Skip to playerSkip to main content
  • 15 minutes ago
Dewi, a woman with psychosocial disabilities, told DW that she survived torture and sexual violence in a mental health rehabilitation institution in Indonesia.
Transcript
00:00In my experience, I went to RASJ and other things.
00:04I used to be emotional.
00:06I also experienced sexual harassment.
00:09As a person who is sick,
00:11I don't have access to this.
00:17One thing is to be stable,
00:24we have friends to talk.
00:26We don't feel alone.
00:41Kurung, di rantai, dipukul.
00:43Terus juga kotoran di mana-mana.
00:45Karena makan sama pop itu di tempat yang sama, bang.
00:47Tidurnya di sekitaran situ.
00:50Jadi kayak hal yang udah biasa, nggak ada.
00:52Obat-obatan buat kejiwaan tuh nggak ada.
01:03Penyiksaan dan hukuman yang merendahkan harkat martabat dan derajat orang dengan disabilitas mental,
01:09tidak hanya kami temukan di panti rehabilitasi,
01:11tapi juga di tempat-tempat institusi perawatan jiwa.
01:14Kami pernah menemukan penghuni panti yang meninggal.
01:17Kami panik dan memanggil orang petugas di sana.
01:21Mereka bilang,
01:22Oh iya, meninggal tadi.
01:24Mencret.
01:25Gitu aja.
01:25Membangun kembali panti rehabilitasi yang berbasis hak asasi manusia dengan membuat konsep panti yang terbuka.
01:37Ya ini PR ya, pekerjaan rumah kita semua, pekerjaan rumah pemerintah untuk bisa memastikan
01:44lembaga kesejahteraan sosial benar-benar beroperasi secara profesional.
01:48Saya mau wajibkan ke depan, itu harus pasang CCTV.
01:52Kegiatannya apa saja bisa kita patut.
Comments

Recommended