Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Video Lengkap

MENJADI MANUSIA BARU
https://dai.ly/xa3tnve
Transkrip
00:02Hidup kita ini benar-benar menjadi bejana Tuhan dimana pikiran dan perasaan Allah diekspresikan.
00:10Dan saya sudah mulai mengerti ini saudara.
00:14Kebanggaan-kebanggaan yang saya rasakan, yang itu naluri manusiawi saya gitu.
00:22Saya mulai sadar ini kebanggaan yang membuat saya memiliki kesombongan terselubung.
00:30Tidak bicara, tidak dikemukakan, tidak diucapkan, tapi ada di sini, Allah melihat.
00:41Dan itu otomatis ya refleks dosa saya, refleks manusiawi saya, refleks manusiawi saya.
00:49Karena memang berpuluh tahun saya kenakan, itu refleks-refleks seperti itu sudah menyatu di dalam diri saya.
00:58Tapi sekarang setelah saya belajar terus untuk memiliki kehidupan sebagai manusia baru, wah berat ya.
01:08Karena refleks itu otomatis muncul saudara.
01:14Mungkin untuk orang-orang tertentu refleksnya masih berat ya.
01:18Soal berat lah ya, contoh ekstrimnya ditabrak lalu teriak anjing, itu ya.
01:26Tapi kita mungkin ditabrak udah enggak.
01:29Cuman bilang asu, nah itu sama.
01:41Betapa jauhnya kita dari standar itu.
01:46Saudara itu paham enggak saya ngomong ini?
01:49Sampai saya mikir mau pilih kalimat apa lagi.
01:52Saudara paham enggak saudara?
01:54Kalau manusia kedaginganmu sudah kuat di dalam dirimu, wah itu sulit sekali.
02:06Sudah susah pak.
02:08Makanya memang ada stadium di mana dagingnya udah enggak bisa dipisahkan dari roh.
02:16Enggak bisa.
02:18Sudah ya sudah.
02:18Kalau dia tidak jahat, dia tidak masuk neraka.
02:22Tetapi dia tidak bisa masuk menjadi anggota keluarga kerajaan Allah yang dimuliakan bersama Yesus.
02:28Saya tidak yakin orang seperti ini bisa serupa dengan Yesus dan menjadi sama dengan dia dalam penderitaannya.
02:37Paham saudara?
02:37Enggak bisa.
02:39Enggak bisa.
02:41Saudara kalau dengar baik-baik dan merenung, roh kudus nanti akan tambahkan.
02:46Akan tambahkan di dalam hati saudara apa yang saya kemukrakan ini.
02:52Karena tidak semua kebenaran itu bisa dijelaskan dengan mudah.
02:58Nah berbahagia orang-orang muda yang mendengar kebenaran ini.
03:03Karena waktu saya masih muda saya tidak mendengar kebenaran seperti ini atau sekuat ini.
03:09Maaf bukan mengada-ada memang.
03:13Manusia lamamu harus benar-benar dimatikan supaya manusia barumu itu bisa lahir.
03:20Nah itulah yang disebut lahir baru.
03:23Tepuk tangan.
03:26Tapi rata-rata semua surah sudah ngaku lahir baru kan.
03:32Kok kemurahan begitu? Kok gampang banget loh lahir baru itu?
03:37Enggak.
03:42Lahir baru dirumuskan dalam doktrin dan saya punya buku juga mengenai kelahiran baru.
03:47Dan buku itu mesti harus direvisi lagi.
03:52Cuma masalahnya menulis apa yang saya kemukrakan ini tidak mudah.
04:00Paham gak ya?
04:02Amin.
04:06Siapapun saudara pria atau wanita, kaya atau miskin, berpendekan tinggi atau tidak.
04:12Kalau sampai anda sukses lahir baru, itu anak raja.
04:18Itu bangsawan.
04:21Dimuliakan bersama Yesus.
04:25Apakah anda bekas penjahat?
04:28Anda orang berdosa, bobrok, rusak bagaimana?
04:31Kalau ikuti proses yang dikerjakan roh guru sampai lahir baru.
04:38Saudara itu sukses.
04:39Sudah cukup di situ.
04:50Kalau perjanjian lama berkata, yang ku ingini engkau saja.
04:55Terus terang kita tidak tahu konsep masmur 76 itu seberapa dalam.
05:00Tapi kalau kita, yang ku ingini engkau saja itu, Yesus maksudnya.
05:06Kita mau karakternya.
05:08Mau pribadinya.
05:10Kita mau mengenakan hidupnya dalam hidup kita.
05:15Makanya dipandu, dimentor, dinasehati, dibimbing, dituntun di gereja ini.
05:23Doa pagi, wah banyak kebenaran.
05:26Kebaktian jam 11, kebaktian raya 1, kebaktian ibadah raya 2 seperti sore ini.
05:35Itu kalau diikuti terus ya.
05:38Anda itu tidak bisa tidak merekah.
05:42Baru itu mesin perubahan itu berjalan.
05:45Nah kalau cuma kebaktian seminggu sekali lalu kembali ke dunia.
05:49Kau dilahirkan jadi anak dunia.
05:52Atau tetap dibelenggu dengan prinsip-prinsip hidup anak dunia, saudara.
06:00Kita beri tepuk tangan dulu, saudara.
06:07Saya harus lahir baru dulu.
06:10Saya harus benar-benar menjadi manusia baru dulu.
06:14Baru saya bisa berkhutbah, menasehati saudara ke arah itu.
06:21Sehingga saudara yang mendengar itu bukan hanya disentuh pikiran saudara.
06:27Hati saudara juga disentuh.
06:30Orang bisa bicara mengenai kelahiran baru dengan berbagai konsep penjelasan secara sistematis.
06:37Karena menguasai sistematika teologi.
06:40Tapi hanya menyentuh di pikiran.
06:42Dan itu berabad-abad cuma begitu.
06:46Hari ini kita mau menyentuh hati.
06:50Makanya kita mencari Tuhan.
06:53Logika kita gunakan maksimal.
06:56Tapi perasaan juga kita gunakan maksimal.
07:00Dan untuk itu kita doa setiap pagi.
07:03Kebaktian doa.
07:04Puasa.
07:07Kita puasa bukan mau mengalami mujizat saja.
07:10Tapi terutama kita mau mendapat pencerahan-pencerahan.
07:15Dan Bapak Ibu yang mengikuti saya setiap hari.
07:19Pasti menemukan mutiara-mutiara baru yang muncul.
07:24Oke dari 100 pernyataan saya.
07:2880 sudah biasa.
07:30Tapi yang 20 pasti new.
07:32Brand new, inovatif.
07:34Oke 90 sama.
07:36Tapi yang 10 mesti ada.
07:38Tidak mungkin semua sama.
07:39Tidak mungkin.
07:39Bahkan ketika 100-100nya sama pun.
07:42Spiritnya beda.
07:45Saudara duduk dengan firman disini dengan dirumah.
07:49Beda.
07:50Disini sudah dikondisi oleh suasana ini.
07:54Untuk bisa mengerti.
07:56Karena ada cengkraman.
07:58Suasana secara psikologi.
08:00Juga bisa suasana roh kudus.
08:03Yang hadir di tengah-tengah kita.
08:06Kalau saudara tidak menjadi manusia baru.
08:10Saudara akan sangat menyesal.
08:16Dan kalau sudah bicara begini Pak.
08:19Kita sudah tidak pusing lagi.
08:21Mau jadi pendeta atau bukan.
08:23Jemaat beberapa banyak.
08:25Kita juga tidak terlalu pusing.
08:26Kitanya sendiri harus berubah.
08:29Mengalami kelahiran baru.
08:31Yang dibuktikan dengan menjadi manusia baru.
08:36Wah senang lihat jemaat banyak.
08:38Benar.
08:39Tapi kalau itu menjadi kebanggaan itu.
08:41Itu naluriah manusiawi.
08:45Yang ada kita susah.
08:48Terbeban.
08:49Bagaimana orang sebanyak ini diubah.
08:52Kalau ibadah raya satu itu kan.
08:54Lebih tiga ribu.
08:56Saudara.
08:57Pakainya lebih-lebih.
08:58Sampai atas bawah.
08:59Padat sekali.
09:03Bangga kita.
09:06Mahasiswa kita sudah sembilan ratus tujuh.
09:09Jarang sekolah teologi sampai punya mahasiswa sembilan ratus lebih.
09:15Yang tinggal di asrama sudah mencapai.
09:17Bentar kalau yang dari daerah semua datang.
09:20Lima ratus.
09:23Coba.
09:26Kita seperti asrama TNI yang mau dipersiapkan perang.
09:32Dan memang kita tentara nasional surga.
09:42Saya optimis.
09:44Kalau setiap kali anak-anak saya mendengar kebenaran ini.
09:48Saya berdoa.
09:50Wah.
09:51Akan jadi manusia-manusia yang hebat.
09:54Saya sendiri turun Pak.
09:56Memberi pelajaran.
09:58Berdoa bersama.
10:00Me.
10:00Myself.
10:01I am.
10:03Aku sendiri.
10:07Untukku sendiri tugas ini kulakukan.
10:12Karena saya tahu kalau mereka jadi orang-orang yang membawa kebenaran ini akan hebat membuat perubahan.
10:24Bahkan.
10:25Sudah boleh tertawa.
10:27Saya rindu Eropa.
10:29Negara-negara Barat.
10:30Dijamah oleh kebenaran ini.
10:33Serius Pak.
10:34Saya sudah berdoa untuk itu.
10:36Ah.
10:36Lebay amat.
10:38Tunggu saja.
10:38Sebelum saya meninggal dunia.
10:41Maka anak-anak saya ini saya paksa mereka harus bisa bahasa Inggris.
10:45Tidak cukup pelajaran bahasa Inggris di kelas.
10:47Hal ekstra kulikuler bahasa Inggris.
10:50Tidak boleh ketik sebelah jari.
10:52Harus sepuluh jari.
10:54Kalau saya hebat sebelah jari.
10:58Nah zaman saya Pak.
11:00Boro-boro komputer.
11:01Mesentik juga yang olimpia atau brother yang.
11:04Krek.
11:05Tak tak tak tak tak tak tak tak.
11:08Tret.
11:09Salah ketik.
11:10D-back.
11:17Bapak ibu ya.
11:18Juga laskar-laskar Kristus.
11:22Saudara harus berjuang untuk berubah Pak.
11:25Jangan hanya datang hari minggu ini.
11:28Ikut kebaktian.
11:29Oh seru loh suara kebenaran.
11:31Saudara pulang.
11:33Harus terus memikirkan proses perubahan.
11:36Meracut kesucian itu.
11:38Menyangkal diri.
11:39Anda bisa melihat kok naluriah manusiawi saudara.
11:44Marah membenci balas jelas setan itu.
11:48Bahkan berbuat baik pun.
11:50Kita mikir.
11:51Tuhan mau gak saya buat ini.
11:53Kalau itu bukan dari Tuhan.
11:56Ada motif-motif tertentu di hati kita.
11:59Bukan salah ya.
12:00Tapi kalau Tuhan itu.
12:03Kalau anak Tuhan.
12:04Anak Allah maksudnya anak Allah.
12:06Itu hanya memperagakan maunya Tuhan.
12:09Mengekspresikan perasaan Tuhan.
12:11Melakukan apa yang Tuhan mau kita lakukan.
12:18Makanya kalaupun dia berbuat sebaik apapun tidak bisa sombong.
12:21Hanya memperagakan apa yang Tuhan kendaki untuk kita peragakan.
12:29Itu ciri manusia baru.
12:32Nyanyikan lagu tadi.
12:33Hidupku bukan aku lagi.
12:38Hidupku bukan dari depan.
12:43Kusenantiasa.
12:46Paduan suara yang keras ya.
12:51Kusenantiasa.
12:57Kematian Yesus.
13:00Maksudnya aku harus mati untuk diriku sendiri.
13:05Supaya kehidupan Yesus.
13:09Jangan nyanyi.
13:11Nyata.
13:12Nyata di dalam hidupku sini.
13:17Semuanya nyanyikan hidupku gini.
13:20Hidupku gini.
13:22Bukan.
13:24Bukan aku lagi.
13:28Melainkan Kristus di dalamku.
13:34Hanyalah oleh iman.
13:38Di dalam Yesus Tuhan.
13:42Hidup Yesus ku beragakan.
13:49Hebat ya saudaraku.
13:50Amin.
13:53Jadi kalau kita berkata.
13:56Miliki pikiran perasaan Kristus.
13:59Itu sama dengan.
14:00Jadilah manusia baru.
14:02Dengan standar Yesus.

Dianjurkan