah.
08:24Agak susah, agak susah. Karena cara pandang Trump itu, gensi. Tidak mau melibatkan seterunya untuk menyelesaikan masalah ini.
08:37Ada-ada gensi besar di situ. Pokoknya bagaimana perang ini berhenti kalau dia sendiri yang menghentikan.
08:45Tapi kan ada di perencanaan Amerika.
08:47Saya kasih perbandingan Anda ya. 20 tahun Amerika berperang dengan Taliban di Afganistan kan?
08:58Berbagai ihtiar dilakukan dunia.
09:00Tapi Amerika secara sepihak menyatakan kita berhenti berperang.
09:06Nah, ingin saya kira Trump ingin lakukan yang lain sama.
09:10Karena yang melakukan penghentian perang di Afganistan itu kan Donald Trump juga pada tahun 2021 peberwari kan?
09:19Cara seperti itu ingin dia ulangi di sini.
09:23Saya berhenti berperang melawan Iran karena saya mau menyatakan berhenti.
09:28Bukan karena ada pengaruh pihak lain.
09:31Itu yang ada.
09:32Supaya dia tidak kehilangan muka.
09:36Oke, jadi walaupun memang Rusia ini siap turun tangan untuk kemudian meredakan konflik di Timur Tengah.
09:43Dibantu juga oleh negara Mesir.
09:45Tapi kemudian kuncinya adalah tetap di Amerika Serikat.
09:47Di sosok Trump.
09:48Ya, persis.
09:50Supaya dia menyatakan saya yang memulai perang, saya juga yang menghentikan.
09:56Penjelasan psikologinya adalah saya yang menentukan.
10:00Bukan orang lain, bukan pihak lain.
10:05Ego yang berlebihan.
10:08Oke, jadi semuanya ada di kendali semua di Amerika Serikat.
10:12Nah, apa yang bisa menyebabkan atau apa yang bisa menyebabkan faktor-faktor apa yang bisa menyebabkan seorang Trump berpikir nantinya
10:21akan mengatakan,
10:23Oke, selesai. Mission accomplished.
10:25Apakah memang karena...
10:26Penjelasannya ya.
10:27Penjelasannya itu karena.
10:29Apa yang bisa membuat seorang Trump untuk bisa mengatakan, oke kita selesai di sini, di Iran begitu.
10:36Apakah memang karena memang ada tekanan juga dari Amerika Serikat, dari warganya, kemudian dari faktor perekonomian, atau seperti apa?
10:43Kalau menurut Anda, kalau dari karakteristik Trump ya.
10:45Kombinasi dari semua. Pertama, secara militer Amerika sudah kalah karena ini perang sudah satu bulan lebih.
10:54Dulu ketika mulai perang dia hanya mengatakan beberapa hari kan, under estimate, kemampuan teknologi, dan kemampuan daya juang orang-orang
11:05Iran.
11:05Kedua, secara ekonomi. Dia tidak mampu deploy lagi menambah pasukannya di Timur Tengah. Sudah tidak mampu lagi.
11:20Ada pun gertakan, mengirim sekian puluh ribu orang, tentara darat, itu sampai sekarang susah dibuktikan.
11:29Susah. Karena ongkosnya lebih mahal. Ketiga, faktor domestik.
11:36Tekanan rakyat Amerika menurut statistik, sudah 11 juta rakyat Amerika di berbagai kota itu menantang perang ini.
11:48Menantang. Ini adalah protes terbesar rakyat Amerika terhadap perang setelah perang Vietnam.
11:57Ingat itu ya. Nah, sekarang Anda ingin bertanya saya, apa motif rakyat Amerika ini menantang perang?
12:05Tentu tipnya memang anti kekerasan. Kedua, hitungan matematik, anak-anak mereka tidak mengkorban seperti perang Vietnam.
12:14Ya. Tapi ada yang lebih detail dari ini. Apa itu?
12:20Orang Amerika itu adalah bangsa yang paling suka berlibur.
12:28Adalah bangsa yang suka berpergian.
12:31Nah, lihat waktu ya. Sekarang ini kan April.
12:35Musim panas tinggal 4 minggu lagi.
12:38Amerika, orang Amerika pada saat musim panas, summer itu kan tersebar ke seluruh dunia menikmati hidupnya kan.
12:46Nah, perang ini, perang yang mereka susun, 1-2 tahun ke belakang, itu bisa amburadu.
12:55Skedul mereka bisa tidak tertutupi kan, tidak terlaksana.
13:00Nah, jangan lupa, orang Amerika itu menurut statistik adalah bangsa terbesar kedua yang suka berpergian setelah bangsa Finlandia.
13:11Itu statistik.
13:13Sehingga, terlepas dari motif hitungan matematika ekonomi dan hitungan anak-anak mereka tidak menjadi korban,
13:22mereka itu adalah bangsa yang suka berliburan ke luar negeri pada saat musim panas.
13:27Dengan ini, bagaimana mereka mau berliburan ke luar negeri?
13:32Sementara, ya, perencanaan itu mungkin sudah 2 tahun yang lalu disusun.
13:38Bahwa summer tahun 2026 ini saya akan ke Mediterranean, saya akan ke sini.
13:45Penerbangan aja susah sekarang?
13:48Jangan lupa itu.
13:50Jadi tekanan terhadap Trump itu sekali.
13:54Belum lagi tekanan politik melalui Kongres.
13:56Menjelaskan pemilihan pada bulan November.
13:59Saya kira orang-orang Republikan, Senator Republikan, itu mulai berpikir rasional.
14:09Bahwa dia tidak akan all out lagi ke depan ini mendukung Trump.
14:14Karena dia mau terpilih di negara, di daerah pemilihannya kan.
14:19Mereka tahu bahwa ini adalah tantangan buat Presiden Trump.
14:30Jadi, tetangkel masalahnya itu panjang buat Trump.
14:34Sehingga memang Trump, menurut saya, dan sudah banyak isyarat dia berikan kan,
14:40bahwa dia mau menghentikan perang.
14:42Tinggal satu minggu, mungkin dua minggu.
14:45Itu adalah isyarat bahwa Trump ingin sekali perang selesai ini,
14:50tetapi dia yang mendeklare dan dia yang menyatakan.
14:54Supaya seolah-olah bahwa dia faktor penentu berlanjut atau berhenti.
15:01Tapi dengan kondisi objektif, dia akan deklarasikan menghentikan perang.
15:07Tidak mungkin Iran.
15:09Iran melawan sampai habis.
15:11Oke, kalau Iran sifatnya adalah melihat saja begitu.
15:14Kalau memang masih diserang, serang balik begitu ya.
15:17Ibaratnya begitu kalau untuk Iran.
15:19Nah, ada tekanan dari masyarakat Amerika Serikat sendiri.
15:24Kemudian ada tekanan dari ekonomi.
15:26Ada tekanan dari politik.
15:28Ketekanan Kongres itu menjadi salah satu faktor-faktor penentu juga.
15:33Kemudian kapan perang ini akan diakhiri oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
15:39Tapi yang kemudian menjadi pertanyaan juga saya selanjutnya.
15:43Kapan pernyataan ini akan keluar?
15:46Apakah sinyal-sinyal ini sudah semakin jelas kita lihat begitu?
15:51Satu minggu lagi? Dua minggu lagi? Tiga minggu lagi? Atau seperti apa?
15:55Kalau saya melihat apa yang terjadi di lepangan paling tinggi dua minggu.
16:01Dua minggu lagi?
16:03Paling tinggi. Dua minggu.
16:05Dia tidak mampu lagi.
16:07Tidak mampu lagi melanjutkan perang.
16:09Tidak mampu.
16:11Karena secara teknis militer sebenarnya sudah kalah.
16:15Sudah kalah.
16:17Oke jadi kalau menurut Anda.
16:19Palingkan ancamannya adalah nuklir.
16:22Tidak mungkinkan dia melakukan serangan nuklir.
16:26Binasa lah umat manusia ini termasuk diri mereka sendiri yang binasa.
16:31Oke jadi kalau menurut Anda.
16:34Dan yang menarik ya.
16:35Menarik saya mau beritahu Anda.
16:36Coba Anda cermati 15 butir usulan perdamaian yang dilakukan Trump.
16:46Ada salah satu butir yang menyatakan disitu Iran harus menghentikan membuat senjata tertentu kan.
16:56Bukan senjata nuklir.
16:58Bukan nuklir.
16:58Bukan nuklir.
16:59Ini baru-baru muncul ini kan.
17:04Amerika dan Israel tahu betul bahwa Iran itu sudah memproduksi senjata non nuklir yang sangat dahsyat.
17:12Yang dulu-dulu tidak pernah disebut-sebut oleh Iran mengenai jenis senjata tersebut kan.
17:18Yang dia jadikan persyaratan.
17:21Artinya dia mengakui luar biasanya pengembangan teknologi persenjataan Iran ini.
17:29Dulu kan hanya berkisar cerita nuklir.
17:35Sekarang sudah senjata yang tidak pernah dia sangka bahwa itu adalah senjata pemungkas.
17:42Dia masukkan dalam usulan 15 butir tersebut.
17:48Oke ketika memang kalau dari kacamata Anda begitu ya paling tidak dua minggu lagi begitu ya.
17:55Sosok Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghairi perang ini.
17:59Akankah ada syarat dan ketentuan berlaku ketika seorang Presiden Donald Trump akan mengakhiri perang ini?
18:07Nah gini.
18:10Pertama saya kira pernyataan atau deklarasi menghentikan perang itu ya.
18:18Dia tidak sertai dengan persyaratan.
18:21Sebab semua persyaratan 15 poin itu yang dia usulkan itu sepihak sekali.
18:28Ada usulan kewajiban bagi Iran.
18:33Tidak ada satupun butir yang menyatakan kita berhentikan perang tapi Iran dapat ini.
18:41Tidak.
18:42Yang ada adalah kewajiban.
18:44Iran kita menghentikan perang kamu harus 1, 2, 3, sampai 15.
18:51Jadi kalau itu dia menjadikan dasar menghentikan perang pasti tidak berhenti itu perang.
18:57Karena Iran pasti menolak.
18:59Satu-satunya cara memang secara sepihak mendeklarasikan diri, menghentikan perang supaya muka tidak hilang.
19:10Orang akan mengatakan kita hentikan perang karena mission is accomplished.
19:16Apa itu mission is accomplished?
19:18Sudah membunuh Ali Hameli.
19:23Sudah melakukan destruction of military installation.
19:29Kedua, kita sudah berhasil merebut hati rakyat Iran.
19:35Panjang itu retorik yang bisa dipakai sebagai alasan menyelamatkan luka.
19:42Walaupun tidak bisa menumbangkan rezim begitu ya.
19:45Yang kemudian menjadi tujuan juga dari seorang Presiden Donald Trump.
19:50Terakhir saya ingin tanya juga.
19:52Ketika memang sudah Amerika Serikat akan mendeklarasikan, mendeklar kalau semuanya sudah selesai, perang diakhiri.
20:01Kalau menurut Anda tanpa syarat begitu ya.
20:04Tapi yang kemudian menjadi pertanyaan.
20:06Bagaimana dengan Iran?
20:08Apakah dengan serta-merta akan kemudian mengikuti saja?
20:13Nah, itu yang jadi pertanyaan.
20:16Kalau deklarasi penghentian peran dilakukan Amerika, berarti Amerika tidak melakukan serangan kan?
20:24Otomatis Iran tidak akan melanjutkan perang kalau tidak ada yang menyerang.
20:28Tapi ada persoalan tersisa di sini.
20:31Apa itu?
20:32Bagaimana perang Iran melawan Israel?
20:36Ya kan?
20:38Karena itu kan tadi sepihak Amerika.
20:40Dinyatakan.
20:42Dan Israel pasti tetap punya rasa ingin menggempur habis-habisan juga Israel.
20:50Ini.
20:50Ini juga yang harus dipikirkan.
20:52Amerika mungkin selesai.
20:54Tapi bagaimana Iran dengan Israel?
21:01Oke, berarti dalam konflik di Timur Tengah ini walaupun memang Rusia bersiap untuk bisa turun tangan,
21:10itu juga tidak akan punya arti yang cukup signifikan begitu ya untuk bisa mendamaikan ketiga negara ini?
21:17Sangat signifikan.
21:20Apakah Amerika melanjutkan perang atau tidak?
21:23Kalau berhenti signifikan stabilisasi Timur Tengah itu.
21:28Terutama konteks Iran.
21:30Namun yang tersisakan hubungan atau kekelanjutan perang antara Iran dan Israel.
21:38Meskipun menurut saya perang antara Iran dan Israel tidak dahsyat lagi.
21:45Karena militer Israel lumpuh oleh serangan-serangan Iran.
21:51Termasuk juga pembukaan Selat Hormuz nanti akan bertahap akan dilakukan atau seperti apa?
21:58Pada akhirnya seperti itu.
22:00Karena itu kan senjata pemungkas Iran mengenai perang ini dalam melawan Amerika ya.
22:09Oke, baik.
22:10Terima kasih Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia di tahun 2008 hingga 2011.
22:15Begitu kita harapkan juga sesuai dengan prediksi Anda begitu ya.
22:19Dua minggu lagi.
22:20Semoga.
22:21Semoga begitu ya.
22:22Karena memang tidak ada yang berharap dengan adanya perang dari Timur Tengah ini.
22:27Terima kasih Pak Hamid Awaludin telah bergabung bersama kami.
22:30Sehat selalu.
22:31Assalamualaikum.
22:31Selamat pagi.
22:32Selamat pagi.
22:33Terima kasih ya.
22:34Selamat pagi.
23:04Selamat pagi.
Komentar