Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Episode 8 menyoroti Farida yang dijebak atas tuduhan pencurian, hingga mencemarkan nama baiknya. Namun, rencana jahat tersebut justru berbalik arah dan mengancam Thoriq sendiri.

Farida menjadi korban fitnah yang memicu konflik besar terhadap reputasinya.

Rencana licik Thoriq berubah menjadi bumerang yang membahayakan posisinya.

Di sisi lain, Santoso mulai menata kembali hidupnya bersama Zahra, menghadirkan secercah harapan di tengah berbagai masalah.

Sementara itu, Firza dikabarkan akan menghadapi badai besar yang datang ke depan rumahnya, memicu ketegangan baru dalam cerita.

Episode ini kembali menyuguhkan drama keluarga yang penuh emosi, konflik, dan intrik yang menyentuh hati.

Episode 8 highlights Farida being framed for theft, damaging her reputation, but the scheme backfires and threatens Thoriq himself. Meanwhile, Santoso begins to rebuild his life alongside Zahra, unaware of the major storm about to unfold at Firza’s doorstep.

Farida becomes the victim of a setup, falsely accused of stealing, which sparks a major conflict surrounding her reputation.

Thoriq’s malicious plan turns into a boomerang, putting his own position at risk.

Santoso starts to put his life back together with Zahra by his side, offering a glimpse of hope amid the turmoil.

Firza is rumored to face a major crisis approaching his home, triggering new tension and drama.

This episode continues to deliver emotional family intrigue filled with conflict and heartfelt moments.
#DramaSeries
#KeluargaYangTakDirindukan
#دراما
#DramaIndonesia
#FamilyDrama
Transkrip
00:01Terima kasih ya, Nek.
00:02Kamu udah mau nganterin Bapak.
00:04Ya, meskipun Bapak tahu kamu kerjaan yang banyak.
00:07Ya, nggak apa-apa lah, Pak.
00:09Eh, eh, apa nih?
00:11Udah, biar Zara bantuin, Pak.
00:13Ya, soalnya kan selalu Bapak yang pakai yang buat Zara.
00:16Sekarang gantian.
00:18Nah, rapi!
00:27Terima kasih, Nek.
00:29Apa sama, Pak?
00:30Ih, senang deh Zara ngeliatnya Bapak tuh ceria banget pagi ini.
00:34Happy banget ya, abis ngobrol ya sama Ibu ya.
00:38Bisa banget sih, split banget Bapak sama Ibu.
00:41Semoga aja sih nanti aku bisa punya laki-laki yang kayak Bapak yang split ke Ibu.
00:49Suatu saat nanti kamu akan dapatkan seseorang yang sesulit apapun hidupmu.
00:55Dia akan bikin kamu tetap nyaman, tetap bahagia, menemani kamu.
01:01Meskipun tangannya itu patah.
01:05Meskipun...
01:06Bapak curhatin ke Bapak-Ibu, Pak.
01:10Tapi ya, nanti ya, Pak.
01:12Ya, lima tahun lagi karena Zara masih 19 tahun.
01:15Yang penting sekarang tugasnya Zara bahagiain Bapak sama Ibu dulu.
01:19Ya.
01:20Jadi kangen sama Ibu, eh.
01:21Udah yuk, mari kita telak lagi ke kangen Bapak.
01:24Ayo, ayo, ayo.
01:25Ayo, balan-balan, nak.
01:29Kok bisa ya si Zara bawa Bapaknya tinggal di sini?
01:33Eh, eh, eh.
01:34Ini perintah atasan.
01:37Tapi maaf ya, Pak.
01:38Dari dulu kan peraturan emang seperti itu.
01:40Dilarang membawa siapapun termasuk keluarganya.
01:43Iya nggak sih?
01:44Iya.
01:44Ya, kok Bos mau ya temenan sama si Zara padahal kan si Zara...
01:48Eh, diam kalian.
01:49Jangan banyak ngomong.
01:50Kalau kalian cari gara-gara, mau kalian dilaporin ke Bos.
01:54Maaf, Pak.
01:55Maaf, Pak.
01:56Pagi-pagi ngerumpi.
02:15Itu bukannya Santoso.
02:25Ibu.
02:26Nah, Sinta.
02:28Ibu, pamit dulu ya.
02:31Terima kasih ya, nak.
02:33Selama Ibu di sini, kamu baik sekali sama Ibu.
02:37Ibu, hati-hati ya.
02:39Makasih, nak.
02:41Pamit dulu, Ibu.
02:44Kamu yang sehat ya.
02:47Ibu selalu mendoakan kamu dan bayi kamu selamat sampai melahirkan.
02:53Dan pastinya anakmu ini jadi anak yang sehat, cerdas, sayang sama kamu.
03:02Dan selalu menjaga hati kamu.
03:06Selamanya.
03:07Amin, amin.
03:09Ibu pamit, ya nak.
03:11Terima kasih, Ibu.
03:13Hati-hati ya, Ibu.
03:14Assalamualaikum.
03:15Waalaikumsalam.
03:31Ibu Faridah pulang.
03:44Ibu Faridah pulang.
03:46Iya, mas.
03:48Kasian banget, Ibu Faridah.
03:51Tidak, sayang.
03:53Oh, kamu, papi, mami, udah cukup bantuin dia.
03:57Dia juga udah punya anak, kan?
03:58Barang, kamu kok ngomongnya gitu sih?
04:01Ibu Faridah sendiri kan yang bilang dia gak sendirian.
04:03Dia masih punya keluarga.
04:05Masih punya anak.
04:06Dia mau ketemu sama anaknya.
04:08Jadi yaudah, biarin aja.
04:10Laki pula dia orang asing, sayang.
04:11Asing, kamu bilang.
04:13Aku sih gak merasa Ibu Faridah orang asing, ya?
04:16Kamu yang belakangan ini kayak orang asing.
04:18Aku asing?
04:19Ini gimana maksudnya sih?
04:21Belakangan kamu ini aneh banget, mas.
04:23Kamu bangun diem-diem.
04:25Nelfon juga sembunyi-sembunyi.
04:27Ada apa sih?
04:28Bentar ya, maksudnya kamu curiga sama aku.
04:32Ya gimana gak curiga sih?
04:33Kamu, mas, yang ngasih alasan buat aku curiga.
04:36Coba sekarang jawab.
04:37Siapa yang kamu telepon tadi?
04:42Ini sayang, sejak kapan sih kamu jadi gak percaya sama aku?
04:46Kan aku udah bilang berkali-kali.
04:47Ya kalau aku telepon, itu berarti urusan kerjaan.
04:50Udah gak lebih kok.
04:52Ya gimana? Kamu ngasih aku alasan buat curiga, mas.
04:57Aduh, benar ya aku males banget debatnya.
04:59Sayang, aku belum selesai ngomongnya.
05:03Sayang.
05:09Sayang.
05:11Si Nurak, ma.
05:13Mi.
05:14Masya Allah.
05:15Mas, tak.
05:16Baiklah, enggak, enggak, enggak.
05:17Tengok, enggak.
05:19Nurul.
05:20Nurul.
05:21Ya, umat.
05:23Nurul, tolong siapkan handuk dan air hangat ya.
05:25Iya, bu.
05:26Tarik.
05:27Ayo bawa Sinta ke rumah sakit sekarang.
05:28Ayu, Tarik, kenapa diem aja?
05:30Iya, iya.
05:30Ibu ya.
05:32Sebaiknya ditunda dulu ke rumah sakitnya.
05:34Saya akan coba rawat anak ibu.
05:36Takutnya pendarannya makin jadi.
05:39Ya udah, yuk, pelan-pelan.
05:40Pelan-pelan, pelan-pelan.
05:42Pelan-pelan, pelan-pelan.
05:45Ayo, ayo.
05:47Ayo.
05:48Ayo.
05:50Ayo.
05:50Selamat pagi.
05:51Semangat.
05:51Selamat, ma.
05:52Semangat.
05:53Ini telanannya.
05:55Kobor-kobor.
05:56Semangat.
05:58Semangat.
06:00Kakak.
06:01Ya, ada cucu kaki.
06:04Cucu kesayangan kakek.
06:07Udah siap belajar, nak?
06:09Udah dong.
06:10Oke.
06:12Dinda.
06:14Ayo cepat masuk, nanti kamu terlambat, nak.
06:18Belajar yang pintar, ya?
06:20Iya, Mak.
06:21Eh, aku belajar dulu, ya.
06:24Iya, anak cantik.
06:26Semangat belajarnya.
06:27Eh, udah masuk?
06:28Oke.
06:29Iya.
06:30Da-da, kakak.
06:30Da-da.
06:40Tenang aja, pak.
06:42Saya akan pastikan cucu kesayangan saya mendapatkan pelajaran yang bagus, berkelakuan baik, tidak jahat kayak kedua orang tua.
06:57Jadi sih, saya mau kembali bekerja.
07:04Ya, pak.
07:05Om bukannya ayahnya Firja dan Torik, ya?
07:08Loh, kok om di sini?
07:10Permisi, pak. Saya harus kembali bekerja.
07:13Mari, pak.
07:14Bu.
07:14Bu.
07:15Mari, pak.
07:20Kau tega, ya?
07:22Orang tua setua itu masih disuruh kerja semangatnya.
07:26Mana tangannya lagi sakit, lagi.
07:28Iya, iya, mas ya.
07:29Ya, kok bisa sih dia kayak gitu?
07:31Ayo.
07:35Les.
07:37Kamu lihat kan?
07:38Kelakuan buruk bapak kamu.
07:40Dia sengaja mempermalukan kita, mas.
07:42Kamu tuh harus melakuin sesuatu.
07:44Jangan diimah aja, coba.
07:45Iya, iya.
07:46Tak ngakil.
07:47Aku kasih tidak berapa lancar sesuatu.
07:51Pagi-pagi bikin emosi aja.
07:59Bismillahirrohmanirrohim.
08:02Oke.
08:08Tarik nafas.
08:11Nanti.
08:12Video pelan-pelan, ya.
08:17Tidak sakit, kan?
08:19Iya.
08:23Sekarang kamu coba duduk pelan-pelan, ya.
08:27Ibu bantu.
08:28Ingin di geser pelan-pelan.
08:31Oke.
08:32Iya.
08:35Ini kamu minum.
08:37Bismillahirrohmanirrohim.
08:42Mata sudut.
08:44Enak, kan?
08:46Bagaimana saya ngerasanya?
08:48Masih sakit?
08:49Enggak, enggak mau.
08:51Tapi kita tetap ke rumah sakit aja ya.
08:54Biar semuanya aman, baik-baik aja.
08:56Iya, Mami setuju.
08:58Bu jaga-jaga aja.
09:00Bagaimana menurut Bu Farida?
09:02Saya juga setuju.
09:04Biar nak Sinta juga.
09:05Cek kesehatan yang lain.
09:08Tapi Bu Farida jangan pergi dulu.
09:11Tunggu aku sampai pulang dari rumah sakit ya, Bu.
09:17Aku...
09:17Aku mohon banget.
09:22Kamu tenang aja, sayang.
09:24Bu Farida pasti akan nunggu kita di sini.
09:27Iya kan, Bu?
09:30Iya.
09:42Sampai besok.
09:43Sampai besok.
09:45Eh, kamu udah pulang, ya?
09:46Udah disemput, belum?
09:47Ayo, ayo.
09:48Udah?
09:49Sihati.
09:50Pulang-pulang.
09:54Sampai besok.
10:00Sampai besok.
10:02Sampai besok.
10:13Sampai besok.
10:21Pak.
10:21Gak usah, gak usah.
10:22Gak usah, Pak.
10:23Gak apa-apa, Pak.
10:23Ini sudah jadi kewajiban saya, Pak.
10:26Ya, gak apa-apa.
10:27Terima kasih kalau begitu, Pak.
10:28Iya, Pak.
10:29Kami...
10:30Permisi dulu.
10:31Iya.
10:31Mari.
10:32Sampai ketemu besok, ya, nak.
10:33Iya, makasih banyak, Pak.
10:49Halo.
10:55Hati-hati, ya.
10:57Iya, pelan-pelan aja.
11:02Maaf, Ibu.
11:04Gimana kata dokter?
11:13Saya udah gak bisa berkata apa-apa lagi.
11:15Saya sangat bersyukur Bu Farida ada di sini.
11:18Tadi kata dokter,
11:20apapun yang Bu Farida lakukan
11:22untuk menyelamatkan nyawa cucu saya.
11:24Masya Allah.
11:26Alhamdulillah, ya, Bu.
11:27Semua itu karena pertolongan Allah.
11:30Saya cuma melakukan yang terbaik buat Pak Sinta.
11:34Mulai hari ini,
11:36anaknya Sinta bukan cuma cucu saya,
11:39tapi cucu Ibu juga.
11:45Saya percaya ada alasan di setiap pertemuan.
11:48Makanya saya bersikeras menahan Ibu
11:51untuk tinggal di sini.
11:52Demi Sinta.
11:55Tinggallah bersama kami, Bu, di sini.
11:58Tapi, tapi jangan menolak, Bu.
12:01Karena saya mau ada yang merawat Sinta.
12:04Nanti Ibu juga bisa membantu merawat cucu saya.
12:14Mau ya, Bu.
12:16Demi saya.
12:25Makasih, Ibu.
12:28Makasih, Ibu.
12:49Mami tidak mau ada kejadian seperti ini terulang lagi, ya?
12:52Ya, Bu.
12:54Ya, Bu.
13:03Bu, Ibu itu tidak bisa.
13:05Tidak bisa.
13:06Ibu itu tinggal di sini.
13:08Sancur semuanya.
13:11Bagaimanapun caranya,
13:12Ibu tidak boleh tinggal di sini.
13:13Ibu harus pergi dari sini.
13:33Di hari kau terjatuh,
13:36Dunia berubah sepi.
13:39Mereka yang dulu dekat,
13:44Berlahan pergi.
13:47Janji yang kau percaya,
13:51Hilang dalam sunyi.
13:54Dan semua yang kau punya,
13:58Tak kembali.
14:01Tak ada yang bertahan,
14:04Di saat kau terlukan.
14:07Hanya ada satu hati yang tetap menjaga.
14:15Tenang,
14:17Ku tetap untukmu.
14:20Walau semua menjauh,
14:23Dan tak menaruh rindu.
14:27Saat kau kehilangan,
14:31Tempat untuk dituju.
14:36Izinkan ku jaya menemuimu.
14:41Tapi ada yang masih berdiri,
14:46Tanpa diminta,
14:49Menguatkanmu meski dirinya terluka.
14:56Tenang,
14:58Tenang,
14:58Ku tetap untukmu.
15:01Wow,
15:02Semua menjauh,
15:04Dan tak menaruh rindu.
15:09Saat kau kehilangan,
15:12Tempat untuk dituju.
15:17Izinkan ku jari yang menemuimu.
15:23Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
15:30Ku kan tetap bertahan di sisimu.
15:36Ku tetap untukmu.
15:47Bapak, ya ampun.
15:50Bapak itu...
15:50Maaf, maaf, maaf.
15:52Ini jarak pelan-pelan kok.
15:54Makanya lagi kali hati-hati dong, Pak.
15:57Mungkin terlalu semangat.
15:58Ini tadi baru dapat kerjaan baru.
16:04Pertanyaan?
16:05Enggak, Pak.
16:06Geli.
16:07Si, Bapak malah bercanda.
16:09Ya, Pak.
16:10Lelangnya juga luka.
16:11Kena obat, Pak.
16:14Assalamualaikum.
16:15Eh, Assalamualaikum.
16:16Eh, pantri.
16:17Masuk.
16:18Masuk-masuk sini.
16:19Ini, Sah.
16:20Aku bawain kamu makanan buat Bapak sama kamu.
16:22Ya Allah.
16:24Jauh-jauh datang ke sini bawain kita makanan, Pak.
16:27Repot-repot banget sih, Tan.
16:28Makasih banyak, loh.
16:29Iya, sama-sama.
16:32Iya.
16:33Bapak mandi dulu biar makannya enak, ya.
16:35Ya udah.
16:36Iya, iya.
16:37Bapak, Pak.
16:39Itu tangannya kenapa, Pak?
16:42Enggak, baru tes ilmu.
16:44Iya, Pak.
16:45Tadi kerjanya terlalu semangat.
16:48Maklum, kerjaan baru.
16:52Tan, sini, Tan.
16:53Duduk.
16:53Eh, duduk, duduk.
16:54Santai, ya.
17:00Zah.
17:00Iya.
17:03Bukannya nggak boleh ya Bapak nginep di sini?
17:06Oh.
17:07Tenang aja, itu semua udah beres.
17:10Kan ada yang membentuin.
17:13Zah.
17:14Lo tuh harus hati-hati.
17:16Zaman sekarang kan nyari kerja susah.
17:18Apalagi di pabrik.
17:19Banyak banget, Zah, orang yang iri.
17:22Mungkin di depan lo keliatan baik.
17:25Tapi di belakang, bisa aja kan ngejelek-jelekin lo.
17:29Bahaya lo, Zah.
17:31Apalagi kalau sampe mereka tau, lo deket sama si bos.
17:40Harus kerja yang racin, berarti.
17:43Biar nggak ngerepotin mereka.
17:50Zah, tapi perut kamu nggak apa-apa, Kak.
17:55Mas Sinta, ini ibu bikinkan sup.
17:59Supaya anak yang kamu kandung makin sehat dan kuat.
18:03Makasih, ibu.
18:05Sama-sama.
18:06Semoga suka.
18:08Hmm, dari baunya juga enak banget ini pasti.
18:11Alhamdulillah.
18:11Saya heran, kok ada ya anak-anak kurang ajar sama orang tuanya sendiri.
18:18Sampai tega mengelantarkan ibunya sendiri.
18:21Padahal kan Bu Farida orang baik.
18:27Ya begitulah, Mi.
18:29Namanya juga dunia sudah terbalik.
18:33Di jaman sekarang itu, banyak sekali anak-anak yang sudah duraka dengan orang tuanya.
18:44Ya.
18:45Bu Farida.
18:45Eh, yuk duduk sini makan sama kita.
18:49Oh, terima kasih.
18:50Saya biar sama.
18:52Enggak.
18:53Bu, Bu Farida silahkan duduk.
18:54Ada kursi kosong.
18:55Silahkan duduk.
18:56Ayo, ayo.
18:57Sini, ayo.
18:57Ayo, duduk sini, duduk sini.
18:59Makasih.
19:00Ayo.
19:01Nurul, tolong piring ya.
19:03Iya, ibu.
19:09Makasih.
19:10Makasih.
19:11Makasih.
19:12Makasih.
19:13Makasih.
19:13Makasih.
19:14Makasih.
19:14Makasih.
19:14Ayo, ibu.
19:15Di ambil nasinya.
19:15Ayo dong, pada makan dong yuk.
19:17Iya.
19:18Silahkan, ibu.
19:18Mami.
19:19Besok kalau Papi nggak ada halangan, itu Papi berencana sama Torit mau terbang ke Jakarta.
19:30Ada urusan apa, Papi?
19:31Papi ingin ketemu sama suaminya, Bu Farida.
19:36Masya Allah.
19:37Tidak usah, Pak.
19:38Terima kasih banyak.
19:40Alhamdulillah, suami saya juga bilang ke saya kalau saya boleh tinggal di rumah ini.
19:50Iya.
19:52Bu Farida udah punya kita semua sekarang.
19:54Ibu anggap aja kita semua ini udah keluarga.
19:57Jadi, saya dan Mas Torik udah bisa dianggap anak ibu juga.
20:05Iya kan, Mas?
20:08Iya dong.
20:09Kita di sini ada untuk ibu.
20:25Bersambung.
20:26Bersambung.
20:30Bersambung.
20:35Bersambung.
20:37Bersambung.
20:38Bersambung.
20:52selamat menikmati
21:23butuh ngapain sih kesini ya
21:26mungkin repot aja
21:28gak bisa apa
21:30lihat anaknya tuh bahagia
22:01balik
22:17kamu sengaja mau fitnah ibu
22:20setegah itu kamu sama ibu
22:29kenapa kamu jadi durang
22:31gak kayak gini
22:39weh pada serius banget
22:41lagi pada ngobroin apa sih
22:42udah denger belum soal kabar
22:44pemilik pemusahaan kita
22:46emang ada berita apaan sih
22:48itu loh dia aja baru datang
22:49pertama kali ke cabang di Jakarta
22:51tapi yang gue denger
22:52bakalan ada karyawan yang dirumahkan
22:54sekarang dia lagi cek berkas karyawan
22:58terus terus
22:59yang gue denger sih Fir
23:01katanya buat perampingan kantor Jakarta
23:03kemungkinan besar bakal ada PHK masal
23:06udah gak usah terlalu banyak dipikirin
23:08yang penting kita berdoa aja
23:09semoga kita semua aman
23:10eh Know
23:11amin
23:12udah
23:12oke
23:25eh halo
23:28oh iya iya baik
23:29baik pak
23:30segera saya siapkan dan segera saya ke sana
23:32baik pak
23:56Oke, terima kasih.
23:58Sudah bantu cari alamatnya.
24:01Terima kasih ya.
24:04So, berkasih sudah ada?
24:07Sudah, Pak. Ini saya sudah siapkan semua berkasih.
24:28Terima kasih telah menonton!
24:42Cari apa, Mas?
24:48Sayang, jangan marah ya.
24:50Kamu lihat jam tangan aku nggak?
24:52Jam tangan yang mana?
24:54Itu loh, yang dari kamu. Hadiah dari kamu.
24:56Aniversari pernikahan kita yang pertama.
24:59Emang terakhir kamu kapan pakenya?
25:01Belum lama kok.
25:02Belum lama ini aku sering pakai itu.
25:04Aku tuh juga ingat, aku tuh taruh di laci itu.
25:07Tapi tadi aku cari nggak ada.
25:08Aku cari di laci kamu nggak ada.
25:10Di sini juga nggak ada.
25:13Ya, heran deh.
25:15Nggak ada ya?
25:17Di kamar mandi nggak ada juga?
25:19Nggak ada.
25:22Masa ada yang ambil sih?
25:25Siapa mau ambil, Mas?
25:26Duh, saya gini. Aku tuh sebenernya nggak mau Susan yang nggak mau nuduh.
25:35Cuman akhir-akhir ini ada satu orang lagi yang baru tinggal sama kita di rumah ini.
25:42Maksud kamu Bu Farida?
25:45Mas, Bu Farida tuh orangnya baik banget.
25:49Mas, nggak mungkin dong.
25:51Sayang, ya aku tahu Bu Farida memang kelihatannya orang baik.
25:55Tapi kan kita sama-sama nggak tahu latar belakang dia tuh seperti apa.
26:00Kita nggak tahu keluarganya siapa.
26:02Dia aslinya orangnya kayak gimana.
26:04Habis sebelum ini juga nggak ada kejadian kayak begini, kan?
26:08Tapi jangan asal nuduh dulu.
26:09Kita cari dulunya, Mas.
26:11Aku udah cari kemanapun nggak ketemu.
26:14Maksud aku tuh begini, kita juga harus waspada.
26:16Banyak kasus yang seperti ini di luar sana.
26:18Orangnya terlalu percaya sama orang baru yang belum dikenal.
26:22Akhirnya begini.
26:30Torik, Sinta.
26:31Papi udah nungguin sarapan loh.
26:33Maaf nih sebentar. Mas Torik tadi ilang jamnya.
26:36Hah?
26:40Kenapa bisa ilang? Kamu apa naruh kali, Rick?
26:44Torik tuh nggak pernah lupa.
26:45Apalagi itu jam tangan kesayangan Torik.
26:48Kan itu hadiah dari Sinta.
26:50Mi, tadi tuh Mas Torik sempat nyebut.
26:54Mungkin ya Bu Farida yang ambil.
26:59Kamu yakin nuduh Bu Farida?
27:02Nggak, Mi. Aku nggak nuduh sekali lagi.
27:05Nggak.
27:05Cuman selama ini kan belum pernah tuh kejadian seperti ini, Mi.
27:09Dan maksud aku tuh kayak kok kebetulan banget gitu.
27:13Bu Farida tinggal di sini.
27:15Lalu jam tangan aku hilang.
27:19Ya udah gini aja, Mi.
27:20Boleh nggak kita minta tolong sama Nurul?
27:23Buat ngecek kamarnya Bu Farida sekarang.
27:27Ya bukannya gimana. Ini buat mastiin aja.
27:29Ya semoga nggak ada.
27:31Semoga aku yang teledor.
27:33Mastiin aja.
27:36Ya udah sayang aku mandi ya.
27:38Papik juga udah nungguin kan.
27:39Bentar resanya nih.
27:40Ya bos.
27:45Kamu percaya sama tuduhannya Torik?
27:47Nggak Mi.
27:49Menurut aku Bu Farida orangnya tuh baik banget.
27:51Nggak mungkin deh kalau Bu Farida yang ambil.
27:54Ya udah.
27:55Kita minta tolong sama Nurul aja ya.
27:57Iya.
28:02Nurul.
28:03Iya Bu.
28:05Kamu ingat jam tangan yang Sinta kasih buat Torik di hadiah perkawinan mereka?
28:10Iya saya ingat.
28:12Jam tangannya hilang.
28:13Hah?
28:14Hilang Bu.
28:16Ibu nggak lagi nuduh saya ngambil kan?
28:19Nurul kamu tuh udah kerja di sini lima tahun.
28:21Dan selama itu nggak pernah ada kejadian apapun.
28:25Tapi...
28:27Torik tuh curiga kalau Bu Farida yang ambil.
28:31Astagfirullah.
28:32Bu.
28:33Nggak mungkin Bu.
28:34Bu Farida bukan orang seperti itu.
28:36Iya.
28:37Saya juga udah bilang kayak gitu.
28:39Tapi...
28:40Torik tuh tetep kekah.
28:42Kalau Bu Farida yang ambil.
28:46Kamu kalau geledah kamar Bu Farida jangan terlalu mencolok ya.
28:52Iya Bu.
29:08Ibu Farida.
29:13Ibu.
29:20Ibu.
29:21Ibu.
29:22Ibu.
29:23Ibu.
29:23Ibu.
29:25Ibu.
29:32Ibu.
29:34Ibu.
29:34Ibu.
29:40Ibu.
29:41Ibu Farida!
29:44Ibu.
29:48Ibu.
29:49Ibu.
29:50Ibu.
29:51Ibu.
29:52Ibu.
29:52Mbak Faridah
30:01Ya sebentar
30:08Siapa ya?
30:25Ya sebentar
30:27Yae
30:29Yae
30:34Mbak Faridah
30:36Ayubu
30:41Sini
30:42Yae
30:43Sama siapa
30:44Ayubu
30:46Ayubu
30:46Ayubu
30:46Mbak Faridah
30:50Yae
30:55Luka, Bu.
30:56Bentar. Bapak ambil rumah.
30:58Bentar, Bu.
30:59Masuk, Bu.
31:12Bu.
31:13Bu.
31:15Bu.
31:16Bu.
31:16Bu.
31:17Ibu.
31:17Ibu.
31:18Ibu.
31:19Ibu.
31:21Ibu.
31:22Ibu.
31:23Ibu.
31:24Ibu.
31:25Ibu.
31:26Astaga.
31:27Astaga, Bu.
31:28Kenapa-kenapa ya, Bu?
31:30Ibu aku, apapun di tanamu.
31:43Makin dia peserempet apa gimana?
31:46Bapak kok ngomongnya?
31:48Ibu.
31:49Aduh.
31:51Aduh.
31:52Aduh.
31:52Kamu tuh kebiasaan dari dulu tuh.
31:54Enggak.
31:55Enggak pernah berubah nih anaknya, Bapak.
32:03Aduh.
32:07Aduh.
32:12Aduh.
32:13Aduh.
32:13Aduh.
32:15Aduh.
32:16Aduh.
32:16Aduh.
32:16Aduh.
32:16Aduh.
32:17Aduh.
32:17Aduh.
32:18Aduh.
32:19Aduh.
32:19Aduh.
32:20Aduh.
32:21Aduh.
32:21Aduh.
32:22Aduh.
32:24Aduh.
32:32Astagfirullahaladzim.
33:23Astagfirullahaladzim.
33:32Astagfirullahaladzim.
33:57Astagfirullahaladzim.
33:58Bapak sama ibu itu, ya cuma jadi beban aja.
34:02Kalian ga bisa ngemasih apa-apa juga kan?
34:04Pakat semuanya diambil sama sama bisa.
34:17Bisa.
34:22Ya ampun, kemana ya?
34:27Tapi kok bisa ya? Bisa pas gitu?
34:30Ibu itu pergi, pas banget sama catalan saya hilang.
34:33Pak, Ibu Farida kayaknya nggak mungkin deh seperti itu.
34:37Kamu tuh baru kenal berapa lama sih? Udah kenal lama sama Ibu Farida itu?
34:42Sampai yakin banget kalau bukan dia yang nyuri.
34:44Saya sih memang belum kenal lama sama Ibu Farida, Pak.
34:47Tapi tuh saya yakin banget Ibu Farida tuh nggak mungkin ngambil jam tangan Bapak.
34:51Mas, aku yakin beliau orangnya nggak seperti itu kok.
34:55Beliau tuh kelihatannya baik dan tulus banget.
34:57Ingat nggak pas kemarin ngerawat aku pas pendarahan?
35:00Mana mungkin sih orang yang udah kita bantu mau ngelakuin hal buruk kayak gitu?
35:04Ya sayang, cuma maksud aku ya gini loh.
35:07Itu setiap orang baru itu ya kayak gitu.
35:10Dia sok peduli dulu, dia sok perhatian.
35:15Ya begitu disanjung terus nanti ada celah, sifat aslinya langsung keluar.
35:20Apa perlu saya cari Ibu Faridanya, Pak?
35:23Nggak usah nggak perlu dicari ngapain?
35:24Bawa pengaruh buruk aja buat keluarga ini.
35:27Udah lah, Tori. Kamu tenang aja.
35:29Nanti Mami bisa beli yang baru, ya.
35:31Bukan begitu, Mi.
35:33Maksud aku tuh ya, ya kita mulai sekarang jangan 100% percaya sama orang gitu loh, Mi.
35:39Kan bahaya.
35:40Iya, kamu ada bener juga.
35:43Tapi ya udahlah, ya.
35:44Kok kamu belum berangkat kerja sih?
35:46Ya aku berangkat ya.
35:47Mas.
36:02Ya Allah, Pak.
36:05Ternyata anak kita dua-duanya sama, Pak.
36:11Bapak baik-baik ya Pak di sana, Pak.
36:17Saya akan melihat paham, Pak.
36:19Aku boleh lihat pada tahun baru ini.
36:21Kalau только waktu kenyataan Será memang Gayο bukan ada playback
36:43atau makan Singapi yang sangat banyak.
36:46Sebisanya sih, Ibu dapat panggung di keluarganya Sinta
36:50Dan semuanya bisa langsung percaya
36:52Mudah banget percaya sama Ibu
36:55Tak bisa kayak gini
36:56Gua harus pastiin gimana caranya Ibu gak akan tinggal lagi di rumah itu
37:32Rik, O Rik
37:37Rik, Naa, Rik
37:41Naa, O Rik
37:46Rik, Naa, Rik
37:51Rik!
37:53Rik!
37:56Rik!
37:57Rik!
37:58Rik!
38:03Rik!
38:07Rik!
38:32Terima kasih.
38:48Terima kasih.
39:09Aku sudah cari di mana-mana, di tempat yang biasa aku taruh jam.
39:13Nggak ada juga, Pi.
39:14Cuma maksudnya tuh kok kayak bisa kebetulan banget sih, Pi.
39:19Bu Farida pergi terus jam tangan aku hilang.
39:26Mas.
39:29Ini kan, jam yang kamu cari-cari.
39:38Iya.
39:41Ini kamu ketemu di mana?
39:43Ada di lemari.
39:45Di kamar mandi di bawah.
39:47Ini tuh kamu yang lupa teledor taruh di mana.
39:50Makanya lain kali tuh jangan rasa angka buruk dulu deh sama orang, Mas.
39:55Jangan-jangan gara-gara ini nih, Bu Farida pergi.
39:57Loh, sayang.
39:59Nggak gitu dong.
40:00Aku kan juga nggak ada ngomong langsung sama dia.
40:03Aku juga nggak ada nuduh di depan muka dia.
40:06Nggak ada sama sekali.
40:07Ya mungkin, Bu Farida memang pengen pergi dari sini sendiri.
40:11Ya tapi gimana kalau tiba-tiba Bu Farida dengar percakapan kita?
40:15Sakit hati dong dituduh kayak gitu.
40:20Ya udah, ini kamu maunya apa sih?
40:23Hah?
40:23Bu Farida tuh nggak punya tempat tinggal loh.
40:26Kamu tega ninggalin Bu Farida sendirian di luar kayak gini.
40:30Ya udah, kamu maunya apa, sayang?
40:32Kamu mau nyuruh suami kamu
40:33untuk pergi cari ibu-ibu itu yang kita sama-sama nggak tahu dia ada di mana?
40:39Itu maunya.
40:42Torik.
40:57Torik.
40:59Ya, Bi.
41:02Saya tidak suka
41:03kamu berbicara seperti itu kepada Sinta.
41:08Ya.
41:09Sudah jelas-jelas kamu yang salah kok.
41:12Maaf ya.
41:13Tapi Torik sama sekali nggak maksud kayak gitu.
41:16Kamu lupa
41:18siapa kamu sebenarnya, Torik.
41:22Kamu adalah anak yatim piatu yang miskin, Torik.
41:26Kalau dari kemarin-kemarin saya tahu perilaku kamu seperti itu,
41:31saya tidak akan memberikan kamu pekerjaan
41:34dan tidak akan mengizinkan kamu untuk menikahi anak saya.
41:41Ya, Bi.
41:42Torik minta maaf.
41:43Torik udah kelewatan tadi.
41:45Kamu harus minta maaf sama Sinta dan Bu Farida, Torik.
41:49Pikirkan semua kesalahan kamu
41:51dan jangan ulangi kesalahan itu.
41:53Ya, Bi.
42:01Terima kasih.
42:23pokoknya bapak mau nabung yang banyak
42:26biar nanti bapak bisa jemput ibu
42:30terus kita tinggal barang lagi ibu ya
42:48kita tinggal barang lagi
43:13nomor yang anda tuji sedang tidak aktif
43:15walaikum warahmatullahi walaikum salam sabar
43:48kamu kenapa sih mas?
43:50agak ada masalah di kantor
43:51ini gawat nih
43:53bos aku pulang dari singapura tiba-tiba terus dia bilang semua karyawan bakal di cek datanya
44:00data? data apa?
44:02iya semua data CV data gaji pokoknya semua
44:06ini orang-orang di kantor nih karyawan-karyawan semuanya lagi pada parno pada takut
44:09ya ampun mas cuma data doang kan bukan berarti ada masalah dong
44:12gak cuma data doang dong
44:14data itu kalau misalnya gak sesuai ini gawat
44:17bisa terjadi pengecatan besar-besaran
44:19ya gak mungkin langsung dipecat juga mas
44:21kan pasti ada validasi dulu
44:23udah
44:24jangan jadi orang parnoan kayak gitu
44:26bukan parnoan
44:27yang kerja aku atau kamu
44:29kamu gak tau sih bos aku itu
44:30aduh
44:31killer banget
44:32aku yakin ini semua datanya di cek
44:33ini pasti karena ada perampingan nih
44:36bakal ada PHK besar-besaran di kantor
44:38dan kamu tau yang jadi masalah itu
44:40kalau misalnya nama aku ada disitu
44:42aku dipecat, aku di PHK, gimana?
44:45aku cari kerja dimana?
44:46jaman sekarang susah
44:49stas
44:52siapa lagi?
44:56iya
44:58iya
44:59selamat malam
45:00malam
45:01apakah benar ini rumahnya Pak Santoso?
45:03Pak Santoso ya?
45:04dia gak tinggal di sini pak
45:15Pak Erwin?
45:19iya pak
45:20ternyata kamu tinggal di sini?
45:23iya
45:24betul
45:27ini
45:28rumahnya saya
45:29mohon maaf
45:31saya tiba-tiba datang ke sini
45:32saya lagi mencari teman lama saya
45:34namanya Pak Santoso
45:36wah
45:37itu bapak saya pak
45:41iya Pak Santoso itu bapak saya
45:43kalau gitu yaudah
45:43silahkan masuk dulu pak
45:44iya
45:47silahkan
45:48ini bos aku
46:02iya
46:03iya
46:03iya
46:16iya
46:17ini selalu jadi keeper andalan
46:19kalau di sekolah
46:19mengadakan pertandingan sepak bola
46:23katanya Pak Santoso
46:24gak ada di rumah
46:25apa
46:25dia udah gak tinggal di sini lagi?
46:28itu
46:33aduh
46:33jadi gini
46:35gini pak sebenernya
46:37bapak saya itu
46:39sudah
46:40sudah tidak bekerja lagi
46:42sudah
46:42sudah pensiun lagi itu pak
46:44nah
46:44jadi sekarang itu kebetulan
46:47sedang
46:48menjenguk adik saya
46:49yang lagi di luar kota
46:51makanya hari ini
46:52tidak ada gitu
46:54oke
46:55kalau boleh tahu
46:57Pak Santoso
46:57kapan pulangnya?
46:59besok pak
47:03tadi mertua saya bilang
47:04kalau dia besok
47:06bakalan pulang pak
47:07perfect banget
47:10jadi besok saya datang lagi ke sini
47:13tapi kalian rahasiakan dulu tentang saya
47:16karena saya mau kasih kejutan buat dia
47:18oh
47:20iya
47:21baik baik
47:22Firza
47:23dia tuh orangnya sangat jujur
47:25disiplin dan sangat tulus
47:27saya tuh selalu kagum sama Pak Santoso
47:29makanya saya pengen ketemu lagi sama dia
47:34baik
47:35saya permisi dulu ya
47:36baik Pak Erwin
47:39sering banget ya
47:40bapaknya malah gak ada
47:43gak apa-apa
47:43saya permisi ya
47:44baik Pak Erwin
47:45hati terjalan
47:46terima kasih sudah mampir loh
47:52saya
47:53kamu tuh gimana sih
47:55kenapa pakai bilang besok
47:57kamu kan bisa bilang minggu depan
47:59bulan depan
47:59tahun depan
47:59atau kapan kek
48:01kamu kan tahu
48:02kita gak tahu bapak ada di mana
48:03gimana sih
48:04ya pasti di tempatnya Zahra lah mas
48:06emang bapak punya tempat tinggal di mana lagi
48:19minggu
48:20yang kamu masih menghantumi
48:25di setiap langkah kau pilih jalan sendiri
48:32meninggalkanku di dalam sepi
48:38dan senia menyelimuti hati
48:43kau hancurkan semua haram
48:50tak pernah ku sangka kau bisa begitu kejam
48:56sejauh apa kau lupa
49:01hingga telangan aku dalam doamu
49:10kau melukai hati
49:13dan hancurkan mimpi-mimpi
49:17sisakan luka tak terobati
49:20nakikuta ta ta bishimi
Komentar

Dianjurkan