Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia akan keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jika tidak menguntungkan bagi kepentingan nasional.

Prabowo menekankan, Indonesia tak akan segan angkat kaki dari BoP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina.

Bahkan, kata Prabowo, Indonesia bisa saja keluar dari BoP tanpa perlu merundingkannya terlebih dahulu dengan anggota Group of Eight lainnya.

"Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia kita keluar. Itu kesepakatan kita bertujuh," kata Prabowo saat diskusi dengan jurnalis di kediamannya Kawasan Hambalang, Bogor, pada Kamis (19/3/2026).

"Kalau saya ambil kesimpulan tidak ada manfaat, mereka sudah tahu saya akan keluar," sambung Prabowo.

Baca Juga Prabowo Cerita Kebiasaannya Bangun Dini Hari Pantau Isu Global di https://www.kompas.tv/nasional/658226/prabowo-cerita-kebiasaannya-bangun-dini-hari-pantau-isu-global



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658227/prabowo-nyatakan-akan-keluar-dari-bop-jika-tak-untungkan-indonesia-dan-palestina
Transkrip
00:00Jadi syarat saya dari awal, saya akan ikut dalam proses perdamaian, Indonesia siap menyumbang pasukan perdamaian, asal disetujui oleh PBB.
00:14Akhirnya Board of Peace disetujui oleh PBB.
00:20Kita tanya lagi, tujuh negara muslim lainnya, bagaimana?
00:25Akhirnya kita ambil kesimpulan begini,
00:27kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina.
00:36Kita tahu, tidak gampang,
00:40if we are inside, maybe we can help dukung rakyat Palestina.
00:48Kalau di luar, we cannot do.
00:52Jadi akhirnya kita putuskan, kita masuk.
00:55Oke.
00:56Kemudian, itu statusnya.
00:59Dan saya mengatakan, selama kita di dalam BOP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha.
01:08Begitu kita ambil kesimpulan, tidak ada harapan,
01:13dan kontraproduktif, kita menilai, kita habis waktu, habis energi,
01:19dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar.
01:25Itu kesepakatan kita bertujuh, tapi saya sudah ambil keputusan, saya tidak akan nunggu yang tujuh negara lain.
01:32Kalau saya ambil keputusan, kalau saya ambil kesimpulan tidak ada manfaat,
01:37mereka sudah tahu, saya akan keluar.
01:41Jadi, saya setuju benar sama yang dikatakan Pak Mardigu,
01:45we must have leverage.
01:48Kita harus ada posisi tawar, kita harus berusaha.
01:50Saya tidak tahu kenapa Indonesia diajak, kita agak jauh.
01:54Tapi mungkin karena kita dianggap salah satu negara muslim yang besar.
01:59Turkiye besar, Pakistan besar.
02:02Walaupun kita jauh dari situ, kita diajak.
02:06Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia.
02:10Dari dulu, kita selalu membela kemerdekaan Palestina.
02:16Dan itu mereka tahu.
02:18Dan saya selalu katakan, dalam pembicaraan saya dengan tokoh-tokoh barat,
02:22kita akan ikut.
02:23Dan kita siap kirim pasukan perdamaian,
02:26asal, saya bilang, semua pihak setuju.
02:31Keterlibatan Indonesia.
02:33Pertama, tokoh-tokoh Palestina.
02:39Kedua, semua negara yang terlibat.
02:42Mesir, Yordan.
02:45Saya katakan tidak hanya Mesir, Yordan.
02:47Mesir, Yordan, dan bagi saya, saya bilang,
02:50Mesir, Yordan, saya juga minta didukung oleh Arab Saudi, Qatar, UAE.
02:56Itu mitra-mitra kita kan yang baik.
02:58Dan saya juga mengatakan,
03:01de facto, Hamas harus menerima kita.
03:05Itu saya sampaikan.
03:07Karena we want to be a peacekeeping force.
03:10Kemudian, oleh mereka,
03:11kita yang ikut di Board of Peace,
03:14itu dikasih kelonggaran.
03:15namanya,
03:19keterlibatan tiap negara,
03:22diberi kesempatan sesuai dengan national caveat.
03:27Jadi, keberatan-keberatan nasional,
03:30boleh dihormati.
03:33Jadi, kalau Board of Peace punya banyak kegiatan,
03:38negara X,
03:39kami mau ikut yang ini,
03:41kami tidak mau ikut yang ini.
03:42Itu boleh.
03:44Ikut serta dalam pasukan perdamaian juga begitu.
03:48National caveat.
03:48Kita tegas,
03:50kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas.
03:55Satu.
03:56Kedua,
03:57kita tidak mau terlibat dalam
04:02mengambil senjata
04:03di weaponization dari Hamas.
04:07Kita tidak mau ikut.
04:08Yang kita mau adalah
04:10menjaga rakyat sipil
04:13dari serangan manapun.
04:16Itu commitment kita.
04:20Setelah terjadi perang begini,
04:22kita konsultasi,
04:24tapi de facto-nya adalah
04:25everything on hold.
04:27Saya sudah umumkan.
04:29Menteri warna negeri sudah umumkan.
04:30Bahwa sekarang kita tangguhkan.
04:33On hold.
04:34Kita tangguhkan semua.
04:36Sampai penjelasan lebih jelas.
04:39Ya kalau memang
04:40tidak ada suasana
04:42damai,
04:44bagaimana kita terlibat?
04:45Itu pertama.
04:46Tapi,
04:47sekali lagi,
04:49kita harus hitung-hitung benar
04:50apa yang bisa kita buat
04:53bantu rakyat Palestina.
04:55Karena kita memang sangat diharapkan.
04:59Bangsa Indonesia sangat diharapkan
05:01oleh orang Palestina.
05:02Bantuan kita,
05:04makanan kita,
05:08bantuan dari Basnas kita,
05:09luar biasa.
05:10Besar sekali.
05:12Kita siapkan Herkules,
05:14barang-barangnya kan dari
05:15Basnas,
05:17dari rakyat Indonesia itu.
05:18Besar sekali pengaruhnya.
05:21Jadi situasi itu,
05:23Pak Marligo.
05:25Jadi kita,
05:26kita lihat,
05:28tapi ya,
05:29akhirnya,
05:30sekarang kita harus bertindak
05:31dengan sangat hati-hati.
05:32dan sampai jumpa di video selanjutnya.
05:33Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan