00:00Saudaraku sekalian, saya ingat beberapa waktu yang lalu, juga pada hari minggu, saya mengemukakan
00:15seandainya kita ditanya apakah kita mau dilahirkan di bumi ini sebelum kita dilahirkan.
00:27Belum tentu saudara kita mau, karena begitu beratnya perjalanan hidup ini saudara.
00:39Tetapi kita tidak ditanya Tuhan apakah kita bersedia atau tidak untuk dilahirkan di bumi dan dibuat ada atau dibuat eksis.
00:54Yang kemudian orang tua kita atau orang lain memberi nama kepada kita masing-masing.
01:04Bukan kita sendiri yang memberi nama tetapi orang lain.
01:11Walau kemudian hari bisa saja orang berganti nama sesuai dengan nama yang dia pilih.
01:19Memberi nama pun kita tidak berhak.
01:25Kita juga tidak boleh dan memang tidak bisa meminta lahir dari suku apa, bangsa apa, orang tua siapa, yang keadaannya
01:37bagaimana.
01:39Kita terlahir sebagai orang dari satu suku, satu bangsa tertentu dengan nama yang diberikan kepada kita.
01:53Bahkan kita juga tidak berhak untuk meminta.
01:57Karena kita ini mewarisi gen dan bakat apa, tetapi kita sudah menjadi seperti sekarang.
02:09Kita tidak boleh melihat itu dari sisi negatif ya.
02:17Karena kita bisa berpikir fatalistik gitu.
02:21Ini keadaan yang rusak fatal atau menyedihkan fatal.
02:27Kita harus melihat dari sisi positif, yaitu kemungkinan bisa menjadi apa kita.
02:34Karena Allah memberi kita kesempatan baik untuk hancur maupun untuk kokoh berdiri dan menjadi seseorang yang berkualitas tinggi atau mulia.
02:56Jadi selama kita masih memiliki jantung yang berdetak, nadi yang berdenyut, kita masih memiliki nafas kehidupan, kita masih memiliki kesempatan
03:10mau menjadi manusia yang bagaimana.
03:16Ini aspek sudut yang positif, saudara.
03:22Dan kita mensyukurinya kalau kita sekarang ada di hadapan Allah, mendengarkan firman Tuhan yang menjadi jalan hidup kita, way of
03:39life kita, yang bisa mengarahkan kita kepada kehidupan.
03:46Karena terbentang di depan kita ini dua jalan, saudara.
03:52Jalan menuju kebinasaan atau kehidupan.
03:58Kehinaan kekal atau kemuliaan kekal.
04:03Kita harus berpikir dengan sudut pandang positif.
04:10Kita masih memiliki kesempatan.
04:14Yang sudah memiliki umur banyak seperti saya juga masih bisa bersyukur karena masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengarahkan
04:29diri kepada kehidupan.
04:32Kemuliaan kemuliaan kekal.
04:34Bukan kepada kematian, kebinasaan, dan kehinaan kekal.
04:40Apalagi bagi yang masih muda.
04:45Allah yang kita sembah yang menciptakan langit dan bumi yang ditulis di dalam Alkitab.
04:55Allah yang bukan saja maha baik tetapi juga maha kuasa.
05:01Kalau Allah hanya baik tetapi tidak maha kuasa, tidak bisa diharapkan.
05:11Tetapi kalau Allah maha kuasa namun tidak baik, itu mengerikan.
05:18Kita bersyukur Allah kita bukan saja maha baik tetapi juga maha kuasa.
05:28Saudara memiliki masa depan.
05:31Dan yakin bahwa masa depan itu di tangan saudara jika saudara bukan saja mempercayai ada Allah yang hidup.
05:43Tetapi Allah yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangannya.
05:51Allah yang mau berurusan, berperkara dengan kita.
05:58Yang menyediakan kehidupan, kemuliaan kekal, berkat, dan apa yang baik untuk kita.
06:10Sementara itu kalau saudara menoleh di jalan yang lain, tersedia juga kematian, kebinasaan, kehinaan kekal.
06:22Memang pada waktu sekarang ini ketika kita hidup, promosi dari pihak kuasa jahat yang akan menggiring orang ke dalam kegelapan
06:39abadi,
06:40kebinasaan, kehinaan kekal itu lebih menarik.
06:45Seperti lebih menjanjikan saudara.
06:49Dan itu di depan mata, dan itu sekarang.
06:54Sedangkan kehidupan, kemuliaan kekal, itu seperti kurang menarik dan sangat sedikit peminatnya.
07:06Ini bisa tidak atau kurang merangsang manusia memilihnya.
07:15Sekarang tergantung saudara seberapa berani mempercayai bahwa apa yang disediakan Tuhan itu bukan jauh lebih baik,
07:29tetapi bertolak belakang dari apa yang kuasa kegelapan sediakan.
07:39Jadi saudara jangan meragukan untuk memilih mengikut Tuhan Yesus dengan belajar jalannya serta mengikuti jalannya.
07:55Way of life, jalan hidup.
08:01Kuasa kegelapan itu sangat cerdas tetapi penipu yang menyediakan dan menjanjikan apa yang kelihatannya baik.
08:14Oknum ini benar-benar jahat, menipu.
08:23Nah kita mau memilih Tuhan saudaraku.
08:27Memilih jalannya.
08:30Kita harus memilih.
08:36Tadi pada kebaktian jam 11 pagi, kebaktian raya pertama,
08:45saya mengemukakan satu kesaksian singkat mengenai seorang pecinta suara kebenaran
08:52yang dia menyanyikan lagu saya di gerejanya yang bukan satu sinode dengan kami.
09:03Lagu itu,
09:07Aku Memilihmu Tuhan.
09:11Aku memilihmu Tuhan, kau segalanya bagiku.
09:26Kau mengenakan hidupmu dalam setiap langkahku.
09:41Diri ku telah kau beli dengan darah yang suci.
09:56Hidupku yang sekarang ini, bukannya aku lagi.
10:12Indahnya gemerlap dunia, dan kemegahannya.
10:25Rela ku tinggalkan, dan aku lepaskan, tak ku ingini lagi.
10:40Kini mataku memandang, Tuhan Yesus kan datang.
10:55Langit dan bumi yang baru,
11:03Kerinduan hatiku.
11:09Di tengah pujian ini dinyanyikan, pendetanya menghentikan.
11:18Jadi berkata stop, stop, jangan dinyanyikan.
11:23Ini salah katanya.
11:32Kata pendeta itu bukan kita yang memilih Tuhan.
11:37Tuhan yang memilih kita.
11:40Ini bukan ajaran yang benar kira-kira begitu menurut pendeta itu, saudara ku.
11:47Stop.
11:48Saya bukan tidak setuju, saudara ku, Allah yang memilih kita.
11:55Allah itu memilih orang-orang yang diberi kesempatan untuk mendengar injil, saudara.
12:04Tidak semua orang mendapat kesempatan untuk mendengar injil, saudara.
12:10Ini yang disebut umat pilihan.
12:13Tetapi tidak semua umat pilihan itu terpilih karena tidak semua orang yang menjadi umat pilihan itu setia, saudara ku.
12:40Dari orang-orang yang terpilih ini, ditawarkan apakah mau ikut Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh atau ikut jalan dunia.
12:54Apakah mau serupa dengan Tuhan Yesus atau tidak.
12:58Berarti serupa dengan dunia.
13:03Jadi jangan berpikir bahwa umat yang terpilih ini otomatis bisa serupa dengan Tuhan Yesus.
13:13Harus memilih.
13:17Dua belas murid itu dipilih Tuhan Yesus, tapi tidak semuanya setia sampai akhir.
13:23Ternyata Judas tidak.
13:28Maka di dalam Alkitab dikatakan setialah sampai akhir.
13:33Barang siapa yang setia, dia yang diselamatkan, saudara.