KOMPAS.TV - Presiden Amerika, Donald Trump, menyatakan tengah mengadakan pembicaraan dengan Iran. Trump mengklaim kesepakatan dengan Iran akan mengakhiri perang dengan kemenangan di pihak Amerika. Trump menjawab pertanyaan jurnalis soal apakah kesepakatan perdamaian dengan Iran akan berhasil.
Trump menyatakan saat ini perang telah dimenangkan. Menurut Trump, saat ini Iran tidak lagi memiliki angkatan laut maupun angkatan udara. Pesawat Amerika bisa terbang bebas di atas Teheran atau wilayah lainnya di Iran.
Iran tidak bisa berbuat apa-apa lagi, termasuk jika Amerika akan menghancurkan pembangkit listrik mereka. Trump sempat menyinggung soal pemberitaan di media yang menyebut pertempuran masih sengit.
Menurut Trump, itu adalah berita palsu. Kita ulas perkembangan terkini konflik Timur Tengah pasca Trump ungkap ada negosiasi dengan Iran. Sudah bergabung bersama kita pakar hubungan internasional dari Unpad, Teuku Rezasyah, dan pengamat Timur Tengah, Muhammad Husein.
#iran #as #trump
Baca Juga Kondisi Terkini Arus Balik di Tol Cileunyi dan Pelabuhan Soetta Makassar Mulai di Padati Pemudik di https://www.kompas.tv/regional/659014/kondisi-terkini-arus-balik-di-tol-cileunyi-dan-pelabuhan-soetta-makassar-mulai-di-padati-pemudik
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659018/full-trump-ungkap-adanya-negoisasi-as-iran-pengamat-pakar-hi-sebut-trump-sedang-berilusi
Trump menyatakan saat ini perang telah dimenangkan. Menurut Trump, saat ini Iran tidak lagi memiliki angkatan laut maupun angkatan udara. Pesawat Amerika bisa terbang bebas di atas Teheran atau wilayah lainnya di Iran.
Iran tidak bisa berbuat apa-apa lagi, termasuk jika Amerika akan menghancurkan pembangkit listrik mereka. Trump sempat menyinggung soal pemberitaan di media yang menyebut pertempuran masih sengit.
Menurut Trump, itu adalah berita palsu. Kita ulas perkembangan terkini konflik Timur Tengah pasca Trump ungkap ada negosiasi dengan Iran. Sudah bergabung bersama kita pakar hubungan internasional dari Unpad, Teuku Rezasyah, dan pengamat Timur Tengah, Muhammad Husein.
#iran #as #trump
Baca Juga Kondisi Terkini Arus Balik di Tol Cileunyi dan Pelabuhan Soetta Makassar Mulai di Padati Pemudik di https://www.kompas.tv/regional/659014/kondisi-terkini-arus-balik-di-tol-cileunyi-dan-pelabuhan-soetta-makassar-mulai-di-padati-pemudik
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659018/full-trump-ungkap-adanya-negoisasi-as-iran-pengamat-pakar-hi-sebut-trump-sedang-berilusi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kita ulas perkembangan terkini konflik Timur Tengah pas catram ungkap ada negosiasi dengan Iran.
00:07Sudah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia malam, pakar hubungan internasional dari UNPAD, Tuku Reza Shah dan juga pengamat Timur
00:15Tengah Muhammad Hussein.
00:16Selamat malam Pak Reza Shah, selamat petang juga Mas Hussein.
00:21Selamat malam, salam dari Bandung.
00:23Ya, kalau kita melihat apa yang terjadi saat ini, ada saling klaim bahwa Amerika Serikat mengklaim sudah memenangkan perang, sementara
00:35hal ini dibantah oleh Iran.
00:37Menurut Anda sebenarnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran ini nyata adanya atau tidak, Pak Reza Shah?
00:45Terima kasih.
00:47Tampaknya Trump ini sedang berilusi ya, karena dia pikir satu dunia ini bisa dibohongi lewat sensor berita yang total dia
00:57lakukan.
00:58Memang berita-berita itu tertutup, kita tidak tahu berapa jumlah tentara Amerika yang wafat, tentara Amerika yang cacat,
01:05kemudian juga peta-kota mana saja yang hancur leluh lantak oleh peluru kendali dari Iran.
01:11Dan memang ini adalah salah satu teori komunikasi, yakni pembungkaman.
01:16Tapi kalau kita kritis, saya mencoba melihat dari bagaimana perspektif tokoh-tokoh Amerika Serikat sendiri,
01:22seperti Jeffrey Sark, kemudian John Messheimer, kemudian Direktur Kontra Intelligence yang melepaskan jabatannya,
01:30kemudian juga kepala para bintang empat Angkatan Laut Amerika Serikat yang mengkritik Donald Trump,
01:36di mana perang ini tidak sah secara hukum nasional Amerika Serikat, dan ternyata perang ini tidak sesuai dengan harapan.
01:44Harapan Amerika Serikat adalah pemerintahan di Iran itu jatuh, kemudian negara itu akan terkoyak-koyak,
01:52dan kemudian akan terlahir pemimpin baru yang pro-Amerika Serikat.
01:55Ini sama sekali tidak terjadi, malah kita perhatikan ayatulah yang baru telah terpilih,
02:01kemudian juga barusan saja kita melihat ada seorang pejabat baru menggantikan Larry Jani untuk jabatan sekretaris dari Dewan Keamanan Nasional.
02:12Artinya Anda juga ingin menyatakan bahwa rencana agenda perang yang sudah didesain sedemikian rupa oleh Amerika Serikat dan juga Israel
02:21ini sudah keluar dari prediksi?
02:26Betul. Target dari empat hari sudah berkembang menjadi dekat empat minggu.
02:32Ini berarti bahwa perencanaan Amerika Serikat dan Israel itu meleset, apalagi Amerika Serikat dan Israel tidak mendapat dukungan dari negara
02:42-negara Uni Eropa.
02:44Kemudian juga kalau kita perhatikan komposisi negara-negara Timur Tengah, itu belum tentu mereka sangat pro-Amerika Serikat saat ini.
02:50Mereka masih bersikap status quo, karena mereka bisa melihat kalau Iran ini merasa ada serangan yang datang dari wilayah negara
02:57Timur Tengah tersebut,
02:58Iran tidak akan segan-segan mengirimkan peluk kendali jarak dekat maupun jarak menengah.
03:03Jadi saya pikir Donald Trump sedang berilusi dan juga untuk berunding itu sesuatu hal yang mustahil.
03:11Suasana di Iran adalah masih berkabung hingga pertengahan April bulan depan.
03:17Kemudian juga Iran tidak merasa perlu berunding dengan agresor, karena agresor ini bertentangan dengan hukum internasional.
03:24Dan dalam bayangan masyarakat Iran sendiri, Amerika Serikat itu adalah sehatan besar dan Israel itu adalah sehatan kecil.
03:31Tidak perlu berunding dengan mereka.
03:33Apalagi perundingan ini menurut versi Amerika akan bisa dilaksanakan dengan bantuan dari Pakistan.
03:41Tapi dalam penyataannya, masyarakat di Iran dan juga pemerintah di Iran menilai bahwa Amerika Serikat itu tidak bisa dipercaya.
03:49Pada saat kita berunding, mereka melakukan pemboman. Jadi sudah ada distrust itu tidak percaya dari kalangan Iran atas Amerika Serikat.
03:57Oke, saya ke Mas Usian. Mas Usian kalau Anda melihatnya, mengapa Presiden Donald Trump ini mengeluarkan pernyataan bahwa telah melakukan
04:07negosiasi dengan Iran
04:09dan juga menyebutkan bahwa dialognya berlangsung dengan produktif?
04:15Ya, pertama kalau bicara Donald Trump, kita harus sepakati satu hal.
04:20Bahwa Donald Trump ini menghidap satu penyakit yang namanya Narcistic Personality Disorder, NPD.
04:29Dan orang yang terkena NPD ini tidak akan merasa dirinya sakit.
04:32Tapi bisa kita baca ya kalau kita melihat jurnal-jurnal tentang NPD itu adalah bisa kita baca dari gelagatnya, dari
04:42statementnya, dari berbagai narasi-narasi yang keluar.
04:45Dan itu semua benar-benar sesuai dengan yang kita lihat pada Donald Trump.
04:49Nah, apalagi kemunculan statement Donald Trump ini lagi-lagi muncul setelah berbagai bukti-bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa ada
05:02kebohongan yang disampaikan secara sistematis di situ.
05:06Donald Trump sampai pada tahapan ini karena berbagai miskalkulasi yang dia dapatkan di lapangan.
05:15Miskalkulasi terkait kekuatan Iran, terkait respon negara-negara Arab, respon negara Eropa, dan juga miskalkulasi terkait kekuatan oposisi Iran.
05:25Dan semua serba miskalkulasi yang terpenting, kalau kita membaca media Ibrani, Israel sendiri, beberapa hari yang lalu menyebutkan bahwa Trump
05:34ini masuk ke dalam perang besar melawan Iran itu karena dia diyakinkan oleh Netanyahu,
05:40setelah Netanyahu datang membawa data dari Mossad yang mengatakan bahwa serangan masif di awal ke Iran itu akan membangkitkan kekuatan
05:50oposisi yang akan bisa menggulingkan rezim.
05:52Itu adalah input yang masuk dan ternyata itu semua keliru.
05:56Dan kalau saya melihat memang Iran ini sudah siap jauh sejak perang ini pecah.
06:02Iran ini memang sudah didesain untuk melawan hegemonia Amerika.
06:06Jadi sebelum perang ini pecah sudah ada perang intelijen.
06:09Dan polanya sama sih dengan Gaza ketika Gaza melakukan serangan 7 Oktober.
06:13Itu mereka memberikan beberapa indikasi-indikasi palsu yang kemudian diadopsi oleh Mossad, Israel,
06:20yang kemudian itu dijadikan pertimbangan akhirnya itu gagal dalam peperangan intelijen.
06:25Itu yang terjadi di Iran.
06:27Kemudian terkait statement terbaru ini, ini kita nggak usah jauh-jauh kita menganalisa ya.
06:33Karena para senator Partai Demokrat pun paling tidak dua.
06:36Satu namanya Chris Van Hollen, satu lagi Chris Murphy, dua-duanya sudah menegaskan secara serempak bahwa Donald Trump berbohong.
06:44Dan kita semua tahu, kebohongan ini dilakukan, satu, karena dia sedang memikirkan, memikirkan ulang bagaimana cara dia keluar dari perang
06:52ini.
06:52Kedua, karena harga yang tidak terkontrol, harga per barrel minyak, kemudian juga harga energi, semua semakin melonjak.
07:03Jadi dia merasa perlu menurunkan, menurunkan tekanan ini dengan cara apa?
07:07Menyebar kebohongan bahwa dirinya telah berunding.
07:12Yang terjadi, yang terjadi menurut Axios, yang terjadi sebetulnya Mesir, Pakistan, Turki, ini bernegosiasi dengan Iran.
07:21Dengan juga Sultan Oman, empat ini bernegosiasi dengan Iran.
07:28Kemudian di tengah di negosiasi mereka membawa pesan dari Donald Trump untuk bersampaikan ke pihak Iran.
07:35Dan ini yang dianggap negosiasi oleh Donald Trump.
07:38Oke, jadi tidak negosiasi langsung, tapi ada negara-negara yang menjadi perantara seperti itu ya?
07:44Iya, dan masalahnya itu langsung dijawab tegas oleh Ara Gachi, menurut Iran yang mengatakan Amerika sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri.
07:54Artinya kami tidak pernah ada yang menghubungi, yang tidak pernah ada negosiasi langsung.
07:59Bahkan kebohongan yang parah juga itu yang disampaikan oleh Donald Trump adalah bahwa Iran yang memulai membuka komunikasi ini.
08:08Ini semakin membuat Iran geram sebetulnya.
08:11Ini sudah berbohong, kemudian menempatkan kita pada posisi seolah kita yang ingin menyampaikan itu.
08:19Oke, Pak Rezazia, oke lah umpamanya kita sepakat dengan seperti yang Anda sebutkan, Trump sedang berilusi.
08:27Seperti yang Mas Hussein sebutkan, Trump memiliki NPD.
08:31Tapi ada tidak dugaan Anda, Pak Rezazia, bahwa sebenarnya bisa jadi Trump sedang melakukan taktik perang lainnya?
08:41Tepat sekali, taktik perang dia adalah mengadu domba kalangan Iran.
08:47Antara kalangan sipil dengan kalangan militer dan juga dengan kalangan masyarakat.
08:51Jadi diharapkan adalah rezim atau pemerintahan di Iran itu goyah.
08:56Dan pada saat goyah, harapan Amerika singkat adalah goyah.
08:59Dan mereka akan terus menekan lewat media masa internasional dan diam-diam melakukan pembombaan lanjutan.
09:05Dan saya pikir Israel juga ketar-ketir karena instalasi nuklir mereka di Negev itu sudah kena bom Iran.
09:18Dan konon IAEA, International Atomic Energy Agency, sedang berada di sana untuk memeriksa apakah ada radiasi yang menyebar itu.
09:27Dan tentunya informasi ini kan sangat tertutup bagi dunia.
09:31Tapi bagaimanapun juga, kita sama-sama sudah bisa melihat adanya tuntutan Amerika sekat terhadap Iran.
09:37Sebelum negosiasi tersebut diajukan, Iran dalam hal ini berada pada posisi di atas angin.
09:43Mereka sedang menang dan juga mereka sedang berpikir buat apa kami berunding dengan penyerang kami.
09:50Karena sesuai hukum internasional, maka pasal 51 dari piagam PBB, Iran berhak mempertahankan dirinya.
09:58Tapi paling tidak kita sebagai pengamat melihat adanya 15 tuntutan Amerika sekat terhadap Iran.
10:03Dan untuk itu, urusan nuklir ada 4 items.
10:06Perihal rudal balistik 2 item.
10:09Kemudian perihal peranan Iran di timur tengah itu ada 7 items.
10:13Dan perihal kekuatan cyber ada 2 items.
10:15Paling tidak kita bisa melihat apa yang dikuatirkan oleh Amerika sekat.
10:18Dan apa yang diharapkan dari Amerika sekat dari sebuah negara Iran yang runtuh.
10:24Tapi bagaimanapun juga, Iran juga sudah memiliki tuntutan.
10:28Mereka tidak akan mau berunding dengan Amerika sekat pada saat ini.
10:32Nah, Mas Husein, bagaimana Anda melihat ketika Presiden Donald Trump ini juga menuding sejumlah media
10:39yang bisa dikatakan cukup kredibel di Amerika sekat itu dituding memberikan berita yang tidak benar?
10:47Ya, masalahnya kan kita semua mengikuti tidak hanya media Amerika ya,
10:51tapi juga media Ibrani, media Israel, media Arab juga.
10:56Dan memang kalau kita, saya sebagai jurnalis ketika sedang investigasi dan mencari validasi dari kabar-kabar tersebut,
11:05kita bisa dengan mudah sekali ya menebak siapa yang menuduh dan siapa yang berbohong gitu ya.
11:14Dan memang kalau kita melihat dari tradisinya Donald Trump yang selalu memutar balikan fakta,
11:21jadi tidak aneh ketika dia akhirnya menyerang media-media lokal Amerika sendiri,
11:26tidak dianggap objektif, lalu dianggap menguntungkan musnah dan sebagainya,
11:30Nah, itu malah semakin memperkuat dugaan bahwa memang yang disampaikan oleh media media tersebut adalah kebenaran.
11:37Itu sudah banyak-banyak sekali bukti-bukti.
11:39Contoh deh, ketika ada serangan dari apa yang jatuh ke Bahrain di hari ke-10 perang pecah,
11:47kemudian berbondong-bondong Bahrain dan Amerika mengklaim itu serangan dari Iran.
11:54Namun, setelah diinvestigasi oleh Reuters dan satu universitas ternama di sekitar di London ya,
12:04terbukti bahwa ternyata serangan ke Bahrain itu adalah hasil dari sistem error yang dilakukan oleh rudal patriotnya sendiri.
12:14Dan itu sudah diidentifikasi secara final bahwa itu adalah kehancuran yang disebabkan oleh Amerika sendiri.
12:20Dan itu sempat disanggah oleh Amerika, namun pada akhirnya Bahrain membuka bahwa memang itu adalah perbawatan kita.
12:27Nah, maka dari itu, dari berbagai ekumulasi fakta-fakta dan peristiwa yang terjadi,
12:33yang selalu kontradiktif antara hasil investigasi di lapangan dengan pernyataan Trump,
12:39maka kita dengan sangat mudah bisa menyimpulkan bahwa apa yang keluar dari tuduhan Donald Trump terhadap media-media barat itu
12:47adalah tuduhan palsu dan penuh kebohongan.
12:49Oke, yang menjadi sorotan juga adalah bagaimana Selat Hormuz menjadi salah satu selat terpenting di dunia.
12:56Dan Trump mengungkap Hormuz akan dikelola bersama.
12:58Bagaimana dengan ini? Kita masih akan membahasnya selepas jeda tetap bersama kami di Sapa Indonesia Malam.
13:03Terima kasih Anda masih bersama kami di Sapa Indonesia Malam.
13:07Saudara Amerika Serikat dikabarkan memberikan 15 poin yang merupakan menjadi bagian satu proposal kepada Iran.
13:16Salah satunya adalah untuk mengelola Selat Hormuz bersama Iran.
13:20Saya ke Pak Rezaz ya, jika memang ini benar, proposal ini adanya,
13:25apakah ini artinya Amerika Serikat mengakui kepemimpinan Ayatollah jika ia mengklaim ataupun memberikan bagian dari proposal itu
13:35untuk bersama-sama mengelola Selat Hormuz bersama dengan Iran?
13:40Saya harus berhati-hati sekali kalau menanggapi statement Donald Trump ya.
13:46Seringkali statement itu muncul di Twitter.
13:48Seringkali statement itu dinyatakan lewat Kementerian Luar Negeri.
13:51Kemudian juga dinyatakan lewat Pentagon.
13:53Kemudian juga dinyatakan oleh White House.
13:55Dan seringkali empat sumber tersebut saling berbeda satu sama lain.
13:59Tapi yang saya ketahui adalah bagi Iran, kalau berbicara tentang Selat Hormuz, itu adalah berbicara tentang kedualatan Iran.
14:07Iran menegaskan bahwa harus dia yang mengontrol Selat Hormuz tersebut dan menolak tuntutan Amerika Serikat untuk membuka kembali jalur tersebut.
14:17Apalagi kalau di bawah kendali Amerika Serikat.
14:19Kalau Iran melihat bahwa Amerika Serikat berupaya secara fisik turut mengendalikan, Iran mengatakan tidak akan sungkan-sungkan menyasar fasilitas energi
14:30yang ada di kawasan tersebut.
14:32Dan tentu saja fasilitas tersebut yang dimiliki juga oleh Amerika Serikat berdasarkan joint production dengan negara-negara di Timur Tengah.
14:40Dan isu Selat Hormuz ini merupakan juga pengelabuan.
14:44Karena sebenarnya yang dituntut oleh Iran itu lebih dari klaim kedualatan atas Selat Hormuz dan jangan ganggu Selat Hormuz kami.
14:52Yang Iran tuntut itu antara lain adalah penghapusan atas sanksi yang diberlakukan dari tahun 1979.
14:59Kemudian hak Iran untuk menggunakan nuklir untuk tujuan damai.
15:03Kemudian juga Amerika Serikat untuk menutup pangkalan militernya di berbagai wilayah di kawasan Teluk.
15:09Jadi ini adalah hal-hal yang sangat sensitif bagi Iran.
15:12Hormuz itu adalah satu bagian saja dari satu paket tuntutan Iran atas Amerika Serikat.
15:18Apalagi saat ini Amerika Serikat belum meminta maaf secara resmi loh.
15:23Juga belum menggunakan media masa internasional yang dikuasainya untuk menjelaskan bahwa mereka adalah pelaku kejahatan pada tanggal 28 Februari tersebut.
15:33Dan bagi Iran ini merupakan suatu serangan yang luar biasa.
15:38Apalagi mensyahidkan pemimpin mereka.
15:42Kemudian juga yang Iran juga tuntut adalah pengaduan resmi ke PBB terkait pelanggaran hukum internasional dari piagam PBB oleh Amerika
15:51Serikat selama ini.
15:52Jadi Hormuz adalah salah satu saja dari serangkaian tuntutan Iran atas...
15:58Hormuz adalah salah satu saja dari krisis yang dihadapi Iran bersama Amerika Serikat saat ini.
16:04Oke, tapi jikapun proposal ini benar adanya, apakah ini artinya Amerika Serikat sudah bisa dikatakan mulai melunak dan mengakui kepemimpinan
16:14Ayatollah?
16:18Saya tidak bisa katakan melunak atau tidak melunak ya.
16:21Karena dalam kondisi seperti ini, kalau saya menempatkan diri pada posisi Iran, maka apapun kata Amerika itu tidak bisa dipercaya.
16:28Amerika Serikat mencoba menunjukkan kesan melunak dengan harapan agar serangan-serangan dari Iran ke Israel maupun kepada titik-titik tertentu
16:35di Timur Tengah itu menyusut.
16:37Itu adalah maksud pengelabuhan dari Amerika Serikat perihal Hormuz ini.
16:42Oke, saya ke Mas Hussain.
16:44Mas Hussain, kita tahu sekarang Iran memiliki sosok Baher Zolgader yang juga menjadi pengganti dari Ali Larijani.
16:55Bagaimana Anda melihat sosok ini?
16:58Di mana kepemimpinan untuk bagaimana Iran membawa peperangan ini?
17:03Di bawah kepemimpinan Baher ini?
17:06Ya, sebetulnya kalau saya pribadi tidak fokus pada siapa sosoknya.
17:11Tapi kita melihat bagaimana sistem yang sedang dibangun oleh Iran ini seolah-olah tidak terpengaruh oleh serangan-serangan Amerika.
17:21Dan itu bukan pertama kali ya kita lihat ketika misalnya Ayatullah Khomeini dibunuh.
17:29Lalu tidak lama kemudian tampilah Mujtabak Khomeini, kemudian juga Al-Larijani yang kemudian diganti dengan Al-Baqir.
17:37Ini semua pesan kepada Amerika bahwa memang klaim-klaim mereka yang mengatakan bahwa Iran ini sudah kalah,
17:46kemudian sistem mereka sudah runtuh dan mereka sudah tidak lagi menjadi ancaman buat Amerika.
17:50Ini semua adalah sebuah kebohongan dan ini semua tidak ada kebenaran sama sekali.
17:57Dan itu yang ditunjukkan oleh Iran, apalagi kita tahu bahwa Iran ini bukan negara yang melahir kemarin.
18:06Bahkan Iran ini sebenarnya kalau kita mau jujur bukan sebuah negara, ini adalah sebuah peradaban panjang.
18:10Persia, ya dari buah tahun. Jadi bagi mereka, pesan-pesan seperti ini yang ditunjukkan melalui kepemimpinan tokoh-tokoh baru,
18:21ini hanya adalah salah satu usaha mereka untuk memberikan tekanan lebih kepada lawan-lawan.
18:26Dan juga pesan yang sangat penting adalah bahwa mereka jauh dari kata menyerah dan jauh dari kehabisan tenaga.
18:34Dan itu juga punya mengandung pesan pertanyaan.
18:36Kalau kami ini siap dan sigap serta tegar sebesar ini, bagaimana dengan kalian?
18:42Kalau kalian juga siap untuk menghadapi ketegaran kami?
18:45Kurang lebih itu pesan yang ingin disampaikan oleh Iran dengan sigapnya pergantian itu.
18:50Kalau dari Pak Rezasyah bagaimana? Bagaimana Anda melihat dari figur Bagil Al-Sugader ini?
18:57Saya juga sama ya. Informasi yang saya peroleh tentang figur ini terbatas.
19:04Tapi yang menarik adalah proses kaderisasi di Iran berjalan dengan sangat baik.
19:08Dan ini mementahkan ancaman Amerika Serikat bahwa dengan wafatnya pemimpin,
19:16maka tidak ada kaderisasi dan tidak ada rekrutmen dan tidak ada kemampuan Iran untuk mempertahankan stabilitas.
19:24Dan ini salah sekali.
19:25Jadi intinya adalah pada saat seseorang itu mati syahid,
19:30maka akan ada tujuh aktor-aktor lain yang siap mengisi jabatan tersebut.
19:35Dan jabatan tersebut dilakoni mereka secara meritokratik dan dapat juga dibenarkan secara keagamaan.
19:43Jadi, Iran tidak kehilangan stok untuk pemimpin.
19:46Ini persis seperti kami di Jawa Barat menyebutnya Esa Hilang II terbilang.
19:50Artinya secara struktur kepemimpinan, Iran mempunyai, bisa dikatakan struktur kepemimpinan yang cukup kuat seperti itu ya.
19:58Dan juga rencana struktur kepemimpinan yang kuat.
20:00Tapi gini, Pak Rezasyah, kita tahu sekarang Amerika Serikat sudah menyiapkan 3.000 tentaranya
20:07untuk melakukan serangan darat di Iran.
20:11Bagaimana Anda melihat dan juga apakah kemungkinan perang darat ini betul-betul terjadi?
20:21Secara teori, Amerika Serikat menyatakan mungkin.
20:25Dan mereka sudah menyiapkan sekitar 2.500 marinir ya.
20:29Dan saya juga teringat statement daripada tokoh-tokoh Iran.
20:33Lebih cepat mereka datang lebih baik dan kami sudah menunggu mereka.
20:37Dan saya pikir Iran adalah bangsa peradaban yang sangat tinggi yang siap perang untuk waktu lama.
20:43Kita perhatikan dulu pada saat perang tahun 80-an melawan Irak yang didukung oleh Amerika Serikat.
20:50Iran bisa bertahan lama.
20:51Dan ternyata mereka bisa bangkit lagi.
20:53Dan untuk itu, dalam hal suatu pertahanan semesta,
20:57saya teringat bagaimana sistem koordinasi antar pemimpin dengan masyarakatnya.
21:04Di Iran ini berlaku mekanisme namanya merjai taklit.
21:07Gimana mereka 100% akan menyesuaikan dengan apa perintah dari pimpinan.
21:12Karena mereka tahu bahwa pimpinan mereka itu berkinerja untuk rakyat.
21:18Para pimpinan tersebut tidak berlaku korup.
21:22Dan para pimpinan tersebut berupaya keras menjawab kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat.
21:27Jadi ini akan menjadi sudutan yang luar biasa bagi 2.500 personil tersebut.
21:32Apalagi kita melihat angkatan bersenjata Iran, terutama sekali garda revolusi ini,
21:37sudah teruji militansi mereka.
21:39Oke, kalau Mas Hussein sendiri melihatnya bagaimana strategi perang darat Iran ini cukup kuat tidak?
21:46Ketika Iran sudah berulang kali menyebutkan bahwa ditunggu dan justru bisa dikatakan menantikan datangnya perang darat ini.
21:54Apakah strategi perang darat Iran ini bisa dikatakan bisa mendominasi 3.000 tentara yang disebut
22:01ataupun diklaim akan menghadapi perang darat Iran?
22:06Ya, jadi dalam tradisi konflik internasional, konflik global, ada yang namanya geostrategis.
22:12Artinya bagaimana sebuah negara itu memiliki kontur, kemudian lokasi koordinat yang sangat strategis
22:21ketika harus menghadapi satu ancaman dari luar.
22:24Dan kita sepakat lah, kalau kita ya orang-orang para pengamat geopolitik ya,
22:29kita sepakat bahwa Iran salah satu negara dengan tingkat keuntungan geostrategis terbesar di dunia.
22:36Karena melihat daratan sangat luas, artinya mereka memang mereka selamai.
22:41Dan gini-gini deh, kalau kita melihat sejarah memang Persia ini kuatnya di daratan.
22:45Romawi kuat di lautan.
22:47Gitu ke selam ini kan.
22:49Maka ancaman, ancaman surangan darat ini adalah sebuah hiburan bagi Iran
22:55untuk menunjukkan memang keahlian mereka di situ.
22:58Keahlian mereka di situ.
22:59Dan sekali lagi, kalau Persia itu kemudian dalam versi modernnya itu muncul sebagai Iran,
23:06maka Romawi itu versi modernnya muncul sebagai Amerika dan Barat.
23:12Itu intinya kan.
23:12Maka pertarungan-pertarungan darat yang di, apa istilahnya, ancaman yang disampaikan oleh Amerika ini,
23:21kalau benar-benar terjadi, bagi saya ini akan menjadi satu pembantaian massal
23:26oleh pasukan militer Angkatan Darat Iran terhadap militer Amerika yang,
23:31apalagi hanya 2.500 ya.
23:33Jangan lupa, Iran ini bukan Afganistan dan Irak.
23:36Afganistan dan Irak ini memang tidak didesain untuk menentang hegemoni.
23:40Tapi Iran ini memang sejak revolusi 1979 memang sudah didesain untuk menjadi negara yang akan menghadapi kekuatan hegemoni dunia,
23:49yaitu Amerika.
23:50Maka kalau di Afganistan dan di Irak saja yang mana Amerika menurunkan tidak hanya 2.500,
23:56puluhan ribu tentaranya diturunkan dan itu mereka kalah,
23:59maka Fira bisa bayangkan apa yang akan terjadi dengan hanya 2.500 tentara itu yang masuk ke Iran secara darat.
24:06Kalau dari Pak Reza siah bagaimana? Apakah setelah serangan bertubi-tubi dari Amerika Serikat dan juga Israel ke Iran,
24:12apakah serangan darat yang memang diklaim Amerika Serikat ini mampu memberikan kekuatan sendiri bagi Iran?
24:19Apakah amunisinya mencukupi dan bagaimana kekuatan dari tentara-tentara Iran sendiri?
24:25Kita bisa lihat selama 3 minggu terakhir ya,
24:30betapa Iran itu benar-benar menerapkan prinsip Islam dalam berperang.
24:34Dia tidak akan menyerang terlebih dahulu.
24:37Memang mengagetkan dunia, mengapa pada tanggal 28 Iran dengan mudahnya diserang,
24:42dengan mudahnya pemimpin besar mereka wafat,
24:45dan diperkirakan akan rutuh.
24:47Ternyata tidak.
24:47Ini adalah salah satu prinsip Islam yang menolak menyerang terlebih dahulu.
24:52Kemudian, kalaupun Amerika Serikat benar-benar akan menyerang,
24:57saya pikir ini merupakan pengelabuhan untuk kesekian kalinya.
25:00Karena seperti kita ketahui bersama,
25:02itu sangat beresiko mendatangkan pasukan untuk suatu perang darat melawan Iran.
25:08Ini akan sangat sulit.
25:09Jadi kemungkinannya kecil menurut Anda terjadi perang darat di Iran?
25:12Kemungkinannya kecil.
25:13Yang saya perhatikan adalah kemungkinan besar,
25:15Amerika Serikat akan menggoyang perbatasan Iran,
25:18yang sangat banyak itu.
25:19Pakistan ada, dengan Afghanistan ada, dengan Azerbaijan ada.
25:23Mungkin itu yang akan dilakukan.
25:24Di mana mereka akan menggorogoti stabilitas Iran di wilayah terluarnya.
25:28Kemudian, Amerika Serikat menggunakan media masa internasional
25:31untuk mengatakan bahwa sudah terjadi kejahatan perang,
25:34sudah terjadi penindasan atas hak azazi manusia,
25:37sudah terjadi tumpah wafatnya manusia dalam jumlah sangat besar.
25:43Karena itu, Amerika Serikat perlu bertindak dengan dasar hukum
25:49Responsibility to Protect atau RTP.
25:51Dan R2P ini dibenarkan secara hukum internasional.
25:55Tidak mustahil inilah yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat,
25:57melakukan penggoyangan dari titik-titik terluar Iran.
26:00Dan kalau ini sudah terjadi,
26:02kalau Amerika Serikat bisa membuka potensi energi yang baru
26:07dari kawasan tersebut,
26:08maka kemungkinan besar negara-negara Uni Eropa
26:10yang asalnya menolak bergabung,
26:12menjadi mulai ada yang akan bergabung.
26:15Baik. Terima kasih Pak Toko Rezas ya.
26:17Dan juga terima kasih Mas Hussein
26:19sudah berbagi informasi dan juga perspektif
26:22di Sapa Indonesia Malam.
26:23Selamat malam.
26:24Terima kasih.
26:25Terima kasih.
26:26Terima kasih.
Komentar