Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Transkrip
00:00Iya, Bu, ya?
00:01Tetap, Pak.
00:02Di mata kita mereka tetap anak-anak.
00:05Ini dharma bakti saya kasih untuk perusahaan.
00:07Berapa ya estimasi biaya operasinya?
00:10Sekitar 350 juta.
00:12Bapak pria yang sangat-sangat tahu, yang jarak kenal.
00:16Bahkan dia rela untuk mengorbanin segala hal untuk anak-anaknya.
00:20Bahkan juga untuk jarak, Bu.
00:24Kalipun anak orang.
00:26Kita bisa jual rumah ini, Bu.
00:27Jangan ngacau deh, Torik. Bukan itu solusinya.
00:30Apalagi solusinya, coba kasih tahu.
00:32Ini maksudnya, udah pindah nama.
00:46Apa maksudnya ini?
00:47Hah?
00:48Maksudnya...
00:50Maksudnya apa sih, Bu?
00:50Dan keterlaluan, ya?
00:52Kamu sadar gak sih?
00:53Bapak kalian itu membangun rumah ini dengan jari payah dan bertahun-tahun.
00:57Kamu tega sama Bapak kamu.
01:00Ini pasti salah paham, nih.
01:02Aku bisa jelasin, Bu.
01:03Mas, Mas, udah.
01:04Gak usah ngejelasin apa-apa.
01:06Lebih baik sekarang, Mas Firza minta tolong sama Mbak Nur untuk cepat-cepat jual rumah ini.
01:11Kamu gak usah ikut campur ya, Torik.
01:13Tanpa kamu kasih tahu pun, aku bakal ngomong sama istri aku.
01:15Yaudah, mana? Coba.
01:16Bapak akan butuh uangnya.
01:17Ya, sabar.
01:18Enggak.
01:22Aku gak akan pernah menjual rumah ini.
01:27Dengan, ya?
01:28Kalian pikir selama aku nikah sama Firza, aku itu bahagia?
01:33Enggak.
01:34Aku gak pernah bahagia.
01:36Selama ini aku tuh menderita.
01:40Dan kamu ya, Mas.
01:41Kamu tahu kan, rumah ini satu-satunya jaminan hidup untuk aku sama Dinda.
01:45Dan aku sama Dinda juga gak akan pernah mau tinggal di rumah yang kumuh, Mas.
01:54Lagi pula ya.
01:55Kalau aku gak mengubah sertifikat rumah ini, aku yakin banget.
01:59Ibu pasti udah ngejor rumah ini untuk kamu.
02:07Dan Mas, kamu ini gak akan dapat apa-apa.
02:09Kenapa jadinya yang lain saya?
02:11Ini rumahnya bapak sama ibu.
02:13Jadi terserah mereka dong.
02:15Ini dijual untuk apa, untuk siapa.
02:17Terserah mereka, rumahnya mereka kok.
02:18Enggak, enggak.
02:20Salah kamu tahu ya.
02:22Selama ini, bapak sama ibu cuma sayang sama kamu.
02:26Bapak sama ibu pilih kasih sama kamu.
02:28Iya kan, Bu?
02:30Enggak.
02:31Ngomong apa kamu?
02:32Apa?
02:32Apa ngejap tanya kayak gitu?
02:35Kamu salah.
02:38Kalau kamu bilang alasan itu untuk Dinda.
02:41Enggak.
02:43Itu gak masuk akal.
02:45Firza.
02:51Seenggaknya kamu kasih ibu uang.
02:53Buat ibu ngurusin bapak.
02:56Karena kamu, kamu ambilkan perjayaan ibu.
02:58Maksud ibu apa ya?
02:59Ibu nunduk seumnya aku pencuri.
03:01Kamu bisa diet gak?
03:03Ibu ini lagi bicara sama anaknya ibu.
03:05Bukannya kamu bangga, eh?
03:14Kamu bangga kan udah mencuri harta bertua kamu.
03:17Kamu bangga.
03:18Mas.
03:22Ketemu di mana sih?
03:24Cocok banget.
03:25Pantesan aja kalian nikah.
03:26Cocok banget kok.
03:27Sama-sama serakah.
03:28Nah.
03:30Oh tapi kalian gak cocok tinggal di rumah ini.
03:33Kalian cocoknya tuh di neraka yang paling dalam.
03:36Jangan mengurut banget bang.
03:37Jangan kenapa kamu?
03:39Apakah kamu?
03:39Hal rumah이 suci kique.
03:40Tingginim bapak.
03:43Kenapa sih kalian...
03:44Tidak terus?
03:45Tidak terus.
03:45Apa? Ibu juga mau ikut-ikutan mengutuk kami?
03:49Mending Ibu simpan tenaga Ibu,
03:51karena kutukan dan sumpah-sumpah Pak Ibu itu tidak akan pernah bisa membayar tagihan rumah sakit Bapak.
04:03Oh, enaknya kamu? Kamu selama ini bayar tagihan? Kamu bayar, nak?
04:15Sekarang dengar baik-baik anak-anak Ibu. Kalau aja Bapak kalian itu mau menjual rumah ini, pasti Bapak kalian itu bijak.
04:27Dia akan membagikan semuanya dengan sama rata, nggak seperti kamu, Firza.
04:32Enggak, Bu. Enggak, Bu. Kita pergi aja, Bu. Mereka tuh nggak pernah mati dari hati, Bu.
04:35Enggak usah munafik. Kamu juga sebenarnya sama aja, kan? Cuma sumpahin doang depan Ibu.
04:40Munafik emang semuanya di sini.
04:42Siwa!
04:59Sekarang Bapak mau terjatuh.
05:02Jangan ke mana-mana, janji?
05:03Ya, Pak. Janji?
05:04Ya.
05:05Ya.
05:06Hehehe.
05:07Masak dosa.
05:08Iya.
05:09Oh, anaknya?
05:10Iya.
05:11Iya.
05:12Iya.
05:13Iya.
05:14Iya.
05:15Iya.
05:16Iya.
05:17Iya.
05:18Iya.
05:19Iya.
05:20Iya.
05:21Iya.
05:22Iya.
05:23Iya.
05:24Iya.
05:25Iya.
05:26Iya.
05:27Pokoknya jarang nggak mau terpisah dari Bapak sama Ibu.
05:30Pokoknya jarang mau selamanya Bapak sama Ibu.
05:35Iya.
05:36Iya.
05:37Iya.
05:46Bongong- board.
05:59Badak.
06:00Iya, nanti di matthan.
06:01Pake aja.
06:13Gak bayar kok.
06:31Bapak.
06:33Bapak.
06:35Bapak.
06:40Bapak.
06:47Maaf, tapi...
06:49Emangnya siapa yang lagi sakit?
06:52Bapak.
07:01Hei...
07:04Kalo kamu nangis terus...
07:06Gimana perasaan bapak kamu yang ada di dalam sana?
07:09Pasti dia ngerasa bersalah.
07:11Karena udah bikin kamu nangis.
07:13Bapak.
07:33Maaf ya.
07:34Saput tangannya jadi kotor.
07:36Udah gak apa-apa.
07:38Simpen aja.
07:39Buat kamu.
07:43Kalo hati kamu masih ngerasa gak enak.
08:01Masih ngerasa sesak.
08:03Solusinya cuma satu.
08:05Berdoa.
08:07Berdoa sama Yang Maha Besar di atas sana.
08:11Karena dia akan selalu mendengarkan doa umatnya.
08:19Makasih ya.
08:21Sama-sama.
08:23Maaf.
08:25Tapi aku harus pergi sekarang.
08:27Ya Allah.
08:29Engkau yang Maha Kaya.
08:31Engkau yang Maha Mengetahui segalanya.
08:35Kepukatlah kami sekeluarga menghadapi ujian ini ya Allah.
08:39Terikanlah kekuatan untuk ibu dan bapak.
08:41Untuk ibu dan bapak.
08:43Sustar.
08:45Maaf.
08:47Gimana kondisi suami saya?
08:49Kondisi Bapak Santoso.
08:51Sustar.
08:53Sustar.
08:55Maaf.
08:56Gimana kondisi suami saya?
08:57Kondisi Bapak Santoso.
08:58Sustar.
08:59Maaf.
09:00Gimana kondisi suami saya?
09:01Kondisi Bapak Santoso.
09:02Setablu.
09:03Alhamdulillah.
09:04Makasih, Sustar.
09:05Saya permisi ya, Bu.
09:06Jadi dari hasil tes,
09:32menunjukkan adanya ketidakcocongan dengan
09:35Pak, apa dong?
09:38Tidak cocok?
09:50Tolong saya lakukan sesuatu, dokter.
09:53Saya akan melakukan apapun.
09:56Dan kami akan bayar berapa pun biayanya.
09:59Saya mohon.
10:01Tolong, saya menemukan nomor yang tepat
10:04untuk anak saya, dokter.
10:07Kami akan berusaha yang terbaik,
10:08tapi mencari donor yang cocok untuk tepat waktu.
10:11Kemungkinannya sangat kecil.
10:34Kami akan berusaha.
10:38Kami akan berusaha yang besar.
10:40Kami akan berusaha yang lebih keras.
10:45Kami akan berusaha yang lebih menangis.
10:47Bu...
10:51Bu...
11:09Bu...
11:11Bu...
11:13Bu...
11:15Bu...
11:17Kenapa enggak ada ginjal yang cocok untuk dia?
11:25Kenapa saya juga tidak bisa memberikan ginjal saya untuk dia?
11:30Dan kenapa suami saya harus diambil atas sehingga dia juga tidak bisa memberikan ginjalnya untuk anak saya?
11:38Kenapa?
11:42Apaan ini begitu melakuk saya?
11:45Ini enggak adil, enggak adil.
11:58Sekarang bapak mau kerja.
12:00Dan mana-mana janji?
12:02Ya, Pak.
12:02Janji?
12:03Ya.
12:05Ambu.
12:08Gimana kalau saya ikut ya?
12:10Siapa tahu ginjal saya cocok untuk anak ibu?
12:26Benar ingin mendonorkan ginjala kamu?
12:31Bahkan untuk orang yang enggak kamu kenal sekalipun.
12:33Saya paham rasanya di posisi ibu sekarang kayak gimana.
12:45Bapak saya juga lagi berjuang di dalam, Bu.
12:50Ya, semoga aja pengorbanan sekecil apapun yang saya lakukan bisa menyembuhkan.
13:00Untuk memberikan keselamatan untuk bapak saya.
13:04Benar.
13:05Benar.
13:07Benar.
13:07Benar.
13:11Saya enggak tahu hasilnya akan seperti apa.
13:15Tapi yang jelas,
13:17saya sangat berterima kasih kamu sudah mau membantu.
13:21Terima kasih.
13:22Terima kasih.
13:24Terima kasih.
13:26Sudah, susah.
13:53Ya, jadi tes darah dan kumpuli ginjal akan segera keluar hasilnya.
14:04Kalau itu kita akan bicarakan untuk kemungkinan donornya.
14:07Ya, semoga hasilnya cocok.
14:10Amin.
14:12Siara, terima kasih ya.
14:14Mengenai ayah kamu.
14:15Insya Allah beliau akan mendapatkan penanganan yang terbaik.
14:18Jadi, kamu enggak usah khawatir ya.
14:20Terima kasih, dong.
14:24Iya.
14:26Bu.
14:28Maaf, mbak.
14:30Saya ketiduran.
14:32Saya minta maaf.
14:33Saya belum mendapatkan biaya buat operasi suami saya.
14:37Justru saya kesini mau kasih kabar kalau operasi Pasantoso segera disiapkan, bu.
14:44Maksud, mbak...
14:46Ibu tenang aja.
14:48Jadi, ada seorang donatur yang ingin membiayai operasi Pasantoso.
14:56Masya Allah, mbak.
14:58Jadi, ada yang mau membiayai operasi suami saya?
15:04Betul, bu.
15:05Siapa, mbak?
15:06Dia tidak mau disebutkan namanya, bu.
15:10Jadi, ada orang sebaik itu yang mau mendolong suami saya?
15:14Iya, betul, bu.
15:17Jadi, ibu tenang aja, ya.
15:19Terima kasih, ya, mbak.
15:20Iya, sama-sama, bu.
15:22Kalau begitu, saya permisi dulu, ya, bu.
15:25Kami akan seger mempersiapkan operasi Pasantoso.
15:28Makasih sekali lagi, ya, mbak.
15:30Iya, sama-sama, bu.
15:31Ya Allah, terima kasih, ya Allah.
15:41Tidak, anak, ada apa?
15:44Kenapa, bu?
15:45Kamu tahu, tadi...
15:47...orang admin itu datang ke sini.
15:49Dia bilang ada orang yang bantu bapamu...
15:52...buat bikin operasinya.
15:54Ibu juga nggak tahu siapa.
15:56Ini pertolongan Allah buat bapamu, nak.
15:59Ini bener-beneran, bu.
16:06Masya Allah, ini beneran kebaikan bapak selama ini...
16:09...sama orang lain, bu.
16:10Dibalah sama Allah.
16:12Alhamdulillah, nak.
16:13Alhamdulillah.
16:18Kamu tuh dari mana?
16:20Ibu dari tadi sendirinya.
16:23Tadi, Zara dari toilet, bu.
16:24Tapi, bu, Zara izin pergi, ya.
16:32Kamu ke mana lagi?
16:35Zara dapat...
16:36...dapat kerjaan, bu.
16:41Jadi, Zara sempat ngelamar di salah satu perusahaan.
16:44Zara harus menetap di sana selama beberapa waktu, bu.
16:59Zara...
17:00Ibu bahagia dengar kabar ini, nak.
17:04Tapi, ibu kan harus menghadapi...
17:07...operasi bapamu.
17:08Kamu nggak bisa temenin ibu.
17:10Kamu tuh udah sebentar, ya, nak.
17:12Iya.
17:13Maaf, bu.
17:17Zara nggak mau...
17:18...mehilangkan kesempatan ini, bu.
17:22Karena kesempatan ini juga bisa...
17:25...untuk bayar pemulihan operasi bapak, ya.
17:36Nak.
17:40Tetap berdoa, ya.
17:42Buat bapakmu.
17:44Buat ibu juga, ya, nak.
17:47Ya.
17:49Jaga diri kamu baik-baiknya.
17:52Hati-hati, ya, nak.
17:55Ibu juga selalu ngedoain kamu.
18:02Ibu juga hati-hati selalu kabarin gimana kondisi bapak, Zara, ya.
18:09Iya, nak.
18:10Pasti.
18:11Ya.
18:16Selamat, ya.
18:18Ya.
18:25Di hari kau terjatuh dunia berubah sepi.
18:48Mereka yang dulu dekat berlahan pergi.
18:55Janji yang kau percaya hilang dalam sunyi.
19:03Dan semua yang kau punya tak kembali.
19:09Tak ada yang bertahan di saat kau terlukan.
19:16Hanya ada satu hati yang tetap menjaga.
19:23Tenang, ku tetap untukmu.
19:29Walau semua menjauh dan tak menaruh lindu.
19:36Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
19:43Tenang, ku tetap untukmu.
20:13Dan tak menaruh rindu.
20:17Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
20:24Izinkan, ku cari yang menemuimu.
20:31Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
20:38Ku kan tetap bertahan di sisimu.
20:45Ku kan tetap bertahan di sisimu.
20:47Ku kan tetap bertahan di sisimu.
20:50Ku kan tetap bertahan di sisimu.
20:52Ku kan tetap bertahan di sisimu.
21:04Ku kan tetap bertahan di sisimu.
21:08Ku kan tetap bertahan di sisimu.
21:15Saya nggak tau lagi harus bicara apa sama kamu.
21:17Bapak nggak perlu ngomong apa-apa sama saya, Pak.
21:23Di sisimu saya yang sangat amat berterima kasih.
21:27Terima kasih karena Bapak dan Ibu.
21:30Bapak saya bisa operasi.
21:35Saya boleh minta tolong enggak sama Bapak dan Ibu.
21:43Selama kami mampu melakukannya, pasti kami akan bantu, Zahra.
21:48Kalau nanti terjadi sesuatu sama Zahra,
21:55Zahra minta tolong untuk Bapak ngunduhin penumor ini ya.
21:59Seolah Zahra enggak mau sampai Ibu khawatir sama Zahra.
22:05Paham, tapi kami yakin sekali,
22:08kalau kamu baik-baik saja,
22:11dan akan segera berkumpul kembali dengan keluarga kamu.
22:14Insya Allah.
22:15Amin.
22:16Amin.
22:18Ternyata Tuhan telah mengirimkan seorang malaikat
22:21untuk menyelamatkan anak kami.
22:24Dan kamu adalah malaikatnya, Zahra.
22:27Kamu pasti baik-baik saja.
22:29Terima kasih.
22:37Terima kasih.
22:46Ya, Bapak.
22:48Lindungilah, Zahra.
22:50Semoga berhasil.
22:52Amin.
22:53Amin.
22:54Terima kasih.
23:03Terima kasih telah menonton
23:33Terima kasih telah menonton
24:03Terima kasih telah menonton
24:33Terima kasih telah menonton
25:03Terima kasih telah menonton
25:33Terima kasih telah menonton
26:03Terima kasih telah menonton
26:33Anak saya selamat
26:35Sekarang dia akan benar-benar hidup
26:42Karena kamu
26:43Terima kasih
26:45Terima kasih banyak
26:47Kamu benar-benar malaika
26:51Saya sudah mencari informasi tentang ayah kamu
27:05Kamu fokus saja sama kesembuhan kamu ya
27:09Zara
27:15Saya juga sudah mencari informasi tentang ayah kamu
27:19Dia sudah selesai operasi
27:21Dan keadaannya baik-baik saja
27:23Terima kasih telah mencari informasi
27:25Jadi kamu tidak usah khawatir ya
27:27Terima kasih
27:29Terima kasih telah mencari
27:33Terima kasih telah mencari
27:35Terima kasih telah mencari
27:37Terima kasih telah mencari
27:47Terima kasih telah mencari
27:49Taman! Taman!
27:51Taman!
27:54Luka mana?
27:56Tidak.
27:58Satu lagi.
28:08Ada, Bapak.
28:09Ada.
28:10Ada.
28:12Ambil ini, Bapak Airi.
28:13Kopi.
28:17Aduh.
28:18Angat!
28:25Ada.
28:44Tidak.
28:45Orek?
28:46Ini kenapa Bapak disiram?
28:51He.
28:52Apa?
28:53Firza…
28:54Orek…
28:55Ayo sini nah, kita makan dulu.
28:58Firza.
28:59Orek?
29:00Tariq Firza!
29:02Bapak!
29:04Bapak!
29:06Bapak!
29:08Bapak!
29:10Bapak!
29:12Bapak!
29:14Bapak!
29:16Bapak sudah mulai saatnya.
29:18Bapak sudah mulai saatnya.
29:20Bapak sudah mulai saatnya.
29:22Bapak sudah mulai saatnya.
29:24Iya, Pak. Sebenarnya Ibu ambil minum, ya.
29:26Ibu memanggilnya dokter dulu, ya, Pak?
29:28Aku panggilin dokter dulu, ya, Pak?
29:36Pelan-pelan, ya. Minumnya, ya, Pak.
29:41Bapak, dengar suara Ibu, kan?
29:45Enggak.
29:50Boleh.
29:53Ini kenapa tanganku?
29:55Yang kadang nggak usah dikerakkan, ya, Bu.
29:57Sudah siuman?
29:58Alhamdulillah, dok.
29:59Suami saya sudah siuman.
30:00Tapi...
30:01Kenapa tangannya susah dikerakkan, ya, dok?
30:03Mohon maaf, Bu.
30:04Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik.
30:06Tapi...
30:07Ada beberapa syarab di tangan Pak Santoso yang sudah tidak bisa terselamarkan lagi.
30:10Tapi masih bersyukur, Pak Santoso.
30:12Tapi masih bersyukur, Pak Santoso.
30:14Tangannya tidak jadi diamputasi.
30:16Sabar, ya.
30:17Sabar, ya.
30:18Bapak harus tenang.
30:19Bapak harus tenang.
30:20Bapak harus tenang.
30:21Bapak harus tenang.
30:22Bapak harus yakin.
30:24Bapak harus siapangan lagi, Bu.
30:25Bapak harus siap.
30:26Bapak ini akan kembali bu.
30:28Tapi masih bersyukur, Pak Santoso.
30:33Tapi masih bersyukur, Pak Santoso.
30:35Tangannya tidak jadi diamputasi.
30:36Sabar, ya.
30:39tighten ya.
30:40Mbah asing lagi.
30:41Mbah ...
30:43ezik.
30:44Ayah, Bapak harus tenang, ya.
30:47Bapak harus yakin, Bapak akan mabuk.
30:51Yakin ya, Bapak.
30:53Bapak harus semuanya, Ibu.
31:07Nah, Sahra sudah bisa pulang sekarang.
31:09Alhamdulillah.
31:10Tapi tetap harus beristirahat beberapa minggu ke depan,
31:13agar kondisinya bisa segera lekas pulih.
31:15Baik, dokter.
31:16Kalau begitu saya permisi dulu.
31:18Terima kasih, Ibu.
31:19Terima kasih, dokter.
31:32Ada apa, Sahra?
31:37Tante.
31:38Zara.
31:41Zara nggak mau Bapak sama Ibu tahu semua soal ini.
31:47Mereka pasti khawatir banget kalau ngelihat Zara istirahat
31:50selama beberapa minggu.
31:53Kalau gitu, gimana untuk sementara waktu,
31:57kalau Zara tinggal dulu di rumah kami?
31:59Sampai keadaan kamu benar-benar pulih,
32:02terus kamu bisa kembali ke rumah?
32:03Nah, gimana?
32:06Zara mau, Tante.
32:09Makasih banyak ya, Tante.
32:13Zara, kamu nggak perlu berterima kasih.
32:19Kamilah yang seharusnya berterima kasih banyak-banyak sama kamu, nak.
32:26Tante akan berusaha merawat kamu sebaik mungkin,
32:29biar kamu cepat sehat,
32:32terus bisa pulang ke rumah.
32:34Ya?
32:38Ntar,
32:39ada telepon.
32:42Tante akan telepon dulu, ya?
32:43Ya, Tante.
32:45Ya udah.
32:59Assalamualaikum, Zara.
33:26Bagaimana kerjaan kamu?
33:29Masih ada beberapa yang harus darah urus.
33:32Tapi,
33:33kamu baik-baik kan, nak?
33:35Alhamdulillah.
33:37Semuanya lancar, Bu.
33:39Pokoknya ibu nggak usah khawatir, ya.
33:42Keadaan Bapak gimana, Bu?
33:45Alhamdulillah,
33:46kondisi Bapak makin baik.
33:49Alhamdulillah.
33:52Zara senang banget dengernya, Bu.
33:54Nanti sampeinnya salam, Zara, untuk Bapak.
33:58Nanti,
34:00kalau semua kerjaan Zara udah selesai,
34:03Zara pulang.
34:04Iya, iya, nak.
34:06Kita semua tunggu kamu, ya.
34:08Kita kangen.
34:17Zara?
34:18Ada apa, Bu?
34:19Nggak, nggak, nggak.
34:22Maksud ibu,
34:24kamu baik-baik, ya, nak?
34:26Kamu harus sehat.
34:29Ibu dan Bapak selalu doain kamu, ya, nak, ya?
34:31Ya Allah, Zara.
34:45Aku bahkan nggak tegak.
34:48Mau kasih tahu Zara.
34:51Kalau Firza ngubah kepemilikan rumah jadi nama Nur.
34:55Apalagi,
34:58gua kasih tahu Bapak.
35:01Iya, iya, Pak.
35:01Masa,
35:02nggak, nggak, Bapak.
35:02Bapak culuk, tanggung, tanggung.
35:03Biar aku yang urus administrasi semuanya.
35:05Saya kan memang,
35:07ini tanggung jawab saya, Pak.
35:08Kalau Bapak curang kasih.
35:09Saya waktu cuman,
35:11nggak lebih dari satu minggu,
35:13gimana saya bisa beja manualnya.
35:14Itu kan mesin baru, Pak.
35:17Betul, betul.
35:18Iya, Bapak nggak salah.
35:19Bapak nggak salah.
35:19Tapi,
35:19besok kita ketemu di kantor jam 9.
35:25Gimana?
35:25Gimana, Pak?
35:26Apa yang urusnya?
35:27Iya, kantor jam 9.
35:28Nanti biar saya perangkan dulu.
35:38Astagfirullah.
35:39Siapa telpon dulu?
35:41Pak,
35:42Pak Gety.
35:45Zara, Pak.
35:47Zara itu katanya kangen sama kita berdua.
35:49Pak.
35:50Oh, iya?
35:53Sehat, ya?
35:54Alhamdulillah.
35:57Pak,
35:58Bapak itu harus banyak makan,
36:01istirahat,
36:03karena Bapak itu pasti kangenkan sama suasana rumah kita.
36:07Ibu juga pengen masakin Bapak.
36:10Ibu juga kangenkan sama rumah kita, Pak.
36:13Kangen sama sopunya, Ibu.
36:15Nama tempe, ya.
36:17Tidak, Pak.
36:18Tidak.
36:19Tidak, ya, Pak.
36:20Tidak, ya, Pak.
36:21Tidak, ya.
36:22Tidak, ya, Pak.
36:23Tidak, ya, Pak.
36:53Hai, babe.
36:57Sayang.
37:01Hai.
37:03Ini buat kamu, sayang.
37:05Makasih loh, sayang.
37:07Kamu nggak bilang udah di rumah?
37:09Oh, aku tahu.
37:10Kamu sengaja bikin surprise buat aku.
37:12Emang kamu nggak suka disurprisin?
37:15Sayang, nggak gitu dong.
37:17Maksudnya aku nggak suka disurprisin sama kamu?
37:19Sayang, aku tuh nggak tenang gara-gara kepikiran kamu terus.
37:25Syukurlah, kamu dapat denger juga.
37:31Iya.
37:33Aku juga sempat putus asa sih.
37:36Mama bilang,
37:38dia ketemu semua orangnya nggak sengaja di rumah sakit.
37:40Kalau dia dan pendonor kamu itu on the way ke rumah.
37:51Jadi,
37:51Papa tunggu di bawah, ya.
37:55Makasih, ya, Pak.
37:56Michelle?
37:58Ya, om.
38:05Pendonor kamu ngapain ke sini?
38:07Sayang.
38:12Untuk sementara waktu ini,
38:13dia bakal tinggal di rumah ini.
38:15Untuk proses pemulihan.
38:18Katanya dia nggak mau bikin orang tuanya khawatir.
38:22Ya,
38:23hitung-hitung bales Budi lah.
38:24Kan dia udah nyelamatin nyawa aku.
38:37Kita udah sampe.
38:44Ayo, Jara, pelan-pelan.
38:47Kasih, Pak.
38:53Selamat datang.
38:57Om,
38:58mantap.
38:59Terima kasih banyak, ya.
39:01Maaf kalau...
39:06Kalau saya jadi ngerepotin om sama tante.
39:09Sama sekali nggak.
39:11Apa yang kami lakukan ini...
39:14Tidak ada apa-apanya.
39:15Dengan pengorbanan kamu untuk anak kami.
39:20Nih.
39:22Kita istirahat, yuk.
39:23Dalam.
39:24We're such an angel.
39:27Makasih banyak, ya, om.
39:28Justru aku yang terima kasih.
39:32Berkat bapak sama ibu kamu.
39:34Bapakku jadi bisa dioperasi.
39:37Bapak ibu aku.
39:41Lihat kamu anaknya.
39:42Zahra.
39:43Ini nih, Shel.
39:45Dia adalah pacarnya Angga.
39:47Anak kami.
39:51Angganya mana, Shel?
39:58Pakai aja.
40:06Nggak bayar kok.
40:13Emangnya siapa yang lagi sakit?
40:16Ini bapak.
40:20Kamu?
40:22Oh.
40:24Aku tahu.
40:25Pasti kamu ke sini,
40:26mau balikin seputangan, ya?
40:28Iya, kan?
40:30Oh.
40:31Kok sapu tangan?
40:33Nggak.
40:35Zahra ini yang donorin ginjalnya untuk kamu.
40:39Iya, emang.
40:39Aku cuma bercanda.
40:40Aku tahu kok.
40:42Zahra.
40:45Makasih ya.
40:46Kamu ngelamatkan aku.
40:47Yaudah.
40:57Mama antar Zahra ke dalam dulu, ya.
40:59Biar Zahra istirahat.
41:00Iya, sudah.
41:01Yuk, saya.
41:03Zahra.
41:04Kamar kamu udah di sebelah sana.
41:06Hantar-antar, ya.
41:07Supaya kamu bisa istirahat dulu.
41:10Aku bersyukur, sih, Pak.
41:12Zahra mau donorin ginjalnya buat aku.
41:14Tapi sebenarnya aku juga ngerasa bersalah.
41:18Karena aku tahu,
41:21Zahra tuh lagi banyak beban mikirin bapaknya yang lagi sakit.
41:24Kamu tuh nggak perlulah punya perasaan seperti itu.
41:27Ya, sederinya sekarang kita kan bisa bantu bapaknya Zahra juga.
41:31Dan nanti selama dia tinggal di sini,
41:33kita kan bisa bantu dia.
41:35At least kita bisa bales budi atas semua perbuatan dia.
41:38Kita harusnya bersyukur ke Tuhan Zahra.
41:43Dia sudah menyelamatkan dua nyawa.
41:46Kamu juga bapaknya.
41:58Semoga kamu nanti di sini bisa betah, ya.
42:01Iya, Tanta.
42:02Biar Tanta bisa jaga kamu.
42:05Makasih, Tanta.
42:06Iya.
42:06Kamarnya sebelah sana, ya.
42:12Ini dia.
42:16Yuk, sini.
42:27Ini kamar kamu.
42:28Zahra.
42:47Mudah-mudahan kamu bisa istirahat di sini dengan nyaman, ya.
42:54Tanta akan coba sebaik mungkin merawat kamu.
42:56Jadi kalau kamu perlu apa-apa, kasih tahu Tanta, ya.
43:02Makasih, ya, Tanta.
43:04Anggap rumah sendiri.
43:08Ya udah, sini.
43:09Tasya taruh.
43:11Kalau gitu, Tanta keluar dulu, ya.
43:13Tanta menyiapkan makanan sekalian.
43:16Kamu istirahat.
43:17Iya.
43:18Makasih, Tanta.
43:18Tanta.
43:21Ya udah.
43:22Tanta keluar dulu, ya.
43:23Kamu kenapa sayang?
43:50Bapak kamu tuh besok keluar dari rumah sakit.
43:55Terus?
43:57Terus?
43:59Mas kamu ngerti kan kondisi kita tuh lagi kayak gimana?
44:03Dan kamu itu satu-satunya anak yang punya gaji tetap.
44:08Jujur ya mas, gaji kamu aja tuh gak cukup buat kita.
44:12Terus kamu gaya-gayaan sekarang mau nampung ibu sama Bapak.
44:16Terus kamu juga yang mau bayarin semua pengobatan Bapak.
44:19Hah? Mikir coba mas.
44:24Kamu tenang aja.
44:26Besok aku coba bicara sama Torek.
44:49Hai, Sobat Seginjal.
44:59Kamu gimana udah enakan?
45:02Alhamdulillah udah lumayan.
45:04Aku juga rutin minum obat yang dikasih sama dokter.
45:08Aku...
45:12Aku...
45:24Aku...
45:28Kita ngobrol di depan aja yuk.
45:47Kamu gak perlu ngerasa bersalah gitu.
45:50Justru aku ngerasa kalo ini semua udah takdir.
45:55Aku bisa bantu kamu.
45:58Dan orang tua kamu bisa bantu aku untuk biaya operasi Bapak.
46:03Tapi kamu hebat ya?
46:05Gak semua orang loh rela berkorban demi orang lain.
46:13Allah mempertemukan kita pasti untuk saling bantu.
46:16Aku harap...
46:19Setelah aku pulih nanti...
46:23Kita masih tetap bisa berteman ya?
46:29Zara...
46:31Aku gak mungkin ngelupain kamu.
46:33Perempuan yang udah ngasih bagian penting dari dirinya...
46:36Buat aku.
46:38Mas si aku tuh gak punya duit mas.
46:53Gak punya duit ya gimana ngurus Bapak bentar?
46:56Gimana?
46:57Gak mungkin mas.
46:58Ya terus maksudnya gimana?
47:00Aku tuh udah punya anak.
47:01Udah punya istri Torik.
47:02Lah kalo uang aku dipake buat berobat Bapak semuanya...
47:05Anak sama istri aku mau makan apa?
47:07Lagi deh kamu.
47:09Kamu itu anaknya Bapak juga.
47:11Harusnya kamu ikut tanggung jawab buat masalah ini.
47:13Gimana sih?
47:14Yang dibilang sama kamu ini bener.
47:16Kamu tuh belum punya tanggungan.
47:17Harusnya kamu bisa lebih fokus urus Bapak sama Ibu.
47:20Udah dengerin tuh.
47:21Mbak gini ya.
47:22Kalo Mas Firza ini mau nyisiin uangnya sedikit buat Bapak bisa kok.
47:26Apalagi kalo Mbak Nur gak boros ngabisin duitnya Mas Firza.
47:29Bisa dong ngurus Bapak sama Ibu di rumah ini.
47:32Gak bukan, bukan gitu.
47:33Nih Torik.
47:34Kamu lupa.
47:35Kan kamu sendiri yang bilang katanya aku nanti bakal bawa Bapak sama Ibu ke Semarang.
47:40Iya kan?
47:41Ini yaudah.
47:42Ini saat yang tepat buat kamu bawa Bapak sama Ibu ke Semarang.
47:45Ayo silahkan.
47:46Mas itu emang benar.
47:47Benar.
47:48Itu niatan aku di awal.
47:49Tapi lihat Mas.
47:50Lihat coba.
47:51Nih nih.
47:52Rumah ini sekarang aja udah jadi miliknya Mas Firza kan?
47:55Hah?
47:56Sedangkan aku di Semarang ngekos-kosan aku kecil.
47:59Gak mungkin Mas.
48:00Gak bisa.
48:02Sekarang ini Bapak sama Ibu tinggal di sini sama Mas.
48:06Kalau nanti bisnisku membaik, aku yang bawa mereka.
48:10Ya pertanyaannya nih ya sampai kapan?
48:13Sampai kapan kamu mau mebebankan Bapak sama Ibu ke aku?
48:17Ke kami yang udah berkeluarga Torik sampai kapan?
48:28Udah sekarang gini aja ya.
48:29Siapa yang ngurus Ibu?
48:31Siapa yang ngurus Bapak?
48:33Biar gak jadi beban untuk kita.
48:46Punya kesempatan menangin ratusan juta rupiah?
48:49Hanya dengan bermain melalui APK Panen 138.
48:52Lebih mudah dan lebih gampang menang.
48:56Nama Bapak tidak ada di tabungan haji kami.
48:58Kami.
48:59Kalian pura-pura jadi anak yang berbakti sama orang tua.
49:01Pura-pura jadi anak yang baik.
49:03Itu semua buat apa?
49:05Bapak harus sabar.
49:06Ibu juga harus sabar.
49:07Insya Allah indah pada waktunya ya.
49:10Kalian gak biarin Bapak sama Ibu pergi gitu aja?
49:13Adar gak sih Mas duraka sama orang tua?
49:16Harusnya kalian yang keluar dari rumah ini.
49:19Mas! Mas dirba!
49:21Karena memang di pabrik ini sedang belum ada lowongan.
49:23Makanya Pak Santoso saya kasih informasi ada pabrik besi.
49:27Di jalan Merpati.
49:28Pak!
49:29Pak!
49:30Pak!
49:31Pak!
49:32Ibu!
49:33Ibu!
49:34Zara!
49:35Bapak mau sih?
49:36Ibu kan punya Zara.
49:38Mulai sekarang...
49:39Kau!
49:40Kau!
49:41Kau!
49:42Kau!
Komentar

Dianjurkan