Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
Video Lengkap

HIDUP DALAM KAWASAN ILAHI (BAG 22)
MENGENDALIKAN HATI
https://dai.ly/xa1dxfa
Transkrip
00:00Bangunlah ya kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.
00:08Kamunya yang harus bangun, kamu jangan terlena, karena itu perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup.
00:18Dalam teks aslinya, saya sudah pelajari ini, perhatikanlah bagaimana kamu berkebiasaan.
00:27Janganlah seperti orang bebal, orang tidak bijaksana, asofia, tapi seperti orang sofia, orang bijak.
00:37Harus selalu diingat, iblis seperti singa yang mengaum.
00:42Minggu lalu saya singgung juga kan, singa yang mengaum ingat, yang saya berilustrasi, su.
00:50Bakso lewat, su.
00:53Kita tidak beli.
00:54Nah, enggak.
00:56Eh dia muter, balik lagi.
00:59Nah, kayak begitu suaranya.
01:02So, kita tidak beli.
01:05Eh dia lewat lagi, lalu.
01:07Loh kok lebih keras?
01:10Nah ini dia, makin keras.
01:13Akhirnya, sudah.
01:16Sikat beli.
01:20Dulu saya pernah dengar pendeta dari luar negeri, khutbah.
01:25Ini membekas, menggores, diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
01:30Waktu itu saya masih muda, masih muda.
01:33Tapi ini khutbah, selalu saya ingat.
01:37Pendeta dari luar negeri berdoa begini, maaf.
01:40Berkutbah begini, saudara, kira-kira gitu.
01:44Iblis sudah kalah.
01:47Seperti singa yang mengaum.
01:50Just like a lion.
01:52Just like.
01:53Tapi sebenarnya sudah meow-meow.
01:56Like cat.
01:57Like a cat.
01:59Itu saya masih ingin sekali.
02:00Jadi, dia bilang gini.
02:02Iblis sudah kalah.
02:05Dia hanya seperti singa, tapi bukan jadi sekuat singa.
02:09Dia seperti kucing.
02:11Meow-meow.
02:12Jadi, waktu dia bilang meow-meow, saya masih ingat.
02:17Bagaimana ya?
02:20Hampir saya terbawa.
02:22Wah, Iblis itu tidak seperti kucing.
02:26Singa.
02:28Nah, kadang-kadang dikesankan Iblis itu lemah, tak berdaya ya.
02:33Injak Iblis dengan kuasa Allah.
02:36Jadi, Iblis seperti kecoa.
02:39Main injek aja gitu.
02:41Eh, kecoa aja nginjeknya susah loh.
02:43Tuk, dia lari.
02:44Nginjek.
02:44Nggak kena-kena.
02:46Loh, anak pernah menginjek kecoa nggak kena?
02:49Saya pernah.
02:51Mungkin juga beberapa kali.
02:53Ada kecoa-kecoa.
02:55Ada orang yang jijik kecoa.
02:56Saya tidak.
02:57Tapi baunya nggak tahan.
03:00Saya jijik untuk yang lain.
03:02Tapi saya nggak mau kasih tahu.
03:03Takutannya nanti bikin masalah.
03:06Tapi kecoa saya nggak jijik.
03:08Saya injek dia.
03:09Duk, lari.
03:10Duk, duk.
03:11Wah, nggak kena.
03:12Itu kecoa.
03:14Iblis kok kalah sama kecoa.
03:18Injak Iblis dengan kuasa Allah.
03:21Oh, saya percaya Iblis kalah dengan kuasa Allah.
03:23Tapi bagaimana cara menggunakan kuasa Allah?
03:27Anda punya kuasa Allah nggak?
03:30Untuk bisa menginjak Iblis.
03:34Hati-hati ya.
03:36Yuk kita takut akan Allah.
03:37Sehingga tidak ceroboh hidup.
03:40Kalau orang ceroboh hidup.
03:43Maka lambat laun sampai pada keadaan mengujat roh kudus.
03:48Ini bukan nakut-nakutin.
03:50Iya.
03:52Waktu Yudas jadi murid.
03:54Memegang keuangan bendahara.
03:58Saya nggak mengatakan kalau bendahara itu Yudas ya.
04:02Nanti kalau ada teman bendahara.
04:04Kok bendahara ya?
04:05Yudas.
04:08Nggak boleh.
04:10Tidak.
04:12Tidak semua bendahara itu Yudas.
04:15Memang ada bendahara yang kayak Yudas.
04:17Ada.
04:17Ya ini Yudas ini bendahara loh.
04:22Mungkin diantara murid-muridnya dia termasuk lumayan terkemuka.
04:27Ya namanya bendahara.
04:28Uang itu kan punya potensi atau punya kekuatannya.
04:36Jadi potensi untuk sampai kepada keadaan mengujat roh kudus itu besar.
04:41Sebab Allah tidak kelihatan dan seakan-akan tidak ada.
04:46Ini yang membuat kita sering semena-mena terhadap perasaan Allah.
04:51Mau buat dosa, mau ngomong apa, mau lakukan apa.
04:54Kita sembarangan.
04:56Juga terhadap sesama kita.
05:01Dan itu yang sudah kita lakukan.
05:05Nah sekarang kita bertobat.
05:09Jangan lagi lakukan kesalahan itu.
05:13Katakan amin.
05:15Amin.
05:16Yang di rumah juga boleh bilang amin.
05:19Pelan-pelan tapi.
05:22Oleh sebab itu kita harus percaya bahwa Allah adalah pribadi yang hidup dan nyata.
05:28Serta maha hadir.
05:30Nah Anda tanya saya.
05:32Pak bagaimana bisa menghayati bahwa Allah itu ada maha hadir.
05:37Yang pertama belajar firman sampai terbangun sirkuit.
05:42Yang membuat seorang menghayati bahwa Allah itu hidup.
05:45Yang kedua.
05:48Doa.
05:49Kalau saya sering mengajak saudara berdoa pagi itu.
05:54Aduh.
05:57Potensi besar untuk mengubah kita.
06:00Aduh jangan sampai kita sudah dengar khutbah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun.
06:06Tidak roba.
06:09Hidupnya tidak roba.
06:11Jangan gitu.
06:13Maka saya mengimbau saudara berdoa.
06:18Hayati Allah itu hadir dan miliki hati yang takut akan Allah.
06:29Dari muda loh saya ngarang lagu berikan aku hati takut.
06:33Tapi enggak takut-takut dengan benar loh saudara.
06:38Berikan aku hati takut itu.
06:40Itu saya tulis sudah lama sekali tahun 1980 sekian atau 1990.
06:51Atau 1989 atau 1988 itu.
06:55Aku lupa ya.
06:58Berikan aku hati takut.
07:00Waduh.
07:03Lalu kemudian setelah tua, ya beberapa waktu lampu, ya setahun-dua tahun yang lalu ya.
07:11Itu waktu itu sebelum pandemi ya masih.
07:14Astete ekumene masih, masih tatap muka ya.
07:19Saya ngarang lagu itu yang.
07:20Berikan ku hati, takut akan dirimu.
07:28Itu.
07:29Mungkin itu A ya.
07:33Berikan ku hati, takut akan dirimu.
07:47Dengan sikap hormatku kepadamu Bapak.
07:59Agar ku bisa, hidup tidak bercacat telah.
08:14Sempurna seperti Bapak, dan serupa dengan Yesus.
08:26Kau ciptakan aku, untuk kemuliaanmu, menjadi kesukaan Bapak.
08:42Tidak ada lagi yang ku ingini, hanya pulang ke rumah Bapak.
08:57Bersiapkan aku, di sisa hariku, berkenan di hadapanmu.
09:11Saya berjuang loh, untuk bisa memiliki hati yang takut akan Allah.
09:19Aduh, kalau saya menjadi muda lagi, saya akan belajar lebih baik dari apa yang pernah saya jalani, saudaraku.
09:29Maka kalian yang masih muda-muda ini, ayo ikut Truth ID.
09:35Anak-anak saya di STT Ikumene, yang sekarang mengikuti pemberitaan firman, baik yang ada di ruangan ini, maupun yang ada
09:44di tempat masing-masing.
09:46Yuk, kita takut akan Allah.
09:51Dari hati yang takut akan Allah ini, kita bisa mengasihi Allah.
09:58Dengan mengasihi Allah, kita menjadi kekasih Allah.
10:06Saya berdoa, saudara, saya berdoa, saya bertanya, Tuhan bagaimana aku menjadi kekasihmu?
10:19Jawaban yang saya dapat, kita tidak perlu menunggu Tuhan menjadi kekasih kita, atau tidak usah menunggu respon Tuhan menjadi kekasih
10:29kita.
10:29Kita yang harus memberi respon bagaimana kita mengasihi Allah, Bapak dengan segenap hati, jiwa, kalbudi, kekuatan, tidak mengingini apapun selain
10:45Tuhan dan kerajaannya.
10:47Dan jika itu benar-benar kita lakukan, kita menjadi kekasih Tuhan, saudara.

Dianjurkan