Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Drama keluarga serial tv Terbaru tahun 2026
Transkrip
00:13Terima kasih.
00:42Terima kasih.
01:00Terima kasih.
01:30Terima kasih.
02:04Terima kasih.
02:05Halo, Pak.
02:06Ya, kayaknya sebentar lagi kita harus menyiapkan lamaran anak kita, deh.
02:11Iya.
02:13Iya.
02:21Oke, Pak. Jadi kita ambil semua ya ayamnya.
02:24Oke.
02:31Kalian ngapain di sini?
02:34Eh, Zahra.
02:36Pertanyaannya bagus ya. Ngapain di sini?
02:38Ini toko ayam potong.
02:41Ya, kita beli ayam dong masa catur.
02:44Kenapa sih?
02:45Hah?
02:46Mas, kamu yang kenapa?
02:48Emang nggak ada tempat lain ya selain ayam di sini?
02:50Kenapa harus selalu ikutin?
02:52Semua-semuanya barengan ngikutin aku.
02:56Zahra, Zahra.
02:57Kamu tuh kapan sih ya?
02:58Punya pikiran positif tentang kita?
03:01Selalu aja suguh zone.
03:02Selalu negative thinking.
03:03Ya gimana dong? Kita cocoknya di sini.
03:06Terus ya kebetulan warung kita itu lagi rame banget.
03:09Pembelinya banyak.
03:10Jadi terpaksa nih.
03:12Kalau kamu mau belanja ayam di sini,
03:14mohon maaf.
03:15Udah kita borong semuanya.
03:18Semuanya, semuanya, Mas.
03:20Ya, itu tuh, Mas.
03:22Oke.
03:25Ini sisa uangnya.
03:27Tadi kan udah sebagian ya.
03:28Nah, boleh dihitung dulu.
03:33Udah ya, Mas, ya?
03:35Oke.
03:37Kita pamit ya, Zahra.
03:39Mari.
03:41Duluan ya, Zahra.
03:43Kita sibuk.
03:44Ayo, Mas.
03:47Mas, ayamnya enggak ada lagi.
03:50Enggak.
03:51Tunggu.
03:52Bah,
03:53Papa katanya mau ketemu ya sama aku.
03:55Kenapa ada masalah?
03:57Nah, ini soal Zahra.
03:59Papa sama Mama
04:00ingin bertemu dengan Zahra dan juga orang tuanya.
04:03Bisa kan?
04:04Iya, Pak.
04:10Saya ulangi pesanannya ya.
04:12Pecelelenya dua,
04:13ayamnya satu,
04:14estermasnya dua.
04:15Terima kasih, Pak.
04:16Baik, tunggu sebentar ya.
04:22Mas, ini tehnya tadi sama ini.
04:24Makasih.
04:25Tadi masih ada pesan ya minumnya?
04:27Oke, sebentar ya.
04:29Pak,
04:30mau ikutin.
04:32Lebih sayang.
04:34Aduh, Pak, Bu.
04:36Ngapain masih dilihatin toko sebelah?
04:38Enggak usahlah dilihatin.
04:39Mereka tuh ya pembelinya lebih banyak daripada sini gara-gara disana lebih murah daripada punya kita.
04:44Punya kita lebih berkualitas.
04:46Kalau disana?
04:47Nah, kalah jauh sama warung kita, Bu.
04:51Pastilah.
04:51Iya lah.
04:52Eh, Pak.
04:53Tapi,
04:54Zahra tuh jadi kepikiran.
04:56Apa kita gak coba ganti menu lagi ya?
04:58Kita coba bikin bakso gitu.
05:01Iya gak sih?
05:02Mereka mau jualan ayam, mau jualan nasi uduk, mau jualan apapun itu, pecelele sebagainya, pasti rasanya kalah enak dibanding bikinan
05:13ibumu.
05:15Terserah.
05:16Kita bikin yang lain.
05:18Iya, aku mah kalau itu setuju, Pak.
05:20Emang masakan ibu paling best.
05:22Amin.
05:24Tuh, Pak.
05:25Gitu dong, semangat.
05:26Kan sebenarnya jadi seneng ngeliatnya biar toko sebelah gak kesenangan ngeliat bapak manyun-manyun.
05:32Nah, bapak itu kurang semangat apa sih di hidup bapak kalau dalam hidup bapak ini udah ada kami, udah ada
05:39ibu.
05:40Bapak itu bahagia, gak perlu ngeliat warung sebelah.
05:44Bapak, apa sih?
05:45Nah, gitu dong.
05:47Pokoknya jalan gak kal jadi timnya bapak.
05:50Tim?
05:51Kayak anggota bola aja kita ya, Pak.
05:54Kayak nasi ya pakai tim ya, Bu.
06:00Kalau enggak, kenapa?
06:02Halo, Zah.
06:02Iya, aku di depan kamu. Keluar bentar deh.
06:05Keluar.
06:07Pak, Bu.
06:08Sebentar ya.
06:10Lama juga gak apa-apa kalau sama anak anggap.
06:16Enggak.
06:17Ada apa?
06:18Zah.
06:24Zah.
06:25Om.
06:51Ini ada apa ya?
06:53Oh, kami kesini ingin ketemu sama orang tua kamu, Zahra.
06:59Oh, iya ada di dalam.
07:02Om, Tanta.
07:03Mari masuk.
07:10Assalamualaikum.
07:11Assalamualaikum.
07:12Waalaikumsalam.
07:15Selamat siang, Pak.
07:17Bu.
07:17Siang, siang.
07:19Pak.
07:20Kami orang tuanya, Angga.
07:23Oh.
07:25Mana?
07:26Ini mau ada acara apa ya?
07:31Apa berminat mau makan siang di warung kami, Pak?
07:34Oh.
07:35Oh.
07:42Sebelumnya, kami mohon maaf karena kedatangan kami sudah mengagetkan Bapak, Ibu, dan Nazahra.
07:52Tapi izinkan kami untuk mengutarakan niat bayi kami.
08:00Peminang Zahra untuk anak kami satu-satunya, Angga.
08:08Masih owa, Pak.
08:16Zahra.
08:17Ini bener.
08:21Maaf, Om.
08:23Maksudnya ngelamar gimana ya?
08:26Gini.
08:28Maksud kami ingin meminang kamu untuk menjadi istrinya Angga, Zahra?
08:51Enggak.
08:53Enggak, enggak, enggak, enggak.
08:54Mungkin.
08:57Sebentar dulu ya, Pak.
08:59Ibu, ikut aku enggak?
09:12Mungkin ditaruh dulu.
09:14Pegel dari mana.
09:15Iya, enggak apa-apa.
09:16Bukanku dulu, silahkan.
09:17Iya, iya.
09:19Silahkan.
09:22Maksud kamu apa yang enggak?
09:23Kamu bawa orang tua kamu ke sini terus kamu bilang mau ngelamar aku.
09:28Iya, kenapa, Zah?
09:30Kenapa aku sayang sama kamu dan aku juga tahu kamu sayang sama aku, kan?
09:33Dan sekarang aku pengen nunjukin kesilisan aku dengan ngelamar kamu.
09:40Tapi enggak tiba-tiba kayak gini, enggak?
09:43Ini terlalu cepat enggak sih?
09:46Iya, emang kenapa, Zah?
09:47Bukannya kamu cinta sama aku?
09:49Iya, iya.
09:50Aku punya perasaan sama kamu, enggak.
09:52Tapi masalahnya menikah.
09:55Enggak, aku masih banyak yang harus aku urus.
09:59Apalagi ibu sama bapak tuh masih kesulitan soal mas Torik sama mas Fir, Zah.
10:03Terus kalau misalkan aku ninggalin bapak sama ibu,
10:05yang ngurusin mereka siapa?
10:07Zah, kamu masih bisa ngurusin mereka, Zah.
10:10Apalagi sekarang ada aku.
10:11Aku bisa bantu mereka juga.
10:13Enggak, enggak.
10:13Pokoknya.
10:15Pokoknya aku enggak bisa nikah sama kamu sekarang.
10:19Iya.
10:20Iya, enggak mungkin sekarang banget, Bang, Zah.
10:22Masa kita nikah di sini tiba-tiba gitu?
10:25Sekarang banget gitu, enggak mungkin, Zah.
10:26Enggak, please stop.
10:28Itu bukan waktunya buat bercanda.
10:30Aku enggak bisa nikah sama kamu, enggak.
10:34Aku serius.
10:45Aku minta maaf ya, enggak.
10:50Aku harap kamu...
10:52Kamu bisa mengerti keputusan aku.
10:58Zah, aku ngerti, Zah.
11:03Aku ngerti pasti orang tua nomor satu.
11:06Tapi kamu masih bisa ngurusin ibu Farida, Pak Santoso.
11:09Kamu masih bisa ngurusin warung makannya juga.
11:12Enggak ada yang perlu berubah, Zah.
11:14Cuma karena kita mau menikah.
11:16Enggak.
11:18Kewajiban aku setelah menikah nanti itu bukan cuma ngurusin kamu.
11:22Tapi kedua orang tua aku dan orang tua kamu.
11:27Masalahnya mereka udah terlalu cukup sulit sama hidup mereka, enggak.
11:31Aku enggak bisa ninggalin orang tua aku kayak gitu aja.
11:35Kau milih untuk stay di sini dibandingkan milih sama aku.
11:43Aku lebih pilih orang tua aku, enggak.
11:53Bukan karena aku enggak cinta sama kamu, enggak.
11:57Tapi ada yang lebih penting yang harus aku urus sekarang.
12:02Aku minta pengertiannya dari kamu.
12:20Pasti jauh ya, Pak.
12:22Perjalanan capek.
12:24Ya, aku berwakil saja.
12:36Aku Sarah, Pak Aldo.
12:43Garok, sebelumnya mau ngucapin terima kasih untuk semuanya.
12:52Tapi maaf banget sebelumnya, Bu.
12:58Sarah belum bisa menerima lamarannya Engga untuk sekarang.
13:09Sarah belum siap untuk menikah.
13:12Pak, Bu, kalau terlihat egois.
13:19Tapi Sarah berharap Bapak sama Ibu
13:22bisa mengerti.
13:49Tarih, saya tinggal sebentar.
13:57Saya, saya betul-betul minta maaf.
14:05Saya pikir keputusan untuk menikah itu memang harus dari kedua belah pihak.
14:14Dan sepertinya, anak saya Zahra belum siap.
14:24Saya belum.
14:25Bapak, Bu, saya tolong kasih saya kesempatan untuk bicara dengan anak saya dulu.
14:37Sebentar, Pak.
14:51Tapi izinkan kami untuk mengutarakan hati bayi kami,
14:55meminang Zahra untuk anak kami satu-satunya, Engga.
14:59Maksudnya, Luang Maret, gimana ya?
15:01Maksud kami ingin meminang kamu untuk menjadi istrinya Engga, Zahra.
15:05Kau memilih untuk tinggal di sini dibandingkan milih sama aku.
15:40Nah, sebenarnya Bapak gak mau ikut campur ya dalam pikiran di situ.
15:49Cuman, Bapak mau tanya, mau tanya aja.
15:55Kenapa tidak mau menerima lemah-lemahan, Engga sih?
16:25Kau terjatuh dunia berubah.
16:51Terima kasih.
17:00Ada satu hati yang tetap menjaga.
17:05Tenang, ku tetap untukmu.
17:11Walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
17:18Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
17:33Terima kasih.
17:55Terima kasih.
18:11Terima kasih.
18:30Terima kasih.
18:41Terima kasih.
19:09Terima kasih.
19:42Terima kasih.
20:07Terima kasih.
20:09Terima kasih.
20:11Terima kasih.
20:17Terima kasih.
20:26Terima kasih.
20:38Terima kasih.
20:47Terima kasih.
20:49Terima kasih.
21:02Terima kasih.
21:05Terima kasih.
21:13Terima kasih.
21:23Terima kasih.
21:25Terima kasih.
21:52Terima kasih.
22:00Terima kasih.
22:02Saya minta maaf sama kamu, Nek.
22:07Kamu harus mengorbankan cinta kamu demi ibu dan bapakmu.
22:18Sayang, kamu itu berhak, berhak untuk bahagia.
22:26Kamu itu punya kehidupan buat diri kamu sendiri.
22:30Kamu ingat ya, kalau kamu bahagia, bapakmu juga ibu pasti ikut bahagia kok.
22:41Nih ya, dengerin bapak ya.
22:46Kehidupan kamu itu masih panjang, Nek.
22:50Bapak, ibu, itu seneng kamu nemenin kita terus, kita kemana-mana terus barengan.
22:59Seneng.
23:01Tapi kamu kan juga punya kehidupan.
23:04Ya kan?
23:06Nih, Angga itu orang baik, dari keluarga yang baik-baik juga.
23:12Dan mau nerima kamu apa adanya.
23:16Ya kan?
23:18Jangan sampai, nah Angga itu kamu sia-siakan.
23:25Angga itu bisa ngasih kamu kehidupan yang jauh lebih baik.
23:30Dibandingkan kamu itu sama bapak sama ibu.
23:33Kamu punya keluarga yang utuh.
23:35Kamu bisa menikmati ibu.
23:39Sudah.
23:40Kamu pikirin, ya.
23:43Pikirin dulu baik-baik.
23:44Ya usah bilang enggak dulu, pikirin dulu baik-baik.
23:47Jangan sampai rasa sayang kamu sama bapak dan ibu itu menghalangi kehidupan kamu, Nek.
23:55Menghalangi kamu untuk bisa berkeluarga dengan orang yang kamu sayangin.
24:02Sudah, enggak apa-apa. Bapak dan ibu enggak apa-apa, Nek.
24:05Enggak, Pak.
24:07Ini udah pilihannya Zahra.
24:10Udah menjadi keputusannya Zahra.
24:13Zahra enggak mau.
24:15Zahra enggak mau ada orang baru masuk kehidupan.
24:19Zahra harus ninggalin ibu sama bapak.
24:21Pak.
24:22Zahra enggak mau.
24:25Bapak sama ibu kan ngambil Zahra di pantai asuhan.
24:30Terus sekarang...
24:34Bapak sama ibu justru memilih untuk...
24:39...biarkan Zahra sama orang lain.
24:41Ya gitu dong, Nek.
24:44Emang mungkin dari awal aja ya, Pak.
24:47Zahra enggak ikut ibu sama bapak.
24:51Mungkin keadaannya bakal lebih baik.
24:55Mas Firdam sama Mas Torik enggak akan...
24:59...engangkan sejahat ini sama ibu sama bapak.
25:01Kalau enggak ada Zahra.
25:03Kalau enggak gitu sih, enggak loh.
25:05Dengar ibu ya, Nek.
25:07Dengar ibu.
25:11Sekalian.
25:12Kak.
25:14Oh.
25:16Jangan curul Zahra untuk...
25:19...targin ninggalin bapak sama ibu.
25:28Makasih ya, Nek.
25:30Maafin ibu dan bapak, ya, Na.
25:34Mulai sekarang...
25:37...apapun keputusan kamu...
25:39...itu adalah pilihan kamu.
25:43Apapun...
25:45...yang kamu pilih...
25:48...masih itu pilihan yang tepat.
25:52Terima kasih kamu selalu memikirkan kami, Nek.
25:56Selalu ada buat bapak dan ibu.
26:07Terima kasih selalu ada buat kami, ya, Nek.
26:17Terima kasih.
26:17Harus ya dari awal...
26:18...Mama enggak usah kasih ide...
26:20...buat datangin keluarga mereka.
26:24Untuk apa kita melakukan semua ini...
26:26...kalau ujung-ujungnya cuma bikin kita ngerasa malu?
26:29Ma.
26:30Udah lah.
26:31Lebih baik sekarang kita tenang dulu, ya?
26:33Ya, tapi papa ngertikan...
26:34...gimana rasanya tadi, pak.
26:36Papa juga kecewa, kan?
26:38Pak, baru kali ini...
26:41...keluarga kita diperlakukan seperti ini, pak.
26:49Sejujurnya...
26:51...setelah dengar cerita Angga soal Zahra...
26:53...Mama pikir Zahra itu serius sama Angga.
26:57Tak tahunya...
26:59...dia hanya bikin kita ngerasa seperti orang bodoh.
27:04Menurut mama harusnya Zahra itu tahu diri, pak.
27:06Dia itu cuma gadis biasa...
27:08...yang dilamar oleh keluarga kayak kita.
27:11Seharusnya dia merasa bersyukur...
27:13...dan merasa lebih terhormat.
27:14Ma.
27:15Cukup dong, ma.
27:16Kenapa sih, pak?
27:19Yang mama omongin ini semuanya fakta, pak.
27:22Jangan biarin dong mereka bisa berbuat...
27:24...seenaknya sama keluarga kita kayak gini.
27:26Dan semua ini tuh bukan cuma tentang perasaannya Angga, pak.
27:29Bukan itu.
27:30Tapi ini mengenai martabat keluarga kita.
27:32Papa ngerti.
27:34Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk membahas soal itu.
27:37Papa juga kesel, mah.
27:39Tapi gak ada gunanya juga kalau kita ngeras kayak gini terus.
27:44Aku gak bisa, Nika sama kamu, pak.
27:47Dia itu juga gadis biasa yang dilamar oleh keluarga kayak kita.
27:51...dan yang belum bisa menari kawan-kawannya Angga...
27:55Angga.
27:55Angga, pelan-pelan gak?
27:57Angga, pelan dikit dong.
27:59Angga, Angga.
27:59Angga.
28:05Angga.
28:07Angga!
28:08Angga!
28:11Angga!
28:19Angga!
28:21Angga!
28:25Apa-apaan sih kamu?
28:36Turun.
28:38Apa yang bawa?
29:07Angga?
29:08Angga!
29:12Angga!
29:13Angga!
29:14Angga!
29:14Mama tahu kamu marah dan kecewa, sayang.
29:16Mama juga.
29:19Tapi Mama gak mau dong kamu sampai bertindak ceroboh kayak tadi.
29:23Engga.
29:25Coba aja kalau kemarin kamu tuh gak putusin hubungan kamu sama Michelle.
29:29Pasti gak akan kayak gini.
29:31Sekarang apa?
29:32Papa.
29:34Sekarang Mama sama Papa yang harus nanggung malu dan rasa kecewa, sayang.
29:46ищah!
29:47Angga, Angga!
29:51Angga!
29:56Angga!
29:59Angga!
30:00Mama tuh jangan terlalu keras sama Angga. Sudah?
30:06Pa, Zahra itu udah nolak Angga, Pa.
30:11Dia udah nolak niat bayi kita.
30:15Aku malu, Pa. Aku sangat-sangat malu.
30:21Ma, Papa tau Mama kesal.
30:25Tapi coba Mama pikirin dari sisi Zahra.
30:30Gadis sepantaran dia, Ma. Tidak memikirkan cinta.
30:34Tapi dia memikirkan soal kebahagiaan orang tuanya.
30:38Jarang loh, Ma.
30:43Ya tapi...
30:45Tapi kita harus gimana sama Angga, Pa?
30:48Dan kita harus gimana sebagai orang tua?
30:53Seperti yang kita lihat,
30:56kalau Angga jatuh cinta sama gadis yang baik.
30:58Gadis yang tepat.
31:01Ini semua gak ada masalah.
31:03Tinggal waktunya aja yang gak tepat.
31:08Minah.
31:13Lera.
31:14Kita masuk, ya?
31:15Minah.
31:18Ya.
31:27Ya.
31:45Ini gak tiba-tiba kayak gini gak?
31:48Ini terlalu cepet gak sih?
31:50Bukan kamu cinta sama aku?
31:51Ya iya aku punya perasaan sama kamu gak?
31:54Tapi masalahnya menikah aku masih banyak yang harus aku urus.
31:59Apalagi ibu sama bapak tuh masih kecuntan soal mas Florik sama mas Virda.
32:03Terus kalau misalkan aku ninggalin bapak sama ibu, ya ngurusin mereka siapa?
32:10Aku gak bisa nikah sama kamu gak?
32:14Aku serius.
32:24Kewajiban aku setelah menikah nanti itu bukan cuma ngurusin kamu, tapi kedua orang tua aku dan orang tua kamu.
32:32Masalahnya mereka udah terlalu cukup kulit sama hidup mereka enggak?
32:36Aku lebih pilih orang tua aku enggak?
33:03Aku ngerti pasti orang tua nomor satu, tapi kamu masih bisa ngurusin Mufarinda Pasantoso.
33:10Kamu masih bisa ngurusin waru makannya juga.
33:13Gak ada yang perlu berubah, Zah.
33:14Cuma karena kita mau menikah.
33:23Bayanganmu masih menghantui, di setiap langkah kau pilih jalan sendiri.
33:34Dan sekarang, aku pilihnya kamu, Zah.
33:37Di dalam sepi, di dalam sunyi, yang menyelimuti hati.
33:48Jika nanti karma menyepamu, akankah kau tahu bagaimana rasanya ditinggal oleh cinta yang pernah engkau abaikan.
34:07Sejauh apa kau lupa, hingga tak mengenalku dalam doamu.
34:17Kita kenapa jadi kayak gini, Zah?
34:21Kau melukai hati dan hati.
34:24Kenapa, Zah?
34:25Mimpi-mimpi.
34:27Susahkan lu ketemu.
34:29Kenapa?
34:30Ada yang muncul.
34:32Enggak.
34:33Yang muncul?
34:35Kayak anak kecil.
34:49Gak, gak.
34:50Lo harus kuat gak?
34:53Gak boleh kayak gini terus.
35:00Kenapa, Zah?
35:03Kenapa sih kamu harus melamar aku kayak barusan?
35:07Kenapa kamu gak bilang dulu sama aku?
35:10Aku kan jadi gak enak kalo harus sampe nyakitin pasan kamu kayak sekarang.
35:22Aku harus minta maaf sama Anda.
36:07Quand prepare canengar pay DC tiempo semua yang kamu jangan kuatkan ini.
36:07Biarkan bii stopsana Depois disini.
36:08Saya minatkan penyakitan sehingga satu doang-dack dan brokkesites ini.
36:13Musik
36:24Mami kenapa nangis, Bi?
36:32Bagaimana Mami gak sedih, Bi?
36:35Mami ngebayangin
36:38ilham tumbuh
36:40tanpa seorang ayah.
36:45Sebaik-baiknya kita
36:47membesarkan dia, tapi pasti
36:49ada lubang di hatinya, karena
36:51dia tumbuh tanpa seorang ayah.
36:54Kasian dia, Bi.
36:57Mami dinyesel.
37:00Kalau ingat,
37:02pertama kali
37:03Sinta ketemu sama Torik.
37:06Seandainya mereka...
37:08Ya, sudah, sudah, Ami.
37:09Sudah.
37:12Mami gak usah khawatir.
37:15Kita berikan kasih sayang kita
37:18seutuhnya
37:19untuk cucu kita.
37:21Supaya cucu kita tidak merasa
37:23sendirian dan sedih juga.
37:26Dan...
37:27Papi sadar,
37:30dengan kehadiran Torik di keluarga kita,
37:34itu adalah kesalahan terbesar yang pernah kita buat.
37:37Tapi dengan kehadirannya ilham,
37:40itu adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk keluarga kita.
37:45Jadi semua kita jalani aja, Ya, Mi.
37:49kita jalani
37:51dan...
37:53kita berikan kasih sayang cinta kita
37:55untuk anak dan cucu kita.
37:57Ya, mam yang gak usah sedih.
38:01Sinta.
38:03Hai, Bi.
38:05Kita sebentar lagi
38:06mau ada ketemu dengan klien
38:08untuk presentasi.
38:10Dan kita manfaatkan kesempatan ini
38:12sebaik mungkin,
38:13kita berikan inovasi terbaik yang kita punya.
38:16Oke, siap, Bi.
38:17Kamu siap, siap.
38:18Ya.
38:19Titik ilhamis, bentar, ya.
38:20Ya.
38:23Bentar, ya, Mi.
38:26Hai.
38:27Bismillah.
38:29Bismillah.
38:34Thank you.
38:36Sama-sama, dong.
38:40Torik.
38:40Hmm?
38:41Aku benar-benar excited.
38:43Bapak suka banget
38:45sama ide trade DNA ini.
38:48Bapak aja sampai gak bisa
38:49stop muji ide kamu.
38:52Bapak bilang,
38:53ini konsep sederhana
38:55tapi brilliant banget.
38:56Kalau berhasil,
38:57alat itu bisa mencegah perusahaan lain
38:59untuk meniru produk kita.
39:01Bahkan bisa digunain
39:03di seluruh dunia fashion.
39:05Torik,
39:06that's amazing.
39:09Ah, syukurlah.
39:11Insya Allah, makasih ya.
39:12Ini,
39:13kalau bukan karena kamu,
39:14aku gak mungkin nih
39:15bisa dapat
39:15kepercayaan sebesar itu.
39:18Ya, jangan gitu, dong.
39:20Ini semua karena ide kamu
39:21yang brilliant.
39:23Bukan karena aku.
39:26Selamat datang,
39:27Bapak Ibu.
39:27Sudah reservasi sebelumnya?
39:29Ya, sudah.
39:30Atas nama Hendra.
39:31Baik, mari saya hantar ke meja.
39:32Terima kasih.
39:42Silahkan, Pak.
39:43Terima kasih.
39:52Mau pesen apa?
39:53Kulah liat menu, Pak.
39:56Saya mau
39:57ice mochaccino satu
39:58dan papi kayak biasa ya, Vi.
39:59Hot cappuccino satu, ya.
40:00Oke, baik.
40:01Kita tunggu sebentar ya.
40:02Makasih ya.
40:08Belum datang, Lopi?
40:09Iya, papi juga lagi nunggu.
40:12Selamat siang, Ibu Sinta.
40:13Selamat siang, Pak.
40:15Pak Hendra, apa kabar?
40:17Halo Pak Hendra, apa kabar?
40:18Silahkan, silahkan, Pak.
40:19Silahkan.
40:19Selamat siang, Pak.
40:20Iya, baik.
40:21Baik, baik.
40:25Gimana kalau kita celebrate?
40:27Oke.
40:29Boleh.
40:30Pak, nih, kamu lihat dulu menunya,
40:32kamu mau pesen apa,
40:33aku panggil pelayannya.
40:35Mana yang pelayan?
40:48Pak Hendra.
40:49Tuhan, jangan, kamu, Torik.
40:52Sekarang juga kamu keluar dari rumah saya.
40:54Keluar kamu, Torik.
40:56Jangan pernah kembali ke rumah saya,
40:58walau hanya dengan alasan sinta dan cucu saya, Torik.
41:08Kenapa, Torik?
41:09Enggak, enggak apa-apa.
41:10Bentar, aku mau lihat menunya dulu.
41:11Sebenarnya dulu, sebentar.
41:28Nanti aja, nanti saya panggil lagi.
41:29Ayo, kalau gitu, puluh siapa?
41:30Enggak, enggak.
41:31Enggak.
41:32Ya, Torik.
41:36Jadi ini alasan dia cepat-cepat cerain aku.
41:40Ternyata, dia udah nemuin target baru.
41:43Jadi, disitu harus aku peringatkan.
41:45Kamu enggak jadi pesen?
41:49Eh, setelah aku lihat-lihat menunya,
41:53ya, kayaknya kita pindah resto lain aja, gimana?
41:56Kenapa tiba-tiba, Torik?
41:58Eh, ya, enggak apa-apa.
42:00Ya udah gini,
42:02aku kan baru merintis lagi.
42:06Jadi, kalau aku mau terakhir kamu di sini,
42:09kayaknya ini agak kemahalan di aku,
42:11belum sanggup.
42:13Makanya pindah resto lain aja, ya.
42:18Ya, omong, Torik.
42:19Kamu lucu banget, sih.
42:21Udah, enggak apa-apa.
42:23Kita di sini aja, ya.
42:24Biar aku yang bayarin.
42:26Janganlah, jangan, jangan.
42:28Enggak, harus aku yang bayarin.
42:29Ini semua kan juga karena kamu.
42:31Papa kamu juga jadi mau investasi ke aku.
42:34Udah, aku yang terakhir kamu, ya.
42:35Rasa terima kasih aku.
42:37Masa juga cewek yang bayarin cowok?
42:41Harusnya cowok dong yang bayarin cowok.
42:44Nah, tempat lain, ya.
42:46Oke.
42:47Gimana? Kira-kira menutup Ibu Sinta?
42:52Ya, jadi memang teknologi nano ini seperti itu, ya, Pi?
42:55Ya.
43:01Yuk, sekarang.
43:02Aku nih lapar banget.
43:16Pak John, Pak Hassan, saya mohon maaf sekali.
43:19Pi, saya ke toilet sebentar, ya.
43:21Oke.
43:21Berhenti, ya.
43:29Aduh, Pak.
43:30Mbak, Mbak, Mbak.
43:31Tunggu, Pak.
43:32Mbak.
43:33Saya minta maaf, Pak.
43:37Tunggu, Pak.
43:38Tunggu, Pak.
43:38Ini...
43:38Oke.
43:40Pukul yang bawah, ya?
43:41Oke.
43:42Apa?
43:43Aduh, Mbak, apa-apa kan?
43:44Tunggu, apa-apa.
43:45Tunggu, aman.
43:45Oke.
43:49Hei, tunggu.
43:54Apa, Anu?
44:01Tidak dapat lagi.
44:03Seharusnya aku bisa ingetin gadis itu.
44:05Biar nggak jadi korban Mas Torek selanjutnya.
44:08Hmm.
44:23Lah, Papa belum tidur.
44:26Gimana Papa bisa tidur?
44:28Kalau anak sayang Papa belum pulang.
44:34Kamu kelihatannya lagi gembira banget.
44:37Kamu dari mana, sih?
44:39Aku abis dinas sama Torek, Pak.
44:42Orangnya asik banget dia ajak ngobrol.
44:45Makanya aku betah.
44:46Sampai nggak sadar pulang kemaleman.
44:49Kamu suka sama dia?
44:51Hmm, suka nggak, ya?
44:54Yang pasti, aku kagum sama dia, Pak.
44:57Ya, orangnya tuh baik banget sama gentle.
45:03Ya, tapi kalau bisa,
45:05kamu jangan terburu-buru.
45:07Hati kamu itu kan masih rapuh.
45:10Nanti, kalau kamu benar-benar sudah sembuh,
45:13baru kamu boleh buka hati kamu lagi sama orang lain.
45:18Emang menurut Papa,
45:20yang aku lakuin sekarang itu bukan sembuhin hati ya, Pak?
45:24Justru aku tuh percaya,
45:26kalau kebaikan seorang kayak Torek,
45:29itu bisa jadi obat yang ampuh buat bikin jeput movecon, Pak.
45:32Ya, ya, ya.
45:33Tapi kamu tetap aja harus hati-hati.
45:36Kamu kan nggak tahu siapa sebenarnya itu Torek.
45:39Dan kita nggak tahu bagaimana karakter aslinya Torek itu.
45:42Tapi kan udah terbukti, Pak.
45:44Papa aja non-stop ngomongin dia,
45:45dan muji ide dia juga.
45:48Ya, ya, ya, ya.
45:50Papa harus akui kalau memang dia itu punya ide berlian.
45:54Tapi kamu harus tahu,
45:55nggak ada korelasinya antara ide dengan karakteristik.
46:00Ya, mungkin memang dia pintar,
46:01dan dia punya kemampuan untuk berinovasi.
46:04Tapi kan belum tentu.
46:06Karakter dia itu baik.
46:08Atau dengan kata lain,
46:09dia cocok dengan kamu.
46:12Enggak, Pak.
46:13Papa salah.
46:15Torek itu orangnya tulus, Pak.
46:17Kelihatan kok,
46:18bahkan dari pertama kali aja ketemu,
46:20dia perlakukan aku dengan sangat baik, Pak.
46:23Tapi kalau yang Papa permasalahkan itu soal status dia,
46:26yang nggak kaya,
46:28it's not fair, Pak.
46:30Udah-udah, Misha.
46:31Papa nggak mau berdebat sama kamu.
46:34Dan yang jelas,
46:35yang Papa maksudkan itu,
46:37bukan kata-kata kamu yang terakhir tadi.
46:38Ya?
46:41Yaudah, sekarang kamu istirahat aja.
46:43ayah, ayah, ayah, ayah.
47:20Ya, halo.
47:22Barusan saya kirim data
47:24seseorang yang bernama Tori.
47:26Saya minta tolong coba selidiki latar belakang.
47:30Jadi sebelum dia lebih jauh mendekati kami,
47:34saya harus tahu dulu siapa dia sebenarnya.
47:37Iya, ya.
47:38Saya minta segera infonya, ya.
47:39Soal data-data dia.
47:42Oke.
47:57Terima kasih.
48:22Terima kasih.
48:36Terima kasih.
48:54Terima kasih.
49:01Terima kasih.
49:30Terima kasih.
49:42Terima kasih.
49:44Terima kasih.
49:44Terima kasih.
49:44Terima kasih.
49:45Terima kasih.
49:45Terima kasih.
49:46Terima kasih.
49:46Terima kasih.
49:48Terima kasih.
49:49Terima kasih.
49:49Terima kasih.
49:51Terima kasih.
49:59Terima kasih.
50:04Terima kasih.
50:06Terima kasih.
50:07Terima kasih.
50:08Terima kasih.
50:08Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan