- 1 hari yang lalu
Drama keluarga serial tv Terbaru tahun 2026
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:06Terima kasih.
00:30Aku enggak.
00:33Mama tahu kamu marah dan kecewa, sayang.
00:36Mama juga.
00:37Coba aja kalau kemarin kamu tuh gak mutusin hubungan kamu sama Michelle.
00:41Pasti gak akan kayak gini.
00:43Sekarang Mama sama Papa yang harus nanggung malu dan rasa kecewa, sayang.
00:48Mas Torik, jadi ini alasan dia cepet-cepet ceraiin aku.
00:52Ternyata dia udah nemuin target baru.
00:55Jadi disitu harus aku peringatkan.
00:57Kamu harus hati-hati.
01:00Kamu kan gak tahu siapa sebenarnya itu Torik.
01:02Dan kita gak tahu bagaimana karakter aslinya Torik itu.
01:05Barusan saya kirim data seseorang yang bernama Torik.
01:09Saya minta tolong coba selidiki latar belakang.
01:12Jadi sebelum dia lebih jauh mendekati kami,
01:16saya harus tahu dulu siapa dia sebenarnya.
01:18Oke.
01:38Bapak itu sebenarnya masih gak tahu ya kenapa kamu menolak lamarannya.
01:45Apakah kamu berpikir bahwa bapak dan ibu ini gak bisa ngurus dirinya sendiri gitu sampai kamu khawatir.
01:52Kenapa sih?
01:54Sudah ya Pak, gak usah dibahas lagi.
01:56Ini kan juga udah jadi keputusannya Zahra.
02:01Intinya Zahra belum siap aja buat nikah.
02:05Maaf.
02:20Zahra belum siap nikah.
02:25Apa penyebabnya?
02:30Jawabannya.
02:33Zahra belum siap nikah.
02:38Kita berdua jadi berpikir.
02:41Apa kamu masih menganggap kamu itu berhutang budi karena kami sudah mengangkat kamu menjadi anak?
02:50Padahal jujur ya nak,
02:52Bapak dan ibumu itu membesarkan kamu dan memberikan kasih sayang sama kamu selama ini benar-benar ikhlas.
03:01Kamu masih cintakan sama anak Angga?
03:10Nak, jawab Bapak dulu.
03:14Kamu masih cintakan sama anak Angga?
03:27Ini anak.
03:28Kalau aja Bapak dan Ibu tuh bisa milih.
03:32Kami pengen kamu yang jadi anak kandung Bapak dan Ibu.
03:36Bukan kakak-kakakmu.
03:38Karena Bapak dan Ibu tuh tahu cinta kamu tuh tulus sama kami.
03:43Gak kayak kakak-kakakmu.
03:44Tapi karena dengan cinta tulusmu itu,
03:47kamu berpikir bahwa kamu akan meninggalkan Bapak dan Ibu.
03:51Jangan berpikiran macam-macam terus jadi membebankan kamu karena kamu khawatir sama Bapak dan Ibu.
03:57Jangan, nak.
04:00Gak boleh gak sih cukup, Pak?
04:02Cukup ngomongin itu terus, Pak.
04:06Zara juga mau jadi anak kandung Bapak sama Ibu.
04:09Zara mau.
04:10Tapi itu kayaknya gak mungkin terjadi.
04:20Gak semua anak kandung itu durhaka sama orang tuanya.
04:32Jadi, tolong berhenti.
04:34Pak, jangan paksa Zara kayak mereka.
04:37Zah, Zah tunggu.
04:39Ibu, ibu.
04:41Pak, kita bisa gimana, Pak?
04:44Ya memang kali ini Bapak yang kebangetan.
04:47Tapi Bapak akan tetap ngomong sama anak Angga tentang hal ini.
04:51Iya, pokoknya.
04:54Ibu mau Zara tetap sama Angga, Pak.
04:57Dia, dia, dia pasti mencintai Angga.
05:02Bapak juga pengen seperti itu.
05:05Ya, kita harus ngomong baik-baik sama Angga dan sama Zah.
05:10Ya.
05:27Ma, ma, aku dulu, Nek.
05:29Eh, sayang, tunggu sebentar.
05:31Mama mau bicara sebentar.
05:35Gimana kalau Mama bantu bicara sama Pak Bagas, papanya Michelle?
05:39Tentang melanjutkan pertunangan kalian berdua.
05:43Karena kan Michelle masih cinta banget sama kamu.
05:46Ya, nggak perlu, Ma.
05:48Mama kan udah tahu sendiri.
05:50Aku cintanya sama Zahra, dan Zahra itu cintanya sama aku, Ma.
05:54Kamu ngapain sih masih ngharapin dia, Nak?
05:57Zahra itu hanya akan membebani kamu, dan dia hanya bikin kamu nunggu tanpa kejelasan.
06:02Ma, parah kemarin Mama sendiri yang bilang,
06:07Mama yang dukung aku dan nyuruh aku buat akhirin semuanya sama Michelle.
06:11Tapi itu dulu, Nek.
06:13Itu dulu sebelum Mama tahu ternyata Zahra seperti ini.
06:17Angga.
06:21Selamanya Zahra akan selalu terikat sama orang tua angkatnya, Nak.
06:26Dia akan selalu dibutuhi, dan harus selalu bertanggung jawab sama mereka.
06:30Kam, jadi tolong.
06:34Tolong jangan sia-siakan masa depan kamu untuk...
06:37hanya untuk perempuan seperti Zahra.
06:44Angga, Angga.
06:45Angga tunggu, Mama belum selesai bicara.
06:47Angga.
06:51Cukup, Ma.
06:57Buat apa sih Mama ngomong kayak barusan, ha?
07:00Udahlah, biar Angga menentukan hidupnya sendiri.
07:03Ya?
07:06Itu namanya kita enggak tegas sama anak kita sendiri, Pak.
07:10Papa sama aja menyuruh Angga untuk menyianyiakan masa depannya dia.
07:15Sementara yang Mama lakuin, Pak.
07:17Yang Mama lakuin hanya mengkhawatirkan masa depan Angga, Pak.
07:24Pak.
07:37Selamat menikmati.
08:23Selamat menikmati.
08:25Selamat menikmati.
08:58Selamat menikmati.
09:09Selamat menikmati.
09:10Selamat menikmati.
09:24Selamat menikmati.
09:35Terima kasih.
09:58Selamat menikmati.
10:07Kamu itu udah banyak berkorban buat ibu dan bapakmu.
10:10Udah cukup, nak.
10:12Sekarang waktunya kamu tuh bahagia sama Angga.
10:15Itu yang kita mau, ya.
10:17Nggak, nggak kayak gitu dong, Bu.
10:24Zaza.
10:25Zaza, tolong ibu sekali ini aja, ya.
10:34Bapak itu kesana mau mengusahakan yang terbaik buat kamu, nak.
10:38Udah kamu, kamu disini aja.
10:40Nggak, Bu.
10:41Jarang, nggak bisa, Bu.
10:42Tolong sekali ini aja, Zaza.
10:43Maaf, Bu.
10:44Maaf, Bu.
10:44Jarang, nggak bisa.
10:45Alhamdulillah.
10:50Kasian ya hidup ibu.
10:52Sekarang si anak pengkauut itu juga ikut tinggalin ibu.
10:55Aku sih yakin banget ya, Bu.
10:56Kalau ini adalah karma karena ibu udah mengusir anak-anak sendiri.
11:01Kamu bisa diam, nggak, Nur?
11:01Hah?
11:02Kamu ngapain ngurusin hidup kita?
11:05Saya ada pergi kamu.
11:13Astagfirullah.
11:15Kamu campur aja.
11:17Jadi, Bu.
11:19Maksud kedatangan saya kesini.
11:23Saya...
11:24Mau meminta maaf
11:27Atas peristiwa yang terjadi kemarin, Bu.
11:30Angga
11:31Dan Sarah
11:33Pernikahannya harus dilanjutkan.
11:37Saya akan coba pastikan
11:38Supaya Sarah mau menerima
11:40Lamaran dari Angga.
11:44Seperti sama-sama kita ketahui, Bu, bahwa
11:47Anak kita itu
11:49Saling mencinta.
11:53Gitu, Bu.
11:55Pak Santoso
11:56Saya ini hanya memiliki satu orang putra
12:00Yang juga sangat berharga untuk saya
12:03Dan suami saya, Pak.
12:06Dan saya tahu persis
12:08Kalau anak saya itu memang sangat mencintai anak Bapak.
12:14Bahkan anak saya berkali-kali membujuk anak Bapak.
12:18Tapi anak Bapak selalu menolak dia.
12:23Seharusnya menurut saya
12:26Anak Bapak itu bersyukur diperlakukan seperti itu oleh anak saya, Pak.
12:32Iya, Bu.
12:34Saya mewakili anak saya.
12:36Saya meminta maaf sekali untuk itu.
12:37Tapi kali ini saya coba pastikan supaya Sarah mau menerima Angga.
12:49Begini, Bu.
12:51Apakah Ibu masih memikirkan untuk melanjutkan rencana pernikahan mereka?
13:20Silahkan Bapak isi itu dengan jumlah berapa pun yang Bapak mau.
13:23Dan saya, saya pun bisa memberi apapun yang Bapak inginkan.
13:29Bahkan lebih asal Bapak bisa melepaskan Sarah.
13:35Mohon maaf, Bu.
13:36Saya tidak akan menerima sepeserpun uang dari Ibu.
13:43Untuk kebahagiaan anak saya.
13:45Mohon maaf sekali.
13:49Pak Santoso.
13:52Kalau memang benar Bapak mencintai anak Bapak seperti yang Bapak bilang.
13:57Bapak harus bisa melepaskannya, Pak.
14:00Karena selama ini...
14:02...yang Zahra lakukan hanya mementingkan kebahagiaan Bapak dan juga Ibu Farida.
14:11Pak.
14:12Asal Bapak tahu.
14:16Zahra itu sampai rela menjual ginjalnya sama Angga.
14:21Demi biaya operasi untuk menyelamatkan nyawa Bapak.
14:34Sampai jumpa.
14:36Jangan lakukan.
14:37Jangan lakukan.
14:42Jangan lakukan.
14:45Sampai jumpa.
15:01Oh, jadi saya rasa selama ini Bapak gak tahu?
15:07Bapak gak tahu pengorbanan Zahra untuk Bapak?
15:13Pak, saya rasa sudah cukup.
15:17Berhenti menggantungkan hidup Bapak sama Zahra, Pak.
15:20Karena selama ini yang Zahra lakukan hanyalah mementingkan kebahagiaan Bapak dan juga Ibu Farida.
15:35Sekarang waktunya Zahra bahagia.
16:03Bahkan Zahra rela menjual ginjalnya kepada Angga.
16:06Demi biaya operasi untuk menyelamatkan nyawa Bapak.
16:12Berhenti menggantungkan hidup Bapak sama Zahra, Pak.
16:16Karena selama ini yang Zahra lakukan hanyalah mementingkan kebahagiaan Bapak dan juga Ibu Farida.
16:27Sekarang waktunya Zahra bahagia.
16:33Ini aja, Mas. Ya, makasih.
16:38Mas, uangnya. Makasih ya.
16:40Pak, loh, Bapak ngapain?
16:47Bapak kenapa?
16:50Kenapa kamu gak biarin Bapak mati sih?
16:53Hah?
16:54Takar hal aja, tapi kok ngomongnya kayak gitu.
16:56Apa sih maksudnya Bapak?
17:00Kamu jual ginjal kamu.
17:04Kamu.
17:06Buat pengobatan Bapak.
17:14Zahra gak mau Bapak sama Ibu tahu semua soal ini.
17:19Mereka pasti khawatir banget kalau ngeliat Zahra istirahat sama beberapa minggu.
17:26Kalau gitu, gimana untuk sementara waktu
17:30kalau Zahra tinggal dulu di rumah kami.
17:32Sampai keadaan kamu benar-benar pulih,
17:35terus kamu bisa kembali ke rumah.
17:39Pak, Zahra, Zahra.
17:42Udah gak usah bohong. Bapak udah tahu.
17:44Kamu mengorbankan diri kamu buat Bapak.
17:48Gimana?
17:49Kamu bisa menanggung semua beban hidup kamu sendirian.
18:04Bapak itu malu.
18:07Pak.
18:09Bapak.
18:11Pak, ini udah tugas Zahra untuk ngakuin ini untuk Bapak.
18:17Ini udah, udah kewajiban darah.
18:23Bapak, jangan sedih gitu, Pak.
18:25Bapak, Bapak berasa gak patah.
18:30Kamu lihat, kamu lihat Mirza.
18:32Kamu lihat Tori.
18:33Anak Bapak.
18:34Mereka gak peduli sama Bapak.
18:38Tapi kamu udah...
18:40Kamu akan darah naging Bapak.
18:44Tapi kamu berbahaya ditemuknya buat Bapak.
18:47Bapak malu.
18:57Bapak, jangan ngomong kayak gini, Bapak.
19:00Zahra ngakuin ini bukan karena keperpaksaan Bapak.
19:05Zahra ngakuin ini karena Zahra sayang sama Bapak.
19:10Bapak udah banyak lakuin, banyak tahu.
19:14Zahra.
19:17Cintanya si sayang itu gak bisa dibayar tak ya uang, Pak.
19:22Zahra gak bisa mikir gimana jadinya kalau tanpa Bapak.
19:26Zahra gak bisa hidup tanpa Bapak.
19:34Oh, tolong padakanin Zahra dulu sebenernya.
19:39Zahra sayang sama Bapak.
19:41Bapak.
19:45Bapak.
19:46Bapak.
19:49Bapak.
19:52Bapak.
19:53Bapak.
20:05Bapak.
20:24Ada apa ini, Mbak?
20:26Pak, Angga dimana ya, Pak?
20:29Mas Angga sudah pergi ke kantor, Mbak.
20:55Di hari kau terjatuh, dunia berubah sepi.
21:02Mereka yang dulu dekat, perlahan pergi.
21:11Janji yang kau percaya, hilang dalam sunyi.
21:16Dan semua yang kau punya, tak kembali.
21:23Tak ada yang bertahan, di saat kau terlukan.
21:30Hanya ada satu hati yang tetap menjaga.
21:37Tenang, ku tetap untukmu.
21:43Walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
21:50Saat kau kehilangan, tempat untuk dituju.
21:59Izinkanku jaya, menemuimu.
22:04Tapi ada yang masih berdiri, tanpa diminta.
22:12Menguatkanmu, meski dirinya terluka.
22:19Tenang, ku tetap untukmu.
22:23Wow, semua menjauh dan tak menaruh rindu.
22:31Saat kau kehilangan, tempat untuk dituju.
22:40Izinkanku jaya, menemuimu.
22:45Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
22:52Ku kan tetap bertahan di sisimu.
23:00Ku tetap untukmu.
23:09Assalamualaikum.
23:11Permisi, Nek.
23:12Waalaikumsalam.
23:14Ada yang kangen.
23:16Cucuku, ya Allah.
23:17Senangnya.
23:20Boleh tak gendong?
23:21Boleh.
23:22Aduh, ketawa.
23:24Kangen.
23:27Ketawa dia.
23:28Silahkan Nasinta duduk dulu.
23:30Terima kasih.
23:30Ih, senangnya didatangin cucu.
23:40Zahra sama Pak Santoso kemana, Bu?
23:45Ibu.
23:46Ibu.
23:47Ibu kenapa?
23:52Tadi pagi, Bapak sama anak Zahra itu sempat bertengkar.
24:04Jawab, Bapak dulu.
24:07Kamu masih cintakan sama anak Angga.
24:12Jangan berpikiran macam-macam terus jadi membebankan kamu karena kamu kuatir sama Bapak dan Ibu.
24:17Jangan, nak.
24:18Bapak.
24:19Oh, boleh ya sih?
24:20Cukup, Pak.
24:20Cukup ngomongin itu terus, Pak.
24:25Zah, Zah tunggu.
24:27Boleh, Boleh.
24:28Boleh.
24:30Akhirnya, Pak Santoso sekarang ini ke rumah keluarganya Naangga.
24:33Dia akan berusaha memberikan penjelasan dan kami berharap keluarganya Naangga itu akan mengerti.
24:44Sekarang, Zahra juga ikut menyusul ke sana.
24:52Pak, Mas Sinta, Ibu bisa minta tolong?
24:58Pasti, Bu.
24:59Sinta pasti bantu Ibu supisa Sinta.
25:02Betul, ya.
25:04Kamu yakinkan, Zahra.
25:07Saat ini Zahra itu berhak untuk bahagia.
25:13Dia berhak untuk bahagia dengan lelaki pilihan dia.
25:18Dengan lelaki yang dia cintai.
25:20Selama ini dia itu selalu berkorban dan menderita buat ibu juga bapak.
25:29Dan saatnya dia memikirkan diari sendiri.
25:33Jadi, Ibu minta tolong sama kamu.
25:38Agar Zahra saat ini memikirkan dirinya sendiri.
25:43Kami udah cukup membebanin dia.
25:45Ibu kasihan sama dia, Naang.
25:49Ibu tenang ya, Ibu.
25:50Sinta janji.
25:52Sinta bakal ngomong ini ke Zahra.
25:54Ya, Ibu.
25:55Ya.
25:56Makasih ya.
26:01Ya.
26:01Yuk, sekarang.
26:03Aku dah lapar banget.
26:04Ya.
26:08Ya, iya, Ibu.
26:15Sebenarnya ada sesuatu yang Sinta mau ngomongin ke Ibu.
26:20Ya, ngomong aja, Naang.
26:23Jadi, sebenarnya kemarin itu...
26:25Assalamualaikum.
26:26Assalamualaikum.
26:27Waalaikumsalam.
26:30Pak.
26:32Biar sama Sinta itu.
26:34Iya, Naang.
26:36Iya, Naang.
26:36Iya, Naang.
26:43Pak.
26:45Astagfirullah.
26:46Bapak ada apa ini, Pak?
26:48Kenapa, Pak?
26:50Pak bilang sama Ibu ada apa?
26:56Zahra...
26:57Ya, kenapa?
26:58Sama anak kita Zahra, kenapa?
27:01Zahra jual ginjalnya buat pengobatan bapakku.
27:11Ya Allah.
27:16Zahra...
27:19Zahra...
27:21Ya Allah.
27:24Zahra...
27:25Ada apa?
27:27Kenapa, Bu?
27:28Kamu tahu?
27:29Tadi...
27:30Orang admin itu datang ke sini.
27:32Dia bilang ada orang yang bantu bapakmu buat bikin operasinya.
27:37Ibu juga nggak tahu siapa.
27:39Ini pertolongan Allah buat bapakmu, Naang.
27:44Ini beneran, Bu.
27:49Masya Allah.
27:50Ini beneran kebaikan Bapak selama ini sama orang lain, Bu.
27:53Dibalas sama Allah.
27:54Alhamdulillah, Naang.
27:56Alhamdulillah.
27:59Alhamdulillah.
28:01Bapak malu, Bu.
28:05Bapak malu.
28:09Bapak merasa gagal jadi orang tuamu.
28:14Harusnya orang tua itu menyenangkan anaknya.
28:18Bukan bikin menderita kayak gini.
28:27Bapak nggak tahu bagaimana Bapak harus balas mereka semua yang suka cara lakukan buat bapak.
28:33Bapak nggak tahu.
28:35Ya Allah, Bapak.
28:37Ya Allah, Bapak.
28:39Ibu bener-bener bersyukur, Pak.
28:42Ternyata Allah selama ini mengirimkan putri yang berhati malaikat seperti Zahra.
28:49Dia berkorban buat bapak, Pak.
28:54Zahra.
28:57Zahra memang anak yang luar biasa.
29:01Dia memang anak yang baik sekali.
29:09Cinta bakal bantu Ibu.
29:11Ibu tenang, ya.
29:13Bapak, ya.
29:25Ya, jadi temanku SD, pas SD, namanya tuh Ujang.
29:29Dia kok berdua gitu ya.
29:32Doyan banget minum.
29:33Jajan tuh doyan banget.
29:34Sampai akhirnya dia nggak sengaja minum ini.
29:37Kecebong, kecebong.
29:38Dia minum.
29:40Dikiranya soko cip-soko cip-soko cip gitu.
29:42Setelahnya keminum.
29:45Ya, silahkan.
29:51Barik.
29:52Setelah saya membaca dan mempelajari ide kamu ini,
29:55saya tertarik untuk investasi di bisnis startup kamu ini.
30:01Ini bisa diterapkan di Departemen Seragamkan.
30:07Congrat sih, Erek.
30:09Ya, makasih, Sar.
30:10Pak, makasih banyak ya.
30:12Saya janji saya tidak akan mengecewakan bapak.
30:17Pak, aku ke toilet dulu ya.
30:19Oh, iya.
30:25Pak, sebelum saya menanamkan modal di...
30:29bisnis startup kamu,
30:32ada yang ingin saya tanyakan sama kamu.
30:34Oh, iya.
30:35Boleh. Boleh banget.
30:38Kamu sebelumnya kerja di mana?
30:40Saya nggak mau ide startup kamu ini...
30:43sudah diterapkan di perusahaan kamu yang dulu.
30:46Apa kamu bisa menjamin bahwa ini adalah murni benar-benar ide kamu?
30:51Maaf.
30:51Pak, ini maksudnya bapak meragukan ide saya.
30:57Oh, enggak, enggak. Saya suka dengan ide kamu dan ini sangat brilian.
31:01Ini bapak belum percaya sama saya?
31:04Bukan begitu.
31:06Saya nggak mau kalau di kemudian hari ada masalah.
31:10Saya dituntut hak cipta oleh orang lain.
31:14Seharusnya sih kamu nggak ada masalah ya.
31:16Kalau kamu mau menandatangani perjanjian ini.
31:24Terima kasih.
31:24Terima kasih.
31:24Terima kasih.
31:48Terima kasih.
31:50Bapak Agas.
31:52Saya minta maaf. Saya berubah pikiran.
31:55Saya tidak jadi menjual ide saya kepada bapak.
32:00Bapak ini bukan mengkritik ide saya,
32:04tapi malah mengkritik pribadi saya seolah-olah
32:07saya adalah pengaruh yang buruk buat Michelle, buat anak bapak.
32:15Terima kasih atas kesempatannya, Pak.
32:17Pak, ada apa sih, Torek?
32:19Apa-apa.
32:19Pak, sebenarnya ada apa?
32:21Kenapa tiba-tiba...
32:22Ya begitu.
32:23Torek, tunggu!
32:30Torek, Torek!
32:32Tunggu, Torek!
32:33Torek!
32:36Torek, sebenarnya ada apa sih yang kalian ngobrolin tadi?
32:39Kenapa kamu tiba-tiba pergi kayak gini aja?
32:42Michelle, coba kamu tanya langsung sama papa kamu aja ya.
32:45Dia punya jawaban ya.
32:47Torek!
32:52Sampai jumpa.it
33:32Terima kasih.
33:41Anggap awak tak fokus sangat.
34:09Terima kasih.
34:13Halo, Angga. Kenapa?
34:15Halo, Zah. Kau belum tidur?
34:19Belum ngantuk.
34:20Gimana keadaan Bu Farida?
34:22Alhamdulillah.
34:23Ibu udah baik-baik aja sekarang.
34:26Alhamdulillah.
34:28Zah, aku video call ya.
34:31Boleh.
34:43Zah, kamu mau dengar cerita aku jaman SMA-nya?
34:47Ini sebenarnya cerita lucu sekaligus memalukan sih.
34:53Boleh.
34:54Apa?
34:56Jadi, aku jaman SMA mau bolos jam pelajaran terakhir.
34:59Aku pikir kamu tuh anak baik-baik loh.
35:04Ya, namanya juga cowok, so cool, banyak gaya.
35:08Ya gitu deh.
35:09Ya udah, aku lanjut cerita ya.
35:11Nah, jadi aku mau bolos nih jam pelajaran terakhir.
35:15Terus, gara-gara buru-buru, takut ketahuan, ya aku manjat pager kan.
35:22Nah, aku nyangkut.
35:23Terus robek.
35:26Menerobeknya bagian tantet lagi.
35:29Ya udah, hapes aku ketahuan.
35:34Zah, tau gak kenceng-kenceng nanti Bu Farida bangun loh.
35:38Ada-ada aja deh.
35:40Ya, aku diceritain aja juga malu.
35:43Kok bisa, bisa gitu ya aku ya?
35:52Kamu udah ngantuk ya?
35:54Udah lumayan ngantuk.
35:56Ya, berarti besok-besok kalo aku udah ngantuk,
35:59aku minta diceritain sama kamu aja kali ya?
36:02Boleh.
36:03Boleh banget.
36:10Ya, aku katakan.
36:11Ya, aku ngantuk ya?
36:12Ya, aku ngantuk ya?
36:18LepWhat?
36:19Boleh.
36:20Boleh.
36:29Tak.
36:31Boleh.
36:32Boleh.
36:33Boleh.
36:33Boleh.
36:33Boleh.
36:34Boleh.
36:35Boleh.
36:37Boleh.
37:03Aku tidak.
37:05Sarah?
37:06Selama ini aku percaya sama kamu ya enggak
37:08Kamu pikir dengan kamu ngomong sama bapak
37:10Soal aku pernah didonor ginjal aku ke kamu
37:12Bapak gak kemaksa kita berdua untuk tetap nikah
37:17Semoga kamu salah
37:18Kamu salah enggak
37:20Bapak aku
37:21Gak akan pernah ngorbanin anaknya
37:24Untuk sesuatu yang akan melukai perasaannya
37:32Jadi aku minta sama kamu berhenti enggak
37:35Karena gak akan ada pernikahan diantara kita
37:42Kamu salah paham Zara
37:46Zara
37:55Zara
37:56Zara
37:57Zara tunggu dulu Zara
38:02Zara
38:03Zara
38:04Zara
38:05Zara
38:05Zara please
38:06Please dengerin aku dulu Zara
38:08Aku gak mungkin ngomongin soal donor ginjal itu ke Pasantoso Zara
38:11Zara percaya sama aku Zara
38:14Zara
38:15Zara
38:16Zara
38:16Zara kamu
38:16Pala pun jalannya
38:17Zara
38:18Zara please percaya sama aku Zara
38:46Zara
38:47Dia marah banget sama aku, Pak. Dia kira aku yang ngasih tau soal donor ginjal itu ke Pak Santoso.
38:52Tapi enggak, Pak. Aku juga nganti kenapa dia percaya gitu aja.
38:56Aku emang sedih karena dia nolak lamaran aku, Pak.
38:58Tapi aku gak mungkin ngasih tau soal donor ginjal itu ke Pak Santoso.
39:02Aku cinta sama Zahra, Pak. Aku sayang banget sama dia. Aku pengen dia nemenin hidup aku selamanya, Pak.
39:07Karena perasaan kami sama.
39:09Kalau emang Pak Santoso harus tau soal itu, Pak.
39:12Dia harus tahunya langsung dari Zahra.
39:13Bukan dari aku, bukan dari papa, bukan dari siapapun, Pak.
39:19Sudah. Sekarang kamu tenangin diri dulu, ya?
39:23Lalu, kamu ajak bicara lagi, Dan.
39:26Ya?
39:32Ini pasti ulahnya Mama.
39:39Enggak, enggak.
39:41Kamu gak bisa bicara dengan Mama kamu dalam kalangan misi seperti ini, dong.
39:44Tenangin diri kamu dulu, dong.
39:45Ya.
39:49Enggak.
39:50Sebenernya Papa ngomong apa sih sama Torik?
39:52Sampai dia kecewa gitu.
39:56Sayang, pertama Papa minta kamu harus percaya dulu sama Papa.
40:01Papa mau tanya sama kamu.
40:03Apa kamu percaya kalau tiba-tiba ada seseorang yang entah datang dari mana,
40:08mengantarin kamu pulang ke rumah,
40:10terus keesokan harinya dia datang dengan membawa ide brilian.
40:14Apakah itu sebuah kebetulan?
40:17Ya bisa aja kan, Pa? Who knows?
40:20Iya, iya. Oke.
40:21Katakanlah itu kebetulan.
40:23Dia hanya mencari pendanaan kecil untuk proyeknya.
40:26Ya, tapi papa tetap aja harus melakukan pengecekan siapa dia sebenarnya.
40:31Papa bertanggung jawab dengan perusahaan ini.
40:33Sayang, Torik itu bukan hanya sekedar mencari investasi.
40:38Dia tidak hanya mempresentasikan idenya saja.
40:43Tapi papa bisa merasakan ada hal yang lain yang dia incan.
40:47Yang jauh lebih berharga dari sekedar investasi.
40:52Itu adalah kamu.
40:54Anak papa.
40:58Papa bisa merasakan bukan satu masalah dalam diri Torik.
41:03Dan papa bisa yakinkan sama kamu.
41:06Kalau Torik itu sangat berbahaya.
41:08Makanya papa harus selidikin dulu siapa dia sebenarnya.
41:12Kamu ngerti kan, sayang?
41:14Paham kan maksud papa?
41:15Enggak, Pa. Aku gak ngerti.
41:17Yang aku tahu Torik itu baik dan tulus.
41:20Dia juga punya ide yang bagus.
41:22Dan dia juga seorang pekerjaan.
41:24Kenapa sih papa aja selalu menganggap orang itu deketin aku gara-gara uang?
41:30Apa menurut papa aku gak lebih berharga gitu dari uang?
41:35Aku yakin luar sana masih ada orang yang suka sama aku dengan tulus.
41:39Tanpa ada maksud lain, Pa.
41:43Michelle!
41:44Michelle!
41:44Michelle!
42:14Apaan sih? Hati-hati dong.
42:16Maaf, maaf, Pak.
42:23Ayah Michelle bukan orang bodoh kayak ayahnya Sinta.
42:26Kali ini aku milih target yang salah.
42:30Aku harus lepasin Michelle sebelum dia hancurin semuanya.
42:43Pak, nanti depan kita belok ya?
42:46Baik, Pak.
42:56Apa yang kamu lakukan, Enggak?
42:59Jangan bilang kamu mau pulang ke rumah marah-marah sama Mama.
43:01Iya.
43:06Papa rasa itu bukan ide yang bagus.
43:09Amarah dilauh dengan amarah.
43:13Kalau kamu lakukan ini,
43:15itu hanya akan membawa waktu aja.
43:18Mama kamu tidak akan pernah terima.
43:21Masalah kamu tidak akan pernah selesai,
43:23kalau kamu pakai emosi.
43:26Lagian tidak akan mengembalikan jarak ke kamu.
43:28Dan tidak akan menyembuhkan luka hati kamu juga.
43:34Masalah.
43:35Papa punya ide.
43:36Pak.
43:38Papa lihat sendiri kan tadi jarak semarah apa.
43:41Aku butuh lebih dari ide.
43:43Aku butuh keajaiban, Pak.
43:47Kalau kamu percaya sama Papa,
43:49sukanlah kemanang tenangkan diri kamu dulu.
43:51Jangan biarkan emosi melawan diri kamu.
44:02Tidak.
44:07Tidak.
44:11Tidak.
44:13Tidak.
44:14Tidak.
44:14Tidak.
44:24Tidak.
44:26Tidak.
44:26Pak Bagas pasti tidak akan diam saja ini.
44:29Pasti melakukan sesuatu.
44:48Bapak masih kuat, disolimin, dijahatin, sama Virsa, sama Torik.
44:58Bapak masih kuat, terserah mereka mau ngapain, Bapak kuat, tapi ini Sarah Bu, Sarah udah ngorbanin semuanya buat Bapak Bu,
45:12buat biaya pengobatan Bapak Bu, itu Bapak gak habis pikir Bu.
45:46Bapak, Bapak.
45:54Ya, Bapak sudah memutuskan, kamu harus secepatnya menikah sama Anggo.
46:18Dan Bapak bersumpah, Bapak gak akan makan, Bapak gak akan minum sebelum kamu menerima tawaran Anggo.
46:27Tapi Pak, Pak tolong jangan kayak gini dong Pak, tolong jangan kayak gini, Jara justru ngakuin ini demi Bapak, demi
46:39Ibu.
46:43Tolong jangan sampai mau gue makan dong Pak.
46:47Biar mau ngomong sama Bapak.
46:51Tolong jangan ngacau jara dalam mau gue makan dong Pak.
47:03Kamu tuh, kamu tuh orang baik nak.
47:08Kamu, kamu tuh.
47:10Bapak tau kamu sayang sama Bapak sama Ibu.
47:17Tapi untuk kamu lah.
47:26Benar, Bapak sumpah.
47:28Bapak gak akan makan, Bapak gak akan minum sebelum kamu menikah sama Anggo.
47:36Kamu harus bahagia.
47:38Harus.
48:01Janganmu masih menghantui.
48:05Di setiap langkah kau pilih jalan sendiri
48:14Meninggalkanku di dalam sepi
48:18Dan seni yang menyelimuti hati
48:24Kau hancurkan semua haram
48:31Tak pernah ku sangka kau bisa begitu kejam
48:38Sejauh apa kau lupa
48:42Hingga tangan aku dalam doamu
48:51Kau melukai hati
48:54Dan hancurkan mimpi-mimpi
48:58Sisakan luka tak terabati
49:02Tapi ku tetap disini
49:11Awasin dia terus
49:12Cari info sedetail
49:13Dan sebanyak mungkin
49:15Saya gak mau
49:16Michelle terluka
49:17Ternyata si Zahra
49:19Itu donorin ginjalnya buat Angga, Mas
49:21Pantesan aja si Angga itu deketin si anak bungut itu terus
49:24Kebayang gak, Mas?
49:25Hidup mereka bakalan berubah
49:27Mereka bakal hidup jadi orang kaya, Mas
49:29Zahra marah besar sama Angga
49:31Karena
49:32Dia berpikir
49:33Kalau Angga sudah membocorkan rahasianya ke Pasantoso
49:37Ya Allah
49:38Jika engkau belum izinkan Zahra berada di sisi hamba
49:42Maka izinkanlah hamba tetap dapat hadir untuknya
49:46Saya sedang mencari informasi mengandai Torib
49:48Karena dia sedang berusaha mendekati putri buat saya
49:51Ya
49:52Apa buangan anda dalam Torib?
Komentar