Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
Drama keluarga serial tv Terbaru tahun 2026
Transkrip
00:12Terima kasih.
00:40Terima kasih.
01:00Pengobatan Bapak.
01:01Kamu mengorbankan diri cabung buat Bapak.
01:05Malu Bapak tuh malu.
01:08Pak, ini udah tugasnya Zara untuk ngakuin ini.
01:11Untuk Bapak.
01:13Karena aku bisa hidup sama Bapak.
01:16Ayah Michelle bukan orang bodoh kayak ayahnya Sinta.
01:19Kali ini aku milih target yang salah.
01:22Aku harus lepasin Michelle sebelum dia hancurin semuanya.
01:25Torek itu bukan hanya sekedar mencari investasi.
01:27Ada hal yang lain yang dia incah.
01:30Yang jauh lebih berharga dari sekedar investasi.
01:34Itu adalah kamu.
01:38Kamu pikir dengan kamu ngomong sama Bapak?
01:40Soal aku pernah didonor ginjal aku ke kamu.
01:43Bapak bakal maksa kita berdua untuk tetap nikah?
01:45Bapak sudah memutuskan.
01:49Kamu harus secepatnya menikah sama Anggo.
01:54Kamu harus bahagia.
01:56Harus.
02:09Zah.
02:11Zah.
02:12Bapak.
02:13Bapak, gimana, Pak?
02:16Nah.
02:18Kamu teman-teman dia, ya?
02:21Beri dia pengertian.
02:23Bapak melakukan ini juga untuk kebaikannya di.
02:27Kebahagiaannya di.
02:28Kebahagiaan kita semua di sini.
02:31Ya, Pak.
02:32Saya bisa berharap.
02:35Tidak sebentar, ya, Nek.
02:37Tidak.
02:50Bapak tidak perlu jelasin apapun ke Zahra.
02:54Zahra lebih mengerti kondisinya sekarang, Mbak.
02:59Intinya,
03:01Zahra tidak mau tinggalin Bapak sama Ibu.
03:03Kalau misalkan, Mbak, di posisi Zahra,
03:08Mbak juga pasti akan kondisinya yang sama, kan, Mbak?
03:15Bapak bilang sama Zahra, Mbak.
03:18Zahra bisa milih.
03:21Apa yang membuat Zahra bahagia?
03:23Yang bisa membuat Zahra bahagia cuan mereka, cuan ibu, sama Bapak.
03:31Ada aja, ya, Mbak.
03:34Ada aja Zahra anak kandungnya mereka.
03:37Mungkin keadaannya jauh lebih berbeda, ya.
03:43Zahra,
03:44ini tuh bukan tentang anak kandung atau anak angkat.
03:49Enggak.
03:50Bu Farida, Pak Santoso,
03:53Itu mau Zahra
03:55Memilih lelaki yang benar-benar Zahra cintai.
03:59Ya, tapi kenapa, Mbak?
04:01Kenapa Zahra harus memilih antara orang
04:04Yang membesarkan Zahra dan
04:06Orang yang benar-benar cintai?
04:11Mbak,
04:12Zahra minta tolong sama Mbak
04:14Untuk kasih pengertian ke Bapak sama Ibu.
04:18Oh, banget.
04:20Supaya Bapak sama Ibu bisa ngerti.
04:22Kalau Zahra ngomong ninggalin Bapak dan Ibu, Mbak.
04:30Baru sih.
04:34Silakan.
04:57Kamu janji sama Bapak.
04:59Percaya sama Bapak, ya.
05:00Jangan ngomong apa-apa.
05:09Mas!
05:10Sebentar, ya!
05:14Assalamualaikum.
05:15Waalaikumsalam, Pak.
05:17Selamat siang, Pak.
05:19Selamat siang.
05:22Kedatangan saya ini bermaksud untuk meminta maaf
05:24Atas perlakuan istri saya kepada Bapak.
05:27Karena kurang menyenangkan.
05:33Tidak apa-apa, Pak.
05:35Ibu tidak salah.
05:37Apa yang dikatakan benar.
05:39Ya, memang Zahra menjual ginjalnya buat pengobatan saya, Pak.
05:46Kalau saja saya tahu, pasti saya juga melarang, Pak.
05:51Saya enggak akan membiarkan anak kesayangan saya seperti itu, Pak.
05:55Tapi, Pak.
05:56Yang Zahra lakukan bukan hanya sekedar menyelamatkan Bapak.
06:01Tapi...
06:01...dia juga menyelamatkan anak saya, Pak.
06:05Dan dia sudah menyelamatkan dua laki-laki yang dia cintai.
06:18Zahra, sekarang kamu tahu kan?
06:21Bukan, Angga kok.
06:22Kasih tahu ke Bapak.
06:29Ya.
06:33Nah, Zahra.
06:36Tolong maafkan istri saya, ya.
06:38Karena dia sudah mengingkari janjinya.
06:40Padahal kamu...
06:42...sudah meminta kepada kami untuk tidak membojolkan soal donor ginjal itu.
06:46Enggak apa-apa, Pak.
06:49Tapi maaf.
06:51Saya...
06:52...ketat belum bisa menerima lamaran Angga untuk sekarang ini.
07:07Nah, kalau kamu tidak mau menikah sama Angga...
07:10...kamu jual saja ginjalmu.
07:12Satunya lagi, enggak apa-apa.
07:13Astagfirullah, Bapak, kamu apa?
07:15Buat biaya pemakaman Bapak, enggak apa-apa.
07:19Daripada Bapak harus jadi penyebab...
07:21...kamu tidak jadi menikah sama orang yang kamu cintai.
07:24Enggak apa-apa.
07:31Sudah akuin saja.
07:33Kamu kan cinta sama Angga, kan?
07:36Bapak itu enggak mau jadi penghalang kamu.
07:38Biar kamu bahagia.
07:40Biar kamu dapat penghidupan yang lebih layak.
07:43Enggak usah lah kayak gini.
07:45Hanya demi Bapak dan Ibu.
07:46Enggak usah kamu korbankan hidup kamu.
07:48Seperti ini, nak.
07:49Cukup, sudah.
07:51Sudah.
08:01Atau gini saja.
08:03Kita adakan pertunangan dulu antara Zahra dan Bapak Angga.
08:06Lalu kita lihat setelah-setelah bulan.
08:07Apakah bisnis Pasantoso dan Ibu Farida...
08:10...baik-baik saja?
08:12Untuk meyakinkan kalau Bapak dan Ibu...
08:16...baik-baik saja tanpa di dekat Zahra.
08:19Lalu setelah itu, kita akan adakan pernikahan...
08:22...antara Zahra dan juga Angga.
08:38Bagaimana?
08:39Zahra setuju, Pak.
08:42Kecuali soal pertunangan.
08:44Untuk sekarang ini, Zahra belum ada yang menghukti...
08:46...inginan komitmen dulu.
08:48Sampai benar-benar Zahra memastikan...
08:51...kalau Bapak sama Ibu baik-baik saja.
08:59...kita itu.
09:01Karena Zahra setuju, Zahra minta sama Bapak...
09:04...untuk kita makan dulu, ya.
09:06Bapak kan belum makan, ya.
09:09Ah, paksa Bapak dong, Pak.
09:12Iya, makanya. Ayo, duduk-duduk.
09:13Duduk di sini, jangan memakai makanan.
09:16Tunggu, Bapak sudah lemes.
09:17Tunggu, Pak.
09:18Sudah 8 jam, nggak makan, Bapak.
09:20Iya, nggak makan.
09:21Haus, nak, haus.
09:22Oke. Terima kasih, ya.
09:26Mana sih lama banget.
09:28Hei.
09:29Kalian itu dari mana aja dari tadi?
09:31Ini warung rame banget.
09:32Bisa-bisanya malah keluyuran.
09:35Dari mana sih?
09:35Abis ngapain?
09:36Nuh, kok malah diam sih?
09:40Ada masalah apa sih sebenarnya?
09:46Zahra, seorang pungut itu...
09:49...dia mau nikah sama Angga, Mas.
09:54Nggak, nggak, nggak.
09:55Kok bohong, kan?
09:56Jangan main-main, ya.
09:58Boong apa sih, Mas?
09:59Aku barusan aja dengar loh.
10:00Tadi ada bapaknya Angga sama Angga datang ke warung ibu kamu.
10:04Dan mereka mau ngobrolin pernikahan Angga sama Zahra.
10:08Bapak.
10:10Zahra mau nikah sama Angga?
10:12Nggak mungkin lah.
10:14Angga itu jelas-jelas anak orang kaya.
10:16Sedangkan dia, si Zahra itu cuma anak kumut.
10:19Iya, tapi ternyata si Zahra itu donorin ginjalnya buat Angga, Mas.
10:25Terus dia dapet duit.
10:26Duitnya itu untuk pengobotan biaya bapak kamu dengan rumah sakit.
10:33Berarti Zahra nggak langsung Zahra itu udah nyelamatin nyawanya Angga dong, Mas.
10:39Makanya bapak waktu itu bisa langsung dioperasi.
10:42Pantesan aja si Angga itu deketin si anak kumut itu terus.
10:45Terus mereka sekarang mau nikah?
10:47Enam bulan lagi, Mas.
10:48Kebayang nggak, Mas?
10:49Hidup mereka bakalan berubah.
10:51Mereka bakal hidup jadi orang kaya, Mas.
10:54Terus kita?
10:55Kita bakal terus-terusan jual pecel ayam kayak gini, Mas.
11:00Kamu nggak salah, kan?
11:02Mereka nikahnya masih enam bulan lagi.
11:04Nggak dalam waktu deket ini, kan?
11:07Nggak sih, karena si Zahra itu ngasih syarat.
11:10Zahra mau nikah kalau hidup ibu sama bapak itu udah mapan.
11:13Bisnisnya udah lancar.
11:16Berarti ada kemungkinan mereka akan menikah, Mas.
11:19Tapi, ada kemungkinan juga mereka akan gagal.
11:24Gampang.
11:26Tugas kita cuma satu.
11:28Bikin bapak sama ibu usahanya gagal total.
11:32Secara otomatis,
11:34pernikahan Angga dan juga Zahra tidak akan pernah terjadi.
11:50Michelle.
11:58Papa tahu,
12:00kamu masih marah.
12:01Tapi, Papa harap
12:03kamu ngerti maksud Papa.
12:07Papa lakukan itu
12:08cuma mau yang terbaik buat kamu, Michelle.
12:14Kamu tahu, kan?
12:15Kamu itu kan
12:16anak kesayangan Papa satu-satunya.
12:19Anak kesayangan?
12:21Yang bener itu anak adopsi, Pak.
12:24Itu kan sebabnya Papa tegang
12:26ngancurin hubungan aku sama Angga.
12:31Michelle.
12:33Papa nggak masalah sama Angga.
12:34Tapi, Papa nggak ngakuin apapun
12:36buat bikin Angga bertahan sama aku, Pak.
12:39Justah Papa cut off
12:40semua hubungan sama dia.
12:43Michelle.
12:45Itu yang membuat Papa marah sama dia
12:47karena dia sudah menyakitin kamu.
12:49Belani-belaninya dia menyakitin kamu.
12:51Kamu tahu, kan?
12:53Sesayang apa Papa sama kamu?
12:55Masa Papa diam aja?
12:57Dia sudah memperlakukan kamu seperti itu.
13:00Papa, itu...
13:11Papa, angkat telponan lulusan.
13:13Dia sudah memperlakukan kamu.
13:32Bagaimana?
13:34Sudah dapat infonya?
13:36Sepertinya Torik tahu saya selalu mengikutinya.
13:39Makanya dia selalu mau baru ke taksi untuk melabui saya.
13:43Saya rasa ada yang mencurigakan dari pria itu.
13:46Awasin dia terus.
13:48Cari info sedetail dan sebanyak mungkin.
13:50Siapa dia sebenarnya?
13:52Saya tidak mau.
13:54Michelle terluka.
13:55Baik, Pak.
14:04Michelle?
14:15Lebih baik kamu melempiaskan maaf marah kamu sama Papa, Michelle.
14:19Daripada Papa lihat,
14:22kamu menangis karena terluka.
14:26Papa tidak bisa, sayang.
14:44Tidak.
14:45Pak, enggak maafin Mama, ya?
14:52Mama tahu Mama sudah melakukkan kesalahan yang besar.
14:58Tapi jujur, Mama enggak ada maksud untuk membongkar rahasianya Zahra ke Pasantoso.
15:07Ya, mungkin saat itu Mama terbawa emosi.
15:12Tapi Mama berpikir kalau saat itu Pasantoso sudah mengetahui persoalan semua itu.
15:23Ma.
15:26Semua masalahnya sudah beres.
15:32Maksudnya, Pak?
15:40Zahra marah besar sama Angga.
15:43Karena dia berpikir kalau Angga sudah membocorkan rahasianya ke Pasantoso.
15:56Jadi kita berdua tadi ke rumahnya Zahra dan ketemu orang tuanya untuk minta maaf soal itu.
16:04Zahra dan kedua orang tuanya mengerti dan Papa juga sudah memberikan waktu enam bulan pada Zahra untuk menyiapkan semuanya sebelum
16:12pernikahan.
16:17Tapi, Pak, bagaimana sama Zahra?
16:20Zahra-nya setuju?
16:23Ya.
16:25Dia mau.
16:26Yang penting buat Zahra sekarang adalah bisnis orang tuanya stabil.
16:34Jadi, dia merasa tenang sebelum menikah nanti sama Angga.
16:51Angga, kamu mau maafin Mama, kan?
16:54Karena Mama pengen kamu bahagia dengan jalan apapun yang kamu tempuh.
17:00Mama tahu Mama sempat impulsif.
17:03Karena Mama tahu saat itu hati kamu sedang terluka, sayang.
17:07Aku mungkin emang sempat kesel, Ma.
17:15Tapi, tapi aku gak mungkin marah sama Mama.
17:34Terima kasih, Pak.
17:37Terima kasih, sayang.
17:39Kamu udah maafin Mama.
18:05Di hari kau terjatuh dunia.
18:33Terima kasih, Pak.
18:40Hanya ada satu hati yang tetap menjaga.
18:48Tenang, ku tetap untukmu.
18:53Walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
19:00Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
19:09Izinkanku, izinkanku.
19:10Izinkanku jaya menemuimu.
19:14Tapi ada yang masih berdiri tanpa diminta.
19:21Menguatkan, ku tetap untukmu.
19:40Menguatkan, ku tetap untukmu.
19:50Izinkanku, izinkanku.
19:52Izinkanku jaya menemuimu.
19:55Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
20:01Ku kan tetap untukmu.
20:05Ku kan tetap bertahan di sisimu.
20:09Ku tetap untukmu.
20:15Ku tetap untukmu.
20:39Ku try.
20:52Sayang, Mama boleh minta tolong nggak?
20:57Kasih makanan ini ke kakek sama nenek.
21:00Oke, Ma.
21:02Hati-hati ya.
21:03Oke.
21:11Cukup semua.
21:13Oke, Nenek coba, coba.
21:14Ini bawa apa?
21:15Adu-adu cucunya Nenek.
21:20Bawa apa sih itu?
21:23Sayang.
21:24Bawa ini.
21:25Wow.
21:27Ini apa?
21:28Masih.
21:28Dinda jujur sama Nenek.
21:31Pasti kamu ambil makanan ini diem-diem ya?
21:35Enggak kok, Nek.
21:36Kata Nenek kan kalau ambil makanan diem-diem itu namanya mencuri.
21:41Mama nyaruh Dinda nasi ini buat pake sama Nenek.
21:46Oh, jadi Dinda itu disuruh Mama?
21:51Iya, Nek.
21:52Coba.
21:54Ini yang siapin Mama?
21:57Iya.
21:58Nur, kamu apa-apaan sih?
22:01Ini aku gak salah.
22:02Kamu tadi juru Dinda buat nyenterin makanan buat mereka.
22:06Ini ada angin apa sih?
22:07Kesambet ya kamu ya?
22:09Udah, Mas.
22:10Kamu tenang aja.
22:11Aku sengaja kirim Dinda ke sana itu buat lapa-lapain mereka.
22:15Biar kita selalu tahu kabar mereka itu apa aja.
22:20Kita juga selalu tahu mereka lagi ngapain.
22:23Makanya aku sengaja kirim Dinda ke sana.
22:28Dan yang paling penting, kalau kita mau main ke warung sebelah, itu aman-aman aja, Mas.
22:35Enggak bakal dicurigai.
22:36Ya, kita pake alesan kalau kita mau jemput anak kesangkit.
22:42Kerdas gak ide aku?
22:44Mulai juga.
22:52Sayangnya kakek sama Nenek tuh udah makan.
22:55Jadi bilang aja sama Mama, ini balikin ke Mama lagi, ya?
23:01Oke, Nek.
23:04Kamu tuh memang cucu yang paling pinter dan kita sayangnya.
23:08Kita cerita dulu yuk sama kakek.
23:10Iya, iya, iya.
23:13Eh, gimana-gimana ini?
23:16Kak kakek pengen tahu sekolahnya kamu gimana.
23:19Jadi ceritanya tadi tuh di sekolah ada yang ajak Dinda.
23:24Terus abis itu Dinda lawan.
23:26Lawannya gimana?
23:28Jangan lawan pakai fisik lho.
23:29Dikasih tahu baik-baik bahwa tindakan itu tidak benar.
23:33Ya?
23:34Keren banget.
23:37Dinda.
23:45Mbak.
23:47Aku gak tau ya rencana kalian apa.
23:49Tapi kita gak butuh ini.
24:05Ayo pulang sekarang.
24:06Nur, Nur.
24:07Jangan lupa.
24:16Aku yakin ya.
24:17Dinda ini pasti disuruh sama kakek Nenek ya kan buat tidur di sini.
24:21Nenek sama kakek gak pernah nyuruh-nyuruh Dinda.
24:25Dinda kalau gak sama kakek sama Nenek, Dinda gak mau pulang.
24:36Gak bisa, ayo pulang.
24:38Jangan laksan dong.
24:40Eh, tak berulang sih.
24:40Udah, gini aja.
24:43Sekarang tolong izinkan Dinda untuk tidur sama kami.
24:46Satu hari aja.
24:47Enggak, Bu.
24:48Kita gak izinin.
24:50Dinda anak kami, terserah kami.
24:52Ayo, Dinda pulang.
24:53Eh, Dinda pulang.
24:54Gak mau, Ma.
24:56Dinda gak mau.
24:57Dinda gak mau pulang.
25:00Dengerin ya.
25:01Kamu itu gak bakalan betah dur di sini.
25:03Karena ini orang kecil banget, sayang.
25:05Dinda mau kok betah di sini sama ada Nenek sama kakek.
25:09Ah, iya pulang.
25:12Dinda, gak usah kasar.
25:13Gak usah kasar dong.
25:16Astagfirullah.
25:26Dinda, ayo pulang.
25:27Gak mau.
25:29Ya udah, terserah.
25:30Gak mau ya, Mas.
25:33Udah, udah.
25:33Sama kakek sama Nenek, ya.
25:37Sama kakek sama Nenek, ya.
25:39Tidurnya, ya.
25:51Sama kakek sama Nenek.
26:04Sama kakek sama Nenek.
26:08Sama kakek sama Nenek.
26:31Terima kasih.
27:02Terima kasih.
27:37Terima kasih.
27:54Terima kasih.
28:19Terima kasih.
28:23Terima kasih.
28:25Terima kasih.
28:32Terima kasih.
28:33Terima kasih.
28:40Terima kasih.
28:41Terima kasih.
29:09Terima kasih.
29:11Kalau kita kan cuma ngontrak, bu.
29:15Eh, dibantin, bu.
29:18Sel, terima kasih ya.
29:23Terima kasih.
29:24Terima kasih.
29:26Terima kasih.
29:27Terima kasih.
29:28Terima kasih.
29:35Terima kasih.
29:41Terima kasih.
29:57Terima kasih.
29:59Terima kasih.
30:11Terima kasih.
30:20Terima kasih.
30:23Terima kasih.
30:42Terima kasih.
30:45Terima kasih.
30:57Terima kasih.
31:03Terima kasih.
31:07Terima kasih.
31:42Terima kasih.
31:45Terima kasih.
31:53Terima kasih.
31:55Terima kasih.
32:08Terima kasih.
32:49Terima kasih.
32:51Terima kasih.
33:02Terima kasih.
33:03Sel
33:05Terima kasih.
33:05Terima kasih.
33:06Terima kasih.
33:15Terima kasih.
33:18Terima kasih.
33:20Terima kasih.
33:23Sebenarnyaå¿« disini.
33:28Sel looking.
33:31Enak likely.
33:32Semua kes tempat.
33:33Ya, ganti kaca ya.
33:35Kamu jangan ditarik ke sana.
33:37Ini didorong ke sana.
33:39Sini aku bantuin.
33:44Itu apa, nak?
33:46Ini harus pakai pelicin biar gak seret bukanya.
33:51Buat receki bisa ya, biar gak seret recekinya.
33:56Coba.
34:06Bersih.
34:21Ah!
34:23Pelan, pelan, pelan. Bapak enggak lihat.
34:26Ibu, enggak.
34:28Ibu, kita...
34:30Ngurus.
34:31Bisa ya, udah bisa kan?
34:32Udah.
34:34Udah aman?
34:35Iya.
34:35Kita ngurus bumbu masakan dulu.
34:36Ya udah aman.
34:37Ya udah, bumbu masakannya di dalem tuh buk.
35:01Halo.
35:02Ada apa, Torik?
35:03Kenapa?
35:04Mau minta duit ya?
35:06Gak punya duit ya?
35:07Kenapa gak dapetin jangan dari mertua ya?
35:10Mas, bisa ketemu sekarang?
35:12Hmm, sorry. Gak bisa. Gak punya waktu.
35:16Yakin?
35:17Ya udah.
35:18Ya udah.
35:18Tapi kalo gak ketemu mas yakin ya?
35:21Gak akan nyesel.
35:23Ada apa sih?
35:24Lewat telepon gak bisa apa?
35:26Gak bisa.
35:27Udah deh gak usah banyak ngomong mas.
35:29Sekarang cepetan kirim alamat rumahnya mas.
35:31Oh iya iya iya.
35:33Santai-santai.
35:34Gak usah marah-marah gitu.
35:36Ya aku kirimin lokasi ini.
36:01Makasih, pak.
36:13Ada apa?
36:15Gak usah so serius.
36:17Aku tahu kamu datang kesini.
36:19Minta duit, Ken.
36:21Gak ada.
36:22Kamu tahu sendiri aku gak punya duit, Torik.
36:25Mas, jangan bilang gak punya duit deh mas.
36:29Mas itu baru aja ngejual rumahnya bapak.
36:33Berarti punya duit dong.
36:35Tapi mas harus inget.
36:36Aku juga ada hak loh disitu.
36:38Jadi mana hak aku?
36:39Ada hak-hak.
36:41Kamu tuh lupa ya?
36:42Rumah itu atas nama Nurani.
36:45Bukan bapak atau ibu.
36:47Dan sekali lagi aku jelasin, aku tekenin.
36:49Aku gak punya duit.
36:50Sekarang mau pergi.
36:51Mas.
36:52Aku gak bodoh ya kayak bapak sama ibu.
36:54Mana hak aku?
36:56Kalau gak ada, mas siap-siap aja.
36:58Aku bawa ini ke pengadilan.
37:01Gimana?
37:03Bawa.
37:03Bawa aja sampai ketemu di pengadilan.
37:05Oke?
37:06Sekarang kamu mendingan pergi.
37:07Gitu ya?
37:08Udah, pergi-pergi.
37:14Enak banget datang-datang minta duit.
37:16Sok-sokan lagi mau ke pengadilan.
37:18Pengadilan?
37:21Tama siang.
37:22Siang.
37:23Saya sedang mencari informasi mengenai Torik.
37:25Karena dia sedang berusaha mendekati putri buat saya.
37:30Apa hubungan anda dengan Torik?
37:32Oke.
37:39Dugaan saya terbukti.
37:42Torik memang perlu diwaspadai, Pak.
37:44Dia benar-benar pintar memanipulasi orang lain.
37:49Ada buktinya?
37:51Ada, Pak.
37:53Saya sempat merekam pengakuan saudara kandungnya Torik, Pak.
37:57Saudara kandungnya?
38:01Kalau Torik itu adalah orang yang berbahaya, Pak.
38:05Dia itu udah mengambil semua harta kekayaan orang tua saya, Pak.
38:09Dia membohongi semua orang kalau dia itu adalah anak yatim piatu.
38:14Dia ke Semarang.
38:16Dia menikahi perempuan kaya.
38:18Dan sekarang mereka sudah bercerai.
38:21Itu semua karena kebohongan Torik sudah terbongkar.
38:28Kurang ajar dia!
38:39Halo, Michelle.
38:41Michelle,
38:42usahakan kamu pulang jangan terlalu malam, ya?
38:45Ada hal penting yang mau Papai bicarakan sama kamu.
38:50Iya.
38:55Michelle!
38:56Ada apa, Pak?
38:58Kok kaya serius banget?
38:59Ini soal Torik.
39:01Kamu harus tahu siapa sebenarnya dia, Michelle.
39:04Dia itu lelaki berbahaya.
39:08Selama ini,
39:09kita dibohongin sama dia.
39:11Soal dirinya.
39:12Soal masa lalunya.
39:14Ah, enggak, Pak.
39:15Aku tahu Torik.
39:16Dan aku tahu semuanya.
39:21Aku udah pikirin ini matang-matang.
39:23Dan keputusan aku udah bulat.
39:27Aku nggak jadi meneruskan kerjasama aku dengan Papa kamu.
39:34dan sebaiknya setelah ini kita nggak usah ketemu lagi.
39:41Gini, Michelle.
39:43Aku nggak tahu nih,
39:44kamu mengetahui ini atau nggak.
39:47Tapi yang aku tahu,
39:50Papa kamu itu berusaha untuk mencari informasi aku.
39:55data pribadi aku,
39:58latar belakang aku.
40:00Ya,
40:01sekarang,
40:02aku berpikir ya lebih baik aku kasih tahu semuanya sama kamu,
40:06daripada Papa kamu harus repot-repot,
40:09sewa orang untuk mencari informasi tentang aku,
40:12ya aku ceritain aja semuanya sama kamu sekarang.
40:15Karena aku nggak mau terlibat masalah apapun lagi sekarang.
40:18Maaf banget aku udah bohong.
40:23Aku bohong kalau aku itu anak yatim piat.
40:27Aku punya keluarga.
40:29Kamu harus lihat ini.
40:36Ini, coba lihat.
40:45Zara?
40:50Ya, Zara.
40:52Dia saudara kamu.
40:54Sebenarnya Zara ini saudara diri aku.
40:58Jadi, orang tua aku itu nemuin dia di jalan waktu masih kecil,
41:03lalu diadopsi sama mereka.
41:11Kamu kok kenal?
41:13Dia yang donoring ginjalnya ke mantan tunangan aku.
41:16Buat bayarin pengobatan ayahnya.
41:20Dia itu cewek manipulatif yang sudah merusak hubungan aku sama tunangan aku.
41:29Jadi yang merusak hubungan kamu itu Zara?
41:35Aku minta maaf ya.
41:36Aku nggak tahu soal Zara bisa sampai ngelakuin kayak gini ke kamu.
41:40Tapi yang kamu harus tahu, gara-gara Zara juga aku itu jadi...
41:46dibenci sama orang tua aku sendiri.
41:48Orang tua aku itu jadi nggak sayang lagi sama aku.
41:51Dia jadi nggak perhatian lagi sama aku.
41:53Makanya aku selalu menganggap diriku ya anak yatim piat.
41:56Karena nggak ada bedanya sama anak yatim piat.
42:00Lalu aku memutuskan untuk aku pergi ke luar kota,
42:04meninggalkan Jakarta untuk bekerja.
42:07Dan jujur aku juga udah menikah.
42:10Aku juga udah punya anak laki-laki.
42:12Tapi lagi-lagi, gara-gara Zara, keluarga baruku jadi musuhin aku.
42:19Dan aku terpaksa harus bercerai.
42:24Dan gara-gara Zara juga, aku punya kakak laki-laki.
42:29Dia udah menikah juga dan...
42:32Sama.
42:33Dia dibenci sama orang tuaku dan harus pergi dari keluarga aku.
42:42Kalau nggak ada Zara...
42:45Hidup aku nggak akan kayak gini.
42:48Nggak akan sehancur ini.
43:01Zara udah merusak hubungan aku sama Angga, Pak.
43:04Dan itu pula dia lakukan kepada Torik juga.
43:07Zara emang selicik itu, Pak.
43:09Dan aku lebih percaya sama Torik.
43:14Papa nggak bisa percaya begitu saja.
43:16Mana mungkin Zara yang kelihatan polos kayak begitu...
43:20Melakukan itu semua.
43:21Ya Zara emang kelihatan polos, Pak.
43:23Dan dulu aku sempat percaya.
43:26Tapi...
43:28Justru yang kayak gitu lebih berbahaya, kan?
43:30Aku yakin Zara cuma sengaja kelihatan polos...
43:34Buat dapetin simpati orang lain.
43:48Aduh...
43:49Aduh...
43:51Papa Bagas...
43:54Aku akuin kamu tuh memang cerdas.
43:58Tapi sayang...
44:00Kamu nggak akan pernah lebih cerdas daripada aku.
44:02Aku...
44:03Aku...
44:29Midasanku aku...
44:43Terima kasih.
45:02Untuk menceritakan siapa Torik sebenarnya.
45:06Bisa.
45:07Sebentar, Pak.
45:12Silahkan, Pak.
45:13Saya mungkin nggak bisa cerita detailnya.
45:15Kalau Torik itu adalah orang yang berbahaya, Pak.
45:19Dia itu udah mengambil semua harta kekayaan orang tua saya, Pak.
45:23Dia membohongi semua orang kalau dia itu adalah anak yatim piatu.
45:28Dia ke Semarang.
45:30Dia menikahi perempuan kaya.
45:32Dan sekarang mereka sudah bercerai.
45:35Itu semua karena kebohongan Torik sudah terbongkar.
45:59Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
46:02Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
46:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
46:04Seorang ini masih berantakan.
46:08Nak.
46:10Tidak kita mana, Tuan kita?
46:13Tidak, Pak.
46:17Ini daripada di sini, jalan-jalan dulu lah kemana masih berantakan.
46:21Wah, di depan itu kan ada kafe yang tenang, biar asik.
46:27Ya, anak.
46:28Eh, nggak apa-apa di sini aja ya, kan ya.
46:30Lagian kalau misalkan aku pergi kan nggak ada yang bantung bapak sama ibu.
46:34Aduh aman, nak.
46:35Ada ibu beresin semuanya juga sama bapak.
46:40Ini nggak apa-apa, aku ajak Zara pergi.
46:43Nggak apa-apa, udah deh.
46:45Ngobrol-ngobrol ya.
46:47Ya, udah, kalau di sini Zara pergi ya.
46:49Kalau udah apa-apa, ngabarin Zara ya?
46:51Iya.
46:52Uh, nggak apa.
46:55Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
46:56Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
47:04Eh, Zara, aku ke mobil bentarnya.
47:07HP aku ketinggalan kayaknya.
47:08Bentar ya.
47:09Aku masuk aja dulu, ya?
47:10Iya.
47:15Nah, merek itu gimana tuh?
47:17Jadi, ada nenek-nenek pake heels, tapi mukanya abang-abang.
47:42Yang angin mu masih menghantui.
47:47Di setiap langkah kau pilih jalan sendiri.
47:56Meninggalkanku di dalam sepi.
48:08Kau hancurkan semua haram.
48:14Tak pernah ku sangka kau bisa begitu kejam sejauh apa kau lupa hingga tangan aku dalam doamu.
48:33Kau melukai hati dan hancurkan mimpi-mimpi.
48:40Sisa kamu ketak terabati, tapi ku tetap disini.
48:53Kamu lempar koin itu, terus tangkep.
48:55Kalau pas kamu tangkep hasilnya sawit, itu berarti aku lagi kangen sama kamu.
49:04Oke, cakep.
49:06Yang kurang kacar.
49:08Kita harus bikin promo juga.
49:10Kita harus jual lebih murah daripada mereka.
49:12Ayo, khusus hari ini 35 ribu aja.
49:16Lebih murah daripada yang sebelah.
49:18Soal pencarian anak saya yang hilang bagaimana?
49:20Saya masih berusaha mendapatkan petunjuk baru, Pak.
49:22Nanti malam saya akan laporkan lagi progresnya.
49:25I'll come.
49:26Laris juga dagangan kalian, ya?
49:28Udah banyak setoran, lu!
49:30Ini wilayah gua, dan lu wajib ikuti raturan gua disini!
49:35Tadi papi itu dikabarin ada orang yang datang ke Suhirman Corporation.
49:40Ide gagasan yang dipresentasikan semuanya itu mirip ide kamu.
49:45Good job.
49:47Nice.
49:58Terima kasih.

Dianjurkan