Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI, Fraksi PDI-P, TB Hasanuddin meminta pemerintah mempertimbangkan keputusan untuk mundur dari keanggotaan Board of Peace (BOP), setelah insiden gugurnya prajurit TNI pasukan perdamaian akibat serangan Israel di Lebanon.

"Jadi sehingga menurut hemat saya, ya, dipertimbangkan saja berulang kali dulu, apa manfaatnya ada di BOP dan kemungkinan-kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki," ujar Hasanuddin ditemui di kompleks DPR RI, Rabu (1/4/2026).

Hasanuddin menambahkan dirinya khawatir atas sikap Israel akan berlaku sama ketika berada di BOP yang diketuai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Jangankan di BOP, dia (Israel) seenak perutnya saja ya. Sekarang di bawah PBB saja dia sudah tidak taat. Daripada kita repot nanti apalagi sampai kita harus mengirim pasukan paling besar sebanyak 8.000 personel," tambahnya.

Baca Juga TNI Tetap Kirim 756 Personel Pasukan Perdamaian Akhir Mei, Meski 3 Prajurit Gugur dalam Serangan di https://www.kompas.tv/nasional/660351/tni-tetap-kirim-756-personel-pasukan-perdamaian-akhir-mei-meski-3-prajurit-gugur-dalam-serangan

#dprri #israel #boardofpeace

Video Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660409/komisi-i-dpr-minta-pemerintah-pertimbangkan-keluar-dari-bop-buntut-gugurnya-pasukan-tni-di-lebanon
Transkrip
00:00Begini, soal penarikan mundur.
00:02Menurut hemat saya, satu lakukan dulu investigasi.
00:06Hasilnya seperti apa?
00:07Yang kedua, evaluasi taktis dan teknis.
00:11Taktis dan teknis yang dilakukan oleh para prajurit TNI
00:16dan itu harus dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Mabes TNI.
00:22Jadi ini terjadinya tuh apakah kita
00:26misalnya tidak membawa kode-kode yang pas,
00:32apakah kita misalnya tidak memakai seragam yang sesuai ketentuan
00:36sehingga menimbulkan sesuatu dan kebijakan-kebijakan lain.
00:42Nah sehingga menurut hemat saya,
00:45jangan kemudian karena ada korban langsung menundurkan diri
00:49karena harapan kita justru yang terbanyak itu adalah dari satuan TNI.
00:56Satuan TNI dari sekian puluh tim yang dikirim oleh negara-negara
01:02kita ini paling banyak di Unifil.
01:07Artinya tidak serpamerta karena ada kasus ini kemudian mundur.
01:12Enggak, pelajari dulu.
01:13Kalau hasil investigasi, hasil evaluasi dinyatakan sudah tidak lagi efektif
01:21dan tidak ada manfaatnya, baru kita mundur dengan baik-baik.
01:27Tetapi perlu dicatat, satuan tugas ini khususnya seluruh Unifil ini
01:33akan berakhir sesuai mandat pada tanggal 31 Desember tahun ini.
01:40Jadi tinggal beberapa bulan lagi.
01:41Itu kira-kira.
01:42Implikasinya kalau tiba-tiba disuruh mundur semua,
01:45apa-apa kalau dari anggota kita yang bergabung di Unifil ini?
01:48Kalau disuruh mundur, menurut hemat saya, mundur ditarik maksudnya,
01:52ya tidak baik karena kita sudah komitmen kepada PBB.
01:56Karena kita menjadi anggota PBB.
01:58Tetapi kalau mundur secara taktis,
02:03mencari posisi yang baik,
02:05yang tidak menjadi sasaran tembak dari pasukan Israel,
02:08itu mungkin menjadi alternatif.
02:10Tapi tidak mundur dari penugasan.
02:13Bang, secara pribadi Anda menilai pihak PBB ini
02:17sudah cukup cepat enggak sih melakukan evaluasi?
02:20Kenapa sampai itu terjadi?
02:21Biasanya, biasanya berdasarkan pengalaman cepat.
02:25Jadi prosedurnya begini.
02:27Ketika terjadi sesuatu pelanggaran,
02:29maka ada yang namanya titik-titik militer observer.
02:34Militer observer itulah yang melakukan penilaian di sana,
02:38di lapangan.
02:39Mereka melaporkannya ke Posko Unifil.
02:44Nah, Posko Unifil nanti mempelajari di mana.
02:48Atau dari tim pusat,
02:51dalam hal ini dari PBB,
02:52turun untuk melakukan investigasi.
02:57Nah, hasilnya kemudian dilakukan penilaian oleh kita.
03:01Begitu.
03:02Tapi ini juga usulan supaya Indonesia narik dari BOP ini, Pak.
03:06Nah, begini.
03:08Dengan situasi seperti itu,
03:12ini baru prediksi-prediksi.
03:18Kita tahu bahwa
03:21Israel itu nakal,
03:24bahkan tidak taat kepada resolusi PBB.
03:29Padahal Israel itu juga di bawah PBB.
03:33Begitu, ya.
03:35Jadi saya bayangkan,
03:37kalau dia di bawah BOP yang dipimpin oleh
03:41Presiden Amerika, Donald Trump.
03:44Seperti apa dia?
03:47Nah, begitu.
03:48Sehingga ini akan mubajir
03:50kalau kita berada di wilayah BOP.
03:55Begitu, ya.
03:58Jadi, sehingga menurut hemat saya,
04:00ya,
04:02dipertimbangkan saja,
04:03berulang kali dulu,
04:05apa manfaatnya ada di BOP,
04:07dan kemungkinan-kemungkinan terjadi
04:10hal-hal yang tidak dikehendaki.
04:13Jangankan di BOP,
04:14dia seenak perutnya saja.
04:16Ya,
04:16sekarang di bawah PBB saja,
04:19dia sudah tidak taat.
04:21Daripada kita repot nanti,
04:23apalagi sampai kita harus mengirim
04:25pasukan paling besar,
04:28sebanyak 8.000 personil.
04:54Saudara kecepatan informasi dan akurasi data
04:58adalah komitmen kami.
04:59Satu langkah lebih dekat,
05:01satu langkah lebih terpercaya.
05:03Saksikan Sapa Indonesia Malam
05:05di Kompas TV Channel 11
05:07di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan