00:00Begini, soal penarikan mundur.
00:02Menurut hemat saya, satu lakukan dulu investigasi.
00:06Hasilnya seperti apa?
00:07Yang kedua, evaluasi taktis dan teknis.
00:11Taktis dan teknis yang dilakukan oleh para prajurit TNI
00:16dan itu harus dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Mabes TNI.
00:22Jadi ini terjadinya tuh apakah kita
00:26misalnya tidak membawa kode-kode yang pas,
00:32apakah kita misalnya tidak memakai seragam yang sesuai ketentuan
00:36sehingga menimbulkan sesuatu dan kebijakan-kebijakan lain.
00:42Nah sehingga menurut hemat saya,
00:45jangan kemudian karena ada korban langsung menundurkan diri
00:49karena harapan kita justru yang terbanyak itu adalah dari satuan TNI.
00:56Satuan TNI dari sekian puluh tim yang dikirim oleh negara-negara
01:02kita ini paling banyak di Unifil.
01:07Artinya tidak serpamerta karena ada kasus ini kemudian mundur.
01:12Enggak, pelajari dulu.
01:13Kalau hasil investigasi, hasil evaluasi dinyatakan sudah tidak lagi efektif
01:21dan tidak ada manfaatnya, baru kita mundur dengan baik-baik.
01:27Tetapi perlu dicatat, satuan tugas ini khususnya seluruh Unifil ini
01:33akan berakhir sesuai mandat pada tanggal 31 Desember tahun ini.
01:40Jadi tinggal beberapa bulan lagi.
01:41Itu kira-kira.
01:42Implikasinya kalau tiba-tiba disuruh mundur semua,
01:45apa-apa kalau dari anggota kita yang bergabung di Unifil ini?
01:48Kalau disuruh mundur, menurut hemat saya, mundur ditarik maksudnya,
01:52ya tidak baik karena kita sudah komitmen kepada PBB.
01:56Karena kita menjadi anggota PBB.
01:58Tetapi kalau mundur secara taktis,
02:03mencari posisi yang baik,
02:05yang tidak menjadi sasaran tembak dari pasukan Israel,
02:08itu mungkin menjadi alternatif.
02:10Tapi tidak mundur dari penugasan.
02:13Bang, secara pribadi Anda menilai pihak PBB ini
02:17sudah cukup cepat enggak sih melakukan evaluasi?
02:20Kenapa sampai itu terjadi?
02:21Biasanya, biasanya berdasarkan pengalaman cepat.
02:25Jadi prosedurnya begini.
02:27Ketika terjadi sesuatu pelanggaran,
02:29maka ada yang namanya titik-titik militer observer.
02:34Militer observer itulah yang melakukan penilaian di sana,
02:38di lapangan.
02:39Mereka melaporkannya ke Posko Unifil.
02:44Nah, Posko Unifil nanti mempelajari di mana.
02:48Atau dari tim pusat,
02:51dalam hal ini dari PBB,
02:52turun untuk melakukan investigasi.
02:57Nah, hasilnya kemudian dilakukan penilaian oleh kita.
03:01Begitu.
03:02Tapi ini juga usulan supaya Indonesia narik dari BOP ini, Pak.
03:06Nah, begini.
03:08Dengan situasi seperti itu,
03:12ini baru prediksi-prediksi.
03:18Kita tahu bahwa
03:21Israel itu nakal,
03:24bahkan tidak taat kepada resolusi PBB.
03:29Padahal Israel itu juga di bawah PBB.
03:33Begitu, ya.
03:35Jadi saya bayangkan,
03:37kalau dia di bawah BOP yang dipimpin oleh
03:41Presiden Amerika, Donald Trump.
03:44Seperti apa dia?
03:47Nah, begitu.
03:48Sehingga ini akan mubajir
03:50kalau kita berada di wilayah BOP.
03:55Begitu, ya.
03:58Jadi, sehingga menurut hemat saya,
04:00ya,
04:02dipertimbangkan saja,
04:03berulang kali dulu,
04:05apa manfaatnya ada di BOP,
04:07dan kemungkinan-kemungkinan terjadi
04:10hal-hal yang tidak dikehendaki.
04:13Jangankan di BOP,
04:14dia seenak perutnya saja.
04:16Ya,
04:16sekarang di bawah PBB saja,
04:19dia sudah tidak taat.
04:21Daripada kita repot nanti,
04:23apalagi sampai kita harus mengirim
04:25pasukan paling besar,
04:28sebanyak 8.000 personil.
04:54Saudara kecepatan informasi dan akurasi data
04:58adalah komitmen kami.
04:59Satu langkah lebih dekat,
05:01satu langkah lebih terpercaya.
05:03Saksikan Sapa Indonesia Malam
05:05di Kompas TV Channel 11
05:07di televisi Anda.
Komentar