Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Polisi mengungkap momen pelarian empat orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menemukan indikasi bahwa salah satu dari empat terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sempat mengganti pakaian saat melarikan diri usai kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin menilai tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak setelah peristiwa penyerangan yang terjadi pada Kamis (12/3/2026).

"Setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya," kata Kombes Iman Imanudin, Senin (16/3/2026).

Baca Juga Buru 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Polda Metro Buka Perkembangan Terbaru di https://www.kompas.tv/nasional/657358/buru-4-pelaku-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras-polda-metro-buka-perkembangan-terbaru



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657497/polisi-pelaku-penyiram-air-keras-ke-aktivis-kontras-andrie-yunus-sempat-ganti-baju
Transkrip
00:00Kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas,
00:13sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyelidikan kami.
00:22Kemudian pasca kejadian juga tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga pelaku,
00:32melakukan pelarian ke arah yang berbeda dari dua tim, dari dua motor yang ditumpangi,
00:40satu motor masing-masing dua orang tersebut, yang satu motor OTK-1 dan OTK-2 ini melawan arus di jalan
00:56Salemba ini,
01:00melawan arus dari jalan Raya Salemba menuju Senen.
01:05Kemudian dari Senen menuju jalan Keramat Raya, jalan Keramat Raya menuju Tugutangi,
01:16dan dari Tugutangi selanjutnya bergerak ke arah stasiun Gondang Dia.
01:22Nah dari Gondang Dia ini menuju wilayah Jakarta Selatan.
01:27Kemudian untuk yang satu kendaraan yang ditumpangi oleh dua orang, OTK-3 dan OTK-4,
01:37ini dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus,
01:43menuju jalan Pramuka Sari II.
01:46Nah dari jalan Pramuka Sari II selanjutnya menuju Matraman,
01:50dan dari Matraman termonitor dari CCTV menuju wilayah Jati Negara.
01:58Selanjutnya ke jalan Oto Iskandar Binata, Jakarta Timur.
02:03Dari rekaman CCTV tersebut, yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi,
02:13setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya,
02:24dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor.
02:45Rekan-rekan sekalian, saat ini kondisi korban berdasarkan pemeriksaan medis,
02:54mengalami trauma asam, kemudian luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya.
03:05Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan.
03:11Mari kita sama-sama doakan rekan-rekan sekalian, keluarga kita, sahabat kita tersebut,
03:16segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktifitas.
03:20Kami sangat bersyukur rekan-rekan sekalian bahwa dengan banyaknya CCTV yang terpasang
03:34di jalur-jalur utama maupun di jalur-jalur alternatif yang ada di wilayah Jakarta,
03:43ini sangat membantu pengungkapan atau proses penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan.
03:50Apalagi pada beberapa titik atau sebagian besar titik CCTV yang terpasang di wilayah Jakarta,
03:58memiliki resolusi yang cukup tinggi.
04:02Sehingga pada beberapa tempat dapat diperoleh gambar yang cukup jelas.
04:10Kemudian rekan-rekan sekalian, dalam beberapa waktu belakangan kita sempat disajikan
04:20beredarnya video TKP yang membuat para pelaku ini seolah-olah terpublikasi.
04:34Nah dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik,
04:47pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik, dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan
04:54dengan menyebarkan gambar atau sketsasi retayasa artificial intelligence.
05:02Jadi sebagaimana rekan-rekan banyak melihat atau menerima mungkin kiriman link atau unggahan di media sosial
05:10berupa dugaan pelaku, kemudian dugaan identitas pelaku,
05:17itu kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar.
05:23Karena itu hasil rekayasa dari artificial intelligence.
05:29Kami duga ini adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri
05:37untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah, untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang diperoleh.
05:53Sehingga kami berharap mari kita sama-sama jaga supaya hasil nanti penyelidikan dan penyelidikan
06:04yang akan kami sampaikan dalam beberapa hari ke depan, mudah-mudahan kami segera bisa memberikan
06:13atau menyampaikan dari pangkapan gambar CCTV yang kami peroleh di sepanjang jalur
06:23yang diduga dijadikan sebagai jalur untuk keberangkatan maupun kembalinya para terduga pelaku.
06:33Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah sangat membantu
06:42dengan keberadaan CCTV yang tergelar di beberapa jalur di wilayah Jakarta.
06:50Kami kira itu yang dapat kami sampaikan pada kesempatan siang hari ini.
06:56Beberapa informasi yang terkait dengan
Komentar

Dianjurkan